
Hari minggu biasanya orang akan liburan jalan-jalan atau sekedar bercengkerama dengan keluarganya tapi tidak seperti Mahendra.
Pagi ini suasana cukup ramai di tengah pasar seperti biasa Mahendra dan Ayahnya sedang memikul karung beras yang kebetulan ada sebuah toko yang sedang menyetok keperluan warungnya dan itu sebagai berkah tersendiri untuk Mahendra dan Ayahnya
"Yah, istrahat saja biar Mahen yang memikul sisanya Ini"
Kebetulan beras yang tersisa tinggal 5 karung,Mahendra tak ingin ayahnya lelah. Tenaganya cukup bagus di pagi hari ini walaupun hanya sarapan nasi goreng seperti biasa.
"Kan lebih cepat selesai lebih baik nak?!"
Ayahnya menolak perkataan Mahendra, bagi ayahnya pekerjaan cepat selesai lebih baik agar uangnya cepat di dapatkan di bandingkan dia harus duduk menunggu sang anak selesaikan pekerjaannya.
"Tapi Mahen liat ayah agaknya letih, sebaiknya istrahat dulu" ucap Mahendra sambil memikul beras di pundaknya.
"Ayah tidak apa-apa nak" lanjut Ayahnya.
Mahendra pun tidak bisa berkata apa-apalagi, keinginan Bapaknya tak bisa di bantahnya. dia pun berusaha agar Bapaknya tidak banyak memikul beban.
Mahendra berjalan cepat agar pekerjaannya cepat di selesaikan. 30 menit kemudian akhirnya pekerjaan mereka selesai juga.Juragan pun memanggil keduanya untuk di beri upah.
"Alhamdulillah, cepat selesai juga. Ini upah kalian berdua"
Juragan Edo menyodorkan uang 50rb kepada Pak Tohar artinya Mahendra dan Ayahnya mendapat uang 25rb/orang.
"Alhamdulillah " Kata Pak Tohar sambil menerima upah mereka.
Mahendra pun mengucapkan syukur, masih pagi saja sudah terima uang 50rb belum lagi setelahnya.
"Kami permisi dulu Pak Edo" pamit Pak Tohar dan Mahendra.
"iya" jawab Pak Edo sambil berlalu ke dalam warungnya.
Pak Tohar dan Mahendra pun segera mencari pekerjaan lain siapa tau ada warung yang butuh tenaga mereka lagi.
Dan nasib baik pun datang menghampiri ternyata ada lagi warung yang menyetok barang di hari libur seperti hari minggu sekarang ini.
Mereka pun dengan semangat mengerjakan pekerjaaannya. Mahendra tak malu dengan pekerjaannya sekarang Ini, baginya asal halal mereka akan kerjakan tanpa harus malu atau minder.
Lain halnya Pak Tohar merasa kasian dengan Mahendra karena di usia masih remaja seperti ini, harusnya dia liburan atau duduk saja menikmati hari libur.
Tak terasa hari sudah menjelang siang mereka sudah selesai menyimpan barang pikulannya di tempatnya dan mereka pun sudah mendapat upah tapi mereka tak langsung pulang tapi duduk dekat warung untuk memulihkan tenaga yang terkuras barusan.
"Trima kasih juragan yamin" ucap Pak Tohar.
"Sama-sama. Mahen, apa kamu sudah selesai sekolah" tanya Juragan Yamin.
"Belum Pak, 2 bulan lagi selesai ujian sekolah,mudah-mudahan saya akan lulus" jawab Mahendra.
"Gimana Sambil Menunggu Lulusan kamu bekerja di toko saya yang ada di mal matamari, kebetulan saya kekurangan staf kerja laki-laki untuk menyimpan barang-barang yang agak besar. Karyawan perempuan kami tak mampu mengangkatnya" tawar Juragan Yamin.
Tanpa berpikir panjang lagi Mahendra mau bekerja di toko tempat Juragan Yamin di mal.
"Saya mau Juragan, saya malah bersyukur jika bisa bekerja di toko Juragan" ucap Mahendra sambil menyunggingkan senyuman merekah di wajahnya.
"Oke, mulai besok kamu bisa bekerja setelah pulang sekolah, ini alamat dan nama tokonya" ujar Juragan Yamin memberikan kartu nama pada Mahendra, Juragan Yamin melihat kegigihan di mata Mahendra pada saat bekerja selama ini makanya dia menawarkan pekerjaan itu kepada Mahendra.
"Trima kasih Juragan, kami permisi dulu" ucap Pak Tohar kepada Juragan Yamin.
"Ya sama-sama, jangan lupa besok siang jam 2 Mahendra kamu ke toko ya?!" ucap Juragan Yamin mengingatkan.
"In syaa Allah, saya akan tepat waktu datang ke tokonya Juragan" ucap Mahendra sambil menyalim tangan Juragan begitu juga dengan Pak Tohar.
Mereka pun pulang ke rumahnya dengan sumringah. Baru setengah hari sudah mendapat uang 250rb dari Juragan Edo 50rb dan Dari Juragan Yamin 200rb.
"Ini Nak, hasil jerih payahmu hari ini" Pak Tohar menyerahkan uang 125rb pada Mahendra.
"Kasih sama Ibu 100rb Pak, biar Mahendra menyimpan uang 25rb saja" ucap Mahendra sambil menyerahkan uang 100rb pada Ayahnya.
"Tapi nak, apa tidak sebaiknya kamu simpan 100rb dan 25rb saja kasih Ibumu saja. Bapak juga hari ini dapat 125rb jadi bisa untuk belanja kita beberapa hari lagi. Apalagi besoK kamu harus bekerja siapa tau sda kebutuhan mendesak nanti" tawar Pak Tohar pada anaknya.
"Baiklah Ayah, ini buat Ibu" ucap Mahendra sambil memberikan uang 25 rb kepada Pak Tohar dan bapaknya menerima uang tersebut.
Tak lama mereka sampai juga di rumah dan melanjutkan obrolan mereka sambil menunggu makan siang di siapkan, setelah makan siang mereka melaksanakan sholat dhuzur berjamaah seperti biasa.
Setelah itu mereka melanjutkan pergi ke pasar untuk mendapat uang lagi, biasanya juga mereka akan latihan karate jika tak ada pekerjaaan. Inilah kegiatan rutin Mahendra lakukan selaman liburan.
Lain hal dengan Atika Dan Aditya.
Atika bercengkrama dengan keluarganya sedangkan Aditya memulihkan tenaganya karena badannya masih sakit di sekujur tubuh dan beruntung lebam dan bengkak di wajahnya sudah berkurang karena sudah di obati obat lebam dan bengkak.
Saat malam tiba Mahendra tidak belajar kelompok dengan Tejo, mereka belajar kelompok hanya senin sampai sabtu dan minggu mereka libur.
Mahendra mengistirahatkan badannya lelah dengan kegiatan hari ini, besok setelah pulang sekolah dia akan pergi ke toko.
Mahendra setelah sholat isya berjamaah dia, segera menyiapkan buku-buku pelajaran esok hari setelah itu dia tidur biar besok badannya segar untuk menyambut hari esok.
Sedangkan Pak Tohar Dan Istrinya berbincang- bincang dalam kamar sebelum mereka tidur.
"Bu, aku bersyukur besok Mahendra tidak akan bekerja lagi di pasar" ucap Pak Tohar memulai pembicaraannya dengan istrinya.
"Iya Ayah, aku bersyukur juga. Semoga ini awal yang baik buat Mahendra untuk cita-citanya nanti" Ibu Nanda menimpali.
"Aamiin" Pak Tohar mengamini ucapan Istrinya
"Ayah, istrahat saja besok harus ke pasar lagi" ucap Ibu Nanda
"Iya Bu, mana obatnya aku minum dulu" ucap Pak Tohar mengingatkan istrinya untuk mengambil obat.
"Oh, iya. Ibu sampai lupa"
Tak lama Ibu Nanda memberikan obat dan segelas air putih kepada Pak Tohar dan Pak Tohar segera meneguknya dan kembali istrahat tidur walau hanya kasur tipis tak masalah buat mereka.
Tapi mereka bersyukur hari ini dapat upah dan uang yang lebih. Dan uang itu untuk hari berikutnya lagi walaupun tak seberapa.
Bagi mereka dapat berapa pun harus bersyukur agar nikmatnya akan bertambah lagi.
***Jangan lupa komentar, kritik, saran, like, vote, dan beri hadiah"