MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 56



Hari ini perayaan Mahendra menjadi dokter sekaligus CEO, tidak seperti Atika. Mahendra Mengundang semua orang yang ada di desa suka maju dan mengundang anak-anak panti asuhan.


Bagi Mahendra alangkah baiknya saling berbagi dari pada membuat pesta mewah yang tak ada gunanya.


Mahendra ingin merasakan kebahagiaan bersama anak yatim piatu.


Mahendra mengundang yayasan misfalah yang tak jauh dari tempat tinggalnya dahulu.


Semua persiapan telah di laksanakan oleh pihak panitia yang di tunjuk Kakek Joni.


***


Kakek Rangga menyewa bis yang akan berangkat ke kota.


Kakek Rangga begitu berat untuk pergi ke kota. Tapi karena Mahendra yang bermohon agar Kakek Rangga datang, untuk itu dia bersedia hadir di acara tasyukuran Mahendra.


"Kek, apa kakek sudah siap?"


"Aku berat Asih, sebenarnya aku tak ingin ke mana-mana"


"Kasian, Mahendra yang mengundang kita secara langsung,"


"Iya, untuk itu aku harus berangkat ke kota"


"Apa trauma itu masih ada kek"


"Trauma itu tak akan hilang Asih"


"Kakek harus mencoba untuk pergi jauh"


"Aku akan mencobanya sekali lagi"


"Sebentar lagi bis akan menjemput kek"


"Persiapkan semuanya"


"Sudah selesai kek"


Kakek Rangga trauma akan perjalanan jauh, sehingga terjadi kecelakaan yang menyebabkan Kakek Rangga harus kehilangan saudaranya satu-satunya.


Sampai saat ini Kakek Rangga sudah bersiap-siap menunggu bis yang akan di tumpanginya ke kota Jakarta.


Akhirnya bis yang di tunggu datang juga, dan singgah di rumah pak RT dan ibu komar.


Semua ikut pergi menaiki bis yang di sewa Kakek Rangga.


"Bang, jangan ngebut ya" pesan Kakek Rangga.


"Iya kek, siap"


Bis pun melaju dengan kecepatan sedang.


Kakek Rangga sudah berkeringat dingin.


"Bang, Kita berhenti sejenak" ucap Dokter Antony.


"Siap, Dokter"


Bis pun berhenti sejenak, menghilang Trauma


Kakek Rangga.


Setelah Kakek Rangga cukup tenang, bis pun melanjutkan perjalanan lagi.


Begitulah selama perjalanan mereka akan berhenti jika Kakek Rangga akan berkeringat dingin bahkan hampir sesak nafas lagi.


Beruntung Dokter Antony ikut bersama rombongan, jadi tak ada masalah yang berbahaya dengan Kakek Rangga.


Syukur setelah menempuh waktu 3 jam, bis yang di tumpangi rombongan sudah berada di pusat kota.


Mereka akan ke hotel yang telah di pesan, rombongan yayasan misfalah juga telah datang di hotel.


Keluarga Aditya dan Sonia datang juga.


"Ayo, masuklah,"


"Trima kasih Mahendra,kamu masih mau mengundangki, aku minta maaf telah banyak menghinamu waktu itu,"


"Itu sudah aku lupakan, yang lalu biarlah berlalu, masuklah dan jangan sungkan-sungkan menikmatk hidangan yang di sediakan"


Aditya pun masuk ke dalam ruangan aula hotel, tak lama keluarga Atika pun datang di aula hotel.


"Oh, pak saputra sudah hadir juga" ucap ayahnya Atika.


"Iya pah, aku yang mengundangnya," ucap Mahendra, mulai saat dia melamar Atika, ayah Atika di panggil papah dan ibunya Atika di panggil mamah oleh Mahendra seperti panggilan Atika kepada kedua orang tuanya.


Akhirnya kedua orang tua Atika bergabung dengan keluarga Aditya. Walau bagaimana pun mereka bersahabat sejak dahulu.


Dan tak lama Kakek Joni dan kedua orang tuanya Mahendra masuk ke dalam aula hotel.


Mahendra pun salim kepada kedua orang tuanya dan Kakek Joni.


Pak Saputra yang melihat Kakek Joni terkejut, ternyata orang yang telah menolong Mahendra orang yang paling kaya raya bahkan relasi Pak Saputra yang membeli semua asetnya.


Pak Saputra berdiri dan langsung menyambut Kakek Joni.


"Kakek, bagaimana kabarnya"


"Seperti yang kamu lihat, aku sehat"


"Jadi yang jadi penerus Kakek yaitu Mahendra ya"


"Iya benar, aku sudah menganggapnya sebagai cucuku"


Aditya yang mendengarnya terkejut.


Sekarang Mahendra telah menjadi konglomerat di kota Jakarta.


Setelah mereka sedang bercengkrama, tibalah Kakek Rangga dari Bis yang di tumpanginya.


Mahendra yang melihat Dokter Antony masuk ke aula segera menghampir dengan ramah.


"Dokter Antony, senang bertemu dengan Anda, mmm... Kakek Rangga di mana?"


"Kakek Rangga ada di luar, kasian dia sempat drop, dia trauma dengan kecelakaan yang pernah di alaminya"


"Trus bagaimana sekarang keadaannya Kakek Rangga"


"Sepertinya sudah baik-baik saja,"


"Syukur Alhamdulillah, mari Dokter, duduklah di depan di sebelah Kakek Joni."


"Kakek Joni? seperti sudah familiar untukku,"


"Iya, Kakek Joni sudah saya anggap Kakekku sendiri, kami tinggal di mansion yang sama"


Mahendra pun mengantarkan Dokter Antony di samping Kakek Joni.


"Kakek, perkenalkan ini Dokter Antony, dokter pembimbingku waktu masih KKN di desa suka maju"


"Kakek Joni, senang berkenalan dengan anda dokter," ucap Kakek Joni sambil berjabat tangan.


"Dokter Antony, saya juga senang bertemu dengan anda, sepertinya wajah anda sungguh sangat mirip seseorang di foto yang pernah saya liat."


"Foto??? atau apa kita pernah bertemu?"


"Saya telah lama bekerja di desa suka maju, apa Kakek Joni pernah ke sana?,"


"Desa suka maju?? sepertinya belum pernah" ucap Kakek Joni dengan mengerutkan dahi


"Oh, berarti saya salah orang, maaf,"


"Tak masalah Dokter, duduklah"


"Trima kasih"


Tak lama Kakek Rangga masuk ke dalam aula sambil di papah oleh Bi Asih.


Mahendra yang melihat Kakek Rangga masuk segera menghampirinya.


"Kakek Rangga" sapa Mahendra sambil memeluknya.


"Selamat ya nak, kamu sudah jadi anak yang sukses,"


"Alhamdulillah kek, ini semua berkat do'a kalian semua"


"Kamu memang anak yang baik nak, dan kamu pantas untuk mendapatkan segalanya"


"Aku hanya di beri kepercayaan oleh seseorang kek, mari saya perkenalkan kepada seseorang yang telah mengangkatku menjadi CEO"


Mahendra pun menuntun Kakek Rangga menemui kakek Joni.


"Joni"


"Rangga"


Seketika Kakek Joni menangis haru begitu juga dengan Kakek Joni.


Bertahun-tahun kakek Joni mencari saudaranya yang hilang akibat kecelakaan 5 tahun yang silam.


Kakek Joni sampai putus asa mencarinya.


Kakek Joni langsung memeluk saudaranya, Mahendra pun terkejut begitu pun dengan orang-orang yang berada di Aula.


Dokter Antony baru sadar, dulu pernah melihat foto Kakek Joni pada saat di rumah kakek rangga.


"Pantas, aku tadi merasa kakek joni pernah aku lihat di foto kakek Rangga"


"Mahendra, ini saudaraku yang hilang dahulu, dulu aku sempat lupa ingatan tapi belakangan ini aku sering melihaf flasback masaku dahulu" ucap Kakek Joni.


"Padahal kek, aku juga pernah tinggal di rumah kakek Rangga tapi memang aku tak pernah melihat foto-foto Kakek Rangga."


"Aku telah mengira saudaraku telah meninggal, alhamdulillah, kita bertemu di sini" ucap Kakek Rangga.


"Iya, kita bersyukur berkumpul di tempat ini" ucap Kakek Joni sambil memeluk saudaranya.


Kakek Rangga dan Kakek Joni saling berpelukan.


Setelah puas melepas rindu, Kakek Rangga sadar belum memperkenalkan seseorang yang telah berjasa padanya.


"Iya Alhamdulillah, perkenalkan bi Asih orang yang menemukan aku 'Joni"


"Aku Kakaknya Rangga Bi Asih, senang bertemu dengan anda"


"Bi Asih," ucap Bi Asih sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Duduklah di sampingku, acaranya akan segera di mulai"


"Baiklah"


Acara demi acara telah berlalu, tibalah kata sambutan oleh Kakek Joni.


"Saudara hadirin semuanya, Aku Kakek Joni sangat bahagia hari ini, hari ini tasyakuran untuk cucuku Mahendra dan penobatannya menjadi CEO di perusahaanku,"


"Hari ini juga aku sangat bahagia, setelah 5 tahun berpisah, akhirnya Adikku satu-satunya telah aku temukan, Rangga, adikku yang hilang akibat kecelakaan yang pernah kami alami"


"Aku mengira dia telah berpulang, puji syukur Allah masih mempertemukan kami di tempat yang indah ini"


"Selamat untuk Mahendra, selamat bertemu kembali saudaraku"


Prok! Prok! Prok! Prok.


Semua orang bertepuk tangan.


TBC