MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 65



Setelah MUA merias Atika dan Mahendra. Mereka keluar dari kamar bak raja dan ratu.


Atika sangat cantik dan Mahendra sangat tampan.


Semua orang senang menyambut kedatangan mereka.


Mereka menuju pelaminan di dampingi kedua orang tua mereka.


Pak Tohar dan Bu Nanda sangat bahagia bisa menyaksikan pernikahan anak semata wayangnya, begitu juga dengan Pak Tri dan Bu Tantri.


Pernikahan mereka memang tidak di adakan di hotel, Pernikahan mereka di adakan di taman belakang mansion Kakek Joni.


Tamannya telah di sulap layaknya gedung mewah, dan mereka mengambil tema garden parti.


Semua tampak bahagia, sesi demi sesi acara telah mereka lewati, foto bersama keluarga dan foto bersama para tamu.


Aditya datang bersama Sonia, begitu juga Tejo dan pacarnya.


Semua teman sekolah bahkan teman kampus mereka juga turut hadir, menambah kemeriahan pesta resepsi Mahendra dan Atika.


Atika mempersembahkan sebuah lagu untuk Mahendra.


Mc pun meminta agar mereka berdua naik ke atas panggung untuk menambah kemeriahan resepsi pernikahan mereka.


Mereka pun naik ke atas panggung.


Atika mengambil mikrophone dan meminta pianis memainkan lagu yang di minta. Sebuah lagu Iyeth Bustami yang berjudul suamiku, yang di populerkan oleh penyanyi dangdut Lesti Kejora.


"Lagu ini saya persembahkan untuk suamiku tercinta" ucap Atika.


Pianis pun memainkan musiknya.


Suamiku, kekasihku


Harapanku selalu bersamamu


Sejak dulu hingga kini tak berubah


Setiamu bertahan


Suamiku, belahanku


Jiwa ini hanyalah untukmu


Bila jauh aku rindu


Kau jagakan hatiku tak bimbang


Bila dekat 'ku dimanja


Semakin rimbang cintamu bersarang


Di dunia surgaku bersamamu


Ketulusan cintamu kurasakan


Kasih sayang, pengorbanan


Kau lakukan demi bahagiaku


Bila jauh aku rindu


Kau jagakan hatiku tak bimbang


Bila dekat 'ku dimanja


Semakin rimbang cintamu bersarang


Di dunia surgaku bersamamu


Ketulusan cintamu kurasakan


Kasih sayang, pengorbanan


Kau lakukan demi bahagiaku


Di dunia surgaku bersamamu


Ketulusan cintamu kurasakan


Kasih sayang, pengorbanan


Kau lakukan demi bahagiaku


Kasih sayang, pengorbanan


Kau lakukan demi bahagiaku


Kau lakukan demi bahagiaku


Di dunia surgaku bersamamu


Prok! prok! prok!


Tepuk tangan riuh terdengar setelah Atika menyanyi.


Mahendra pun mencium dahi Atika tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya.


Atika tersipu malu.


Mahendra pun tak mau kalah dengan Atika. Dia pun mempersembahkan lagu untuk Atika.


Mahendra pun meminta pianis memainkan lagu yang di populerkan oleh Almarhum ustad Jefri yang berjudul bidadari surga.


"Lagu ini pun aku persembahkan untuk bidadari surgaku, istriku tercinta. Atika Tri Hasanah yang selalu menjadi primadonaku, penolongku, dan selalu menjadi penyemangatku" ucap Mahendra.


Pianis pun memainkan lagu bidadari surga. Musik berdenting. Mahendra pun menyanyikan lagunya.


Setiap manusia punya rasa cinta


Yang mesti dijaga kesuciannya


Namun ada kala insan tak berdaya


Saat dusta mampir bertakhta


Kuinginkan dia yang punya setia


Dan mampu menjaga kemurniaannya


Saat ku tak ada ku jauh darinya


Amanah pun jadi penjaganya


Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu


Dijadikan engkau istriku


Engkaulah bidadari surgaku


Tiada yang memahami s'gala kekuranganku


Kecuali kamu, bidadariku


Yang tak bisa membimbing dirimu


Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu


Dijadikan engkau istriku


Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu


Dijadikan engkau istriku


Engkaulah bidadari surgaku


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا


وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا


لِلْمُتَّقِينَ


إِمَامًا


إِمَامًا


إِمَامًا


Bidadari surgaku


Prok! prok! prok!


Riuh pesta menambah keharmonisan dan keromantiaan suasana pesta resepsi pernikahan Atika dan Mahendra.


Atika dan Mahendra saling tersenyum penuh cinta, Mahendra langsung memeluk dan mencium dahi Atika.


Atika memejamkan matanya, menikmati sentuhan Mahendra.


Semua orang riuh bertepuk tangan menyaksikan keromantisan mereka berdua.


"Alhamdulillah pah, anak kita bahagia dengan pilihannya" ucap Ibu Tantri.


"Iya mah, aku tak salah memilihkan jodoh untuknya"


"Aamiin, semoga Mahendra bisa membimbing Atika ke arah yang lebih baik"


"Aamiin" ucap Ibu Tantri.


Pesta masih berlanjut. Tejo dan Aditya pun turut hadir bersama pasangannya.


"Wah, selamat ya Mahen" ucap Tejo.


"Trima kasih sahabatku kamu sudah hadir"


"Aku pasti hadir, aku ingin berebut bunga juga di belakang seperti yang lain"


"Sepertinya bagus, siapa tau kamu bisa menyusul deh"


"Aamiin" ucap Tejo.


Setelah itu Tejo turun dari pelaminan bergantian dengan Aditya, Aditya pun naik ke pelaminan, dia ingin mengucapkan selamat kepada Mahendra.


"Selamat ya, Mahen, Atika, kalian memang pasangan yang serasi" ucap Aditya.


"Trima kasih sudah turut hadir, trima kasih ya Sonia" ucap Mahendra.


"Sama-sama" ujar Sonia


"Anak kamu tidak di bawa?" tanya Atika.


"Anakku Ibu dan Ayah yang menjaganya, kasian sudah malam, apa lagi usianya baru 4 bulan" jawab Sonia.


"Iya ya"


"Maafkan aku ya Mahendra atas kelakuanku padamu,aku sangat merasa bersalah"


"Sudah, kita sekarang ini sudah membuka lembaran yang baru. Jadi, lembaran yang lama kita harus tutup rapat-rapat"


"Trima kasih ya Mahen, trima kasih Atika"


"Iya, sama-sama"


Aditya pun membisikkan sesuatu kepada Mahendra.


"Harus minum jamu kuat nih, biar tokcer ntar malam" bisik Aditya.


Mahendra tertawa, kalau soal begitu pasti Aditya yang sudah pengalaman.


"Hei sayang, jangan ajarin Mahendra yang aneh-aneh deh" ucap Sonia.


"Nggak aneh, itu wajar pengantin baru"


"Ingat, pelan-pelan. Apalagi Atika masih perawan ting-ting nih" goda Sonia.


Atika tersipu malu, Mahendra memeluknya dari belakang.


"In Syaa Allah" ucap Mahendra.


Semua tertawa, Aditya dan Mahendra sekarang sudah tak ada dendam atau permusuhan lagi.


Aditya sadar ketika melihat perjuangan Sonia melahirkan buah hatinya. Dia juga sadar bahwa Atika bukan jodohnya.


Jodoh yang untuknya adalah Sonia, dan itu harus di jaga dengan baik. Apalagi setelah melihat buah hatinya yang tumbuh dengan sehat dan tampan.


Aditya sekarang sudah mengiklaskan Atika berjodoh dengan Mahendra.


Mahendra juga tak membenci atau memusuhi Aditya. Mahendra sadar, jika Aditya berperilaku seperti itu karena dia terlalu terobsesi kepada Atika.


Dan setelah Aditya sudah sadar, Mahendra tak mau ambil resiko sehingga langsung melamar Atika.


Atika juga tidak pernah membenci Aditya, baginya Aditya sudah seperti seorang kakaknya. Mengingat perjalanan mereka dari sekolah sampai kejadian penculikan itu terjadi.


Mereka sekarang menjalani hari dengan pasangan mereka masing-masing. Mahendra dengan Atika. Dan Aditya dengan Sonia. mereka bahagia dengan pilihannya.


Tibalah saatnya melempar buket bunga, semua yang belum menikah telah berbaris rapi di belakang.


MC pun memberi aba-aba.


"1,,,2,,,,3,"


Atika dan Mahendra membuang buket bunga dan ternyata Tejolah yang mendapat buket bunga.


Tejo sangat bahagia, keinginannya semoga cepat terkabulkan.


Tejo naik ke atas panggung dan mendo'akan kedua sahabatnya.


"Trima kasih, aku telah mendapat buket bunga, semoga kalian berdua sakinah, mawadah warahmah dan semoga aku cepat menyusul kalian" ucap Tejo di barengi tepuk tangan meriah dari semuanya.


TBC...