
Setelah sampai di rumah, Kakek Joni tersenyum melihat kebersamaan cucunya.
Mahendra melihat Kakek Joni sedang duduk di ruang keluarga. Mahendra pun menghampirinya.
"Loh, kok bisa sama-sama pulangnya"
"Iya Kek, aku tadi ke Rumah sakit Aby Mahen dulu" jujur Atika.
"Oh.. Mahen, kenapa bisa telat dari Rumah Sakit"
"Aku hanya konsultasi sedikit dengan Dokter Adam Kek."
"Lalu bagaimana, apa kamu merasakan sesuatu?"
"Sedikit kek, mungkin karena aku terlalu kecapean jadi kondisi tubuhku sedikit melemah, apalagi aku sudah jarang berolahraga"
"Nak, Kakek ingin kamu harus menjaga kondisimu?!"
"Iya Kek, aku memang agak lalai soal kesehatanku, pantes saja aku belum bisa memberimu cucu"
"Mahen, sabarlah. Usaha kalian itu belum maksimal. Cobalah bersedekah kepada Ibu-ibu hamil yang tak mampu, sedekah pada anak yatim dan lakukan itu secara rutin"
Mahendra melirik Atika, setelah itu berkata kepada Kakek Joni.
"Kek, aku dan Atika berencana untuk program bayi tabung tapi, jika alangkah baiknya aku coba dulu saran Kakak, bagaimana Atika?"
Mahendra meminta pendapat Atika.
"Aku ikut dengan kemauan Aby saja, kalau itu yang terbaik. Aku setuju"
"Mulai besok nak, kalian datangi Ibu-ibu hamil yang di perkampungan. Bawakan keperluannya"
"Baiklah kek, Aku dan Atika mau istrahat dulu Kek. Kakek juga jangan tidur terlalu larut." peringati Mahendra.
"Iya, nak. Aku hanya menunggu kalian datang saja"
"Ayo, Mahen antar ke kamar"
"Baiklah,"
Mahendra mendorong kursi roda Kakek Joni.
"Kakek, tadi Dokter Adam mengingatkan aku agar Kakek bersiap untuk cuci darah lagi"
"Iya nak,"
Di dalam lubuk hati Kakek Joni sebenarnya sudah capek dengan harus bolak-balik ke Rumah Sakit untuk cuci darah. Namun karena hatinya tak tega melihat Mahendra yang begitu perhatian, sehingga mau tak mau dia lakukan apa yang jadi keinginan Mahendra.
Mahendra mengangkat Kakek Joni, di baringkannya ke atas tempat tidur.
"Istirahatlah Kek"
Kakek Joni hanya mengangguk dan Mahendra mematikan lampu utama di ganti dengan lampu temaram yang tak terlalu terang.
Mahendra pun melangkahkan ke dalam kamarnya.
Dilihatnya Atika yang masih bersolek memakai cream malam seperti biasanya.
Mahendra tersenyum.
Istrinya begitu cantik dan merawat tubuhnya.
Mahendra mendekati, dan memeluknya dari belakang.
Mereka saling bertatap mesra terlihat dari cermin tempat Atika berhias.
"Ummy, cantik deh"
"Hmm..Aby, berarti selama ini aku nggak cantik" manja Atika.
"Cantik, tapi sekarang tambah cantik"
"Aby bisa saja" ucap Atika tersipu malu.
Perlahan-lahan Mahendra memberi tanda di leher putih Atika.
Atika terbuai dengan perlakuan Mahendra.
"Abyyy"
Mahendra pun menggendong Atika, dan akhirnya malam panas pun terjadi dengan pasangan yang saling sayang dan saling cinta.
Di sepertiga malam Atika terbangun dari tidurnya. Dia tak tega membangunkan Mahendra yang tertidur nyenyak.
Atika pun segera membersihkan diri, mandi junub dan langsung mengambil air wudhu.
Atika ingin Sholat Tahajud.
Waktu terbaik sholat tahajud yaitu di sepertiga malam terakhir, manfaatnya adalah doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Selain itu, manfaat lainnya dari sholat tahajud yaitu pendekatan diri kepada Allah SWT, menghindari penyakit serta pencegah dari segala dosa.
Atika pun sholat tahajud dengan niat "Usholli sunnatat-tahujjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alaa. Artinya: "Aku niat sholat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Selesai salam, Atika membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar.
Setelah itu Atika berdo'a di beri keturunan "Rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â'."
Artinya, "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." (QS Ali ‘Imran: 38).
"Aamiin Yaa Rabbal'alamiin."
Atika membacanya berulang-ulang kali.
Setelah itu dia tidur kembali di samping Mahendra.
Atika selalu sabar dengan ujian yang di beri Allah kepadanya.
***
Keesokkan harinya.
"Aby, apa masih kurang susu untuk ibu hamilnya"
"Sepertinya sudah cukup Ummy, jika memang masih kurang. Biar sisanya besok lagi saja"
"Kalau untuk perlengkapan bayinya bagaimana?"
"Sepertinya sudah cukup juga. Aby juga membawa sembako untuk masyarakat sekitar juga"
"Alhamdulillah, kira-kira perkampungan apa yang akan kita datangi dulu"
"Sepertinya yang dekat dengan Yayasan Panti Asuhan Mufidah saja, bagaimana?"
"Oke, ayo kita segera berangkat"
Setelah berbelanja di pasar mereka langsung menuju ke perkampungan.
Ada beberapa ibu-ibu langsung mendekati, Mahendra mengatakan niatnya terlebih dahulu.
Dan untuk ibu-ibu yang tidak hamil, Mahendra dan Atika memberinya sembako.
Mereka saling mengantri.
"Semoga kalian selalu bahagia dan segera di berikan momongan" ucap Ibu hamil ke 1
"Semoga kalian keluarga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT dan semua keinginan kalian di kabulkan Allah" ucap Ibu hamil ke 2
"Semoga kalian segera di beri keturuan yang soleh dan soleha" ucapan do'a dari ibu hamil ke 3
"Semoga rumah tangga kalian sakinah, mawaddah warahmah dan segera di berikan momongan" ucap Ibu kompleks 1
"Semoga kalian sabar dan tak putus asa dalam menghadapi kehidupan ini dan kalian segera di beri malaikat yang sholeh dan sholeha" ucap Ibu kompleks 2
Semua yang di berikan Mahendra mendo'akan untuk kebahagiaan mereka dan mendo'akan Atika agar segera bisa memiliki momongan.
Tak lupa Atika mengelus perut ibu-ibu yang sedang hamil, sambil berdo'a agar dirinya segera mendapat titipan dari Allah seorang malaikat kecil.
Setelah membagikan semua keperluan ibu hamil dan Ibu-ibu kompleks.
Mahendra dan Atika berpamitan kepada semuanya.
Mereka pun sangat bahagia atas pemberian Mahendra dan Atika. Setidaknya kebutuhan mereka menjadi ringan dengan adanya sedekah dari Mahendra dan Atika.
Mahendra dan Atika pun singgah di yayasan yang pernah mereka datangi setelah mereka menikah.
Bu Ratna pun menyambut kedatangan pasangan suam istri itu dengan ramah.
Mahendra pun memberikan sisa sembako yang belum habis.
Dan memberikan amplop yang berisi uang 10 juta untuk keperluan Yayasan.
"Trima kasih Nak Mahendra, semoga kebaikanmu di balas Allah dengan segala hajatmu di kabulkan Allah"
"Aamiin" ucap Mahendra dan Atika serempak.
Setelah selesai, mereka kembali ke mansionnya, sholat dan segera bersiap ke Rumah Sakit untuk bertugas kembali.
Rutinitas sedeka ini akan di lakukan Mahendra dan Atika seminggu sekali.
Kadang saat off kerja mereka mengambil kesempatan untuk mengunjungi ibu-ibu hamil bahkan Atika pun sambil memeriksa keadaan Ibu hamil tersebut.
Atika juga tak lupa membawa obat-obatan untuk Ibu hamil.
Sebagai Dokter Kandungan, pasti Atika sudah tau betul bagaimana menjaga kondisi tubuh seorang ibu hamil.
Untuk itu, kadang Ibu-ibu hamil tersebut berkonsultasi masalah kehamilan dan bagaimana cara menjaga konsisi ibu hamil.
Memang Atika belum berpengalaman soal kehamilan tapi berkat pengetahuannya dia hanya membagikan apa yang dia ketahui.
TBC...