
"Bagaimana sayang sudah siap?"
"Sudah Abyku sayang"
Mahendra dan Atika berencana untuk memeriksa kehamilannya yang sudah memasuki 34 minggu artinya 2 minggu lagi Atika akan siap di ceasar.
5 bulan yang lalu mereka telah pergi babymoon. Atika dan Mahendra pergo Babymoon di Turki, Sekarang mereka tinggal menunggu kehadiran sang buah hatinya.
Dokter menyarankan untuk sering memeriksakan kehamilannya.
"Semoga hari ini sudah bisa liat jenis kelaminnya ya?" ungkap Mahendra dengan tidak sabarnya.
"Aby, biarlah menjadi rahasian. Khan bagus ada kejutan di balik itu semua"
Mereka semuanya menebak jenis kelaminnya jika tebakannya tepat maka mereka akan di berikan hadiah oleh Mahendra.
Mahendra dan kedua orang tuanya memilih 3 jagoan, Kakek Joni memilih 2 jagoan 1 anak perempuan, Kakek Rangga memilih 1 jagoan 2 perempuan, dan kedua orang tua Atika memilih 3 dewi cantik yang akan hadir.
Semuanya memberi pendapatnya.
Bagi Mahendra dan Atika mau cowok semua atau cewek semua tidak masalah asal calon anaknya sehat dan baik-baik saja.
Mahendra dan Atika mengendarai mobinya dalam perjalanan ke Rumah Sakit.
Akhirnya mereka sampai di pelantaran Ruma Sakit.
Atika turun dari mobil di bantu Mahendra.
Perutnya yang membuncit besar menyebabkan Atika harus di bantuin untuk berjalan.
Mahendra pun mengambil kursi roda karena tak ingin Atika kecapean berjalan.
"Sayang, sabar aku ambil dulu kursi roda itu"
"Nggak apa-apa Aby, aku tdk apa berjalan dan lebih bagus berjalan siapa tau aku bisa melahirkan normal"
"Tapi Dokter menyarankan untuk ceasar sayang karena pinggul kamu sempit dan sepertinya tak bisa melahirkan normal"
"Iya itu kata dokter, kalau Allah sudah berkehendak tetap bisa normal"
"Ok baiklah sayang,"
Mahendra pun terus memapah.
Akhirnya mereka sampai di depan pintu Poli kandungan Dokter Anita.
Suster ana mempersilahkan mereka masuk ke dalam.
"Bagaimana ada keluhan?"
"Ya seperti ibu-ibu yang lain dokter, paling sulit posisi tidur dok"
"Tapi syukur di nikmati saja" lanjut Atika.
"Tapi apa sudah ada rasa sakit"
"Belum ada Dokter"
"Syukurlah, mari kita lihat posisinya"
Mahendra takjub dengan pertumbuhan sang buah hati. Namun yang membuat Mahendra penasaran kenapa tak pernah menampilkan jenis kelaminnya.
Setiap di USG pasti sembunyi. Bikin gemes saja.
"Posisi yang satunya udh di bawah ya, sebenarnya bisa saja normal, karena melihat tensi normal dan air ketubannya juga cukup" sarkas Dokter Anita.
"Kalau aku Dokter, mau ceasar atau normal tak masalah asal anakku lahir dengan selamat dan sehat"
"Untuk beratnya juga sudah pas"
"Saya hanya kasih vitamin saja ya"
"Trima kasih Dokter" ucap Mahendra.
"Sama-sama Dokter" balas Dokter Anita.
Suster Ana pun membersihkan bekas Gel di alat turbonya dan Atika pun merapikan pakaiannya kembali.
Mahendra bersyukur calon anaknya dan Atika sehat tanpa ada masalah apapun.
Dokter pun memberikan resep dan Mahendra menebusnya.
Atika yang menunggu sambil duduk di kursi roda.
Tiba-tiba Dokter hendra mendekati Atika.
"Dokter Atika"
"Eh, Dokter Hendra, baru mau masuk tugas?" tanya Atika.
"Iya Dokter, Dokter Atika sudah lama tak kelihatan di sini"
"iya Dokter, saya sudah resign 6 bulan yang lalu pas sudah 4 bulan perutnya saya,"
"Oh, pantas aku tak pernah melihat dokter lagi"
Atika hanya tersenyum.
"Kembar ya anaknya?" tanya Dokter hendra.
"Iya Dokter, kembar 3"
"Wow. selamat ya dokter"
"Trima kasih Dokter"
"Lagi ke Apotik nebus resepnya saya Dokter"
"Owh, kalau begitu aku temani Dokter di sini sampai suaminya dokter datang"
"Tidak apa-apa Dokter,paling sebentar lagi suamo saya datang"
"Tidak masalah Dokter, itu suami Dokter sudah datang" ucap Dokter hendra sambil tersenyum kecut.
Memang dari dulu Dokter Hendra menyukai Dokter Atika, Tapi Dokter Atika langsung menolaknya.
Dokter Hendra pun pasrah, mungkin Dokter Atika bukan jodohnya.
"Eh, Dokter hendra." Sapa Mahendra.
"Dokter Mahendra, selamat ya sebentar lagi akan mendapatkan rezeki dengan 3 anak sekaligus"
"Trima kasih atas ucapannya. Iya saya bersyukur setelah setahun lebih malaikat kecil belum hadir, begini sudah hadir langsung Eh, taunya 3 malaikat yang akan hadir"
"Dokter Mahendra memang rezekinya bagus, sudah punya istri cantik dan sekarang akan hadir calon buah hati 3 sekaligus"
"Iya Alhamdulillah Dokter. Dokter mau bertugas?" tanya Mahendra.
"Iya, kebetulan liat Dokter Atika duduk sendiri makanya saya temenin sampai Dokter mahendra datang"
"Iya, sekali lagi trima kasih ya. Kalau begitu kami pamit dulu. Assalamu'alaikum" ujar Mahendra sambil memegang kursi roda Atika.
"Waalaikum salam, silahkan Dokter, hati-hati di jalan"
"Iya terima kasih Dokter" sambung Atika.
Mereka pun segera pergi ke parkiran.
Mereka akan jalan-jalan sore sebentar di taman dekat mansion Kakek Joni.
Memang Atika mulai sebulan ini aktif berjalan walau tak jauh. Atika berharap dia dapat melahirkan dengan normal.
Mobil yang di kendarai Mahendra pun menuju ke taman.
"Alhamdulillah ya Ummy, semua baik-baik saja"
"Iya By, aku ingin melahirkan normal nanti"
"Berdo'a saja sayang, In syaa Allah apa yang kamu inginkan di ijabah Allah"
"Aamiin" ucap Atika sambil mengusap perutnya yang sudah sangat membesar.
Mereka pun sampai di Taman. Mahendra menuntun Atika turun dari mobilnya.
Orang yang melihatnya pasti merasa ngeri, tapi bagi Atika biasa saja, hanya memang tidak bisa terlalu jauh berjalan.
Atika berjalan-jalan perlahan-lahan.
Ternyata ada Tejo dan Istrinya yang sedang menikmati indahnya sore hari.
"Mahendra, Atika, sudah besar sekali ya perutnya" Ambar berkata sambil mengelus perut Atika yang membesar.
"Kamu sudah isi juga?" tanya Atika.
"Belum, kami memang sengaja menundanya dahulu" jelas Ambar.
"Loh, kok bisa?"
"Aku lagi ngambil jurusan kedokteran" ungkap Ambar.
"Anak itu bukan penghalang untuk pendidikan, toh bisa kuliah walau lagi hamil, justru setelah pas KKN kan sudah lahiran"
"Jangan menganggap jika anak akan merepotkan nanti"
"Anak itu Anugrah. Dia akan hadir pada saat yang tepat"
"Jangan menundanya, kalau sudah tua. malah susah untuk dapat anak lagi" jelas Mahendra
"Aku sudah memintanya, tapi Ambar katanya belum siap"
"Tujuan kita menikah untuk Menjaga akhlak. Meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, agar memperoleh keturunan. Membentuk keluarga yang Islami yang sakinah mawaddah warahmah"
"Allah berfirman Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS. Al-Furqan: 74)"
"Jangan merasa terbebani dengan kehadiran anak, disaat kita capek ketika melihat buah hati pasti capeknya akan hilang"
"Tejo, Ambar aku harap kalian memikirkan masa depan kalian"
"Anak itu adalah rezeki bukan beban" jelas Mahendra.
"Tuh, denger" cela Tejo.
"Dosa loh Ambar, ketika keinginan kita tidak di ridhoi suami"
"Murka Allah itu murka suami juga"
Ambar memikirkan perkataan Mahendra dan Atika.
Setelah berfikir mateng akhirnya dia pun akan melepas alat kontrasepsi yang sudah dipasangnya setelah menikah.
Setelah Atika dan Mahendra berputar mengelilingi taman. Mereka pun pamit pulang kepada Tejo dan Ambar.
Mahendra pun membawa mobilnya kembali ke mansionnya.
TBC
"