
Tak Lama Aditya menuju Bandara Dan untuk Kembali Ke LA Menemui Tunangannya.
Sedangkan Atika Seperti Biasa Akan Di Antar Pulang oleh Fredy yang DiIkuti Mahendra Dari Belakang.
Setelah Fredy Pulang Mahendra Mendekati Atika.
"Atika,Sudah Ada info Dari Orang Tuamu Bagaimana Pembicaraan Pernikahan Kalian "
"Kita Duduk Dibawah Pohon Itu Dulu setelah Itu Aku Ceritakan "
Mereka Pun Duduk Sementara Di Bawah pohon.
Atika Mulai Menceritakan Seperti Apa Yang Orang Tuanya Katakan.
Sepasang Mata Mengawasi mereka Dengan Geram.Rencananya Harus segera di Lakukan Seperti Apa Kata Bosnya.
Orang Tersebut Segera Kerumah Kakek Rangga Menemui Sepupunya.Mereka sudah Janjian Akan Bertemu di Warung Dekat Tempat Tinggal Kakek Rangga.
"Aku Takut Kak "
"Kamu Jangan Takut,Kamu hanya Menuangkannya Saja.Kamu Tau Mahendra Yang sering memberikan Obat Itu.Jadi Bukan Kamu Yang Akan Dituduh "
"Aku Tak Mau jadi Pembunuh Kak,Kakek Rangga Begitu Baik.Lebih Baik Aku Merayu Mahendra Saja Dan Menuduhnya Ingin Memerkosaku dari Pada Aku Membunuh Kakek Yang Tak Bersalah "
"Kalo Menuduhnya Berbuat seperti Itu Orang-orang Tak Akan Percaya Karena Mahendra Saja Tak Pernah Melirikmu "
"Kamu Hanya Memasukkan Obatnya Saja,dan Memastikan Mahendra Meminumkan obat itu.Tenang Saja Tak Sampai Meninggal kok hanya Pingsan Saja " muncul seringai Tipis dibibir Fredy
"Baiklah Kak,Benar Ya Jangan Sampai Meninggal "
"Kamu Tenang Saja,Ini Bungkusannya,Bayarannya Ini Sangat besar Bisa Bayarkan Hutang-hutang Orang Tuamu nanti"
"oke Baiklah,Aku Pergi Dulu " Fely lalu Mengambil Bungkusan Putih Yang dia Sendiri tak Tau Apa Isinya.
Fely Berjalan dalam Hati Gundah,berperang Melawan Hatinya Yang Tak Ingin Melukai Kakek Rangga.Bagi Fely Kakek Rangga bukan hanya sekedar majikan tapi Sudah dianggapnya sebagai Kakeknya.
"Tenang Aja Fely,Kata Fredy khan Kakek Rangga Hanya Pingsan Saja Jadi Kamu Tidak Akan Dapat Masalah nanti,lagian yang memberi nanti si Mahendra Bukan Kamu " Gumam Fely Dalam Hati.
Setelah Menempuh perjalanan tibalah Fely dirumah Kakek Rangga Dan Dia Berjalan Gontai.Bi Asih Yang Melihatnya Nampak Heran Tak Biasanya Fely Berlagak Seperti Itu.
"Nak Fely,Apa Ada Masalah ? " Tanya Bi Asih
"Tidak Bude,Fely Baik-baik saja Kok " Sekarang Fely Memanggil Bi Asih dengan Sebutan Bude Karena Memang Masih Sodara Dengan Bapaknya Fely.
"Tapi Seperti ada Yang Kamu Pikirkan Nduk ? "
"Biasa Bude,Hanya Memikirkan Ibu dan Ayah saja "
" Ada Apa Dengan Ibu dan Ayahmu,bukannya Kamu sudah Mengirimkan mereka Uang Bulananmu "
"Iya Bude,Sudah di Kirim Tapi Masih Belum Cukup Untuk Membayar Hutang sih "
"Kamu Kerja Yang baik,Mudah-mudahan Jika Kamu mencicilnya Perlahan-lahan Pasti Bisa Lunas Juga "
"Trima Kasih Bude "
"Kamu Sudah Selesaikan Pekerjaanmu Nduk "
"Masih Belum Selesai Bude,Tadi Kak Fredy Memanggil Saya Jadi saya Ke warung dulu bude "
"Astaga,Aku Keceplosan "
"Fredy ? Ngapain dia Memanggilmu.Jangan Bilang Dia Mau Pinjam Uang Lagi.Fredy itu Kerjaanya Hanya Mabuk Saja Ngak Mau Kerja Maunya Pinjam Uang saja, Huh " Gerutu Bi Asih
"Tidak Bude,Dia Hanya Mengabari tentang Ayah dan Ibu Saja kok "
"Tapi Harusnya Kamu senang,Kok Balik-balik malah ada yang kamu pikirkan "
"Fely Tidak Apa-apa Bude " Fely beranjak Pergi ke arah Belakang menghindari Pertanyaan Bi Asih yang bisa-bisa Dia Akan Keceplosan lagi Rencananya Dengan Fredy.
Bi Asih Nampak Heran dengan Fely Pasti ada Yang di sembunyikan,dalam Hati Bi Asih Mulai Sekarang Bi Asih akan Mengawasi Fely.
Tak Lama Mahendra Datang mengetuk pintu,seperti Biasa Bi Asih Yang membukakan Pintu dan Berbincang di Depan Dengan Mahendra.
Mahendra Masuk Ke dalam Rumah Kakek Rangga,Mahendra melihat Fely dari Kamar Kakek Rangga.
"Fely Apa Kakek Rangga Sudah Minum obatnya...?" Tanya Mahendra
"Sudah,Obatnya Hampir Habis Dokter "
"Baiklah,Nanti Saya Minta Dokter Antony Resepkan.Sekarang kakek Rangga lagi Apa ? "
"oh.. Baiklah "
Mahendra Menuju Kamarnya dan Melaksanakan Sholat Ashar seperti Kegiatannya Setiap Hari.
Setelah mengobrol dengan Mahendra Fely menuju ke Dapur Melanjutkan Cucian Pakaian Yang Biasa dilakukannya.
"Hampir saja Ketauan,apa sebaiknya tak usah ya...soalnya katanya yang memberi Resep Dokter Antony.aku harus ketemu lagi dengan Fredy " Gumam Fely Sambil Menyuci
Bi Asih Yang Melihat Fely Yang melamun Kembali Merasa Aneh.
"Fely,Jangan Melamun.Tuh Liat airnya sudah Penuh dari Tadi.untung bukan sabun yang dituangkan,Coba Kalo Sabun...ck..ck..ck "
"Iya Bude " Fely Hanya Meringis senyum salah tingkahnya.
"Kalo Ada Yang Kamu pikirkan Berbagilah dengan Bude,Siapa tau Bude bisa Bantu "
"Fely Tidak Apa-apa Bude"
"Baiklah...lanjutkan Pekerjaanmu Jangan Melamun Lagi "
"Assiaap Bude "
Bi Asih Melangkah Masuk ke dalam Kamar Kakek Rangga Melihat apa Kakek Masih Tidur Lagi.
Terlihat Mahendra Juga sedang menuju Kamar Kakek Rangga.Memeriksa Kondisi Kakek Rangga Apa Sudah Stabil seperti Biasanya.
****
Sementara Atika Sedang membantu Ibu RT membuat Kue Untuk Cemilan di Sore Hari.Atika Sambil Menuliskan Resepnya biar dia juga bisa mencobanya dilain Waktu.
"Bu Apa Gulanya memang Harus Pakai Gula Halus Ya,Apa Tdk Bisa Pakai Gula yang Biasanya "
"Boleh Gula yang Biasa Tapi Mixnya Lama Harus Sampai Benar-benar Halus Dan Gulanya benar-benar Larut.Kecuali untuk Kue Basah Mau Gula Biasa juga Bisa."
"Oh... Begitu Ya,Tika baru Tau Bu "
"Nanti Minggu Kita Buat Kue Basah,Ajak Teman Doktermu kesini "
"mmmm... Baik Bu,Kayaknya Ide Bagus.Kita Bisa Kumpul Bersama "
"Sekarang Siapkan Toplesnya,Itu Ada Di Lemari "
Atika Mengambil Toples dan Memasukkan satu Persatu Kue kedalam Toples.
kring..
Ternyata Teleponnya Atika berdering,Dia Melihat Aditya Menelponnya.
"Assalamu Alaikum " Jawab Atika setelah mengangkat Teleponnya
"Waalaikum Salam. Atika,Aku Hanya Mau Kasih Tau Aku sekarang Ada Di Bandara dan Sebentar Lagi Aku Akan Berangkat ke LA"
"Oke Baiklah,Semoga Kamu selamat sampai di Tujuan.Salam Sama Om Saputra dan Tante Shofia Ya"
"Iya Sayang. Ingat, Jangan deket - deket Sama Tukang Roti itu.Aku Tak suka "
"Aku dekat karena kami juga satu tempat Pekerjaaan Bukan Karena Kami Mau dekat Juga.Ya sudah Saya Matikan Teleponnya Dulu Aku Lagi Buat Kue nih Bareng Bu RT " Tanpa Mendengar Jawaban Aditya Atika Langsung Mematikan sambungan Teleponnya.Atika Malas berdebat Lagi Dengan Aditya.Dia Terlalu Malas di atur Mau Berteman dengan si Ini dan si Itu.Belum Menikah saja Sifat Posesifnya Sudah Terlihat Jelas Dan Itu Atika sangat tidak Suka.
"Huh.. belum selesai bicara sudah di Matikan,Awas Kamu Atika.jika saya dengar Kalau kamu Makin Dekat dengan si Tukang Roti Itu,Aku Tak segan-segan Beri Pelajaran Sama Tukang Roti Itu.Biar dia Tau Sedang berhadapan dengan siapa " Gerutu Aditya dan Aditya langsung menuju Ruang Tunggu Untuk Keberangkatannya ke LA
"Siapa Yang Telpon nduk ? " Tanya Ibu RT
"Tunanganku Bu,maaf selama di desa Ini Tunangan Saya Tak sempat Mampir ke rumah ini Bu.Saya Beberapa Kali ajak Tapi orangnya Ngak Mau "
"Aneh Laki-laki begitu.Tak Pantas buat Jadi pasangan "
"Kami hanya DiJodohkan Bu,Sebenernya Saya Tak Suka dengannya"
"lebih Baik bicarakan Semua dengan orang Tua Karena Ini Kehidupanmu Nduk,Salah ambil Keputusan Malah bisa Membuat Penyesalan Pada Akhirnya Nanti.Apalagi Berumah Tangga butuh seumur hidup untuk hidup bersama.Jadi Jangan sampai menyesal nantinya " Nasehat Bu RT
"Iya,Bu.Nanti setelah Dari KKN ini saya akan katakan pada Orang Tua saya "
"Bener nduk,Kasian Kamu Jika Terus dipikirkan lebih baik kamu belajar dengan baik,praktekkan yang di Ajarin Dokter pembimbingmu biar kamu Jadi Dokter Yang Sukses.Apapun keputusanmu Ibu Yakin Orang Tuamu Akan selalu Mendukungmu "
"Iya Bu "
Setelah Selesai Membuat Kue,Atika membuat Teh dan kopi untuk
***Jangan Lupa Komentar,Like,kritik,saran,vote dan hadiahnya ya Readers Yang Baik Hati **