
Hari ini cukup cerah secerah senyuman Mahendra. Mahendra seperti biasa menolong Ibunya di dapur menyiapkan sarapan mereka nanti.
"Nak, apa kamu sudah siap bekerja di tempatnya Juragan Yamin? Apa tidak mengganggu belajarmu nanti" Ibu Nanda bertanya pada Mahendra.
"Mahen pikir ini kesempatan emas Bu, In syaa Allah di beri kemudahan Allah untuk menjalani aktifitas Mahendra" ucap Mahendra meyakinkan Ibunya untuk tidak khawatir dengan keadaannya.
"Baiklah, Ibu hanya terserah padamu saja. Jika kamu pikir baik jalanilah, jika sudah tak sanggup bolehlah berhenti karena ayahmu pasti tidak keberatan" Ibu Nanda menjelaskan sebenarnya dia sedih harusnya Mahendra belajar bukan bekerja tapi ini takdirnya Mahendra yang punya banyak kekurangan bahkan hidup dalam serba tak punya apa-apa.
"Ibu jangan khawatir Mahendra bisa sukses asal Ibu tak pernah berhenti mendo'akan kesuksesan anakmu ini bu" Mahendra memeluk Ibunya, iya tau ibunya sedih jika melihat Mahendra yang setiap hari membanting tulang untuk keperluan di rumah tapi inilah takdir Mahendra.
"Ibu akan selalu mendo'akanmu nak" ucap Ibu Nanda membelai pucuk kepala Mahendra.
"Aamiin"
"Panggil Ayahmu nak, kita sarapan sama-sama" ucap Ibu Nanda.
"Iya Bu" Mahendra pun menuju ke dalam kamar Ayahnya yang lagi bersiap-siap untuk pergi ke pasar.
Setelah melihat Ayahnya, Mahendra pun mengajak Ayahnya untuk sarapan bersama setelah sarapan Mahendra bersiap-siap untuk pergi ke sekolah sedangkan Ayahnya segera menuju ke pasar.
"Jangan lupa bawa baju ganti nak, jadi setelah sekolah bisa langsung ke toko Juragan Yamin" Ibu Nanda mengingatkan Mahendra.
"Iya Bu, sudah saya sudah siapkan. Mahen ke sekolah dulu Bu... Assalamu'alaikum "
"Waalaikum salam " Jawab Bu Nanda
Mahendra seperti biasa sebelum ke sekolah dia mengambil dagangannya setelah itu lanjut pergi kesekolah, seperti biasa sudah ada Tejo yang menyambutnya di kelas.
Mahendra pun mendekati Tejo dan berkata
"Tejo jangan marah ya,, kita akan beajar bersama setiap jam setengah 9 malam Ya, soalnya mulai hari ini gue punya pekerjaan baru di toko dan pulangnya jam 8 malam itu pun kalau tidak lembur"
"Boleh tidak masalah Bro, maaf gue merepotkanmu"
"Kayak sama siapa saja, belajar itu yang penting. Nanti kalau lembur baru, kita akan buat seperti dulu juga?"
"Siap Bro, tenang saja aku do'akan semoga kamu betah dan lancar bekerja di toko itu"
"Aamiin "
Mereka berdua segera duduk di bangku kelas dan tak lama Ibu Sari masuk ke dalam kelas,mereka pun melanjutkan pelajaran. Setelah 1 jam berlalu tibalah waktu istrahat.
Seperti biasa Mahendra menjajakan roti dagangannya di depan kelasnya sedangkan Tejo ke kantin sekolah.
Tak lama Aditya dan Atika hanya melewati Mahendra, Mahendra pun memperhatikan penampilan Aditya yang mukanya masih agak lebam. Aditya tidak mendekati atau menghina Mahendra dia bersikap tak memusingkan kelakuan Mahendra.
Sedangkan Atika bersikap biasa saja, Atika sudah mengetahui jika yang memukul Aditya adalah Mahendra untuk itu dia tidak merasa senang. Ingin bicara dengan Mahendra tapi dia tak mau melanggar kesepakatan mereka berdua.
Hari ini jualan Mahendra lancar jaya, mungkin karena banyak yang tak suka ke kantin. Mereka lebih memilih membeli roti jualannya Mahendra.
Tak lama jam istrahat berakhir Tejo dan Mahendra sudah di dalam kelas menunggu jam pelajaran di mulai.
Tak terasa jam sekolah berakhir, Mahendra bergegas menunggu angkot untuk ke mal matahati untuk menemui Juragan Yamin.
30 menit kemudian tibalah Mahendra di depan mal matahati. Dia pun segera masuk ke dalam mal dan bertemu staf di depan toko.
"Cari siapa dek" tanya staf toko y
"Saya Mahendra kemarin Juragan Yamin menyuruh saya untuk datang ke toko ini, katanya membutuhkan seorang karyawan laki-laki"
"Iya benar Dek"
Tak lama ada karyawan laki-laki datang menghampiri Mahendra.
"Oh.. iya tadi Pak Yamin sudah berpesan jika ada pemuda datang di suruh langsung kerja,Mahendra namamu kan?"
"Iya Kak"
"Masuklah dan segera ganti pakaianmu di loker belakang, di sana yang sudah di sediakan" ucap pemuda itu menunjuk ke belakang.
"Mahendra, panggil saja Mahen"
"Prasetyo panggil saja Pras"
Mereka berkenalan biar tambah akrab dan Mahendra pun segera ke belakang toko untuk berganti pakaian.
Mahendra pun menikmati pekerjaan barunya,lebih baik dari pada menjadi buruh angkut di Pasar. Hari ini pekerjaan Mahendra cukup banyak selain belajar dia pun mengangkat barang-barang untuk di atur di etalase toko.
Bagi Mahendra hari pekerjaan ini belum seberapa capeknya dari pada menjadi buruh angkut yang hanya mendapatkan upah yang kecil.
Disela-sela Mahendra kerja tak lupa dia mengerjakan kewajibannya untuk menunaikan ibadah sholat. Tak terasa hari sudah malam dan tibalah waktu pulang kerja karena sudah jam 8 malam.
Mahendra pun mengganti pakaiannya dan memakai pakaian yang tadi dia kenakan waktu datang ke toko y setelah itu dia pamit kepada teman-temannya.
"Teman-teman, aku pergi dulu ya"
"Kamu naik apa pulangnya?" Pras bertanya kepada Mahendra.
"Biasa aku naik angkot"
"Emang dimana rumah kamu?" tanya Soni
"Aku tinggal di Jln. Mawar No. X "
"Kalau begitu bareng aku saja" Steve menimpali
"Nanti merepotkan kamu lagi "
"Nggak Kok, kan kita searah. Aku tinggal di jln. mawar juga tapi kompleks bundaran" steve menjelaskan.
"Oke deh kalau kamu tak keberatan" Mahendra menyetujui keinginan Steve.
"Ayo kita pulang bersama"
"Kami duluan ya semua" Steve dan Mahendra akhirnya pamit pada teman-temannya.
"Oke bro, kami juga mau pulang" lanjut Andika
"Oke Bye "
Karena menggunakan sepeda motor perjalanan mereka tak terasa sampailah di rumah Mahendra. Setelah itu sampailah Mahendra di depan rumahnya.
"Trima kasih bro, nggak singgah dulu?" Mahendra berpamitan pada Steve sambil menawarkan untuk singgah walau hanya Sebentar.
"Nggak usah, udah malam ntar lain kali aja" kata Steve.
"Oke deh, hati-hati ya" ucap Mahendra
Akhirnya Steve melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.
Mahendra pun langsung menuju ke rumahnya dan ternyata sudah ada Tejo yang menunggu kedatangan Mahendra.
"Assalamu'alaikum "
"Waalaikun salam "
Mahendra pun langsung masuk dan Tejo bertanya bagaimana aktifitasnya seharian di di toko y.
"Bro, gimana hari pertama masuk kerja" tanya Tejo.
"Karyawannya baik-baik semua dan semua mengajarkan aku dengan sabar dan telaten apa saja yang harus di kerjakan"
"Baguslah, semoga kamu' betah kerja di sana"
"Aamiin, aku mandi dulu ya"
Tejo pun hanya menganggukkan kepalanya dan Tejo pun membiarkan Mahendra untuk mandi biar segar kembali setelah itu dia makan malam.
"Tejo ayo kita makan malam dulu" tawar Mahendra. Tejo pun mengiyakan dan segera menemani Mahendra.
Setelah makan malam mereka langsung belajar bersama agar hasilnya memuaskan pada saat ujian nanti.
1 jam kemudian karena Mahendra capek dan akhirnya Tejo mengakhiri belajar bersama dan mengerjakan PR. Tejo pun pamit kepada Mahendra, Mahendra menyuruh Tejo berhati-hati di jalan biar besok bisa belajar lagi.
Setelah Tejo pergi, Mahendra pun segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan segera beristirahat karena hari ini aktifitasnya sangat padat. 10 menit kemudian terdengarlah dengkuran halus dari kamar Mahendra ,tanda sang empunya sudah menikmati impiannya.
***Jangan lupa komentar, saran, kritik , like, beri hadiah, vote ya readers"🙏