MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 52



Hari ini Sonia sudah di perbolehkan kembali ke rumah, Aditya begitu sangat bahagia. Dia pun sangat bersyukur tak jadi mendekam di penjara.


Karena sebelumnya Ayahnya Atika sudah mencabut laporannya, alasannya mau di selesaikan secara kekeluargaan saja, dan atas permintaan Atika sendiri.


Ini kesempatan buat Aditya untuk berubah sepenuhnya, Aditya pun membawa Sonia ke rumahnya dan kebetulan Ayah dan Ibunya Sonia pun sudah sampai di Indonesia.


***


Sementara Atika pergi ke butik langganannya kembali.


"Atika," ucap Tante lisa sambil memeluk Atika.


"Bagaimana keadaanmu, kemarin tante sangat takut sekali, apalagi mendengar kamu di culik di butik ini"


"Atika baik-baik saja tante, seperti yang tante lihat," ucap Atika sambil memutar badannya.


"Alhamdulillah, tante lega sekali kamu selamat"


"Iya tante, alhamdulillah, apa bisa aku mencoba kebaya yang di buat tante?" tanya Atika.


"Tentu saja, ayo kita ke kamar pas, tante yang akan menjagamu, tante trauma jika itu terjadi dan terulang kembali lagi"


Atika tersenyum, dan mau tak mau berjalan bersama tante lisa ke dalam kamar pas.


Atika menggunakan kebaya yang sangat cantik. sangat cocok di badannya. Tante lisa pun memuji kecantikan Atika.



"Wow, kamu sangat cantik,"


"Trima kasih tante, cantik itu relatif, yang terpenting hatinya ikut cantik juga,"


"Benar sekali nak, kamu memang anak yang baik."


"Trima kasih tante, kalau begitu aku ganti baju dulu,"


"Iya nak, nanti tante akan mengirimkan kebayanya ke rumah kamu"


"Oke tante, kalau begitu, Atika pergi dulu, kebetulan Atika ada janji dengan seseorang"


"Baiklah, hati-hati di jalan nak,"


"Iya tante."


Atika pun keluar dari butik langganannya dan ternyata sudah ada Mahendra yang menjemputnya.


"Mahendra, kita akan kemana?," tanya Atika setelah naik berboncengan dengan Mahendra.


"Kita akan ke rumah Kakek Joni, aku sudah beberapa hari tak kesana,"


"Kakek Joni?!," tanya balik Atika, pasalnya dia tak mengenal Kakek Joni.


"Aku akan memperkenalkan kamu kepada Kakek Joni, Kakek pasti akan senang jika bertemu denganmu"


"Baiklah, aku akan ikut kemana pun kau pergi,"


"Iya, aku akan secepatnya membawamu ke pelaminan," ucap Mahendra sambil melirik Atika di kaca spion motornya.


Atik pun tersenyum malu, dan itu sangat di sukai Mahendra melihat pipi Atika merah merona.


Sekitar 30 menit mereka sampai di rumahnya Kakek Joni. Pelayan yang sudah mengenali Mahendra mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah.


Kakek Joni menyambut mereka berdua dengan ramah.


"Atika, perkenalkan ini Kakek Joni, kemarin aku tak sempat memperkenalkanmu,"


"Atika, 'kek,"


"Kakek Joni, anggap aku sebagai kakek kalian berdua,"


"Baik, kek." Jawab Atika dan Mahendra serempak.


Art pun membawakan minum dan beberapa cemilan.


"Duduklah dulu, minum dan makanlah cemilan seadanya,"


"Trima kasih kek," jawab Atika.


"Mahendra, jika kalian sudah menikah tinggallah di sini. dan kapan kamu akan membawa kedua orang tuamu di sini. Ini adalah rumahmu sendiri, jadi jangan sungkan-sungkan"


Atika tampak heran akan perkataan Kakek Joni, tapi dia tak ingin bertanya. Biarlah akan di tanyakan sendiri kepada Mahendra.


Dreett... dreett...


Tak lama handpone Mahendra berbunyi, ada nomor panggilan baru yang memanggil.


"Siapa?," tanya Atika.


"Aku pun tak tau, nomor panggilan baru,"


"Cobalah di angkat, siapa tau itu penting,"


"Baiklah," Mahendra pun mengangkat teleponnya.


"Halo, bisa bicara dengan saudara Mahendra"


"Iya, saya sendiri,"


"Kami dari rumah sakit Harapan Bangsa, apa bener saudara mengirim lamaran kerja magang di sini,"


"Besok pagi jam 8 datanglah di bagian Administrasi, saudara di terima bekerja di sini"


"Alhamdulillah, baiklah mbak. terima kasih infonya. Besok saya pasti datang"


Sambungan telepon pun terputus, Mahendra sangat bahagia dia mendapat panggilan kerja.


"Selamat ya nak, kamu sudah bisa bekerja di rumah sakit," ucap Kakek Joni.


"Selamat ya Mahen, kalau aku belum ada panggilan nih,"


Tak lama handponenya Atika berdering juga, dia pun melihat ada nomor panggilan baru. Atika pun mengangkat panggilan itu.


"Halo, apa ini saudari Atika Tri Hasanah"


"Iya, benar mbak. Ada yang bisa saya bantu"


"Begini saudari Atika, kami kebetulan menerima surat lamaran anda. dan kebetulan di rumah sakit Medika ini memang sedang membutuhkan seorang bidan, apa besok saudari bisa datang ke rumah sakit,"


"Bisa, bisa mbak, kira-kira jam berapa saya ke sana,"


"Saudari Atika bisa datang sekitar jam 8 pagi, nanti bisa langsung ke bagian Administrasinya agar semua kelengkapan persyaratan bisa di lakukan"


"Baik mbak. Trima kasih"


"Sama-sama saudari Atika"


Setelah panggilannya terputus, senyum Atika pun merekah di wajahnya. Dia sangat bahagia, di waktu bersamaan panggilan lamaran untuk mereka berdua pun datang di hari yang sama.


"Selamat ya nak, hmmm.. untuk merayakannya ajaklah kedua orang tua kalian di sini, kita buat acara kecil-kecilan"


"Atau biarlah, nanti sopir yang akan menjemput kedua orang tua kalian, bagaimana?"


"Aku sih setuju aja kek, asal tidak merepotkan Kakek tak masalah" ucap Mahendra.


"Baiklah, aku akan menyuruh Art menyiapkan segelanya, tunggulah di sini saja. Biar kedua orang tua kalian yang ke sini."


"Kek, apa bisa, jika kedua orang tua saya, biar saya saja yang menjemputnya. Tapi kedua orang tua Atika biarlah di jemput sopir di sini," ucap Mahendra. Dia ingin memberi kejutan buat Ayah dan Ibunya.


"Itu terserah padamu saja, sekalian mereka ajaklah pindah ke rumah ini"


"Baiklah Kek"


Mahendra dan Atika pun membantu Art di rumahnya Kakek Joni menyiapkan segalanya terlebih dahulu setelah semua selesai barulah Mahendra akan menjemput kedua orang tuanya. Sedangkan sopir Kakek Joni menjemput kedua orang tua Atika.


Mahendra pun segera pergi ke rumahnya, kebetulan Ayahnya telah kembali dari bekerja di pasar.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam nak"


"Ayah, Ibu hari ini Mahendra ada kejutan besar untuk kalian berdua"


"Kejutan apa Nak?" tanya Ayahnya


"Jika Mahendra kasih tau sekarang berarti bukan lagi kejutan dong namanya"


"Bersiaplah terlebih dahulu, kita akan sama-sama ke tempat kejutannya"


Ayah dan Ibunya Mahendra hanya mengiyakan dan mereka segera mengganti baju dan menuju ke rumahnya Kakek Joni.


Setelah sampai di rumah Kakek Joni, Ayah dan Ibunya Mahendra nampak kagum dengan Mansion Kakek Joni yang begitu megah dan besar.


"Masuklah Ayah, Ibu,"


"Ini rumahnya siapa nak?," tanya Ibu Nanda.


"Masuklah dulu bu, nanti di dalam baru ibu akan mengetahuinya" ucap Mahendra sambil tersenyum.


Mereka pun masuk ke dalam rumah di sambut Kakek Joni dengan ramah.


"Bu, Ayah perkenalkan ini Kakek Joni, ayah dan ibu pasti sudah pernah mendengar namanya,"


"Oh, Kakek yang memberikanmu pekerjaannya ya nak?"


Mahendra hanya tersenyum dan melanjutkan.


"Kakek, ini kedua orang tuaku,"


"Senang bertemu dengan kalian, masuklah kita akan membuat acara kecil-kecilan"


Setelah semuanya berkumpul, tibalah Kakek Joni berbicara di depan semuanya.


"Hari ini, merupakan hari yang sangat membuat saya bahagia, di mana Mahendra dan Atika yang sudah saya anggap sebagai cucu tersayang, telah mendapat pekerjaan di rumah sakit yang mereka inginkan," ucap Kakek Joni tersenyum pada Atika dan Mahendra.


"Di saat yang sama, saya selaku pemilik mansion ini, akan memberikannya kepada saudara Mahendra, saya mempunyai hutang budi yang sangat besar kepadanya, untuk itu saya meminta, kedua orang tuanya dan Mahendra untuk naik ke atas panggung untuk menangani surat persetujuan kepemilikan masion ini"


Kedua orang tuanya Mahendra terperangah, kaget tak percaya, secepat itu mereka mempunyai mansion yang bagus dan begitu besar.


"Nak, apa ini yang kau bilang kejutannya?,"


"Iya Ayah, Ibu. Ayo kita naik ke atas panggung"


ajak Mahendra kepada kedua orang tuanya.


Mereka pun mengucap syukur dan di barengi tepuk tangan dari Atika dan kedua orang tuanya Atika.


TBC....