MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 23



Sepasang Sejoli saling Berpelukan setelah Aktifitas panas Yang Hampir 4 jam mereka Lakukan.Aktifitas Seperti ini sudah sering mereka Lakukan selama Berpacaran.


"sayang,Jangan Lama-lama"


"Iya Sayang,Percayalah " Aditya Meyakinkan Sonia.


"Istrahatlah,Aku Sebentar lagi Harus Berangkat Karena Penerbangan Ke Indonesia Sebentar Lagi "


Aditya Memilih Penerbangan Pertama Agar Cepat Sampai bertemu Atika.Dia Tak Sabar Mau Memperingatkan Atika Agar Menjauhi Mahendra.


Perlahan Aditya Turun dari Ranjang Dan Mengambil bajunya.Dia Tak Ingin Membangunkan Tunangannya.Biarlah Setelah di Indonesia Baru Dia Akan Menelpon Sonia.Setelah itu dia menelpon Asistennya Sandi Untuk dibawakan Koper dan Menyuruhnya Menjemputnya Mengantarkan Aditya Ke Bandara.


Sekitar 18 Jam Penerbangannya dari LA ke Indonesia.Setibanya Aditya Langsung menuju Rumahnya Dan Dia Menempuh perjalanan Lagi ke desa Tempat Atika Praktek.Bagi Aditya Cukup Beristirahat di Pesawat Untuk Saat Ini Dia Masih Mencari Alasan Apa Yang Ingin dikatakan Pada Atika Mengenai Kedatangannya ke Indonesia.


Tak Terasa Subuh Dia sudah Sampai ke Desa Atika Bertugas Dan Dia Segera Mencari Penginapan Yang bisa Dia Pakai Untuk Sementara.Tak Mungkin Aditya Tinggal dengan Atika di rumahnya Pak RT.


Aditya segera Menelpon Mata-matanya selama dia di LA Untuk mengawasi Atika.Dan Tak Lama Seseorang Itu Datang Menemui Aditya.


"Fredy,Bagaimana Perkembangan Hubungan Mahendra Dan Atika " Aditya Tak Sabar Mendengar Langsung Dari Mata-matanya Selama Ini.


Mata-matanya Menceritakan Jika Mahendra Sekarang Sudah Tinggal dirumah Kakek Rangga.Mahendra hanya Mengantar Jemput Atika Saja.


Aditya Pun Sekarang Mengerti Apa yang harus Dilakukan.


Dilihat Jam Tangannya Menunjukkan Setengah delapan Artinya Sebentar lagi Atika Akan Berangkat ke Puskesmas.


"Bagaimana Pesananku Apa Kau sudah Sediakan ? "


"Ini Bos "


Aditya Meminta Motor yang bisa di sewakan Selama di Desa Suka Maju Ini.Fredy pun menyerahkan kuncinya.


"Kerja Yang Bagus,Cari Tau Suasana Dirumah Kakek Rangga. Kerjakan Tanpa Diketahui ART atau Kakek Rangga "


"Baik,Bos "


Aditya Pun Segera Menuju Rumahnya Pak RT untuk Memberi Kejutan Pada Atika.


Dari kejauhan Aditya Melihat Sepasang Muda Mudi sedang berbincang dan Ingin Berangkat Bersama.


"Ehem "


Sontak Saja Mahendra dan Aditya Melihat siapa Yang Berada di Belakangnya dan Mereka Sungguh Terkejut akan kedatangan Aditya


"Aditya " kata Mahendra dan Atika Berbarengan


" Kenapa Kalian Terkejut,Jangan Kalian Pikir Gue Di LA tak Tau Menahu Kelakuan Kalian Dibelakangku ? "


"Emang Apa Yang sudah Ku Lakukan,Kami Hanya Bersahabat dan Sebatas Pekerjaan Apalagi Wajar jika kami Jalan Bareng juga " Ucap Atika


"Aku Hanya Tak Ingin Kamu dekat dengan Cecu*nguk ini,Mau dia Calon Dokter Atau Apalah Bagiku Dia Hanya Benalu dalam hubungan kita,Ayo Aku Antar Kamu Ke Puskesmas Tempatmu Bekerja"


"Aku Tak Mau,Aku Ingin Pergi dengan Mahendra" Tolak Atika


"Pergilah,Nanti Kita Ketemu Di Kantin Puskesmas " Ucap Mahendra Membujuk Atika Karena dia Tak mau ribut di depan Rumah Pak RT.


"Kau Dengar,Ayo.?!!! Aku Tunanganmu Yang Pantas Dekat denganmu Bukan Tukang roti Ini " Aditya menarik Tangan Atika Mengajaknya Naik Motornya.


"Baiklah "


Atika Pun Berjalan Gontai Menuju Motor Yang ditumpangi Aditya, setelah itu dia Berboncengan tapi enggan Menyentuh Aditya.


"Peluk Aku,Nanti Kamu Jatuh "


"Enggak,Udah Pegangan Nih.Ayo Jalan Saja Nanti Aku Terlambat "


Karena Tak Ingin ribut lagi Aditya Melajukan Motornya Sedangkan Mahendra Menstater motornya Dan segera Menyusul Aditya.


Mahendra Sengaja Memberi Jarak Yang Dekat Agar Bisa Mengawasi Atika Juga.Atika Tersenyum Kebelakang melirik Mahendra Yang sedang mengemudikan Motornya Tanpa Sepengetahuan Aditya.


Setelah Sampai di Puskesmas Aditya Menghentikan Laju Motornya.Atika Turun dari Motornya Aditya.


"Jangan Lupa Aku Akan Menjemputmu Ada yang Harus kita Bicarakan.Jangan Ada Penolakan !!! Aku Tak suka " Aditya Menegaskan Kata Katanya


"Baiklah " Atika Langsung masuk Kedalam Puskesmas


Sedangkan Mahendra Melewati Aditya


"Heh,Tukang Roti.Jangan Pernah deket Dengan Atika.Gue Peringatkan Lagi Atika Sudah bertunagan denganku.Kau Dengar !! "Aditya Menegaskan Mahendra Untuk Menjauhi Atika.


Mahendra pun Mendekati Aditya dan berkata


"Kamu Itu hanya Tunangannya Bukan Suaminya,Kita Liat saja Siapa yang Berhak Bersama Atika "


"Kamu Menantangku ? "


"Ya Selagi Janur Kuning belum Melengkung, Aku Akan Memastikan Atika Jatuh pada orang Yang Tepat "


"Baru Calon Dokter Saja sudah so*ngong,hahahaha " cibir Aditya


"Kita Liat saja Nanti,gue lebih baik masuk saja. Malas ladeni An*jing hutan Yang mengonggong terus "


"Dasar Be*nalu "


Mahendra Tak memerdulikan Perkataan Aditya baginya Hanya Buang Buang Energi jika Terus Meladeni Aditya.


Mahendra Terus Melangkahkan Kakinya Masuk kedalam puskesmat.Aditya Geram dengan Tingkah Mahendra Yang Seolah-olah mengacuhkannya.


Aditya pun Segera Pergi dari Puskesmas Menuju Ke Penginapannya.dia Memilih beristrahat karena seharian ini dia tak Mengistrahatkan Tubuhnya.


Mahendra segera mencari Atika,Tapi karena Melihat Atika Sedang Memeriksa Pasien.Mahendra Mengurungkan niatnya.Biarlah Nanti setelah Istirahat dia Akan Memanggil Atika Untuk Berbicara dikantin puskesmas nanti.


Mahendra Segera Keruangan Dokter Antony,Untuk sementara Dia Fokus pada Masa Prakteknya dulu.


"Mahendra "


Setelah Jam Istrahat Atika Menghampiri Mahendra.


"Atika,kebetulan Akupun Ingin Bicara Denganmu.Ayo Kita Kekantin "


Tak Sabar Mahendra Segera mengajak Atika Kekantin Puskesmas.


"Maaf,Tadi Aku Harus Meninggalkan Kamu Padahal Kamu Sudah Menjemputku "


"Aku Yang menyuruhmu Untuk Bersama Aditya Jadi Tak Ada Yang Harus di Maafkan.Akupun Tak ingin kita Bertengkar didepan Rumah Pak RT jika Terus Melayani Perkataan Aditya.Yang Terpenting Kita Masih Bisa Bertemu "


"Aditya Memintaku Menunggunya,Dia akan Menjemputku Setelah Aku Pulang Dari Puskes Nanti " Atika Tak Enak Hati Jika Tak jujur Sama Mahendra


"Baiklah,Untuk Sementara Kamu Harus Mengikuti Kata-katanya.Asal kau Jaga Dirimu Dengan Baik.Ini Nomor Hpku 08214559****.Jika Ada Apa-apa Kamu Harus Menghubungiku " Mahendra Menyerahkan Nomor Hpnya biar Atika Bisa Memberitahunya Jika Terjadi Hal Yang Tak diInginkan.


"Baiklah,Aku Miscall Kamu Biar Kamu Save juga Nomor Hpku "


Tak Lama ponsel Mahendra Berdering tanda Nomor Hpnya Atika Memanggi.


"Aku Pesankan Makanan Dulu,Seperti Biasa kan ? "


"Iya "


Mahendra Segera Memesan Makanan Mereka Dan Tak Lama Pelayan Membawa Pesanan Mereka.


"Jangan Terlalu Dipikirkan Menjadi beban Pikiranmu.Selama Aditya Belum Jadi Suamimu Aku Akan Berjuang Untuk Kita Berdua Pada Orang Tuamu Sehingga Aku Layak Menjadi suamimu "


Atika Senang Akan kata-kata Mahendra.Atika Tampat Tersenyum.


"Baiklah,Berjanjilah Kamu Akan Berjuang Untukku.Aku Tak Mau hidup Bersama Aditya "


"Aku Janji Asal Kamu Selalu Menjaga Marwahmu "


"Insya Allah Aku Akan Selalu Menjaganya "


"Makanlah "


Mereka pun Berdo'a sebelum makan dan Makan dalam Diam.Hanya Pikiran Mereka Yang Sedang tak Fokus Pada Makanan Mereka.Mahendra Memikirkan Bagaimana Caranya bisa Dekat Dengan Orang Tua Atika.Atika Pun berfikir Bagaimana Caranya bisa Terbebas Dari Aditya.


***Jangan lupa Komentar,Kritik,saran,Like,vote,dan Beri Hadiah Ya Readers Yang Bail Hati "