MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 75



Di perjalanan tak hentinya Mahendra mencium tangannya Atika.


Di genggamnya erat sambil sesekali di kecup punggung tangannya Atika.


Walau fokusnya ke jalanan raya karena sedang membawa mobil tapi Mahendra tetap memberikan kecupan-kecupan di punggung tangan Atika.


Atika pun sangat bahagia. Suaminya sangat perhatian dan semakin mencintainya.


"Sayang, pokoknya kamu jangan terlalu lelah ya"


"Jangan kerja yang berat, jaga selalu kandunganmu" ucap Mahendra dengan posesifnya.


"Iya, aby sayang"


Atika menyandarkan kepalanya di tangan sebelah kiri Mahendra.


Dia begitu ngantuk, mungkin bawaan bayi.


Hoaaammm


"Sayang, tidurlah kalau kau masih ngantuk."


Atika hanya mengangguk dan tak lama terdengar dengkuran halus dari bibir Atika.


Ketika terbangun, nampaklah kamar tidur mereka.


"Ya Allah, sampe ketiduran" ucap Atika sambil mengucek matanya.


Kruuk kruuk kriuk.


Bunyi perut Atika menandakan calon anaknya kelaparan.


"Aby kemana ya?" gumamnya di dalam hati.


Atika pun turun ke bawah dan melihat Mahendra sedang duduk bercengkrama dengan keluarganya, Kakek Joni dan Kakek Rangga.


Atika pun langsung menuju dapur.


"Bu Asih, tolong buat rawon yang pedes ya"


"Aku ingin makan rawon"


"Tapi sekarang aku makan yang ini dulu"


Atika melihat sop iga.


"Baik Nona muda"


Atika pun berniat memanaskan sop Iganya karena dia ingin makan yang panas-panas.


"Biar bibi saja nona muda"


"Tidak apa-apa bi, bibi buat rawon saja"


Terlihat Mahendra datang menghampiri Atika.


"Kamu lagi apa sayang?" tanya Mahendra


"Aku lapar Aby, tapi pengennya makan rawon dan bibi lagi buatin sebentar. Tapi aku pengen makan sop iga ini dulu, karena sudah dingin ya, aku panasin dulu deh"


"Sudah ba'da dzuhur belum?"


"Astagfirullah Aby, belum"


"Kalau begitu ayo kita sama-sama setelah itu kita makan berdua"


"Bi Asih, tolong liatin ini ya" ucap Atika sambil menunjuk microwave.


"Iya Nona Muda"


Mahendra dan Atika langsung menuju ke mushola rumah yang di sediakan Kakek Joni jika mereka sholat berjamaah ataupun sendiri.


Setelah selesai sholat mereka pun makan bersama.


"Sayang, kamu sudah kasih tau mereka"


"Belum Ummy, nanti setelah kita makan baru kita akan bicarakan kepada Kakek Joni dan semua yang ada di sini"


Atika tidak merasakan mual atau muntah, hanya keseringan lapar.


Jadi tak ada yang mengira jika Atika telah berbadan dua.


"Sayang, kamu makan 2 piring?" heran Mahendra.


"Apa kamu nggak takut gemuk, biasanya takut banget kalau badanmu naik"


"Aku juga nggak tau by, pengennya makan mulu"


"Tapi ya syukur deh, kasian ketiga calon anak kita makanya kamu laper terus"


Bi Asih sekilas mendengar perkataan Tuan Muda kecil tapi tak berani berbicara.


"Alhamdulillah, Nona muda lagi hamil" batin Bi Asih.


Bi Asih juga tersenyum melihat Nona Mudanya makan sampai 2 piring.


"Bi, nanti jika rawon sudah masak bilang ya"


"Iya Nona Muda"


Mahendra melihat Atika makan dengan lahap sehingga Mahendra mendadak menjadi kenyang.


Mahendra memegang pucuk kepala Atika.


"Makan yang banyak ya sayang"


Atika pun hanya mengangguk saja karena dia sangat menikmati makan siangnya kali ini.


"Aby, yang lain sudah makan?"


"Sudah sayang"


Atika pun melanjutkan makannya.


Setelan selesai mereka menghampiri semua keluarga di ruang keluarga.


"Duduklah Nak Atika"


"Tadi Mahen mau menyampaikan sesuatu, tapi katanya dia menunggu kamu ikut bergabung juga, ada apa nak"


"Iya Kek, kami ada berita bahagia"


"Benarkah?" tanya Kakek Rangga.


Mahendra pun duduk di sebelah Atika.


"Tapi semuanya bentar kejutannya saya ambil dahulu" ucap Mahendra.


Semua pun nampak penasaran dengan apa yang ingin di tunjukkan Mahendra.


Mahendra pun turun ke bawah dan bergabung dengan mereka semua.


"Tararara... "


"Tebak ini apa!?"


"Alhamdulillah nak, kamu hamil?" ucap Ibu Nanda terharu, matanya mulai berkaca-kaca.


Kakek Joni pun langsung mengambil foto hasil USG Atika.


"Alhamdulillah Ya Robby, tapi sepertinya aneh. kok gambarnya seperti ini"


"Benar Kek, Atika bukan hanya mengandung anak 1 saja tapi kembar 3"


"Kembar 3"


"Alhamdulillah" ucap Kakek Rangga mulutnya di tutup menahan tangisan haru.


Semuanya nampak menangis bahagia.


Penantian selama 1 tahun lebih di bayar kontan dengan 3 buah hati sekaligus.


Semuanya langsung menghampiri Atika dan memeluknya.


"Mulai sekarang kamu jangan terlalu banyak bekerja"


"Kurangi aktifitas di Rumah Sakit"


"Iya Bu, Atika janji akan menuruti permintaan kalian semua"


"Kakek juga punya kejutan untukmu"


Kakek Rangga pun mengambil proposal klinik baru Atika.


Semua sudah siap, tinggal Atika mengelolanya saja.


"Apa ini Kek?" Tanya Mahendra sambil melihat dokumen yang di berikan Kakek Joni.


"Itu proposal klinik baru Atika"


"Mulai sekarang Atika akan bekerja di klinik itu, dan sudah ada juga dokter pengganti Atika jika Atika sedang Off"


"Alhamdulillah" ucap kedua orang tua Mahendra.


Mereka bahagia Atika tidak bekerja lagi di Rumah Sakit, tapi bekerja di klinik sendiri atas nama Atika.


"Trima kasih kek, besok saya akan ajukan pengunduran diri saya"


"Sama-sama Nak, ingat kamu hanya mengawasi klinik itu, sudah ada 2 dokter yang siap membantumu"


"Trima kasih Kakek, kalian memang kakek terbaikku" Ucap Mahendra sambil memeluk Kakek Rangga dan Kakek Joni.


"Sama-sama Nak, sebenarnya telah jadi 2 minggu yang lalu, tapi kami langsung mencari orang-orang yang bekerja di klinik"


"Besok kita akan membuka klinik tersebut, bagaimana nak Atika?" tanya Kakek Rangga meminta persetujuan Atika.


"Sebaiknya setelah saya resmi tidal bekerja di Rumah Sakit kek"


"Ok baiklah. Apapun keputusanmu kami akan selalu mendukungnya"


"Trima kasih kek, Kakek Joni dan Kakek Rangga memang kakek yang terbaik" ucap Atika sambil menangis haru.


"Jangan menangis sayang, kasian 3 Jagoan kecil yang ada di perutmu" ucap Mahendra


"Kok tau 3 jagoan yang ada di sini" ucap Atika sambil mengusap perutnya yang rata.


"Ya insting seorang calon ayah saja" jawab Mahendra.


Akhinya mereka tertawa bersama.


"Nak, undanglah kedua orang tuamu malam ini. Ini adalah berita baik, tak enak kalau hanya berbicara di telpon"


"Kita akan makan malam bersama di sini"


"Baiklah kek, aku ke kamar dulu mau menelpon kedua orang tuaku dulu"


"Iya nak, pergilah"


Atika pun langsung pergi menuju kamarnya.


"Kek, aku ke atas dulu ya"


"Ingat Mahen, simpan dulu tenagamu, kasian 3 jagoanmu masih kecil" ucap Pak Tohar.


"Iya ayah, aku tau. aku juga kan seorang dokter" jawab Mahendra dengan malu-malu.


Mahendra padahal sudah menahannya dari semalam sampai saat ini.


"Sabar ya tong, kamu memang harus mengerti dulu" ucap Mahendra sambil mengelus dadanya.


Mereka yang melihat Mahendra yang lesu hanya tertawa renyah.


Kring..


Kring..


Tak lama ada jawaban dari seberang.


"Assalamu'alaikum nak"


"Waalaikum salam mamah"


"Ada apa Nak, kamu baik-baik saja khan"


"Iya mamah, begini Kakek Joni mengundang mamah dan papah untuk makan malam di sini"


"Makan malam?"


"Emang ada acara apa Nak?"


"Acara kecil-kecilan mamah, kehadiran mamah dan papah sangat Atika harapkan"


"Baiklah nak, kebetulan papahmu juga tidak bekerja, nanti kami akan hadir di sana"


"Alhamdulillah, baik mamah. Atika hanya ingin menyampaikan itu saja mah. Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam"


"Aah.. "


"Aby, nih.Bikin kaget saja"


Atika kaget dengan pelukan Mahendra dari belakang.


"Bagaimana, mamah sama papah akan datang My"


"Iya Aby, In Syaa Allah mereka akan hadir"


"Alhamdulillah"


"Aby, Ummy lapar lagi"


"Hah!"


"Aby temani saja ya"


Atika pun mengangguk dia tak sabar ingin memakan rawon setan pesanannya.


TBC...