MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 21



"Apa!!?" Aditya kaget ketika seseorang menelponnya siapa lagi kalo bukan anak buahnya yang di tugaskan untuk mengawasi Atika.


"Tetap awasi mereka, aku akan secepatnya segera terbang ke Indonesia"


Aditya menutup telponnya dan mencari kedua orang tuanya. Ia berkata pada Ayah dan Ibunya tentang keinginannya untuk balik ke negara asalnya karena tak ingin kehilangan Atika.


"Terus bagaimana dengan pertunanganmu yang akan di adakan besok, ayah tak mau semua akan berantakan!!" Pak Saputra mengingatkan Aditya.


"Ayah tenang saja, setelah acara pertunangan aku akan berangkat, aku akan pamit pada Sonia setelah acara pertunangan. Aku akan beralasan ingin pulang karena ingin bertemu Klien saja.Pasti Sonia mengerti, Yah"


"Baiklah, Ibu akan mempersiapkan semuanya" ucap Ibunya Aditya.


Setelah Aditya berbicara dengan kedua orang tuanya dia langsung menghubungi Atika tapi ponselnya Atika tidak aktif sehingga sakit hatinya semakin menjadi.


Argghhh..


Teriak Aditya karena sudah sedari tadi dia menghubungi Atika tapi hanya suara operator yang menjawabnya.


"Aku harus ke Indonesia secepatnya, pokoknya harus!" seringai marah di wajah Aditya menandakan ketidaksukaannya Atika bertemu lagi dengan Mahendra.


***


Terlihat dua orang pasangan sedang berboncengan di atas motor, sesekali bercanda dan terlihat sedang tertawa bersama.


Tak lama motor Mahendra sampai di tempat tujuan mereka di Puskesmas Suka Maju Dan tampak banyak perawat yang memperhatikan mereka.


Terlihat Dokter Antony juga sudah memasuki Puskesmas.


"Pagi Dokter Antony " sapa Mahendra


"Pagi juga dek Mahendra"


"Dek Mahendra, hari ini kita akan berkunjung ke desa Sebrang, ada pasien yang urgent,kita harus segera memeriksanya karena kamu membawa motor, sebaiknya kita memakai motor saja kesana"


"Baik Dokter"


Mahendra pun segera menyimpan tasnya di loker yang di sediakan Puskesmas sebelum mereka berangkat ke Desa Sebrang.


Atika tampak sedang menangani pasien yang melahirkan di temani dengan Dokter Sinta.Peluh menetes di dahi Atika karena baru kali ini dia menangani orang melahirkan secara langsung.


"Jangan tegang, rileks aja... apa yang aku suruh tinggal kamu kerjakan saja dan perhatikan cara-caranya" Dokter Sinta menenangkan Atika yang tampak serius.


"Baik Dokter"


Nafasnya pun di tarik dan di hembuskan lagi untuk mengatasi kegugupannya apalagi melihat darah, bertambah lagi detak jantung Atika. Mahendra yang melihat Atika tampak gugup mencoba memberi isyarat agar dia tenang dan harus menarik nafasnya dalam-dalam.


Atika pun yang melihat Mahendra segera mengikuti perintah Mahendra. Sebenarnya tak pantas Atika sebagai dokter. Bagaimana melihat darah saja sudah gugup. Tapi untuk menghilangkan traumanya mau tidak mau dia harus belajar untuk mengubah traumanya dengan menjadi Dokter. Kadang yang membuat trauma harus kita hadapi, agar apapun traumanya kita bisa atasi.


Setelah melihat Atika tenang Mahendra pergi ke ruangan Dokter Antony, rencana mengunjungi Desa Sebrang harus secepatnya mereka laksanakan karena pasien itu di kabarkan menderita sakit epilepsi yang bisa saja timbul secara tiba-tiba.


Tak lama Dokter Antony datang dan mengajak Mahendra untuk mengendarai motornya karena jalanan setapak banyak jalan yang rusak jadi tak bisa pakai mobil. Bisa-bisa mereka tak Akan cepat sampai di tujuan.


30 menit berselang akhirnya Dokter Antony dan Mahendra sampai juga di kediaman Kakek Rangga. Kakek Rangga ini orang cukup terpandang dan kaya raya di Desa Sebrang. Tapi karena tak ada keluarga terpaksa Dokter Antony yang merawat jalan Kakek Rangga tersebut.


"Assalamu Alaikum"


"Waalaikum salam" ARTnya Kakek Rangga datang membukakan pintu.


Setelah pintu terbuka, ARTnya menyuruh Dokter Antony dan Mahendra masuk ke dalam rumah.dan mempersilahkan langsung masuk ke dalam kamar Kakek Rangga.


Setelah sampai di kamar Kakek Rangga. mereka masuk ke dalam.


"Oh, iya Kakek Rangga perkenalkan ini pendamping Dokter saya, namanya Mahendra" Mahendra pun mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.


Setelah memeriksa kondisi Kakek Rangga,Dokter Antony menyuruh Mahendra untuk tinggal dengan Kakek Antony.


Sebenarnya Mahendra mau-mau tapi bagaimana tugasnya di Puskesmas.


"Kamu tenang saja, pagi kamu bisa ke puskes kan masih ada ARTnya Dan yang penting malam bisa di kontrol pasiennya" jelas Dokter Antony.


"bener Nak, aku hanya takut kalo malam penyakitku sembuh. Kamu jangan khawatir soal biaya. Aku akan menggajimu tinggi"


"Bukan soal Gaji kek, walau tak di gaji juga tak mengapa" jawab Mahendra.


"Nggak boleh gitu, tenaga orang itu harus sesuai bayarannya" Kakek Rangga menimpali.


"Aku sudah melihat Caramu Bekerja,sudah Banyak perawat Yang aku tugaskan Disini Tapi Mereka Kurang Telaten Merawat Kakek Rangga "


"Baiklah Kalo Begitu Mulai Malam Ini Aku Akan Menginap di Sini "


"Trima Kasih Nak Mahendra,Bibi Asih Tolong siapkan Kamar Untuk Anak Mahendra " Kakek Rangga Menyuruh ARTnya Untuk Menyiapkan Kamar Yang Akan Di Tempati Mahendra Nanti


"Baik Tuan "


Setelah Selesai Memeriksa Kondisi Kakek Rangga,Mereka Berpamitan dan Mahendra Berjanji Akan Langsung ke rumah Kakek Rangga.


Dalam Perjalanana Dokter Antony Dan Mahendra Berbincang Tentang Kondisi Kakek Rangga.Sebenarnya Epilepsi itu Bisa Sembuh asal dirawat dengan baik.


Tak Lama Mereka Sampai Juga di Puskesmas.


"Ini Waktunya Istrahat kamu Silahkan Makan siang Dulu "


"Baik Dokter, Trima Kasih Atas Rekomendasinya "


"Sama-sama Mahendra ,semoga Kamu Cepat selesaikan Kuliahmu dan Bisa Langsung menjadi Dokter Yang Handal.karena Dokter Itu Yang Terpenting Pengalamannya dalam Mengatasi Pasien "


"Baik Dokter "


"Aku Keruanganku Dulu "


"Silahkan Dokter "


Setelah Dokter Antony Pergi keruangannya ,Mahendra Segera Mencari Atika Untuk Mengabarkan Kalo Mahendra Sementara Akan Tinggal Di Desa Sebrang.


"Atika,Pasienmu sudah Selesai ? " Tanya Mahendra Pada Atika


"Alhamdulillah Sudah Selesa,Kamu Gimana Tugasnya "


" Alhamdulillah sudah selesai juga,Tapi Ada Yang ingin Aku Bicarakan dan Saya Ingin Kamu.Ayo kita kekantin "


" Oke Baiklah "


Mereka Berdua Akhirnya Sampai di Kantin dan segera Mencari Tempat duduk yang Pas Untuk Mereka Berbicara.


Beruntung Hari Ini Tak Ramai Di daerah kantin jadi Mereka Mengambil Tempat duduk di Sudut Kantin.


Setelah itu Mahendra Memesan Makanan Terlebih Dahulu Baru Akan Bercerita Pada Atika.


"Atika,Kita Akan Berpisah Lagi.Aku Harus Tinggal di desa Sebrang Merawat Kakek Rangga atas Rekomendasi Dari Dokter Antony.Jadi Mungkin Aku Akan Antar Jemput Kamu Saja "


"Tak Masalah Mahen,Aku Rasa ini keberuntunganmu,Apalagi Kamu sudah Tak Kerja Di toko Y jadi Tak Masalah Merawat Kakek Rangga Ya Khan ??? "


"Trima Kasih Atika,Kamu Wanita Yang Selalu Mendukungku.Kamu bukan Hanya Sahabatku Yang Tepat Tapi Calon Istri Yang Baik "


Mahendra Menatap Kagum Pada Atika,Atika Langsung Merona dan Menunduk sambil menjawab


"Sama-sama, Aku Selayaknya Sahabat dan Calon Istrimu Aku Akan Selalu Mendukungmu "


Setelah Pesanan Makanan Mereka Datang Mereka Makan dalam Diam Menikmati Enaknya Masakan Kampung di Kantin Puskesmas itu.


setelah Selesai Makan Mereka Segera Masuk kedalam Puskesmas Lagi Untuk Melanjutkan Pekerjaan Mereka Merawat Pasien Yang Rawat Jalan.


**** Jangan Lupa Komentar,kritik,saran,like,vote dan Beri Hadiah Ya readers yang baik Hati dan Tidak Sombong