
Pagi hari keluarga Aditya menuju rumahnya pak Tri Ayahnya Atika.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum Salam"
Kebetulan keluarga Atika sedang berkumpul di depan rumah, hari minggu biasanya mereka akan Selalu lalu bercengkerama bersama keluarga.
"Masuk, Pak Saputra" Pak Tri mempersilahkan Ayah dan Ibu Aditya ke dalam rumahnya.
"Trima kasih" jawab Pak Saputra dan sekaligus menyalim mereka satu persatu.
Tak lama Bibi Sunti membawakan 5 cangkir teh karena mereka semua berkumpul di ruang tamu.
"Di minum dulu" tawar Ibu Tantri.
"Iya, trima kasih" ucap Ayah dan Ibunya Aditya.
"Hmm.. ada keperluan apa? kok tumben pagi-pagi udah ke rumah" tanya Pak Tri merasa heran dengan kedua orang tua Aditya.
"Kami ingin membicarakan pertunangan Atika dan Aditya" ucap Bu Sofia sambil melirik Atika.
Atika pun sontak kaget, mereka saja belum selesai sekolah, kok sudah mau membicarakan pertunangan.
"Maaf Bu, saya masih ingin fokus sekolah" melas Atika karena memang benar dia pengen selesaikan kuliah dulu baru dia ingin menikah.
"Maaf Bu Tantri, kami akan ke LA lama, kami tau Aditya tinggal 2 bulan lagi kelulusan. Kami hanya ingin setelah mereka lulus harus segera tunangan dan jika setelah nikah kami ingin Atika langsung ikut Aditya ke LA" ucap Pak Saputra menerangkan maksud dari perkataannya.
"Iya, jadi kami hanya memastikan saja kalau pertunangan dan pernikahan Aditya dan Atika harus sudah di persiapkan mulai dari sekarang"
"Tidakkk.. Atika masih belum mau nikah,pokoknya TITIK" teriak Atika dan segera lari ke lantai atas ke dalam kamarnya.
"Ibu Sofia kami selaku orang tuanya Atika hanya tergantung Atika saja, jika Atika menolak kami mau berbuat apa" ujar Ibu Tantri menjelaskan dengan lembut agar Ibu Sofia tidak tersinggung.
"Masalahnya mereka juga masih belia, Atika masih umur 18 tahun sama dengan Aditya .Alangkah baiknya nunggu 5 tahun lagi setelah selesai kuliah baru kita bicarakan pertunangan dan pernikahan mereka " Pak Tri pun menimpali kata-kata istrinya.
"Masalahnya Aditya akan memegang perusahaan di LA, tak mungkin mereka LDR'an" ucap Ayah Aditya.
"Mengapa Aditya tidak memegang perusahaan yang di sini saja, mengapa harus di LA?" tanya Ibu Tantri.
"Perusahaan disini hanya kecil, jadi bisa kami limpahkan buat sekrentaris saya saja" ucap Ibu Sofia sambil menyembunyikan kebohongan mereka.
"Masalahnya Atika anak kami satu-satunya, kami tak ingin berjauhan dengannya" ujar Ibu Tantri mengatakan keberatannya.
"Tapi bukannya seorang istri harus ikut suami ke mana pun dia pergi dan tinggal?"
"Apa tidak boleh di sini saja, dan kalau mereka ingin berlibur dan berbulan madu bisa ke LA"
Karena melihat perdebatan antara Ibu Sofia dan Ibu Tanti, mau tidak mau Pak Tri langsung mengeluarkan pendapatnya.
"Kalau untuk saya, keputusan ada di tangan Atika, aku ingin yang terbaik untuknya karena dia anak satu-satunya kami"
Pak Saputra pun tak mau kalah berargumen.
"Untuk itu kami kemari membicarakan semuanya sebelum Kami Akan Pulang ke LA hari ini"
2 Keluarga Itu pun mencari jalan keluar untuk permasalahan mereka.
Akhirnya Ibu Tantri bersuara untuk mengambil jalan tengahnya.
"Begini saja, jika ingin membicarakannya harusnya Aditya juga hadir bukan hanya kalian orang tuanya saja"
"Aditya lagi sakit. Makanya apapun keputusan kami, itu juga keputusan Aditya " Ibu Sofia menyembunyikan kalo Aditya habis di gebukin temannya kalo soal sakit memang benar memar sakit.
"Tolong, Atika di panggil dulu biar permasalahan ini bisa selesai agar ketika kami pergi ke LA sudah terselesaikan" ucap Pak Saputra.
"Baiklah, tapi apapun keputusan Atika, kami mohon kalian tidak akan keberatan" ujar Bu Tantri.
Ibu Tantri pun langsung menuju kamar Atika.
*
"Nak, kami hanya ingin kamu katakan apa kemauanmu, kami tak akan memaksa kehendakmu tapi alangkah baiknya kamu utarakan semua keinginanmu ke depannya"
Pak Saputra memulai obrolan untuk meyakinkan Atika agar tidak takut mengemukakan pendapatnya.
"Papah, Atika hanya ingin meneruskan cita-cita Atika untuk menjadi Dokter dulu" Atika menjeda kata-katanya karena takut keinginanya di tentang kedua orang tuanya bahkan orang tua Aditya.
"Soal pernikahan Atika dengan Aditya bukan Atika menolak tapi mami masih berumur 18 tahun, masih terlalu dini. Jika nanti 4 tahun selesai Atika kuliah berarti Umur Atika sudah 22 tahun jadi pasti sudah siap untuk berumah tangga" lanjut Atika dengan mantap.
"Saya juga setuju dengan pemikiran Atika "
Ibu Tantri mengiyakan keputusan Atika.
"Jika Atika nikahnya setelah lulus, Umur 18 tahun sangatlah muda memikirkan berumah tangga bahkan jika Atika melahirkan nanti resikonya cukup besar" ucap Ibu Tantri menjelaskan kenapa dia setuju dengan keputusan Anaknya.
"Bagaimana Bapak Saputra dan Ibu Sofia, anak kami masih belum bisa jika setelah lulus akan menikah dengan Aditya"
Bapak Saputra dan Istrinya saling pandang dan dengan isyarat menanyakan keputusan mereka berdua, mau tidak mau mereka harus menyetujui keputusan Atika karena orang tua Atika saja mendukung keputusan anaknya.
"Baiklah, kalau itu keputusan Atika dan kalian sudah menyetujuinya kami pun tak bisa berkata Apa-apalagi selain sepakat dengan keputusan Atika" ucap Pak Saputra akhirnya menyetujui keputusan Atika
Atika bersyukur dan bahagia akhirnya apa yang di inginkannya tidak di tentang orang tuanya bahkan orang tua Aditya juga menerima keputusannya.
Begitu juga orang tua Atika sangat senang karena kedua orang tua Aditya sepakat dengan keputusan Atika.
Berbanding terbalik dengan Ibu Sofia, dia cukup kecewa tapi mau bagaimana lagi karena itu sudah keputusan Atika.
"Berhubung 1 jam lagi kami akan berangkat ke LA, jadi kami pamit dulu" ucap Pak Saputra pamitan kepada kedua orang tua Atika.
"Selamat jalan, semoga persahabatan kita tidak berpengaruh dengan keputusan anakku ya? dan semoga kalian sampai di tujuan dengan selamat" Pak Tri berkata sambil berjabatan tangan dengan Pak Saputra dan Ibu Sofia.
"Tenang saja, mereka masih muda Pak Saputra "Lanjut Ibu Tantri dan sambil Berjabatan tangan juga dengan kedua orang tua Aditya.
"Aamiin, kami tak keberatan kok" ucap Pak Saputra.
"Kami permisi dulu" ucap Ibu Sofia dan melangkah keluar dari rumah orang tua Atika dengan perasaan campur aduk.
Tak lama dia berbalik dan mendekati Atika.
"Atika, kami mohon jangan kecewakan Aditya dan jagalah Aditya ya nak?!"
Atika heran dengan permintaan Ibu Sofia orang tuanya Aditya, harusnya Aditya yang menjaganya kenapa harus dia yang menjaga Aditya.
Tapi dia tak berani bertanya,Atika hanya menganggukan kepalanya dan mengiyakan perkataan Ibu Shofia.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam" jawab keluarga Atika.
Setelah keluarga Aditya pergi, perlahan-lahan Atika mendekati keluarganya.
"Mah, Atika heran kok bisa Ibu Sofia minta Atika menjaga Aditya?! bukannya harusnya Aditya menjaga saya?" ucap Atika kepada kedua orang tuanya.
"Iya,mamah juga heran"
"Mungkin Aditya jauh dari orang tuanya makanya Ibu Shofia minta kamu memperhatikan Aditya, kita positif thingking aja ya" ujar Pak Tri.
"hmm...,Atika ke kamar dulu mah, pah"
"Iya nak" jawab Ibu Atika dan Bapaknya serempak.
Atika langsung menuju kamarnya, Bapak Tri dan istrinya lanjut bercengkrama di ruang keluarga.
***Jangan lupa komentar, kritik, saran, like, vote, beri hadiah ya "🙏🙏🙏