
Sore menjelang hiruk pikuk lalu lintas tampak padat biasanya banyak yang pulang dari kantor. Atika bersiap-siap akan pergi ke rumahnya Mahendra.
"Mah, Atika kerumahnya temannya Atika ya" pamit Atika pada Ibunya.
"Iya Nak, jangan pulang terlalu malam ya. Pokoknya sebelum makan malam sudah pulang ke rumah. Apa Aditya akan mengantarkanmu?" Cecar Ibu Tantri pada Atika.
"Atika pergi sendiri Bu, hanya sebentar saja tak akan lama"
"Baiklah Nak, hati-hati di jalan. Jangan ngebut-ngebutan bawa motornya ya"
"Iya Mah, Atika pamit dulu" jawab Atika sambil salim dan mencium pipi kanan dan pipi kiri Ibu Tantri.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam"
***
Tibalah Atika di depan rumah Mahendra. suasananya tampak sepi.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam" jawab Ibu Nanda dari dalam rumah.
Kreekk... pintu terbuka.
"Eh, Nak Atika. Masuk Nak"
"Trima kasih Bu"
Atika pun masuk ke dalam rumah Mahendra, sambil celingak celinguk mencari sosok Mahendra. Ibu Nanda pun paham siapa yang Atika cari.
"Nak, Atika mau bertemu Mahendra ya"
"Iya Bu, Atika mau bertemu Mahendra sebentar saja"
"Nak, Mahendra lagi kerja di toko y. Setiap siang sampai malam Nak. Nanti Ibu kasih alamatnya"
Ibu Mahendra masuk ke dalam rumah dan mengambil pulpen dan kertas lalu menuliskan alamat toko y dan menyerahkan kertas itu ke Atika.
Atika pun pamit pada Ibu Nanda, dia beralasan harus cepat pergi karena orang tuanya memintanya cepat pulang, jangan sampai kemalaman. Ibu Nanda pun mengantarkan Atika sampai di depan rumahnya
Atika pun melajukan motornya langsung ke toko y di mal matahati. 15 menit kemudian dia pun memakirkan motornya di tempat parkir lalu mencari letak toko y.
Akhirnya Atika sudah di depan toko y, dia pun masuk ke dalam toko y mencari keberadaan Mahendra, tapi dia tidak melihat keberadaannya Mahendra. Atika pun bertanya pada karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya.
"Mas, temannya Mahendra ya. Apa saya bisa bertemu dengan Mahendra?" tanya Atika.
"Oh.. Mahendra ada di dalam gudang. Tapi di larang yang bukan karyawan ke dalam gudang"
"Hmm.. baiklah, bisa sy berpesan tidak?!. Saya Atika sahabatnya Mahendra. Jika Mas ke dalam gudang bilang saja Atika ingin bertemu dengannya"
"Ok deh, nanti saya sampaikan pesannya"
"Trima kasih" ucap Atika pun bergegas ke depan toko sambil menunggu Mahendra datang.
**
Di dalam gudang Mahendra sedang merapikan barang-barang, kebetulan hari ini barang baru datang ke toko, jadi pekerjaan Mahendra cukup padat dan melelahkan.
Steve pun datang dari depan dan menyampaikan pesan Atika, Mahendra tampak terkejut. Kok Atika sampai ke toko y hanya untuk bertemu dengannya.
Mahendra di bantu Steve membereskan semua barang-barang agar pekerjaannya cepat selesai. Dia pun pamit kepada Steve untuk menemui Atika setelah itu Mahendra keluar untuk bertemu Atika.
"Ehem,,," Mahendra memberi tanda agar Atika menoleh ke belakang.
"Mahen, maaf aku sampai ke Sini untuk bertemu denganmu"
"Ayo kita ke cafe sebelah kebetulan pekerjaanku sudah selesai dan waktunya istrahat"
Mereka pun melangkah bersama ke sebrang toko ke cafe x, mereka memesan minuman agar bisa berbicara dengan santai.
"Mahen, sekali lagi aku minta maaf, sudah lancang ke toko y untuk bertemu denganmu, Aku ke rumahmu tapi Ibumu berkata kamu lagi kerja di sini makanya aku meminta alamatnya dan langsung ke sini" ucap Atikaemulai pembicaraan.
"Iya tak masalah, aku juga ingin bertemu denganmu tadi, setelah selesai perpisahan, tapi karena kamu sudah pergi dengan Aditya, terpaksa aku mengurungkan niatku"
Keduanya terdiam karena bingung bagaimana menjelaskan isi di hati mereka.
"Aku.... " mereka pun berucap bareng-bareng.
"Tidak, ladys first" balas Mahendra.
"Baiklah, aku sebenarnya ingin kuliah di UI, tapi karena kejadian kemarin, aku di larang Aditya untuk kuliah di sana" ucap Atika dengan sedih di raut wajahnya.
"Iya tak masalah. Rwncananya kamu mau kuliah di mana?"
"Aku kuliah di FKI"
"Kamu kuliah yang baik, aku pun begitu. Kita sama-sama menjalani pendidikan dengan baik.Jika memang jodoh kita akan bertemu lagi. Aku hanya berpesan, kamu jangan menjadikan ini beban. Kita ikuti alur dari Allah saja"
Atika pun nampak sedih, dia tak bisa berkata apa-apa.
"Jangan sedih, do'akan kita akan tetap bertemu, bawa aku dalam setiap do'amu. Aku pun akan lakukan hal yang sama" ucap Mahendra. Dia ingin menyentuh Atika tapi dia sadar mereka bukan muhrim jadi dia hanya menatap lekat manik mata Atika sambil menyakinkan Atika.
Tak sadar ada sepasang mata tengah mengawasi mereka dan tiba-tiba saja Aditya datang menghampiri keduanya.
Bughhh...
Bogem mentah pun mendarat di pipi Mahendra.
Atika kaget dan menatap Aditya yang marah.
"Ayo Pulang" ucap Aditya sambil menarik kasar tangan Atika.
"Bro, jangan kasar sama wanita. aku hanya berbicara sama Atika, tidak berbuat jahat padanya" Mahendra menjelaskan sambil melepaskan tangan Atika dari Aditya.
"Nggak usah ikut campur, Atika Tunanganku. Aku tidak mau Atika bertemu laki-laki lain.Paham!!"
"Aku paham tapi jangan memaksanya juga"
Aditya menulikan telinganya dan menyeret Atika keluar dari cafe x.
"Stooppp!!! Aku pakai motor. Ngapain kamu mau mengajaku pulang" teriak Atika sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Aditya.
"Aditya aku sudah bilang tadi pagi, aku tak suka kamu melarang aku untuk bertemu teman-temanku"
"Oh, jadi Mahendra temanmu" ucap Aditya dengan senyum simriknya.
"Tak ada laki-laki berteman dengan perempuan, kamu pasti paham!" lanjut Aditya lagi.
"Aku memang hanya berteman dengan Mahendra tidak lebih kok"
"Ya! teman tapi mesra maksumu ya"
"Jangan ngaco deh" ucap Atika sambil meninggalkan Aditya.
Mahendra hanya memperhatikan dari kejauhan Atika sedang berdebat dengan Aditya. Walau bagaimana pun Atika sudah bertunangan dengan Aditya. Jadi tak pantas dia mencampuri urusan mereka. Mahendra hanya mengawasi agar Aditya tidak berbuat kasar pada Atika.
"Kamu kenapa sih mau bertemu Mahendra" Aditya berkata dengan marah sambil mengejar Atika.
"Kami hanya bertemu dan berbicara di tempat umum jadi apanya yang salah"
"Pokoknya aku sudah bilang aku tak suka, jika sifatmu begini. Aku akan minta kedua orang tuamu mempercepat pernikahan kita. Tak perlu menunggu kamu selesai kuliah"
"Aku malah sebaliknya, melihat sifatmu ini, aku akan minta Ayah dan Ibu membatalkan pernikahan kita. Sedangkan masih tunangan saja kamu sudah posesif, apalagi kamu sudah jadi suamiku nanti"
"Terserah, kita liat saja siapa yang akan di dengar orang tuamu. aku atau kamu!" ucap Aditya sambil berlalu meninggalkan Atika.
Atika pun menoleh ke arah Mahendra, setelah itu dia berjalan ke arah parkiran motornya. Dalam perjalanannya, Atika memikirkan kata-kata Mahendra.
Dan Aditya mengikuti Atika dari belakang, karena Aditya membawa mobilnya. Dalam hati Aditya dia harus bicara dengan kedua orang tuanya untuk mempercepat pernikahannya dengan Atika. Dia tak mau siapa pun memiliki Atika selain dirinya saja.
Tak lama Atika sampai di rumahnya, dia pun langsung masuk ke dalam rumah dan menguncinya dan langsung berlari ke dalam kamarnya yang ada di lantai 2.
Ibu Tantri yang melihat kelakuan anaknya langsung naik ke lantai 2 ke kamar Atika, Obu Tantri takut sesuatu terjadi kepada Atika.
Aditya membiarkan Atika masuk ke rumahnya dan dia pun tak berniat bertamu ke rumah Atika. Dia hanya ingin langsung mengatakan keinginannya kepada kedua orang tua. Iya pun segera pulang ke rumahnya.
Sedangkan Mahendra dia pun masuk ke dalam toko y dengan lesu.
"Hemm.. orang habis nge-date, harusnya bahagia, lah ini kok mukanya di tekuk kayak habis putus cinta, hahahaha" Canda Steve
Mahendra tidak memperdulikan candaannya Steve, dia hanya memikirkan Atika. bagaimana kabarnya?.
Maunya menelpon Atika sedang HP saja Mahendra tak punya. Inilah nasib yang harus di terima Mahendra dan karena nasibnya ini, membuat Mahendra semangat merubah keadaannya menjadi lebih baik. Itulah janjinya dalam hati.
***Jangan lupa komentar, kritik, saran, like, vote dan beri hadiah untuk author recehan ini ***