MAHENDRA

MAHENDRA
Hasil Kelulusan



2 bulan kemudian...


Tak terasa ujian telah selesai tinggal menunggu hasil kelulusan dan sudah 2 bulan juga Mahendra masih kerja di toko y. Semua sesuai dengan keingingan dan pencapaian Mahendra.


"Asek kita lulus Mahendra" ucap Tejo dengan senang apalagi yang membuat dia tambah senang ternyata peringkat ke 5 nilai tertinggi. Jangan di tanya Tejo bahagia banget.


"Iya, hasilnya memuaskan sekali" ucap Mahendra menimpali apalagi Mahendra urutan ke 1 nilai tertinggi se Provinsi.


"Mahendra, Kepala Sekolah memanggilmu di ruang guru" tiba-tiba ada temannya Mahendra Mendekati dan memberitahukan jika pihak sekolah ingin bicara dengan Mahendra.


"Oke, trima kasih "


Mahendra pun menuju ke ruang guru.


Tok.. tok...


"Assalamu'alaikum" Mahendra mengetuk sambil memberi salam.


"Waalaikum Salam, masuk nak Mahendra" Pak Kepala sekolah menjawab.


"Ada apa Bapak memanggil saya?" tanya Mahendra.


"Begini Nak, kebetulan kamu Nak mendapat nilai tertinggi se Provinsi jadi kamu bisa memilih untuk masuk perguruan di mana pun kamu mau dan kamu dapat beasiswa Nak. Kira-kira kamu sudah punya tempat kuliah yang di inginkan?" tanya Pak Kepala Sekolah.


"Saya ingin kuliah di Fakultas Kedokteran di UI Pak"


"Baiklah, nanti saya buatkan surat rekomendasi dari sekolah agar Nak Mahendra bisa langsung masuk ke UI"


"Alhamdulillah, iya Pak saya tunggu surat dari Bapak dan segera mendaftar Pak" jawab Mahendra dengan sumringah.


"Baik Nak, saya buat dulu"


Pak Kepala Sekolah menyuruh bagian administrasi untuk membuat surat rekomendasi.


"Bu Andi, buat surat rekomendasi untuk Mahendra. Dia mau masuk fakultas Kedokteran di UI ya Bu"


"Baik Pak" jawab Bu Andi.


30 menit kemudian suratnya telah jadi dan di kasihkan ke Mahendra. Mahendra pun berterima kasih dan pamit untuk ke kelas kembali. Sambil berjabat tangan Pak Kepala Sekolah mendo'akan Mahendra mudah-mudahan akan sukses. Mahendra Pun mengamininya.


Tiba di kelasnya Mahendra segera menghampiri Tejo.


"Tejo, aku dapat surat rekomendasi dari sekolah untuk ke Fakultas Kedokteran "


"Syukur Alhamdulillah Mahen"


"Kamu mau Kuliah di mana, Jo ?" tanya Mahendra.


"Gue juga mau di UI tapi kayaknya bukan di Fakultas Kedokteran, aku pengennya belajar Fakultas Farmasi bro. Aku denger hanya minjem ijasahnya aja bakal di bayar perbulan kalo di Kedokteran orang tuaku nggak sanggup bro"


"Tapi nggak papa, kita masih satu kampus kok"


"Tenang saja, aku tak Pernah Lupamu, kamu itu punya pengaruh atas kelulusanku asal kita mendaftar bersama tak masalah"


"oke, besok kita datang sama-sama ke UI ya untuk ambil formulir"


"Asyiaap" ucap Tejo.


Mahendra dan Tejo langsung pulang ke rumah untuk memberi kabar bahagia kelulusan mereka dan tinggal acara perpisahan saja.


Dalam perjalanan seperti ada sesuatu yang hilang, padahal sudah 2 bulan lebih komunikasi Atika dan Mahendra terputus layaknya layanan optik internet pada saat terputus tidak ada jangkauan sama sekali.


Justru itu yang membuat Mahendra cukup merasa kehilangan. Mahendra sudah bertekad untuk sukses, dia percaya jika jodoh pasti akan tetap bersatu juga.


Atikapun merasakan hal yang sama, kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya, apalagi janjinya untuk belajar memasak pada Ibu Mahendra tidak pernah terlaksana, itu yang membuat Atika sangat sedih.


Keyakinannya bahwa Mahendra akan menepati janjinya membuat dia harus menahan diri untuk bertemu bahkan menyapa Mahendra.


Sedangkan Aditya dia sudah tak pernah lagi mencaci atau membuly Mahendra karena dia sudah tau kondisi ekonominya selama Ini. Bahkan beputusannya Ke LA harus di laksanakan secepatnya agar dia langsung bisa memegang perusahaan di LA.


"Assalamu'alaikum "


Ibu Nanda menjawab salam Mahendra.Mahendra langsung memeluk Ibunya dan dia pun menangis.


"Alhamdulillah, Mahendra lulus Bu. yang Lebih menyenangkan lagi Mahen dapat rekomendasi dari sekolah untuk kuliah di fakultas kedokteran dan Mahendra dapat beasiswa Bu"


"Alhamdulillah, Nak selamat ya semoga Allah meridhoi langkahmu Nak" Bu Nanda menetes air matanya.


"Aamiin, Bu. Ayah belum pulang dari pasar kah, Bu?" tanya Mahendra.


"Mungkin sebentar lagi Nak, sebentar Lagi kan waktunya makan siang"


"Mahen ganti baju dulu, Bu"


"Iya, Nak"


Mahendra pun segera menuju ke kamarnya dan tak lama dia membantu Ibunya menyiapkan makan siang sebentar lagi.


"Assalamu'alaikum" ucap Pak Tohar.


"Waalaikum salam" jawab Mahendra dan Ibunya serempak.


Pak Tohar pun segera mencuci tangan dan mandi menghilangkan bau keringat dari pasar. Setelah itu mereka makan siang bersama.


dan setelah itu mereka melaksanakan kewajiban Sholat Dzuhur.


"Nak, kamu jam berapa ke toko" tanya Pak Tohar kepada Mahendra.


"Jam 2 Pak"


"Ya sudah, kalau begitu kamu istrahat dulu 1 jam ini nanti setelah itu kamu langsung ke toko"


"Iya Yah" jawab Mahendra dan dia pun pamit kepada kedua orang tuanya ke kamar untuk beristirahat sebelum kerja nanti.


Pak Tohar pun pamit kepada Istrinya untuk bekerja kembali dan langsung pergi ke pasar.


Setelah itu Ibu Nanda pun masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.


***


1 jam kemudian Mahendra bersiap-siap untuk berangkat kerja waktu saat ini sudah menunjukkan 15 menit lagi jam 2. Untuk itu Mahendra segera pamit kepada Ibunya. Dan Ibunya mendo'akan semoga Mahendra selamat sampai di toko y.


Tak lama Mahendra sampai di toko y. Teman-temannya sudah berkumpul semuanya, walau tak terlambat tapi dia tak enak karena dia yang terakhir datang tapi teman-temannya tidak mempermasalahkan.


"Mahen, gimana kelulusanmu" tanya Prasetyo


"Alhamdulillah,aku lulus"


"Selamat Ya" semua temannya mengucapkan selamat.


"Kira-kira kamu mau melanjutkan kuliah di mana?" tanya Soni.


"Iya, kebetulan aku punya nilai paling tinggi dan akhirnya aku dapat rekomendasi dari sekolah, dan alhamdulillah aku juga dapat beasiswa. Jadi mumpung ada kesempatan aku bakal daftar di fakultas kedokteran"


"Alhamdulillah " semua teman-temannya senang dan mengucapkan syukur.


"Iya alhamdulillah" jawab Mahendra.


Akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan di toko y, hari ini pekerjaan mereka tidak begitu padat. Hanya memperbaiki barang-barang yang di bongkar-bongkar konsumen yang tak jadi beli. Tak terasa tibalah jam pulang dari toko.


Mereka semua bersiap-siap untuk pulang kerja, seperti biasa Mahendra akan pulang dengan Steve. Mahendra bersyukur bisa mempunyai teman-teman seperti mereka yang tidak pernah membedakan bibit, bobot, dan bebet untuk berteman bahkan mereka seperti keluarga dekat.


Steve dan Prasetyo juga kuliah tapi dia bagian ekonomi, dan yang lainnya Soni dan Andika hanya lulusan SMA tapi mereka tak pernah membeda-bedakan dalam berteman. Itulah mengapa Mahendra betah kerja di toko y.


Bagi Mahendra yang terpenting teman-temannya menghargainya maka dia dengan senang hati berteman dengan mereka semua.


Tak lama Steve dan Mahendra sudah sampai di rumahnya. Seperti biasa Mahendra menawarkan agar Steve bisa datang ke rumah kapan pun tanpa ada rasa takut atau sungkan.Tapi berhubung sudah malam Steve tak enak makanya dia menolak tawaran Mahendra.


Mahendra pun segera masuk ke dalam rumah dan setelah mengganti bajunya dia pun segera sholat isya selanjutnya Mahendra mengistirahatkan badannya karena kecapean. Tak lama dengkuran halus terdengar menandakan sang empunya sudah terlelap nyenyak.


*** Jangan lupa komentar, kritik, saran, vote,hadiah. Saya tunggu tanggapannya ya 🙏🙏🙏😍😘