
Tak terasa 3 bulan sudah mereka KKN di desa suka maju. Saat ini mereka sedang pamit pada semua orang yang berkumpul di Puskesmas.
Pak Rt dan istrinya, Kakek Rangga dan Bi Asih turut hadir juga mengantar Mahendra dan Atika pamit kepada semua yang hadir di Puskesmas.
Terdegar isak tangis Bu Rt dan Bi Asih mengiringi ke pergian Mahendra dan Atika. banyak kejadian suka dan duka di desa suka maju ini.
Bahkan Atika sangat malas kembali lagi ke rumahnya. Tapi apa boleh buat masa kerja mereka hanya 3 bulan lamanya.
Tangisan dan lambaian tangan mengiringi ke pergian Mahendra dan Atika. Semua sedih dengan kepergian mereka yang membuat semua masyarakat terkesan.
"Jangan lupa sekali-kali datang ke Puskesmas ini ya Nak Mahendra dan Atika?" ucap kepala Puskesmas Pak Adam.
"Baik Dokter" ucap Mahendra dan Atika bareng.
"Jika sudah lulus boleh ajukan lamaran ke sini nanti siapa tau bisa langsung tugas kan lebih baik seperti saya dulu" ucap Dokter Antony.
"Iya, aku juga begitu" Dokter Sinta menimpali.
"Iya Dokter itu pasti. Aku pun sudah nyaman bekerja di sini" ucap Mahendra.
"Iya, Aku juga ingin seperti itu" ucap Atika juga.
"Kami semua di sini pasti akan senang menerima kalian balik lagi ke tempat ini lagi" ucap Pak Rt.
"Pintu rumah Kakek terbuka lebar untukmu, Nak" ucap Kakek Rangga.
"Kami berdua akan merindukan kalian semua"
ucap Mahendra.
"Kami semua juga"
"Trima kasih semuanya, mudah-mudahan kita akan bertemu lagi"
"Aamiin" jawab mereka serempak.
Mobil yang akan mengantarkan Mahendra sudah menunggu dan sopir Atika pun tengah menunggu di depan Puskesmas.
Semua melambaikan tangan ketika Mahendra dan Atika menaiki mobil masing-masing.
Berat rasanya meninggalkan banyak kenangan yang ada di Desa Suka Maju. Atika melihat Mahendra tengah menaiki mobil jemputan.
Mahendra melihat panggilan telponnya, ada nama Atika yang sedang memanggil.
"Assalamu'alaikum" ucap Atika.
"Waalaikum salam" jawab Mahendra.
"Maaf, aku belum sempat pamit padamu" ucap Atika memulai obrolan.
"Iya, hati-hati di jalan"
"Kita akan berpisah, semoga aku bisa datang ke rumahmu ya"
"Iya, tak masalah. Aku akan senang kalau kamu datang ke rumahku"
"Iya, nanti setiap malam minggu aku akan ke rumahmu nanti. Apa tak masalah?"
"Tidak masalah, yang terpenting kita tidak putus komunikasi"
"Baiklah"
"Sampai jumpa lagi"
"Sampai jumpa lagi juga, kamu juga hati-hati ya"
ucap Atika menutup panggilannya.
Mahendra seperti ada yang hilang dari hatinya. Biasanya setiap hari akan bisa melihat Atika. Jika sekarang bahkan harus ke rumah Atika. apa keluarganya mau menerika Mahendra yang masih dalam keadaan miskin.
Mahedra sangat bersyukur walau hanya tiga bulan tapi dalam hatinya sudah sangat senang karena setiap hari bisa jalan bahkan ngobrol bareng Atika.
Jika sekarang hanya malam minggu saja bisa bertemu dengan Atika. Bahkan itu jika orang tua Atika mau menerima tamu untuk anaknnya.
Tapi setidaknya kata Mahendra wajib di coba, jika di tolak dia ingin hanya bisa menelponnya saja. Jika tidak maka setiap malam minggu dia akan ke rumahnya Atika.
Hal yang terpenting semuanya bisa berkomunikasi dengan baik. Itulah harapan Mahendra dan Atika.
Mobil pun membelah jalan menuju ke rumahnya Atika dan Mahendra masing-masing.
TBC....