MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 66



Setelah pesta usai, tamu-tamu telah pamit kepada Mahendra dan Atika.


"Capek?" tanya Mahendra.


"Lumayan capek By"


Tanpa menunggu persetujuan Atika, Mahendra menggendong Atika menuju ke kamarnya.


"Aby, turunkan aku,"


"Nggak, nanti setelah di depan kamar kita, baru aku turunkan"


Kakek Joni dan Kakek Rangga dan kedua orang tua Mahendra dan Atika tersenyum menyaksikan keromantisan anak-anak mereka.


Atika menyembunyikan wajahnya di dada Mahendra, wajahnya yang sedang merah merona menahan malu karena di saksikan semua orang.


Setelah sampai di depan pintu, Mahendra menurunkan Atika.


"Trima kasih sayang"


"Bismillah"


Mahendra segera membukakan pintu untuk Atika. Atika membelai lembut wajah Mahendra.


Setelah Atika masuk, Mahendra segera mengunci pintunya.


"A..aby.. " Atika kaget dengan perlakuan Mahendra. Mahendra memeluknya dari belakang.


Setelah mengganti pakaian Atika, Mahendra langsung menghampiri Atika.


"Apa kamu siap sayang"


"In Syaa Allah aku siap, yang"


"Bersihkan dirimu dahulu, gerah By"


"Iya sayangku, atau kita sama-sama"


Atika mengangguk dan mereka mandi membersihkan diri setelah setengah hari gerah dengan pakaian pengantin.


Mereka tak melakukan hubungan suami istri di dalam kamar mandi, mereka hanya memberi sentuhan-sentuhan yang membuat mereka melayang.


Karena tak mungkin harus berdo'a sebelum berhubungan di dalam kamar mandi.


Mahendra segera menyelesaikan ritual mandinya karena tak ingin sampai melewati batasnya.


Setelah itu Atika mengganti bajunya dengan lingerie yang di sediakan Mahendra untuknya.


Atika pun menyemprotkan parfum yang cukup wangi.


Setelah itu Atika keluar dari walk in closet sambil malu-malu.


Mahendra mendekati Atika. Lalu Atika naik ke atas ke tempat tidur mereka.


Mahendra membaca basmillah, membaca surat Al-Ikhlash, membaca takbir dan tahlil (Allohu akbar, Laailaha illalloh), membaca doa Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa. Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami, setelah itu Mahendra memakai penutup atau selimut untuk menutupi mereka berdua.


Perlahan-lahan Mahendra memberi sentuhan lembut di labuhkan di bibir Atika. Sambil Mahendra tak hentinya memberi sentuhan lembut kepada Atika.


Hmmm... Atika merasakan gelayar aneh seperti sebelumnya yang di rasakan Atika.


Mereka berdua saling bertukar saliva, suaranya pun menggema di kamar mereka.


Butiran keringat mengucur di leher Atika, setelah aktivitas lebih yang di berikan Mahendra.


Mahendra tersenyum, dan tanpa menunggu lama Mahendra mencicipi apa yang selama ini di jaga Atika.


"Aby, a.. ku.. By."


Mahendra telah siap menembus dinding yang kokoh, dinding yang selama ini di jaga Atika.


Mahendra juga seakan melayang merasakan sentuhan Atika.


Atika hanya tersenyum.


"Sayang, apa kamu sudah siap" pamit Mahendra.


Mahendra sudah tak tahan, dengan perlakuan Atika sekarang ini.


Atika hanya mengangguk.


Mahendra telah siap di menembus dinding kokoh Atika.


"A... saki..t.. By" seketika air mata bahagia Atika mengalir, dia bahagia mahkotanya untuk suaminya sendiri.


Mahendra memberi sentuhan lembut agar Atika bisa mengalihkan rasa sakitnya untuk menerobos dinding pemisah yang di jaga Atika selama ini.


"Aby.. sa.. kit..."


Atika menahan sakit, temboknya masih saja kokoh berdiri.


"Aby....."


"Aby.. " jerit Atika.


Mahendra mencium dahi Atika.


Mahendra mendiamkan dahulu sebentar agar Atika tidak kesakitan.


Hanya suara mereka berdua yang terus menggema di kamar milik mereka.


Sudah 2 jam lamanya, Mahendra belum mengeluarkan lavanya, seketika Atika mengambil alih permainan.


Dan akhirnya teriakan panjang terdengar dari keduanya.


Pertanda sesuatu telah terpenuhi antara keduanya.


Mahendra membaca do'a setelah calon-calon anaknya merasuki rahim Atika.


"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah"


"Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)"


"I love you sayang" Mahendra mencium kening Atika, lalu memeluknya.


"I love you too, Aby sayangku" ucap Atika sambil mencium punggung tangan Mahendra.


Setelah 30 menit berlalu.


Mahendra mengulang permainannya sampai dia terpuaskan dan terbaring lemah begitu juga dengan Atika.


Mereka menikmati indahnya malam pertama dengan ucapan syukur.


Akhirnya mereka tidur sambil berpelukan, hingga waktu shubuh menjelang.


Perlahan-lahan Atika terbangun dari tidurnya.


Di lihatnya Mahendra masih tertidur nyenyak di sampingnya.


Di sentuhnya wajah kekasih halalnya, Atika tersenyum mengingat aktifitas mereka semalam.


Atika sangat bahagia bisa memberi apa yang seharusnya Mahendra dapatkan selama ini.


Atika ingin melangkah membersihkan dirinya.


"Aw. shhhh..." Atika meringis ketika ingin bangun dari tempat tidurnya.


"Kenapa sayang, sakit? maaf ya? kalau selanjutnya tak akan sakit lagi"


"Iya Aby sayang, itu sudah kewajibanku kok,aku malah bahagia bisa memberi yang pertama untuk kekasih halalku"


"Trima kasih sayangku" Mahendra mencium dahi Atika.


Sebenarnya Mahendra ingin mengulang yang semalam, tapi karena sudah hampir habis waktu sholat shubuh sehingga dia hanya mengajak Atika mandi junub bersama.


Atika dan Mahendra mandi bersama, setelah keramas mereka mandi junub dengan niat "Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala. Artinya: "Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardhu kerena Allah Ta'ala." sambil menyiramkan air di bagian sebelah kanan, setelah itu sebelah kiri selanjutnya di seluruh badan mereka.


Setelah selesai mandi Atika dan Mahendra segera mengambil air wudhu dan segera melaksanakan kewajiban mereka untuk sholat shubuh.


Mereka sholat dengan khusuk, Mahendra menjadi imam untuk Atika.


Setelah selesai sholat, Atika mencium punggung tangan Mahendra, dan di balas Mahendra mencium dahi Atika.


Setelah Atika membereskan alat sholat mereka.


"Sayang, apa boleh Aby minta sekali lagi?"


"Asal beneran sekali ya, By. Ummy mau bantu bibi menyiapkan sarapan loh"


"Iya sayangku" ucap Mahendra sambil menggendong Atika.


Mereka pun melanjutkan apa yang sudah menjadi keinginan Mahendra.


Mahendra ingin segera menjadi seorang ayah, begitu juga dengan Atika, dia berharap bisa cepat di beri momongan. Untuk itu mereka berdua tak membuang waktu agar Atika segera hamil.


Setelah ritual mandi selesai Atika dan Mahendra turun ke bawah.


Atika dengan muka masam, sedangkan Mahendra dengan senyuman merekah.


Bagaimana Atika tak kesal, janjinya hanya sebentar malah bisa sampai siang mereka bisa bergabung dengan keluarga.


Ayah dan Ibunya Mahendra tersenyum melihat anak-anaknya sepertinya sebentar lagi mudah-mudahan calon cucunya akan segera hadir.


Begitu juga dengan Kakek Rangga dan Kakek Joni, mereka sudah tak sabar untuk segera memomong cicit yang baru.


Kakek Joni berharap dia akan bisa berumur panjang agar dapat melihat pewaris tahtanya nanti.


TBC ...


*Mohon maaf jika kurang seru dan mengecawakan readers penggemar 21+, soalnya sdh 3 hari di tolak terus, jdi sy menghilangkan unsur dewasanya ya🙏


Mohon maaf sebesar-besarnya🙏