
Hari sabtu siang Atika sedang berjalan bersama Mahendra. mereka selesai dari rumah warga yang kebetulan mau melahirkan.
Mahendra membantu Atika membawa pasien ke Puskesmas. Hari ini Mahendra libur bertugas.
Setelah Dokter Sinta menangani pasiennya, Atika pamit untuk pulang ke rumah Pak RT,waktu menunjukan pukul 5 sore.
"Atika, ayuk saya antar kamu balik ke rumah" ajak Mahendra.
"Iya, aku capek banget nih"
"buruan sebelum Fredy datang"
Atika dan Mahendra segera berboncengan,setelah itu Mahendra melajukan motornya perlahan-lahan.Mereka ngoblor ringan membahas di puskesmas.
Akhirnya mereka sampai didepan rumah Pak RT, Atika Segera Turun dan melanjutkan obrolan mereka di gajebo yang berada di depan rumah Pak RT.
"Tika, bagaimana nanti malam saya ajak kamu jalan-jalan menyusuri desa ini?" tawar Mahendra.
"boleh juga ndra, kita sudah 2 bulan tinggal di desa ini tapi tak pernah jalan-jalan"
"baiklah, setelah ba'da isya saya akan menjemputmu nanti, bersiaplah"
"kalo begitu, saya masuk dulu ya ndra. Trima kasih"
"Iya, sama-sama"
Atika masuk ke dalam rumah dengan wajah senyum sumringah.
Yes!!! yess!! yes!!!
Mahendra berjingkrak dengan senangnya. Baru pertama kali bisa berjalan-jalan bersama Atika.
Mahendra segera menyalakan motornya dan segera pergi dari rumah Pak RT. Dia ingin segera menyiapkan dirinya untuk nanti malam.
Mahendra sampai juga di rumah Kakek Rangga, seperti biasa Bi Asih akan membukakan pintu untuknya.
Fely Sudah seminggu tinggal dirumahnya Kakek Rangga dan makin hari makin tertarik pada Mahendra.
Bahkan dia belum melaksanakan suruhan sepupunya untuk meleyapkan Kakek Rangga karena semakin tertarik pada Mahendra.
***
Setiap malam Mahendra memberi obat pada Kakek Rangga.seperti saat ini di lakukannya.
"Obat Kakek besok sudah habis, nanti saya belikan lagi Kek" ucap Mahendra setelah memberi minum pada Kakek Rangga.
"Iya nak, sebenarnya Kakek sudah bosen minum obatnya. Tapi karena kalian semua Kakek bersemangat untuk sembuh"
"Kakek tak boleh putus asa, nanti setelah saya lulus saya akan mengabdi di desa ini kek, saya harap kakek masih menunggu saya datang ke desa ini lagi"
"Iya nak, itu sudah pasti. kamu harus tinggal disini saja tak perlu nyari sewaan atau tinggal di rumah orang lain. Kakek sudah menganggap kamu adalah cucu kakek"
"Alhamdulillah Kek, beruntung saya bertemu dengan Kakek di desa ini"
"Kakek juga lebih beruntung, nak Mahendra yang merawat Kakek kok"
"Itu sudah kewajiban Saya Kek_" Mahendra menjeda kata-katanya dia ragu menyampaikan ingin pamit sebentar dengan Atika.
Kakek yang melihat Mahendra agak melamun langsung menanyakan ada apa gerangan.
"Kakek liat kamu ada yang di pikirkan,ada apa?!" ujar kakek yang melihat gelagat aneh Mahendra.
Mahendra menarik nafas perlahan-lahan dan mulai mengungkapkan keinginannya.
"Begini Kek, saya sebenarnya ada janjian dengan temannya saya, namanya Atika dia tinggal di rumahnya Pak RT"
"Pfhutt.." Kakek Tersenyum. Rupanya Mahendra lagi jatuh cinta dan ingin bermalam minggu.
"Kakek jangan meledek dong?, saya hanya lagi PDKT saja Kek"
"Baiklah, nak. pergilah bersenang-senanglah, malam ini free bagimu. Kakek tidak masalah kok, ada Bi Asih dan Fely di sini yang mengawasi Kakek" ucap Kakek sambil menepuk bahu Mahendra menyakinkan.
"Trima kasih kek. mmm... Kakek, saya kan masih baru di desa ini, apa Kakek punya tempat destinasi yang romantis di desa ini?!" ujar Mahendra. Kakek Rangga pun berbisik dan sepertinya tempat itu pernah di lewati Mahendra pada saat bersama Dokter Antony.
Setelah itu Mahendra pamit pada Kakek Rangga dan segera menuju ke rumahnya Pak Rt menemui Atika.
Fely yang mendengar Mahendra mau bertemu Atika segera menelpon sepupunya agar menghalangi mereka jalan berdua.
"iya, nanti kakak lakukan. kamu juga jangan di tunda kesepakatan kita. Apa kamu tak ingin hutang orang tuamu lunas terbayar?"
"Aku belum dapat waktu yang pas kak, tapi tetap akan saya lakukan. Itulah janjiku padamu Kak"
"Oke baiklah" Fredy langsung menutup panggilan teleponnya dan itu membuat Fely kesal.
"Selalu saja, setiap aku belum selesai bicara langsung di matikan hpnya, huh!!" gerutu Fely dengan melihat handponenya.
Fely berharap Kakak sepupunya segera melaksanakan apa yang disuruh. Dia tak ingin Mahendra mendekati siapapun.
Dalam perjalanan Mahendra di cegat beberapa orang, Mahendra heran bukannya desa ini begitu Aman. Tapi pada kenyataannya masih ada preman yang menghadangnya.
"Kamu sekarang balik pulang ke rumah atau kamu akan kami hajar"
"oh... jadi ini surahan Aditya ya, kalo aku tak mau bagaimana?"
"Jangan sampai kami berbuat tak baik padamu. Sedikit saja kamu melangkah kami akan menghajarmu. Jangan salahkan kami jika kamu babak belur" ucap fredy mengingatkan.
Mahendra Turun dari motor, sebelumnya motornya sudah di lepaskan starndarnya. Mahendra sudah bersiap-siap memasang kuda-kuda agar siap jika lawannya akan menyerangnya.
Salah satu Anak buah Fredy menyerangnya.
Ciat _ Ciat
Mahendra mulai menangkis serangan mereka berlima.
Mahendra menyerang lawan pada titik lumpuhnya. 3 orang sudah tergeletak tak berdaya mereka masih berusaha melumpuhkan Mahendra.
Buggh...
Tendangan Mahendra tepat di perut lawan, Tak percuma Ayahnya Mahendra mengajarkan karate pada Mahendra dari kecil.
Bagi Ayahnya Mahendra seorang laki-laki harus punya tameng untuk membela diri. Mahendra terus melancarkan Serangannya.
Hanya tersisa Fredy saja yang masih melawannya. Mahendra tak tinggal diam dia menyerang Fredy dengan membabi buta.
Tenaganya Mahendra mulai habis tapi karena teringat dengan Atika. Dia pun tetap bersemangat menyerang Fredy.
Buggh.. Bughh..
Fredy Jatuh tersungkur, Mahendra segera menekan leher Fredy dengan kakinya.
"Jangan pernah menggangguku dan Atika !!, bilang sama Aditya jangan jadi laki-laki pengecut yang hanya mengandalkan anak buah sepertimu!! jika kamu masih mengganguku,maka aku tak segan-segan memasukkanmu kedalam penjara. Ingat itu!!!" bentak Mahendra dan segera melepaskan kakinya dari batang lehernya Fredy.
Fredy hampir kehilangan nyawanya jika Mahendra tak segera melepasnya.
Mahendra segera menyalakan motornya dan segera meninggalkan Fredy dan anak buahnya yang masih meringis menahan sakit.
Akhirnya Mahendra sampai juga di depan rumah Pak RT. Ternyata Atika sedang menunggunya di gajebo.
Mahendra memarkirkan motornya, wajah cemberut Atika sudah terlihat dari jauh. Mahendra Terlambat 30 menit dari waktu mereka janjikan.
Mahendra menghampiri Atika.
"Maaf aku terlambat menjemputmu, sepertinya tuan putri sudah tak sabar menunggu kakanda ya" canda Mahendra
"kenapa sih bisa telat, nih sudah jam setengah sembilan malam. kita jalan sampai jam berapa? " gerutu Atika dengan wajah cemberutnya.
"Maaf tadi di jalanan anak buah Fredy dan Fredy menyerangku"
Atika kaget seketika, dia langsung berdiri dan memeriksa apa keadaan Mahendra tidak terluka.
"Tenang Aja, aku baik-baik saja. Selagi ada kamu di sampingku, aku akan baik saja" ucap Mahendra sambil menatap dengan penuh cinta. Atika tersipu malu mendengarnya.
"Alhamdulillah, ya udah aku maafkan. lain kali saja kita jalan-jalannya"
"e... ee.. tak boleh dong. kan sudah janjian_.tenang saja lokasinya deket kok"
"Baiklah"
Mahendra mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.
Mereka pun segera Pergi ke lokasi danau yang di sebutkan Kakek Rangga
TBC.....