
Malam itu Aditya pulang dengan hati yang dongkol dan marah. Dia sudah menelpon sebelumnya orang tua Atika mau mengijinkan anaknya keluar tapi apa nyatanya.... mereka malah tidak mengijinkan Atika. Coba dari awal bicara mereka berbicara, pasti hatinya Aditya tidak akan sakit seperti ini.
"Aku Aditya Saputra berjanji aku tidak akan melepaskanmu Atika, jika aku tidak bisa menikah denganmu, jangan harap kamu bisa menikah dengan laki - laki lain." Geram Aditya.
Marah ditolak tak bisa pergi untuk menghadiri Ultah teman padahal hanya sebentar membuat Aditya sakit hati.
"Atika aku tidak akan melepaskanmu, perjodohan kita harus bisa berhasil." Dengus Aditya Lagi.
Setelah perjalanan sampailah Aditya di rumahnya. Dia segera masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu dengan keras.
Braakkk....
Orang tua Aditya merasa heran, apa yang terjadi dengan putranya padahal tadi pamit mau ketemu Atika dan mau ke acara ultah temannya.
Ibunya Aditya pun segera mengetuk pintu kamarnya Aditya.
Tok... tok.. tok..
"Aditya, apa ibu boleh masuk?," tanya Ibu Sofia, ibunya Aditya.
Baru 3 hari ini orang tua Aditya baru datang dari Luar Negeri, jadi kesempatan untuk dekat dengan anaknya mereka akan lakukan sebelum balik ke Luar Negeri lagi.
"Aditya ! Aditya !" ujar Ibu Sofia memanggil anaknya dari luar kamarnya agar anaknya membuka pintu kamar.
" Pergilah Buuu!! Aku ingin sendiri !!" gertak Aditya dari dalam kamarnya
"Percuma cari perhatian hanya untuk sementara, buat apa balik ke LA kalo di sini aku butuh perhatianmu Ibu " gerutu Aditya.
"Mau Ayah, mau Ibu semuanya sama mementingkan uang dari pada anaknya " sunggut Aditya Lagi.
"Pergi !! semuanya pergi !! aku bisa dengan kehidupanku tanpa kalian " geram Aditya sambil mengepalkan tangannya.
Brang.. brang.. brang..
Bunyi barang - barang jatuh dari dalam kamar Aditya. Aditya membuang semua barang -barangnya yang ada di depan meja belajarnya.
Ibunya yang mendengar kegaduhan dari dalam kamar hanya bisa diam, tak tau harus berbuat apa karena kamar Aditya terkunci.
"Semua yang kami lakukan untuk kebaikanmu nak, bisnis papahmu di LA lagi ada masalah. Jika kita miskin, apa kamu sanggup hidup dengan serba kekurangan?" ucap Ibu Aditya dengan lirih yang hanya dia sendiri yang bisa dengarm
"Bu !! mungkin dia Ingin sendiri. Biarkanlah dia sendiri dulu. Aditya sudah dewasa bukan anak kecil lagi." ujar Pak Saputra, ayahnya Aditya.
"Ayo!! kita istrahat besok kita harus mengurus keperluan pabrik di sini. Setelah itu kita akan bertemu keluarga Atika membicara kelanjutan perjodohannya. Jika orang tua Atika mengetahui kita akan bangkrut pasti perjodohannya akan di batalkan" ajak Pak Saputra kepada Istrinya.
Aditya tidak sengaja mendengar kata - kata Ayahnya.
"Apa ?? jadi perusahaan Ayah di LA sudah mau bangkrut ?. tidak !! ini tidak mungkin !!?? bisa gagal rencanaku jika perjodohanku Dibatalkan. Tapi aku baru anak SMA tidak mungkin secepatnya bisa menikah?!" sanggah Aditya dari dalam kamar.
klekkk...
Pintu kamar terbuka, Aditya melihat kedua orang tuanya sedang berjalan menuju ke kamar mereka.
"Ayah_ Ibu !! tunggu sebentar," panggil Aditya.
Ayah dan Ibunya Aditya menoleh melihat anaknya yang keluar dari dalam kamar.
"Ada apa, Nak," ayahnya Aditya mendekat.
"Aku ingin bicara sebelum kalian kembali ke LA , kita duduk di ruang keluarga dulu." ungkap Aditya sambil menuju ke ruang keluarga.
Ayahnya Aditya melirik Istrinya meminta persetujuaan dan hanya di angguki Ibu Sofia tanda setuju.
"Baiklah." ucap Pak Saputra dan langsung mengikuti Aditya dari belakang
Mereka bertiga sudah berkumpul di ruang keluarga.
"Apa yang kamu Ingin bicarakan, nak?" Ibunya Aditya memulai percakapan, karena bingung anaknya hanya diam saja.
"Katakan dengan jujur apa yang terjadi dengan perusahaan Ayah dan Ibu di LA, aku tak ingin ada yang di tutup - tutupi," tegas Aditya.
"Begini, Ayah dan Ibu tertipu bisnis fiktif yang menyebabkan Ibu dan Ayah mempunyai hutang yang sangat banyak, nak. Jika perusahaan di LA di tarik masih belum mencukupi hutang Ayah dan Ibu di Bank, nak_ Ayah dan Ibu minta maaf." jawab ayahnya Aditya sambil menunduk menutupi kesedihannya.
"Tapi kenapa bisa Ibu dan Ayah bisa Ikut bisnis fiktif, apalgi Ibu dan Ayah bukan kali ini mengikuti kegiatan seperti itu" sarkas Aditya tak percaya kenapa orang tuanya tidak teliti sebelum menanam modal.
"Mungkin Ayah kena Apesnya aja, nak. Makanya kami balik ke Indonesia, biar bisa menjual aset dinsini tapi tanpa sepengetahuan keluarga Atika. Dan untuk itu kami harus turun tangan langsung." Jelas Ayahnya Aditya.
" Ayah_ ibu aku tak mau jika perjodohan aku dan Atika bisa batal karena ketelodoran bapak dan ibu ya?!" dengus Aditya.
"Jangan khawati, nak. Jika perusahaan di LA baik - baik saja kamu jangan khawatir " Ibu Sofia meyakinkan Aditya.
"Aku dengar kalian mau bertemu bapaknya Atika??" tanya Aditya lagi.
"Bener, nak. Jika kami udah balik ke LA sudah tenang. Asal sudah ada kesepakatan antara Ayah dan Pak Tri Ayahnya Atika." Ibu Sofia menjelaskan.
"Baiklah, aku hanya ingin kalian memenuhi permintaanku_ yakinkan secepatnya, setelah lulus Aku dan Atika harus sudah bertunangan." ujar Aditya lagi.
"Aku tak mau rencanaku menghancurkan Atika bisa batal " batin Aditya dalam hati
"Kamu tenang aja, nak. Ibu yang menjamin jika kamu dan Atika memang benar - benar berjodoh." ujar Ibu Sofia sambil menepuk bahu Aditya sambil mengusap belakang punggung Aditya lagi.
Aditya langsung berdiri tanpa pamit kepada kedua orang tuanya menuju ke kamarnya.
kedua oang tuanya pun hanya bisa saling melirik, merasa aneh dengan tingkah anak semata wayangnya.
"Yah, Jika Pak Tri menolak perjodohan di percepat apa yang ayah akan lakukan" tanya Ibu Sofia.
" Ayah juga belum tau,nanti kita pikirkan besok saja, bu. Lebih baik kita tidur saja," saran Pak Saputra.
" Baiklah, yah. Ini sudah larut malam juga tak baik untuk kesehatan ayah. " ucap Bu Sofia
Kedua orang tua Aditya bergegas masuk ke dalam kamar mereka untuk beristrahat. Waktu menunjukkan Pukul 12 malam.
"Jangan lupa ayah minum obat dulu, kesehatan ayah yang utama." Ibu Sofia berkata sambil memberikan obat dari Dokter yang sudah harus di konsumsi Pak Saputra.
Pak Saputra karena mengalami stress hebat memikirkan perusahaan,efek dari stressnya penyakit bermuncupan bahkan jika saja tidak di tangani dengan baik bisa memicu komplikasi dan itu dapat menyebabkan kematian.
"Aku bosan minum obat terus, bu," ucap Pak Saputra.
"Tapi ini untuk kebaikanmu, apa kamu mau semua bakal hilang jika kamu meninggalkan aku dan Aditya " ujar Ibu Sofia lagi.
"Baiklah,"
"Ayah harus sembuh, kita tidak boleh lemah.masih ada Aditya yang harus menjadi tanggung jawab kita. Setelah Aditya memegang perusahaanmu maka kamu sudah bisa Pensiun, fokus pada kesehatanmu saja," saran Bu Sofia.
"Benar, tinggal menunggu 3 bulan lagi Aditya selesai sekolah SMA. Dia bisa kuliah sambil belajar bisnis dan memegang perusahaanku, bu" ucap Pak Saputra lagi.
Ibu Sofia pun hanya menganggukkan kepalanya sambil memberi obat yang ada di tangannya dan setelah obat di minum Pak Saputra, Ibu Sofia memberikan air minum.
"Sekarang kita tidur besok pekerjaanku sangat banyak," ucap Pak Saputra.
"Ya." Ibu sofia mengiyakan.
Akhirnya mereka berbaring dan tak lama mereka tertidur.
TBC....
**** Jangan lupa beri komentar, kritik, saran, like, vote dan beri hadiah ya readers "🙏🙏