MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 54



Di kediaman Atika.


Siang itu di rumahnya Atika kedatangan keluarga Mahendra beserta Kakek Joni.


Mereka sudah di sambut oleh Ayah dan ibunya Atika dengan ramah.


Kakek Joni yang mewakili keluarga Mahendra menyampaikan maksud dan kedatangan mereka ke rumahnya Atika.


"Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saya Kakek Joni mewakili keluarga Pak Tohar dan Ibu Nanda ingin anak kami yang bernama Mahendra ingin menyampaikan lamaran buat anakda Atika Tri hasanah. Jika sekiranya berkenan, waktu dan tempat saya persilahkan anakda Mahendra menyampaikan lamarannya"


Mahendra pun berdiri.


"Bismillahirrohmannirrohiim"


"Yang ku lakukan semua ini hanya tentangmu. Kamu yang menjadi sumber semangatku. Dan untuk mu-lah aku bermimpi sukses di sepanjang hari. Jangan buat aku merana, dengan menolak pinangan ini. Jadilah pembawa cahaya kebaikan di rumah kita nanti."


Mahendra menjeda kata-katanya.


"Saya bersyukur kepada Tuhan karena sudah di berikan satu hati untuk mencintaimu, satu otak untuk selalu memikirkanmu dan satu mulut yang tak pernah berhenti untuk selalu mendoakanmu untuk jadi istriku. Sekarang semoga doa ku terkabul. Mau kah dek Atika menjadi istriku?"


Atika pun memberi jawaban.


"Terima kasih atas niat mas Mahendra untuk melamar saya. Insya Allah dengan restu Ayah dan Ibu, saya bersedia menerima Mas Mahendra sebagai suami dan imam dari bahtera rumah tangga yang akan menuntun saya menuju surga”


Atika pun menjeda kata-katanya


“Sejak pertama kali bertemu, kehadiran mas Mahendra membuat kehidupan saya menjadi lebih berwarna, dari awal saya kagum akan kegigihan Mas Mahendra, untuk itu saya menerima lamaran Mas Mahendra untukku"


"Alhamdulillah," ucap mereka semua dengan serempak.


Setelah selesai prosesi lamaran. Keluarga Mahendra menyerahkan seserahan. dan di terima keluarga Atika.




Setelah menyerahkan seserahan, tibalah Mahendra dan Atika bertukar cincin.



Akhirnya selesai sudah prosesi lamaran antara Mahendra dan Atika.


Kini kedua orang tua Mahendra dan Atika membicarakan kapan acara pernikahan mereka berdua.


"Bagaimana Mahendra, kapan kamu mau acara pernikahan kalian?" tanya Ayahnya Atika.


"Kalau saya, saya serahkan kepada dek Atika sendiri," ucap Mahendra.


"Papah, mamah, jika memang Mahendra sudah siap menjadi imamku, aku ingin secepatnya menikah, tapi ijinkan saya setelah menikah saya boleh bekerja di rumah sakit"


"Aku tak akan melarangmu untuk tetap meniti kariermu, jika kamu bisa menjadi seorang ibu dan istri yang baik, aku tidak akan keberatan jika kamu bekerja di rumah sakit"


"Atau jika kalau perlu, aku ingin membangunkan kamu klinik kebidanan saja agar kamu bisa lebih santai untuk bekerja" ucap Mahendra lagi.


"Maaf, Mas. bukannya aku tak mau mempunyai klinik sendiri, aku kan baru di terima kerja di rumah sakit jadi, aku ingin memulai karierku dulu di rumah sakit, jika sudah lancar dan memang bisa membuka klinik, aku akan siap mas"


"Itu terserah padamu saja, jika itu yang terbaik. Aku akan selalu mendukungmu"


"Baiklah papah, mamah, aku mau secepatnya menikah dengan Mas Mahendra,"


"Alhamdulillah." ucap mereka semua.


"3 bulan ke depan persiapkan pernikahan kalian, alangkah baiknya carilah WO yang terbaik sajalah, agar tak mengganggu kerja kalian di rumah sakit" saran Kakek Joni.


"Aku setuju kek," ucap Mahendra dan Atika bersamaan.


Mereka pun tertawa bersama, setelah sekian lama terpisah dari sekolah dan akhirnya bertemu di tempat KKN sekarang di pertemukan dengan lamaran dan berakhir dengan bahagia.


Mahendra bersyukur sekarang kehidupannya berubah menjadi kaya mendadak dan akhirnya mempunyai pendamping hidup seperti Atika yang soleha.


Mungkin memang benar, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik. jika kita memperbaiki hidup lebih baik maka kehidupan pun akan baik.


Walau rintangan banyak menghadang, jika memang sudah jodohnya pasti akan bersatu kembali.


***


Aditya sudah mengetahui jika hari ini Atika dan Mahendra melaksanakan prosesi lamaran.


Hatinya telah mengiklaskan segalanya, seperrinya memang Atika bukan jodohnya yang tepat.


Aditya pun bersyukur, sonia bisa selamat dan melahirkan bayi laki-laki yang tampan sepertinya.


"Maafkan aku Mahendra, aku sering menjelek-jelekkanmu bahkan aku sempat merendahkanmu, sekarang kamu telah menjadi dokter, memang pantas untuk Atika" gumam Aditya.


***


"Kami pamit dulu ya, nanti setelah kami menemukan WO yang tepat, kita bisa bertemu mereka dan membicarakannya lagi."


"Baiklah kek, kami sepakat dengan keinginan kakek" ucap Ayahnya Atika.


"Trima kasih telah menerima kami dengan baik, kami bersyukur mempunyai calon besan seperti kalian," ucap Ayahnya Atika.


"Sama-sama Pak Tohar,"


"Assalamu 'alaikum,"


"Waalaikum salam"


Mereka pun kembali ke mansion bersama-sama. Hari ini Mahendra begitu bahagia. Semua keinginannya telah tercapai.


Bukan hanya menjadi seorang dokter saja tapi menjadi milyarder bahkan mempunya calon istri seperti Atika.


Mahendra sudah membahagiakan kedua orang tuanya, dan sudah saatnya dia membahagiakan dirinya sendiri.


"Alhamdulillah nak, semua berjalan dengan lancar. Jangan lupa harus sering kamu zakat dan sedekah agar semua yang kau dapatkan menjadi berkah untuk semua orang," ucap Ibunya Mahendra.


"Iya bu, aku akan selalu menuruti apa kata ibu dan ayah"


"Nasehat ibu dan ayah itu sangat bermanfaat untukku"


"Dan Jangan lupa nak, kamu tak boleh sombong dan takabur, karena semua ini hanya titipan dari sang khalik"


"Iya bu, aku tak akan sombong apalagi takabur"


"Syukurlah nak, sekarang kamu istrahat saja, Ibu juga akan istrahat juga"


"Iya bu"


Setelah Ibunya masuk ke dalam kamar, Kakek Joni pun menghampirinya.


"Nak, kamu sudah menemukan WO yang tepat?"


"Belum kek, apa kakek punya kenalan WO yang bisa di percaya,"


"Coba kakek hubungi kenalan kakek dulu, semoga bisa"


drerrtt...


Terdengar nada sambung telepon.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam pak Hadi"


"Ada apa gerangan kek Joni"


"Aku punya niat sedikit untuk cucuku, cucuku ingin melangsungkan pernikahannya, apa kalian masih menjadi WO untuk pernikahan?," ujar Kakek Joni sambil bertanya kepada Pak Hadi.


"Oh, iya benar. Kami masih menyediakan WO"


"Syukurlah, kalau begitu kami ingin bertemu dengan penanggungjawab WO Pak Hadi"


"Baiklah, besok kita akan bertemu di Cafe X kek, bagaimana?,"


"Oke, baiklah. aku setuju. kalau begitua aku tutup dulu telponnya, assalamu'alaikum,"


"Waalaikum salam"


Kakek Joni pun mengatakan kepada Mahendra bahwa WOnya sudah ketemu, tinggal besok mereka mau bertemu dengan Mahendra dan Atika bersama dengan Kakek Joni.


Mahendra tak hentinya bersyukur, semuanya berjalan dengan lancar.


TAMAT


**Pengumuman**


Untuk yang mendapat pulsa gratis, sampai urutan yang 10 ya... silahkan Chat no. Hp ya..


Selamat ya...


Aku mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan kalian, tanpa dukungan readers Ceritaku hanyalah cerita biasa yang tak ada apa-apanya.


Terima kasih untuk segalanya readers yang baik.