MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 87 Sinopsis (A3)




POV Aarash Putra Mahendra (Pakai Baju Coklat)


Namaku Aarash Putra Mahendra, aku sering di panggil Aa. Aku orangnya cukup aktif, suple dan gampang berinteraksi dengan orang lain. Aku dari kecil sudah di ajarin Kakek Joni berbisnis. Dan Aku sangat menyukainya. Sejak Kakek Joni meninggal Abylah yang mengajarkanku berbisnis.


Aku sangat mengagumi seseorang, berawal dari pertemuanku di jalan. Waktu itu mobil yang aku bawa bannya kempes di tengah jalan. Pada saat yang sama ada seorang wanita membantuku mengganti ban yang kempes. Ternyata selain dia bersekolah, dia merangkap kerja menjadi montir di salah satu bengkel.


Anehnya wanita itu seolah-olah telah mengenalku padahal aku barusan bertemu dengannya.


Aku hanya mengiyakan apa saja yang di katakan padahal aku sama sekali tak tahu menahu.


Usut punya usut ternyata wanita itu sekelas dengan Adikku, Aariz. Aku memang tidak sekolah bersama Aariz, aku memilih sekolah bersama Arsyla. sebagai seorang Kakak, aku ingin menjaga adikku yang paling cantik dan bawel.


Aariz memilih sekolah yang biasa saja, baginya dia sudah nyaman di sekolah negeri di bandingkan sekolah swasta dengan kami berdua.


"Pantas dia merasa mengenaliku, mungkin dia mengira aku adalah Aariz" batinku.


Semenjak itu aku sering mengajaknya ngedate, dan anehnya wanita itu tidak pernah menolakku.


Mulai saat itu tumbuhlah rasa cinta dan sayang kepada wanita itu. wanita itu bernama Nadia.


****


POV. Aariz Putra Mahendra. (Pakai Baju Biru)


Namaku Aariz Putra Mahendra. Aku sering di panggil Ai jika berada di lingkungan keluargaku. Aku lebih banyak diam, entahlah aku sangat sulit bergaul dengan orang lain, bahkan jika kami semua sedang berkumpul pasti aku banyak diam.


Aku tak tahu ada apa dengan diriku, mau di sekolah, aku tak punya banyak teman. Berbeda dengam Kakakku Aarash.


Kadang dia mengajak temannya ke rumah, tapi aku bahkan tak bisa dekat dengan mereka. Dari kecil kami berdua di ajarin bisnis oleh Kakek Joni. Setelah Kakek Joni meninggal, Abylah yang sering mengajarkan aku.


Aku sebenarnya kurang menyukai dunia bisnis, aku lebih menyukai seni melukis. Jika aku sedang diam di kamar, pasti aku akan mencoret-ncoret sebuah kanvas hingga membentuk lukisan yang indah. Dan itu membuatku nyaman.


Suatu hari di sekolahku, aku duduk seorang diri sambil mencoret-coret bukuku hingga membentuk lukisan yang indah. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan menghampiriku dan mengatakan lukisanku sangat indah.


Sejak saat itu hanya dialah temanku di sekolah, dari sosok Raysa aku mulai membukakan diri, bergaul dengan kehidupan sekitarku.


Setiap hari di sekolah muncullah rasa sayang dan cintaku padanya, tapi aku tak bisa mengungkapkan rasa sayangku.


Aku kurang percaya diri. Aku yakin Nadia juga mencintaiku tapi dia pun malu mengatakannya.Dari perlakuannya Aku sangat tahu dia mencintaiku.


POV Nadia Aditya Pratama.


**** Bagaimana rasanya di cintai 2 pria yang ternyata Kakak beradik. Apa harus mundur atau memilih dengan hati. Itulah yang di alami Nadia.


Namaku Nadia Aditya Pratama. Semenjak umurku 5 tahun. Kehidupanku berubah 180', ayah dan ibuku mengalami kebangkrutan, hingga kami harus berhemat.


Ayah sekarang berjualan di depan rumah, di bantu oleh ibuku. Aku berbera dengan Kakakku Edward.Mungkin Kakakku karena telah terbiasa serba ada. Semenjak kehidupan kami berubah dia lebih banyak melawan orang tua bahkan terkadang mengambil uang orang tuaku hanya untuk berfoya-fota.


Semenjak aku SMA, aku belajar bekerja di bengkel yang tak jauh dari tempat tinggalku. Beruntung orang yang punya bengkel mau memperkerjakanku walau aku di bayar hanya seikhlasnya saja.


Bagiku tak masalah, asal aku mempunyai uang sendiri untuk membayar sekolahku.


Di sekolahku tak banyak yang mau berteman denganku. Ada satu sosok yang aku kagumi, dia pun tidak begitu banyak bergaul dengan orang lain.


Setelah aku dekati ternyata orangnya cukup humble dan aku merasa heran.


Sosok Aariz setiap tidak di sekolah, orangnya cukup mengasikkan bahkan lebih banyak bercanda denganku. Tapi setelah di sekolah orangnya cukup pendiam.


"Mungkin di sekolah dia tak ingin banyak bergaul" batinku.


Semakin lama dan semakin hari aku mencintai sosok Aa. Setiap hari Aku di ajak jalan-jalan bahkan aku di beri uang untuk kebutuhan sekolahku.



(Foto Nadia Montir)


*****


POV Arsyla Putri Mahendra.


Namaku Arsyla Putri Mahendra. Aku sosok yang periang, semenjak kejadian aku hampir di perkosa oleh sekelompok anak muda. Aku akhirnya memantapkan hatiku untuk berhijab.


Aku juga sadar sebenarnya Ummy sering menasehatiku untuk segera berhijab. Kata Ummy, dia dari sejak SMP sudah memantapkan hatinya untuk berhijab.


Semenjak kejadian saat itu aku dengan dengan sosok yang sampai saat ini selalu memberikan perhatian kepadaku.


Namun aku terkejut, ternyata sosok yang selalu ada di sampingku adalah musuh bebuyutan Kakakku Aarash.


Aku bingung apa aku harus mengikuti kata hatiku atau mendengarkan sosok Kakakku yang selalu mengawasiku.


foto Arsyla berhijab.



****


POV Edward Aditya Pratama.


Namaku Edwar Aditya Pratama. Aku mungkin di katakan orang anak yang bandel dan nakal, tapi bagiku itu hal yang wajar.


Aku sangat membenci sosok Aarash semenjak dia hadir di sekolahku, Namanya menjadi terkenal dibandingkan Aku.


Dulu memang orang mengenalku orang kaya, namun semenjak Ayah dan Ibu bangkrut Aku tetap ingin masuk sekolah swasta di bandingkan adikku.


Adikku memang sering mengalah denganku. Aku telah terbiasa serba ada dan mewah. aku tak ingin menjadi orang miskin.


Hingga aku ingin memacari orang yang kaya raya tapi ternyata dia adik dari musuh bebuyutanku.


Bagiku tak masalah, asal cewek itu mencintai dan menyayangiku.


Aku harus berusaha keras untuk mendapatkan kasih sayang dari sosok Arsyla. Awal mulanya cukup sulit hingga aku berencana sesuatu.


Akhirnya akibat rencanaku itu, sosol Arsyla mau dekat denganku hingga kami saling mencintai satu sama lain.


Aku berharap semuanya tidak terbongkar hingga kami sampai menikah nanti. Aku rela membayar apapun asal terus dekat dengan sosok Arsyla.


Bagiku tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Aku akan terus berusaha membahagiakan sosok Arsyla walau Kakaknya tak ingin kami berdua bersatu.


Hanya satu yang ingin aku lakukan, menjodohkan Adikku dengan Aarash dan itu berhasil aku lakukan.


Aku sangat senang mengetahui ternyata Aarash juga mencintai Adikku. Aku harus pasang badan dahulu, jika Aarash mau berpacaram dengan Adikk, dia harus memberi restu aku dan Arsyla.



(Si Lesung pipi Edward) .


*Bagaimana kisah cinta A3, Nadia dan Edward berakhir.... ???


Ikuti kelanjutannya ya Readers...


*Mau Tanya Readers apa Author lanjut di sini atau buat Cerita yang baru. Author ingin meminta pendapat kalian semua🙏🙏


TBC....