
Semua dokter dan para perawat sudah bersiap di depan meja operasi. Mahendra dan Kakek Jony sudah terbaring tak sadarkan diri akibat obat bius.
Pak Sapri dan Pengacara Kakek Jony menunggu di depan ruangan Operasi. Mereka berdo'a semoga semua berjalan dengan lancar.
Dokter melakukan transplantasi organ ginjal ini biasanya berlangsung selama 4 jam. Operasi cangkok ginjal akan dimulai dengan Dokter membuat luka kecil di bagian bawah perut. Kemudian, arteri dan vena dari ginjal baru punya Mahendra akan melekat pada arteri dan vena di berikan kepada Kakek Jony. Setelah itu, ureter dari ginjal baru milik Mahendra akan terhubung dengan kandung kemih Kakek Jony.
Syukur semuanya berjalan dengan lancar. Dokter pun ke luar dari ruang operasi.
"Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan operasinya berhasil"
"Alhamdulillah" jawab Pak Sapri dan Pengacara serempak.
"Sekarang hanya menunggu mereka sadar dan melihat bagaimana kondisi tubuh mereka, mereka segera akan di pindahkan di ruang rawat inap"
"Iya Dokter"
Mahendra dan Kakek Jony di pindahkan dalam ruang rawat inap masih tak sadarkan diri. mereka di tempatkan di ruang kelas satu yang hanya berisi dua orang pasien.
Pak Sapri bersyukur masih ada orang baik seperti Mahendra. yang mau menolong seseorang tanpa melihat siapa yang di tolongnya.
Harusnya adiknya Kakek Jony berada di sini tapi entah di mana keberadaannya. Sudah 5 tahun lamanya adiknya Kakek Jony kehilangan kontak.
Mereka sudah berusaha mencari dan menyewa detektif tapi semuanya sia-sia saja. Tak ada kabar bahkan jejaknya tidak di temukan.
Sekarang Kakek Jony sebatang kara sambil merintis bisnis dan menanganinya sendiri.
Semua biaya sudah di tangani pengacara dan Pak Sapri. Kakek Jony sudah memberi kuasa pada Pak Sapri selama ini.
Dua jam kemudian Mahendra sudah tersadar, dia merasakan sakit di bagian bawah perutnya.
"iiirsss" ucap Mahendra meringis.
"Jangan banyak gerak dulu Nak"
"Bagaimana keadaan Kakek Jony"
"Kakek Jony sudah melewati masa kritisnya, tinggal menunggu sadar juga"
"Alhamdulillah"
"Sekarang Nak Mahendra jaga kondisi tubuhnya dulu. Saya panggilkan Dokter dulu"
"Baik, Pak. Trima kasih"
Pak Sapri segera menuju ke ruang perawat yang ada di depan ruangan, dan mengabarkan jika Mahendra sudah sadar.
Tak lama Dokter datang memeriksa kondisi Mahendra di bantu perawat.
"Syukur Alhamdulillah, kondisinya cukup stabil. kita liat sehari ke depannya ya, jangan lupa jaga pola makan dan rajin berolahraga tapi jangan berolahraga yang berat dulu"
"Baik. Terima kasih, Dokter"
"Jika ingin minum silahkan, usahakan sehari minumnya 2 liter air"
"Baik, Dokter"
"Semoga Kakek Jony juga kondisi tubuhnya juga baik, semoga tidak ada penolakan dengan ginjal barunya"
"Aamiin"
"Jika sudah sadar Kakeknya, segera panggilkan saya"
"Baik, Dokter" ucap Pak Sapri.
Dokter pun keluar dari ruangan rawat inap Mahendra dan Kakek Jony.
"Nak, apa orang tuamu bisa kami hubungi"
"Jangan Pak, kasian orang tua saya nanti khawatir jika tau saya ada di Rumah Sakit. Tapi saya mohon kabari jika saya lagi bertugas di luar kota saja Pak, saya mohon"
"Baik Nak Mahendra, saya akan ke alamat tempat tinggalmu"
*****
Di kediaman Mahendra.
"Waaalikum salam, silahkan masuk Pak"
"Trima kasih Bu, Perkenalkan saya Pak Sapri sopir dari Kakek Jony. kebetulan Nak Mahendra mempunyai tugas dari Kakek Jony. Jadi seminggu ke depan Nak Mahendra belum bisa pulang ke rumah. Dan ini ada titipan dari Nak Mahendra" ucap pak Sapri sambil menyerahkan sebuah amplop.
"Saya Ibunya Mahendra, Ibu Nanda. Maaf, Kakek Jony siapa ya Pak. Soalnya kami tak pernah mendengar nama itu di sebut anak kami"
"Kakek Jony mempunyai saham terbesar di kota ini dan kebetulan Mahendra dapat tugas kemarin Bu. Ini ada surat tugasnya, dan Mahendra menitipkan amplop ini pada Ibu"
Bu Nanda membaca suratnya dan percaya akan kata-kata pak Sapri.
"Kami hanya menjalankan tugas saja Bu" ucap Pak Sapri meyakinkan Bu Nanda.
Bu Nanda membuka amplop yang di berikan Pak Sapri. Bu Nanda kaget dengan uang sebanyak itu berada dalam amplop.
Cukup aneh, tapi Bu Nanda meyakinkan dirinya karena melihat Pengacara dan Pak Sapri kelihatan orang baik-baik.
"Percayalah Bu, ini ada surat tugasnya"
"Dan semua yang ada di amplop juga tertera di kertas surat tugasnya"
Bu Nanda membaca suratnya lagi dan tertera uang sejumlah 10 jt rupiah.
"Ya Allah Ya Rabby, tugas apa yang di tangani anakku sampai mendapat honor sebesar ini" gumam Bu Nanda dalam hati.
Melihat kegundahan Bu Nanda Pak Sapri menerka-nerka di dalam hatinya.
"Ibu jangan khawatir, ini bukan tugas yang ilegal. smua sesuai prosedurnya"
"Alhamdulillah, baik Pak. Trima kasih infonya. Baiklah saya akan terima honor dari anak saya. Semoga tugasnya dilancarkan, aamiin"
"Aamiin, kalau begitu kami permisi dulu Bu. Assalamu'alaikum "
"Waalaikum salam"
Setelah Pak Sapri dan pengacara Kakek Jony pergi. Bu Nanda menatap amplop yang ada di tangannya. Seumur hidupnya tak pernah memegang uang sebanyak itu.
"Trima kasih Ya Allah, semoga anakku di mana pun dia berada aman-aman saja"
***
Pak Sapri dan Pengacaranya telah sampai di Rumah Sakit dan ternyata Kakek Jony telah sadar juga.
"Kakek, apa yang Kakek rasakan?" tanya Mahendra.
"Hanya perih saja di bagian oprasi itu"
Dokter pun datang memeriksa keadaan Kakek Jony.
"Sepertinya kondisinya baik juga, setiap 2 minggu sekali harus kontrol ya Kek. Jangan lupa jaga pola makan juga dan baiknya sering olahraga berjalan kaki tapi jangan terlalu jauh. hanya setiap hari harus berjalan selama 10 menit"
"Baik Dokter, Trima kasih" ucap Kakek Jony.
"Saya akan beri obat untuk anti penolakan, harus rutin di minum ya Kek. Setelah stabil semuanya, kalian berdua nanti boleh bisa pulang"
"Baik Dokter"
Dokter pun meninggalkan Kakek Jony dan Mahendra. Mereka berdua bersyukur semua baik-baik saja.
Pak Sapri juga sudah mengatakan kalau Ibunya Mahendra sudah menerima pesanan Mahendra. Dan semuanya berjalan lancar.
Kini mereka berdua hanya memulihkan tenaga mereka untuk ke depannya. Mungkin butuh 3 hari saja sesuai kondisi tubuh mereka.
Kakek sangat bersyukur ada seorang anak muda seperti Mahendra. Mau berkorban tanpa mengenal siapa yang di tolongnya.
Kakek sudah menyerahkan segala hartanya untuk Mahendra, tapi belum di beri tahukan pada Mahendra. Nanti setelah pulang dari Rumah Sakit baru akan di katakan langsung.
Karena sekarang belum waktu yang pas, untuk mengatakan segalanya. Bagi Kakek Jony yang terpenting kondisinya dan kondisi Mahendra stabil dulu barulah dia akan menjelaskan segalanya.
Mahendra tak mengetahui tentang uang 10jt yang di berikan kepada Ibunya, karena itu hanya inisiatif dari Pak Sapri dan Kakek Jony. Kakek Jony sebelum operasi sudah memerintahkan kepada Pak Sapri untuk memberi uang pada keluarga Mahendra.
Sekarang hanya tinggal menunggu kondisi mereka stabil dan tak ada efek yang berbahaya setelah operasi.
TBC...