
Pagi Itu Aditya Memanggil Anak Buahnya Datang ke rumah Sewanya,Ada yang ingin dibicarakan.
Tak Lama Fredy Datang dan Langsung Menanyakan Ada Masalah apa Yang Harus di Kerjakan.
Aditya Pun Segera Memberitahukannya dan Meminta Untuk Mengawasi Mahendra dan Atika.
"Tenang Saja Bos,Anggap Saja Keinginan Bos sudah tercapai,Jika Dia Tak Menjauhi calon istri Bos.Maka Saya Akan beri Pelajaran "
"Baiklah,Aku Harus menjemput Atika,Kamu Awasi Gerak gerik Mahendra saja "
"Oke Bos "
Aditya Langsung Menuju Rumah Pak Rt untuk menjemput Atika.
"Apa sudah siap Sayang " Basa Basi Aditya
"Kalo Sudah Nunggu Artinya Aku dah Siap,ayo Cepat jalan Biar Aku Tak Terlambat "
"jangan Cemberut Pagi-pagi,Siap...meluncur "
Aditya melajukan motornya Sampai Kedepan Puskesmas setelah Atika Turun , Aditya Berpesan
."Jangan Pernah deket sama Mahendra,Ingat setelah lulus Kita Harus segera Nikah "
"Hmmm... "
"Aku Akan pulang ke LA tapi sebelumnya Aku Harus ketemu ayahmu Dulu"
"Hmm.. " Atika Hanya bergumam setelah itu dia langsung masuk kedalam puskesmas
Aditya Merasa Atika Tak Ingin Aditya Lama-lama berbicara dengannya ada Rasa Marah tapi dia bersabar agar tujuannya tercapai, Untuk Itu dia segera Pamit dan Menuju kerumah Atika.
Tak lama Terlihat Mahendra,Mahendra Melihat Atika Sudah Masuk dalam Puskesmas Dan Mahendra Menyusulnya.
Dari Kejauhan Seseorang mengawasi mereka Tanpa Sepengetahuan Mahendra Atau Atika Dan Tak Lama Orang Tersebut Pergi dari Puskesmas.
"Atika,Apa Aditya Sudah Pulang ke LA " Tanya Mahendra.
"Belum,besok Katanya Baru Berangkat"
"Oh,Tapi Saya Liat dia sudah membawa Tas Besarnya "
"Iya,Aditya Kembali Kekota Mau menemui kedua Orang Tuaku "
"Apa Dia Ingin Mempercepat Pernikahan Kalian"
"Benar Tapi Tenang Saja,Kedua Orang Tuaku tak akan setuju tanpa Bertanya Padaku "
"mmm... apa Kamu Yakin ? "
"Iya ndra,Kamu Tenang Saja.In syaa Allah Semua Masih dalam LindunganNYA "
"Aamiin "
Tak Lama Ada Seorang perawat Datang Dan memberi Kabar Ada pasien kecelakaan sehingga Harus di Tangani dengan cepat Sedangkan Dokter Antony belum Datang.
Mahendra segera Menangani Pasien tersebut.Pasien Itu Kritis Karena Banyak kehilangan Darah.Langkah Awal Mahendra Harus Menghentikan Pendarahannya.Mahendra Mengerjakan Pasiennya dengan Baik Dan Hati-hati,Salah Sedikit Saja Resikonya sangat Besar .
Akhirnya Pasien Itu bisa Ditangani dengan baik, Kerja Sama antara Perawat dan Mahendra Bisa Mengatasi Pasien Itu sampai bisa melewati masa Kritisnya.
Keluarga Pasien Bersyukur Walau Mahendra Calon Dokter Tapi Bisa Dengan baik Menangani Pasien dengan tenang Sehingga Walau Keadaan Kritis bisa Teratasi dengan Baik.
Keberhasilan Mahendra Sudah Sampai ke Telinga Kepala Puskesmas Dan Kepala Puskesmas Mengapresiasi Mahendra Sudah Layak Menjadi Dokter Muda.
Atika Yang Mendengar Kabar Itupun sangat Bahagia.Walau Baru Sebulan Kerja Tapi Mahendra Sudah Cepat Belajar Dengan Baik Apalagi Jika Sudah 3 bulan.
Atika Sedih Masih Belum Bisa Menangani Pasien sebaik Mahendra.
Tak Lama Dokter Antony datang Dan Mendengar Kejadian Yang Barusan Terjadi dari Perawat.Dokter Antony senang Apa Yang di ajarkan Pada Mahendra Cepat di serap.
Dokter Antony Mendekati Mahendra Dan Mengajak Mahendra Ke dalam Ruangannya.setelah Diruangannya.Dokter Antony Mengajak Mahendra Duduk di Sofa Ruangan tersebut.
"Selamat Ya,ini Pasien Pertama Yang Kau Tangani Sendiri tanpa Bantuanku dan Aku Bersyukur Kamu Bisa Cepat Belajar "
" Ini Semua Karena Dokter Juga dan Perawat,tanpa Ada Bimbingan dari Dokter dan bantuan Perawat Maka Saya Tidak Akan Ke titik Keberhasilan Ini.Ini Masih awal mula Perjalanan Saya Masih belum mencapai Finishnya "
"Benar,Setelah Gelar Dokter Tersematpun Kamu Harus tetap Tenang,Rendah Diri,dan Jangan Lupa Bersyukur Pada Allah "
"Benar,Dokter.Ajarannya Dokter Akan Selalu Saya Ingat Dan Akan Saya Terapkan dalam Setiap Pekerjaan Saya.Saya Bersyukur Dokter Antony Adalah Dokter Pembimbing saya Yang ramah Tanpa Lelah Mengajarkan Saya "
"Bukan karena Saya Saja Tapi Karena Kamu Juga cerdas Cepat Belajar "
"Saya suka sama Dokter Antony,Yang selalu Merendah Padahal tanpa Bimbingan Dokter Maka Saya Tidak Akan Ketitik Sekarang ini "
"Aku Memang Membimbingmu Tanpa Ada kemauan darimu Semua akan sia-sia Jadi Semua Tergantung akan dirimu sendiri "
"Benar Sekali Dokter, Tapi Saya Ingin mengucapkan Terima Kasih Pada Dokter Yang mau Membimbing saya "
"Sama-sama Mahendra,Saya Harap Setelah Kamu lulus Kamu Akan Tetap Mengabdi di Puskesmas Ini,Seperti Saya Dulu Juga "
"Oh,ya.. berarti Dokter Antony Juga Dulu KKN disini Juga "
"Iya,dan Setelah Lulus Sertifikasi Aku langsung masukkan lamaran disini dan Ikut Cpns Juga,syukur lulus dan Tugas disini terus.Ini hanya Mau Kuliah lagi menjadi Dokter Spesialis saja Biar Puskesmas ini Tambah Maju sesuai Dengan Nama Desanya Desa Suka Maju "
"Insya Allah saya Akan Seperti Anda Dokter "
"Berjuanglah,Ini Masih setengah Perjalanan "
"Baik Dokter,Terima Kasih Sudah Memberikan saya Motivasi "
"Sama-sama,Aku Hanya Ingin Berbagi Saja "
"Baiklah Dokter,kalo Begitu Saya Keluar dulu "
"Ayo Kita Sama-sama Memeriksa Pasien Yang Tadi "
"Baiklah Dokter,Ayo silahkan " Mahendra Mempersilahkan Dokter Antony untuk melangkah Lebih dulu.
"Ayo,kita Sama-sama "
Mereka Pun Berjalan Beriringan Dan Saling Bercanda.Berjalan sampai Ke Ruangan Pasien Yang di Rawat Darurat.
Sampai Didepan Pasien , Dokter Antony segera Memeriksa Kembali Kondisinya ,setelah dipastikan Sudah Melewati Masa Kritis Dokter Antony Menyuruh Perawat Untuk memerintahkan di Ruang Rawat Saja.
Akhirnya Perawat Memindahkan Pasien dan Keluarganya Mengikutinya.Dokter Antony dan Mahendra Bersyukur Semua Bisa Di Atasi.
Waktu Istirahat Sudah tiba,Dokter Antony dan Mahendra Menuju Kantin, Kebetulan Dokter Sinta dan Atika Juga Sama-sama Menuju Kantin.
Mereka Berempat Langsung Menduduki Satu Meja Dan Kebetulan Kepala Puskesmas Juga Ada Disana.
Pak Dokter Adam langsung memberi Pengumuman Jika Akan Mengadakan Syukuran Atas Keberhasilan Calon Dokter Muda Mahendra.
"Baiklah Semua,Atas Keberhasilan Calon Dokter Muda Yang sudah sebulan Tugas Di Puskesmas Ini saya akan Mengadakan Syukuran Atas Keberhasilan Calon Dokter Mahendra Yang Bisa Mengatasi Pasien Walau Tanpa Dokter Pembimbing "
Semua Orang Bertempuk Tangan Menyambut Gembira Kabar Baik itu.
"Kita Akan Mengadakannya Malam Minggu Nanti Dan Acaranya di Aula Puskesmas Desa Suka Maju "
Prok... prok.. prok..
Riuh Tepuk Tangan Bergema di Kantin dan Semua Bersuka Cita Akan kabar Baik.Sudah Sejak Lama Puskesmas Belum Mengadakan Acara.Terakhir Kali Penyambutan Dokter Antony.Untuk Itu Semua Perawat dan Dokter Sangat Senang dan Semangat Bisa Merayakan Acara Syukuran Keberhasilan Mahendra.
"Silahkan, menikmati Makan siang Lagi.Saya Permisi Dulu masih ada yang harus saya kerjakan " Dokter Adam Menyatukan Tangannya di depan Dada Dan pamit Untuk melanjutkan Pekerjaan.Dia Hanya memberi pengumuman saja Biar Semua Perawat dan Dokter Lain Juga Semangat untuk merawat Pasien.
"Selamat Ya,Mahendra" Atika Mengulurkan Tangannya
"Alhamdulillah,Syukron ya Tika "
"Aamiin "
"Selamat Ya " Dokter Sinta Juga Mengulurkan Tangannya disambut Mahendra
"Trima Kasih Dokter. Semua Ini Karena Bimbingan Dokter Antony,Tanpa Adanya Bimbingan Dokter Semua Akan Sia-sia Saja "
"Kamu Juga Cerdas Jadi Cepat Belajar,In syaa Allah Atika Juga Bisa Sepertimu "
"Aamiin " semua Orang Mengamini
"Seperti Biasa Soto Ayam Saja dan Es Teh " Jawan Mahendra.
"Samakan Saja" Kata Dokter Antony
"Akupun sama Atika " Ucap Dokter Sinta
"Baiklah Tunggu sebentar,saya Pesankan Dulu "
Atika Pun Langsung memesan pesanan mereka,setelah itu dia Kembali ketempat duduknya.
Mereka Berbincang Sambil menunggu pesanan Mereka.
"Mahendra,Bagaimana Keadaan Kakek Rangga " Tanya Dokter Antony
"Baik,Aku Rasa Aku sudah cukup berada disana Dokter karena kondisi Kakek Rangga Sudah Agak Stabil "
"Memang Penyakit begitu Kambuh-kambuhan Asal Tidak Stress dan Bisa Konsumsi Makanan yang tepat Maka Kondisi tubuh akan stabil.Selalu Beri motivasi Karena Kakek Rangga cukup kesepian dan aku Tak mungkin sering ke sana "
"Oh,baiklah Tinggal sebulan Lagi Juga Saya Harus tinggal disana,Jadi Kayaknya Bisa dipertimbangkan "
"Nikmati Saja Prosesnya "
"Aku liat sepertinya kalian dekat dan Akrab, Apa Kalian Berdua Pacaran Ya " Tanya Dokter Sinta Pada Mahendra Dan Atika
" Kami Sahabatan Dokter,Atika Sudah Punya Tunangan Tapi kita Tidak tau Namanya jodoh Walau Tak Pacaran Bisa Saja Bersatu " Jawab Mahendra dan Di angguki Atika.
"Aku Rasa Kalian Pasangan Yang cocok,Saya Hanya Berdo'a Semoga Kalian berjodoh " Ucap Dokter Sinta.
"Aamiin " Ucap Mahendra Dan Atika Berbarengan
Dokter Antony dan Dokter Sinta Hanya tersenyum Melihat kekompakan Mereka Berdua.
Tak Lama Pesanan Makanan Mereka datang dan Mereka mulai Makan setelah Sebelumnya Berdo'a dulu sebelum makan.
Setelah selesai Makan Siang Dan Mereka Segera ke Mushollah Puskesmas dan Melaksanakan Sholat Dzuhur.Setelah itu Mereka Masuk kedalam Puskesmas untuk melaksanakan Tugas Mereka Lagi.
Tak Terasa Waktu Pulang Puskesmas Sudah Tiba Atika Dan Mahendra Keluar Dari Puskesmas.Ternyata Fredy Yang disuruh Aditya Sudah Menunggu Atika.
"Ndra,Aku Pulang Bareng Anak Buahnya Aditya Ya "
"Kok Bisa Aditya Menugaskan Orang Lain Untuk Mengantar Jemputmu "
"Iya, Dia Tak Ingin kita Dekat Mahen "
"Ya Sudah ngak Papa Asal kamu Baik-Baik Saja Jadi Tak Masalah,Aku Ada Dibelakangmu " Ucap Mahendra Menyakinkan Atika Agar tak Takut Jalan dengan Anak Buahnya Aditya.
"Baiklah,Aku Kesana Dulu "
" Iya "
Mahendra pun Berjalan Menuju Motornya Agar Tak Kehilangan jejak kepergiaan Atika.Diapun Menstater motornya dan Menjalankan Dengan cepat Menyusul Atika Dari Belakang.
Fredy Yang melihat Mahendra Di belakangpun Tampak Tak Senang,dia Melajukan Motornya agar Mahendra Tidak Bisa Menyusulnya.
Atikapun Ketakutan karena Motor Yang di Tumpanginya Melaju dengan kencang.
"Fredy,pelankan motormu.Kalo Tidak Saya Akan Lompat" Teriak Atika
"Freedyy.... pelankan motormu. Aku Takut Kamu ngebut seperti ini " Kata Atika sambil menepuk Punggung Belakang Fredy.
"Kalau Kamu Tidak pelankan Lebih Baik Aku Turun disini atau Aku lompat dari motor ini " Ancam Atika
Fredy yang di ancam Atika Mau Tak Mau Memelankan Motornya dan Menurunkan kecepatan motornya.
Mahendra yang melihat Mereka Yang sudah Memelan Menjaga Jarak Agar Fredy Tak Berbuat Nekat seperti Tadi.
Beruntung Sudah Tiba didepan Rumah Pak Rt.Atika Turun dengan menggerutu.
"Aku Tak Mau lagi kamu antar jemput.aku akan menelpon Aditya "
"Jangan nyonya Bos,Maaf Saya hilaf Tadi karena melihat Teman Nyonya bos Mengikuti kita,Bos Sudah berpesan Agar Nyonya Jauh Jauh dari Nyonya "
"Dan Akhirnya Tanpa Memikirkan keselamatanku,kamu Melajukan motor Sampai Segitu Ngebut kalo misalnya tadi kecelakaan Gimana ? "
"Maaf nyonya saya Hilaf.saya Janji Akan pelan dan Tidak Ngebut lagi.Jangan lapor Bos Dong Nyonya.Bisa-bisa Saya kehilangan Pekerjaan "
"Baiklah,saya tak akan melaporkan Ke Aditya,Tapi Mulai Besok Aku Tak Ingin Kamu Mengantar Jemputku Biarlah Mahendra saja tapi Jangan Kamu Katakan Pada Aditya.Sekarang kamu pulang Saja Saya Mau Masuk dulu "
"Baik Nyonya Bos "
Mahendra Yang Melihat Atika Masuk kedalam Rumah Pak RT merasa Lega.Atika Sampai Dengan Selamat mengingat Tadi Anak buah Aditya Ngebut Seperti Orang Balapan.
Mahendra Tak singgah Ke Rumah Pak RT Dia ingin cepat sampai Saja di Rumah kakek Rangga Karena Tak Enak Hati Sering pulang telat.
Yang Terpenting Atika Pulang Dengan Selamat.Mahendra Melajukan motornya kerumah Kakek Rangga.Tak Terasa Sampai Juga di Depan Rumah Kakek Rangga.Mahendra membunyikan Bel dan Tak Lama Bi Asih membukakan pintu.
Seperti Biasa Mahendra memberi Salam Dan salim dengan takjim Pada Bi Asih.Bi Asih Sudah Menganggap Mahendra Seperti Anaknya Yang Sopan Santunnya Sungguh membuatnya Kagum.
Mahendra Segera Masuk kedalam Kamar Dan Membersihkan Dirinya sebelum melihat Kakek Rangga.
Setelah itu Mahendra Segera Menuju Kamar Kakek Rangga.Dilihatnya Kakek Rangga Masih Istrahat Tidur Siang.
Mahendra Balik kedalam Kamarnya Untuk Melaksanakan Sholat Ashar Terlebih dahulu sambil Menunggu Kakek Rangga Bangun.
Setelah Sholat Ashar Mahendra keluar Dari Kamarnya Dan Menghampiri Bi Asih.
"Bi Asih,Apa Kakek Rangga Sudah Makan Siang dan obatnya Kah ? " Tanya Mahendra
"Sudah Nak,setelah Makan Kakek Rangga minum Obat dan Segera Tidur."
"Baiklah Bi,Saya Mau kebelakang dulu "
Mahendra Berjalan ke Halaman belakang dan kaget Ternyata Ada ART baru yang belum pernah dilihat sebelumnya sedang Menyiram Tanaman.Jika Diperhatikan Umurnya Tampak Seumuran Mahendra.
"Mbak,Masih baru Disini ? "
"Iya Den,Saya Baru masuk Hari ini di ajak Bi Asih.Katanya Bi Asih kadang Sering Keteteran kerjaanya. Kenalkan Saya Fely "
"Saya Mahendra,orang Yang merawat Kakek Rangga "
"Senang bertemu dengan anda Dokter "
"Saya Belum Menjadi Dokter,Tapi Masih Calon Dokter.Kalo dilihat mbak Seumuran Saya ya "
"Saya Umurnya 23 Tahun,Ayah sama Ibuku Tak Mampu menyekolahkan Aku sampai ke jenjang SMA,Makanya Saya Berhenti sekolah Sejak SMP dan Memilih Mencari Pekerjaan saja "
"Aku Juga bukan orang kaya,Tapi Sambil Kuliah saya Kerja di Toko.Beruntung ada Yang ajak Kerja sih"
"Kami di Desa kalo tak Sekolah ya nikah,tapi aku belum ingin menikah "
"Hidup itu pilihan,Mau Menjalani yang mana asal Bahagia Tak Masalah "
Tak Lama Kakek Rangga Datang melihat Mahendra dan Artnya yang baru sedang mengobrol.
Kakek Rangga Menghampiri dan Memilih bergabung dengan Mereka Berdua.
"Kakek dari tadi Sudah Bangun "
"Iya,melihat kalian berdua Terpaksa Kakek kesini Dan Ingin menikmati Semilir Angin Di Taman Belakang ini "
"Iya Kek,Makanya saya akan Merawat taman Bunga Ini biar Kelihatan Indah dan Kita Bisa Duduk-duduk Di Gajebo ini sambil menikmati Indahnya Pemandangan "
"Benar skali,tanpa di Rawat bunga Ini Tak akan bermekaran,Sama Seperti Kakek Jika Sendirian Tidak Akan Pernah Bahagia "
"Kakek Tenang Saja,mulai sekarang kakek tidak sediri,ada kami semua Yang akan menemani kakek nanti"
"Bener kek,saya memang baru di sini tapi saya Harap Kakek mau menerima Saya Seperti yang lainnya Kek "
"itu sudah Pasti Nak "
Mereka mengobrol sampai waktu Maghrib Tiba dan mereka Memasuki Rumah untuk melaksanakan Sholat Magrib secara Berjamaah di Imami Mahendra.Kakek Sangat bahagia setelah sekian Lama Rumah Tampak Sepi sekarang lebih Berwarna.
**** Jangan Lupa Komentar,kritik,saran,like,vote dan Beri Hadiah ya readers Baik Hati🙏