MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 48



Siang itu semua nampak panik, belum ada info tentang di mana Atika berada. Setelah orang tuanya Atika ke butik mengambil handpone milik Atika, Ibunya menangis setelah mendengar rekaman bagaimana anaknya di culik karena sebelum di culik diam-diam Atika merekamnya.


"Kita harus lapor polisi pak, Ibu takut terjadi sesuatu dengan Atika, hiks" ucap Ibunya Atika menangis tersedu-sedu.


"Baiklah Bu, ayo kita ke kantor polisi"


Mereka pun bergegas ke kantor polisi melaporkan perihal penculikan kepada Atika dengan membawa bukti rekaman Atika di dalam butik.


Polisi pun segera melacak keberdaan Atika, tapi hasilnya masih nihil.


***


Sementara di LA


Semua sudah siap untuk berangkat ke Indonesia. Sonia pun pamit kepada kedua orang tuanya.


"Mah, aku pergi dulu"


"Iya nak, jaga kandunganmu"


"Jangan khawatir, kami akan menjaganya" ucap Bu Sofia.


"Syukurlah, kami percayakan Sonia pada kalian" ucap Ibunya Sonia.


Mereka pun saling berpelukan melepas Sonia, mereka khawatir akan kandungan Sonia yang memasuki masa melahirkan.


Mereka pun menuju ke bandara dan langsung menaiki pesawat yang di sewanya.


****


Atika mengerjapkan matanya semua nampak asing di matanya. Atika tak sadarkan diri setelah di bius karena dia berteriak minta tolong. Atika sadar dia berada dalam kamar entah ada di mana berada.


"Ya Allah, tolonglah hambamu ini" gumam Atika.


Ceklek


Pintu terbuka dan masuklah laki-laki yang tak asing olehnya.


"Fredy?"


"Maaf nona, kita bertemu lagi"


"Berarti yang menyuruh aku di culik adalah Aditya ya,"


"Benar sekali nona." ucapnya sambil tawa sumringah.


"Sebentar lagi bos akan datang," lanjut Fredy.


"Siapa yang sudi mau bertemu dengannya"


"Walau nona menolak tapi kami tetap akan menahan nona sambil menunggu bos datang"


Tak lama masuklah Fely dengan membawakan makan siangnya.


"Nona, makanlah agar ada tenang dalam menghadapi bos kami"


"Aku tak mau makan!, Aku ingin di bebaskan!," teriak Atika.


"Terserah kamu mau makan atau tidak kami tak perduli"


Mereka berdua pun keluar dari kamar yang di tempati Atika.


***


Mahendra segera menuju ke perusahaan kakek Jony. di ingin melihat cara kerja orang-orang Kakek Jony.


"Kakek, bagaimana apa sudah ketemu lokasinya?," tanya Mahendra.


"Belum Nak, sabar pasti sebentar lagi akan ketemu"


"Aku hanya ingin dia ketemu 'Kek, aku sangat mencintainya"


"Sabarlah nak, ayo kita lihat bagaimana hasilnya"


Mereka pun berjalan di ruang khusus team IT di perusahaan Kakek Jony. Mereka memperhatikan layar monitor, semua cctv di sekitar jalan sudah di sadapnya.


Mahendra memperhatikan dengan teliti, tiba-tiba di jalan tol, Mahendra sepertinya melihat sesuatu. Seperti wajahnya Atika yg sedang tertidur di balik kaca mobil.


"Pak, coba perbesar gambar ini," tunjuk Mahendra.


"Baiklah,"


Mereka pun mulai memperbesar gambar yang di tunjukan Mahendra.


"L 8941 AJ"


"Berarti mereka sudah mengganti mobilnya, pantes tak bisa terlacak."


"Pak, jika sudah melewati tol, kami sudah tak bisa mengakses ke desa seberang, bagaimana langsung saja ke kantor polisi"


"Ayo kita ke kantor polisi Mahendra, agar polisi bisa melacak mobil itu, agar keberadaannya Atika sudah bisa di ketahui" ucap Kakek Jony.


"Pak, tolong salin datanya di flash agar saya bawa flashnya ke kantor polisi"


Mereka pun segera menuju ke kantor polisi, kebetulan Tejo dan orang tuanya Atika berada di kantor polisi. Mereka menceritakan memang sebelumnya mereka sudah mengetahui Aditya akan datang hari ini karena di beri tahu orang tua Aditya.


Dan mereka berkata tentang Aditya yang sebenarnya kepada Kakek Jony dan Mahendra dan Tejo bahwa Aditya sudah menikah. Tapi ini hanya dugaan saja bahwa yang menculik adalah Aditya. Mereka bertemu dan berbicara di salah satu ruangan di kantor polisi.


"Mahendra, Apa kamu mengenalnya siapa yang memculik Atika?,"


"Wanita yang menculik Atika itu saya tau. Dia itu terobsesi pada saya. Tapi itu sudah lama sekali kejadiannya 6 bulan yang lalu saya di tempat KKN di Desa Suka Maju. Dan maaf tante perkenalkan ini Kakek Jony yang membantu saya mengecek lokasi Atika. Kakek, ini orang tua Atika pak Tri dan Ibu Sofia" ucap Mahendra memperkenalkan.


"Senang bertemu dengan Anda, Bagaimana apa ada perkembangan lain" tanya Kakek Jony basa basinya sambil menyalim tangan.


"Belum. Apa di team IT anda sudah dapat informasinya" tanya Pak Tri.


"Iya, kebetualan kami sudah menyalin di flash lokasi yang Atika sudah terlihat. semoga polisi bisa melacak mereka lebih lanjut lagi,"


"Oh, kalau begitu mana flashnya. biar saya kasihkan pada pak polisinya"


Mahendra dan kakek Jony tersenyum, semoga Atika cepat di temukan.


"Pak, ini ada flash, isinya mobil yang berisi Atika. coba bapak bisa lacak ke beradaan mobil ini kah?"


"Baiklah, Pak. Mohon di tunggu sebentar"


Setelah 30 menit akhirnya posisi gps mobil yang membawa Atika bisa di deteksi.


Mahendra dan Tejo langsung menuju ke lokasi yang di sebutkan dengan menggunakan motor masing-masing, Sedangkan Polisi sudah bersiap. Kakek Jony dan kedua orang tua Atika naik mobil bersama.


Orang tua Atika berdo'a semoga Atika baik-baik saja. Mereka menuju ke lokasi melewati tol. Mahendra dan Tejo melewati jalan pintas agar cepat sampai di lokasi.


Tiba di lokasi banyak anak buahnya Fredy yang berjaga-jaga. Mahendra dan Tejo bersembunyi dan merencanakan sesuatu.


***


Aditya tiba di Indonesia, Fredy datang menjemputnya dan Menuju ke lokasi tempat yang akan di laksanakan perkawinan antara Atika dan Aditya.


"Bos, sepertinya harus besok. hari ini tak bisa di laksanakan,"


"Tak masalah hari ini atau besok, asal aku bisa menikahi Atika. Apa dia masih tak mau makan?,"


"Iya Bos, dipaksapun dia tak mau"


"Aku sudah puas dengan dekorasinya, ayo antar aku menemui Atika"


"Siap Bos, perintah di laksanakan"


Mereka menuju ke lokasi tempat Atika di sekap, sejam kemudian mereka sampailah di lokasi penyekapan.


Aditya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Tejo yang melihat Aditya kaget dengan apa yang di lihatnya.


"Ternyata memang Adityalah yang menculik Atika. dialah dalang semuanya" ucap Tejo dengan geram.


"Sepertinya dia ingin di hajar seperti dulu lagi."


"Aku sudah tak sabar melihat mereka semua masuk di penjara,"


"Semoga saja" ucap Tejo.


Mahendra geram akan tingkahnya Aditya. Jika Aditya mencintai Atika pasti dia tidak akan menculik Atika.


Apalagi Mahendra dan Tejo sudah mengetahui jika Aditya sudah menikah. Bertambah lagi sakit hati Mahendra ingin menghajar Aditya.


Tapi mereka tidak mau gegabah, mereka tak ingin Aditya menyakiti Atika. Mereka ingin semuanya baik-baik saja. Mereka menunggu Polisi akan datang di lokasi.


"Bos, sepertinya kita ketauan. Polisi sedang menuju ke arah sini" ucap salah satu anak buahnya.


"Cepat pindahkan Atika, kelabui mereka dengan seseorang" ucap Aditya.


"Siap Bos"


TBC....


Maaf ya readers jika sempat saya Up .. 4 hari ke depan sibuk banget. Anak saya 2 orang mau di khitan jadi sibuk sekali. mana malam minggu resepsi syukurannya. Acara puncaknya malam minggu jdi memang sibuk banget. mohon pengertiannya ya🙏🙏🙏