
Setelah sampai di depan rumahnya Pak RT,Atika turun dari goncengan dan segera mengetuk pintu rumah sedangkan Mahendra membawa barang bawaan mereka berdua.
"Assalamu'alaikum" mereka berucap barengan
"Waalaikum'salam" jawab wanita paruh baya dan membukakan pintunya.
"Masuk, nak" wanita itu mempersilahkan Atika dan Mahendra masuk ke dalam rumahnya.
"Kami calon Dokter yang KKN di desa Ini Bu.Saya Atika dan ini teman saya Mahendra tapi kami beda fakultas" Atika memperkenalkan dirinya dan Mahendra.
"Saya Ibu Maya Ibu RT di desa suka maju ini,sabar saya panggilkan suami saya dulu dan silahkan duduk, nak" ucap Ibu Maya ramah.
Tak lama Pak RT datang dan berbincang dengan mereka karena kamar yang kosong hanya satu terpaksa Mahendra mengalah.Mahendra akan tinggal di rumah sebelahnya.
Tak masalah buat Mahendra asal masih bisa sama-sama berangkat dengan Atika begitu juga dengan Atika.
"Baiklah Pak, saya titip teman saya disini saja dan saya akan ke rumah sebelah tapi mungkin saya minta tolong Pak RT untuk berbicara dengan tetangga sebelah" ucap Mahendra.
"Oke, saya bersiap dulu"
Beberapa lama kemudian Pak RT keluar dan berbicara dengan tetangga sebelahnya untuk menampung Mahendra selama 3 bulan ke depan.
Setelah di ijinkan Mahendra pun masuk ke dalam rumah itu dan dia bersyukur tetangga Pak RT ramah juga hingga mau menerima Mahendra sementara.
"Mahendra, ini kamarmu nak dan maaf kamarnya agak sempit dan belum di beresi "
"Tak masalah Bu,biar saya yang akan membersihkannya dan trima kasih Ibu mau ijinkan saya tinggal di rumah ini"
"Sama-sama, Jika sudah ada info sebelumnya mungkin saya akan bereskan kamarnya dulu"
"Tak apa Bu, sudah di terima saja saya sudah senang sekali"
"Ini sapu dan kemocengnya ya" kata Ibu Komar sambil memberikan apa yang di butuhkan Mahendra.
"Trima kasih bu"
Mahendra pun bergegas membersihkan kamarnya walau capek dari tempat kerja dia harus semangat.
30 menit berselang akhirnya pekerjaan Mahendra selesai dan dia merebahkan tubuhnya di kasur walau tak ada ranjangnya.
"Akhirnya selesai juga, alhamdulillah"
Tak terasa waktu sudah menunjukkan sholat Magrib. Segera Mahendra mandi di kamar mandi umum. Sepertinya di kampung ini hanya ada kamar mandi umum.
Tok..tok..tok..
"Ada orang?"
Mahendra sudah tau itu suara Atika, dia Berfikir di rumahnya Pak RT ada kamar mandi di dalamnya. Jadi tak mungkin Atika mandi di kamar mandi umum. Tapi emang di daerah pedesaan ini masih banyak yang belum punya kamar mandi di dalam rumahnya. Kebanyakan masih kamar mandi umum yang di buat pemerintah.
Tak lama Mahendra keluar dan kaget ada Atika yang sedang berdiri. Mahendra yang hanya memakai celana boxer terpaksa melilitkan handuknya di pinggangnya.
Atika yang melihat Mahendra pun kaget dan langsung membalikkan tubuhnya.
"Maaf, saya kira bukan kamu Mahendra"
"Tak apa, silahkan. Jika kamu mau mandi. Aku ambil air wudhu dulu"
Atika langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung memegang dadanya yang berdebar dengan kencang. Begitu juga dengan Mahendra. Sungguh pengalaman pertama bertemu dengan wanita dalam keadaan setengah telan**ng.
Mahendra pun segera mengambil air wudhu dan segera masuk ke dalam rumah Ibu Komar karena tak ingin Atika melihatnya dalam keadaan seperti Itu.
Keluarga Pak Tedi dan Ibu Komar menerima Mahendra dengan baik. Mereka berharap anak-anaknya pun bisa menjadi Dokter seperti Mahendra.
**
Sementara Atika pun begitu dia melaksanakan sholat Magrib berjamaah. Mereka menerima Atika juga dengan baik. Sudah berkali-kali Pak RT menerima mahasiswa di rumahnya.
Jika perempuan atau laki-laki yang bertugas bersama maka bisa tinggal sekamar di rumahnya Pak RT. Jika tidak, mereka akan di pisahkan ke tetangga sebelah yang mau menerima mereka.
Atila Dan Mahendra bersyukur diterima dengan baik dan bisa tenang menjalankan tugas. Mereka yang bukan satu dua bulan saja tapi 3 bulan waktu yang lama bagi mereka.
Untuk Atika dia bisa memberi Uang seadanya pada Pak RT karena makanan mereka pun di tanggung Pak RT, sedangkan Mahendra dia harus merogoh uang tabungannya untuk menolong Pak Tedi dan istrinya karena tak mungkin tinggal hanya dengan kata ucapan terima kasih.
Setelah makan malam dan melaksanakan sholat Isya. Mahendra Dan Atika duduk di halaman rumah yang kebetulan ada gajebo yang di buat di bawah pohon.
Suasananya cukup cerah banyak bintang bertaburan walau sang purnama hanya sebesar sabit.
"Bagaimana kamu di rumah tetangga sebelah Mahen" tanya Atika memulai obrolan mereka berdua
"Pak Tedi dan Ibu Komar orangnya baik mereka mau menerimaku tinggal di sana walau kamarnya tak sebesar kamarmu di rumah Pak RT tapi aku sudah bersyukur "
"Bener, yang penting kita bisa bertugas dengan baik maka tinggal dimana pun tak masalah ya kan
"Iya, apalagi di temani cewek cantik sepertimu.tak Akan Bosen"
"hmm.. ternyata hampir 4 tahun terpisah kamu sudah belajar ngegombal ya" Atika tersenyum dan menunduk menyembunyikan Wajah meronanya.
"hehehe, aku hanya tak sama sekali menyangka kita bisa ketemu lagi padahal selama hampir 4 tahun ini kita kuliah di tempat berbeda tapi masih di pertemukan Allah dalam pedesaan yang jauh dari kota"
"Aku pun sama tak menyangka, ku kira aku bakal sendiri bertugas di sini." Atika terdiam
" Ehmm..Tejo gimana kabarnya. Apa dia tugasnya di dekat sini juga" lanjut Atika.
"Tejo mendapat tugas di daerah sebelah,semoga saja dia mendapat jodoh di daerah dia bertugas "
"Kalian masih betah jomblo juga selama Ini?"
"Aku tak menjomblo, aku punya hati yang harus aku jaga dan hargai. Aku ingat janji yang aku ucapkan dan semoga wanita di dunia juga mau menjaga hatinya " ucap Mahendra yang hanya melirik Atika.
Atika tersipu malu ketika Mahendra mengucapkan kata-katanya. Ingatannya langsung mengingat kejadian mereka sepulang sekolah dan waktu di cafe.
Karena melihat Atika melamun Mahendra mengagetkannya.
"Hei... jangan melamun di pedesaan begini,kesambet sama Se*an penunggu pohon bisa bahaya"
Akhirnya mereka tertawa bersama.
Waktu menunjuk pukul 9 malam. Mahendra menyuruh Atika masuk ke dalam rumah untuk beristirahat supaya besok bisa beraktifitas dengan tubuh yang sehat bugar.
Atika pun mengiyakan dan dia langsung masuk ke dalam rumah Pak RT. Ketika dia mau masuk ke dalam rumah dia melihat ke belakang. Melihat Mahendra yang masih duduk di bawah pohon dengan senyum sumbringahnya.
Setelah Atika masuk ke dalam rumah Pak RT,Mahendra pun segera memasuki rumahnya Pak Tedi untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Hari ini cukup berkesan untuk Mahendra Dan Atika setelah hampir 4 tahun terpisah. Akhirnya bisa bertemu lagi dalam suasana bertugas dan di daerah terpencil.
Tak lama di kamarnya Mahendra terlihat sosok cantik di sebelah Mahendra. Dengkuran halus terdengar, bertanda sang empunya sudah berlayar ke pulau kapuk menyongsong hari besok yang baru.
TBC...
****JaNgan lupa kritik,saran,komentar,like,vote,dan beri hadiah ya buat author" Trima kasih Untuk readers Semuanyan ucapkan kaliamat kalini. ini readers