
Malam ini begitu suasananya meriah, kedua orang tua Mahendra dan Atika saling mengucapkan syukur.
Akhirnya apa yang mereka harapkan terkabul oleh Allah SWT.
"Alhamdulillah nak, apa kalian tidak buat acara berbagi dengan anak yatim dan ibu-ibu hamil?"
"Kalau sedekah masih tetap jalan bu, Mahendra yang akan berkeliling. kalau buat acaranya, saya ingin pada saat empat bulanan saja bu"
"Baiklah nak, Ibu tak menyangka anak kamu bisa kembar"
"Iya, Atika juga heran" jawab Atika.
"Itu karena ayahnya Mahendra sebenarnya kembar tapi sodaranya meninggal" ucap Ayahnya Mahendra.
"Pantes, cucunya bisa kembar" ujar Pak Tri.
"Alhamdulillah, di kasihnya langsung bertiga,"
"Iya, Alhamdulillah"
"Saya kira makan malam biasa, ternyata makan malam membawa kabar berita bahagia"
"Jaga baik-baik kandungannya ya nak, jika perlu kamu cuti dulu selama 4 bulan" pinta Ibunya Atika.
"Mamah, aku ini hamil bukan penyakitan yang harus istirahat total. Tapi in syaa Allah aku akan mengurangi jadwal praktekku"
"Iya nak,"
"Mamah, aku juga akan mengajukan untuk mengundurkan diri, karena Alhamdulillah aku sudah di buatkan klinik oleh Kakek Joni dan Kakek Rangga"
"Syukurlah"
Tak hentinya kedua orang tua Atika bersyukur, anak mereka menjadi wanita sempurna.
"Apa kamu tidak ngidam atau mual-mual nak?" tanya Ibunya Atika.
"Kalau mual-mual sih tidak mah, hanya sering lapar dan kemarin ngidamnya di buat nasi goreng sama Aby"
"Nak, Mahendra. Semoga kamu sabar dengan sifat Atika ya. Orang hamil itu sensitiv. Gampang marah, nangis, manja itu pengaruh perubahan hormon yang terjadi kepada ibu hamil" nasihat Ibu Tantri.
"Iya mah, in syaa Allah saya selalu sabar"
"Syukurlah kalau kamu mengerti nak"
"Ayo kita santap makanan dulu" Ajak Pak Tohar.
"Kakek Joni dan Kakek Rangga sudah menunggu di ruang makan"
"Oh, iya ayo kita ke ruang makan"
kedua orang tua Atika pun bergabung dengan Kakek Joni dan Kakek Rangga.
"Kek, trima kasih ya sudah membuatkan anak saya klinik"
"Anak kamu cucu saya juga, jadi dalam keluarga itu tidak ada kata terima kasih, itu sudah kewajibanku"
"Kecuali kalian tak menganggapku sebagai kakek kalian"
"Kakek Joni dan Kakek Rangga Kakek kami yang terbaik, pengganti kakek kami yang sudah almarhum" ujar Atika.
"Aku dari kecil sampe besar tak pernah melihat kakek dan nenek karena sudah meninggal kek. makanya sekarang kasih sayang kakek saya sudah rasakan dari tangan Kakek Joni dan Kakek Rangga" lanjut Atika.
"Aku pun begitu Kek" timpal Mahendra.
"Bertemu dengan Kakek Joni dan Kakek Rangga adalah Berkah bagi saya sendiri,"
"Jadi jangan ada yang ucapkan terima kasih karena itu sudah hak kalian"
"Jaga baik-baik calon cicitku, mereka kelak yang akan penerus kerajaan bisnis ** corporation"
"In syaa Allah dalam lindungan Allah kek, saya dan Atika akan berusaha sebaik mungkin" terang Mahendra.
Mereka pun makan malam bersama sambil menbicarakan rencana ke depannya.
Kebahagiaan Mahendra dan Atika saat ini tak bisa di jelaskan dengan kata-kata.
Mereka hanya berharap agar sembilan bulan ke depan Atika akan melahirkan dengan lancar dan anak mereka akan lahir dengan selamat.
Kakek Joni dan Kakek Rangga berharap agar cicitnya bisa meneruskan bisnisnya.
Kedua orang tua Atika dan Mahendra pun berharap mereka bisa menjaga cucunya sampai akhir hayat.
Kebahagiaan mereka telah lengkap.
****
Empat bulan telah berlalu.
Hari ini mereka akan mengadakan acara empat bulanan sekaligus acara pembukaan klinik Atika yang baru.
Semua tamu dan kolega Kakek Joni, Kakek Rangga, dan Ayahnya Atika telah hadir.
Mereka mengucapkan selamat dan mendo'akan agar Atika lancar sampai melahirkan.
Tak tertinggal juga hadir kedua orang tua Aditya, Aditya, Sonia dan kedua anak-anaknya.
Sonia menggendong anaknya yang masih bayi.
"Sama-sama tante, manusia tak luput dari kesalahan,"
"Maafkan saya ya Nak Mahendra,"
"Kami sudah memaafkan tante, tak usah di permasalahkan lagi. yang penting do'a tante selalu menyertai kami"
Mahendra pun memeluk Atika dari belakang dan mengusap perut Atika yang telah membuncit besar.
"Usia kandungan Atika katanya empat bulan tapi kok sudah seperti enam bulan ya"
"Oh, iya tante. Alhamdulillah kami langsung di kasih oleh Allah tiga malaikat kecil sekaligus"
"Apa?! Kembar tiga?" Mata Tante Sofia terbelalak.
"Iya Alhamdulillah Tante"
"Selamat ya Mahendra, Atika, maafkan aku juga ya" ucap Aditya.
"Iya aku maafin kok,kita kan berteman jadi tak ada yang perlu di maafkan. Anak kamu lucu ya, boleh aku menggendongnya" ucap Mahendra.
"Boleh" ucap Sonia sambil memberikan anaknya yang cantik dan imut.
"Siapa namanya" tanya Atika.
"Nadia Aditya Pratama"
"Wah nama yang cantik"
Mahendra pun menimbang-nimbang anaknya Aditya.
Cesss...
Seperti ada yang basah di rasakan Mahendra.
"Eh, calon papah di pipisin Nadia" teriak Atika dengan hebohnya.
"Oh, ya ampun. aku lupa kalau Nadia tidak pakai popok" cela Sonia sambil tertawa.
"Nadia nakal ya," ucap Mahendra sambil mencium pipi gembul Nadia.
Mahendra menyerahkan Nadia kepada Sonia untuk di gantikan bajunya.
Mereka semua pun tertawa.
Beruntung Mahendra membawa baju ganti, walau tak couple dengan Atika seperti yang tadi di pakainya.
Mahendra pun segera berganti pakaiannya di kamar klinik.
Acara pun di lanjutkan dengan pemotongan tumpeng untuk syukuran pembukaan klinik Atika.
"Nama kliniknya apa sayang" tanya Mahendra.
"Klinik Masa Depan Kita" ucap Atika dengan mantap.
"Bagus juga sayang, nama yang pas, agar yang datanh sadar kalau yang lahir nanti itu adalah masa depan, harus di jaga dengan baik"
"Trima kasih sayang, kamu selalu mendukungku" ucap Atika.
"Trima kasih juga, kamu juga mau hidup bersamaku dan selalu mendampingiku" Ucap Mahendra sambil mencium perut buncit Atika.
Semua orang bertepuk tangan. Semua orang bahagia menyaksikan sepasang suami istri yang sedang bahagia menunggu lahirnya sang buah hati.
Mereka mendoakan agar Mahendra dan Atika selalu bahagia.
Semua Akhirnya berbahagia.
** END
Hari ini author sangat sedih, kemarin mendengar kalau author Nadia Permata udh meninggal dunia.
Cover Mahendra ini buatan Almarhumah.
Alfatihah untuk Almarhumah,kamu begitu baik dan Selalu memberi saran bahkan setiap WA pasti memberikan masukan bahkan awalan cerita Mahendra ini adalah karya dari Nadia.
Ya Allah Terimalah amal perbuatannya, semoga Almarhumah terhindar dari siksa kubur.
untuk Readersku..
mampirlah di Karya Nadia Permata.
Bagus bangat ceritanya.
kalian pasti tidak akan kecewa dengan novel Almarhumah...
Aku sudah menganggapnya sebagai adikku. walaupun berjauhan tapi masih dekat di hatiku.
Saya yakin semua author pasti sayang sama Nadia karena orangnya begitu baik dan tanpa pamrih.
Selamat jalan sayang..
Husnul khotimah Aamiin