
Sebulan setelah KKN mereka di sibukkan dengan aktifitas menyusun skripsi, semua sudah lengkap sksnya, karena Mahendra tergolong mahasiswa yang cerdas dia bisa mengambil 8 semester dlm kurun waktu 3,5 tahun.
Begitu juga dengan Atika, mereka hanya berkomunikasi lewat Hp atau sms, seperti janji Mahendra dia tidak akan melewatkan apapun tanpa memberi kabar kepada Atika.
Hari ini Mahendra akan maju di meja sidang Dosen karena skripsinya tlah selesai. Dia berdo'a semuanya berjalan dengan lancar.
Semuanya di tanyakan oleh dosen tentang Apa alasan Mahendra mengangkat judul proposal itu?, Apa masalah yang ada di tempat penelitian?, Apa solusi yang anda tawarkan dalam proposal Mahendra?, Tujuannya apa?, Manfaatnya nanti apa?,Referensinya dari mana? Semua di jawab Mahendra dengan mantap dan tanpa ada yang terlewatkan dan sesuai dengan proposal skripsi yang di buat Mahendra.
Akhirnya Dosen pembimbingnya menerima proposalnya dan Mahendra Lulus sidang. Mahendra bahagia sekali dan langsung menghubungi Atika.
"Assalamu'alamikum"
"Waalaikum salam, Bagaimana sidangmu?" tanya Atika langsung.
"Alhamdulillah, aku lulus dengan nilai yang tinggi. Kalau kamu gimana?" tanya balik Mahendra.
"Alhamdulillah, aku pun sama. Kayaknya kita sama-sama akan wisuda nanti"
"Alhamdulillah"
"Kapan kamu akan ke rumahku?" tanya Atika.
"Malam ini, Bagaimana?" tanya balik Mahendra.
"Bolehlah, tidak masalah. Nanti kamu akan aku kenalkan dengan kedua orang tuaku"
"Baiklah. See you next time"
"Me too. Bye"
"Bye-bye"
Mahendra menutup telponnya dia sangat bahagia. semoga perkenalan dengan keluarga Atika akan lancar ke depannya.
Walau dia belum sepenuhnya menjadi Dokter tapi dia sangat percaya bahwa keluarga Atika tidak akan mempermasalahkannya.
Ketika Mahendra siap menjadi Dokter maka dia akan berusaha menjadi terbaik untuk keluarganya dan kehidupannya nanti.
Sementara dia akan magang dulu di Desa Suka Maju jika memang belum mendapat pekerjaan. Tapi bukan di sana saja dia mengajukan tempat magang tapi di Rumah Sakit di kota Jakarta.
Dia harus mengumpulkan uang untuk rencana berumah tangga bahkan untuk merubah kehidupannnya. Mahendra memutar otaknya bagaimana bisa mengumpulkan uang banyak.
****
Malam hari Mahendra bersiap-siap untuk pergi ke rumahnya Atika. Dia berpenampilan casual saja, hanya menggunakan kaos dan celana jeans panjang namun terlihat begitu elegan di badannya.
Mahendra mengendarai motornya menuju ke rumahnya Atika.
kira-kira sekitar 45 menitan Mahendra sampailah di rumahnya Atika.
Ting tong...
Atika yang mengetahui jika Mahendra yang datang dia sudah bersiap.
"Bi, biar Atika saja yang buka pintunya" ucap Atika dengan wajah yang cerah ceria.
"Bibi, siapkan minuman 2 jus jeruk aja ya?" ujar Atika dengan berlari ke arah depan untuk membukakan pintunya.
"Baik, Non" ucap Bi Sunti.
Atika segera membukakan pintu depan rumahnya. Ternyata Mahendra yang datang dengan senyum merekahnya.
"Masuk, Mahen"
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam, Duduk di dalam saja ya"
"Iya, mau di mana saja tak masalah. Asal di temani kamu"
Atika tersenyum dengan kedua pipinya merona. Mahendra senang sekali menggodanya.
Mereka berbincang di ruang tamu dan tak lama Bibi Sunti membawakan minum untuk Mahendra.
"Di minum Non dan... "
"Mahendra Bi"
"Iya kenalkan Mahendra Bi, sahabatnya Atika dan teman KKN Atika selama di Desa Suka Maju"
"Iya, Nak Mahendra. Silahkan di minun jus jeruknya"
"Trima kasih Bi. Sudah merepotkan saja"
"Iya Bi" jawab Atika.
Tak lama Ibu Tantri dan Pak Tri datang. Dia nampak heran ada seseorang yang datang di malam minggu tak seperti biasanya.
"Ehemmm"
Pak Tri memberi kode kalau mereka hadir di tengah-tengah mereka.
"Papah, sini. Kenalkan sahabat baikku pah"
"Om, perkenalkan saya Mahendra sahabat baik Atika selama di KKN kami satu tempat kerja"
"Om Tri Ayahnya Atika dan ini istri saya"
"Panggil Tante Tantri saja"
"Senang berkenalan dengan Om dan Tante. Maaf selama ini saya sibuk menyusun skripsi hingga tak sempat datang atau jalan-jalan ke sini"
"Senang juga berkenalan dengan Nak Mahendra. Atika sudah banyak cerita tentang kamu. Dari kalian sekolah sampai saat ini. Selanjutnya nanti kamu akan kerja di mana Nak?" Tanya Pak Tri.
"Mahen, rencananya mau magang di desa suka maju tempat yang dulu KKN. Tapi jika berkas saya di terima di Rumah Sakit terdekat. maka saya akan menerima tawaran yang di sini saja"
"Bagus juga, Atika juga kayaknya akan sama dengan kamu Nak"
"Kami orang tua, hanya ingin yang terbaik untuk kalian saja"
"Berbincang-bincang dulu dengan Nak Atika. Kami berdua masuk ke dalam dulu ya"
"Baik, Tante. Trima kasih"
"Sama-sama Nak"
Pak Tri dan dan Bu Tantri masuk ke dalam rumah dan membiarkan mereka berdua berbincang-bincang tanpa ada gangguan siapapun.
Setelah sampai ke dalam kamar Ibunya Atika berkata "Kayaknya anak itu sangat sopan dan baik. pantas Atika sangat senang pada Nak Mahendra"
"Benar, Mah. Papah juga berharap mereka bisa menjadi pasangan yang serasi"
"Kita serahkan pada sang khalik aja, namanya jodoh kita tak bisa menentukan"
"Bener Mah"
****
"Kamu juga mengajukan tugas magang di Rumah sakit mana?" Tanya Mahendra.
"Sama seperti kamu, semoga kita tugas magang sama-sama lagi"
"Aamiin, aku juga berharap demikian"
Tak terasa sudah 2 jam mereka mengobrol entah tentang kuliah, apa yang harus di lakukan ke depan, hingga tentang perlakuan baik kedua orang tua Atika.
"Kayaknya hari sudah malam, aku pamit pulang dulu ya?" tanya Mahendra.
"Iya, kamu hati-hati di jalan ya. Jangan ngebut-ngebut"
"Aku pamit dulu ya, salam pada kedua orang tuamu"
"Iya, bye-bye" jawab Atika sambil melambaikan tangan pada Mahendra.
Mahendra pun menyalakan motornya, malam ini dia begitu bahagia. Apalagi kesannya pada kedua orang tua Atika, orang tua Atika baik padanya dan mereka menerima baik persahabatan antara Atika dan Mahendra.
Mahendra berdendang selama dalam perjalanan. Di tengah jalan Mahendra melihat seseorang sedang di keroyok di jalanan.
Sepertinya bukan orang sembarangan yang di palak preman. Mahendra segara menghentikan motornya dan dia melempar para preman itu dengan sebuah batu.
"Ehhh, kalo mau berantem jangan main keroyok dong" teriak Mahendra pada para preman itu.
"Jangan ikut campur anak muda. Lebih baik kamu pergi saja dari pada kamu juga akan dapat ganjarannya"
"Aku tak takut dengan kalian. Jika kalian berani hadapi aku juga"
Para preman melepaskan seseorang itu dan berjalan menuju ke depan Mahendra.
"Apa kalian memang hobi main keroyok ya?" tanya Mahendra dengan seringai di bibirnya.
"Kalau kalian menang gentlement kalian hadapi aku satu-satu. Bukan main keroyok seperti ini" Mahendra bersiap-siap menghadapi para premen.
Ciat.....
TBC....