MAHENDRA

MAHENDRA
Bab. 28



Mahendra Dan Kakek Rangga Sedang Berbincang-bincang di depan ruang Keluarga sambil menonton TV.


Tak Lama Bi Asih Membawakan Nampan Berisi Teh dan Susu.


"Letakkan saja dimeja Bi "Kata Kakek Rangga


"Baik,Tuan "


"Bibi,juga Ngumpul disini biar Rame "Ucap Kakek Rangga Lagi.


"Masih Ada Pekerjaan Tuan di belakang,jika sudah Selesai Nanti saya Akan kesini Lagi"


"Fely dimana Bi " Tanya Kakek Rangga Lagi.


"Fely Lagi Menjemur Pakaian Tuan "


"Ya sudah Jika Kalian Sudah selesai Pekerjaannya.Jangan Lupa Duduk disini Lagi Biar Kita Rame-rame Berkumpul "


"Baik,Tuan "


Bi Asih Menuju ke dapur untuk menyiapkan Makan Malam Nanti,Dan Terlihat Fely Masih menjemur Pakaian Yang selesai Dicucinya.


"Nak,Bagaimana Pekerjaaanmu di Puskesmas.Apa Lancar Lancar Saja ?" Tanya Kakek Rangga


"Lancar Kek,Hmm..hari Minggu Ini Ada Acara Untuk Merayakan Keberhasilan Saya Kek,Kebetulan saya Bisa Mengatasi Pasien Walau Tanpa Di Bantu Dokter Antony"


"Wah,Alhamdulillah Semoga Kedepannya Nak Mahendra Menjadi Dokter Yang sukses Ke depannya "


"Aamiin,Jika Kakek Mau...Kakek Juga Bisa Hadir Sebagai Bagian Keluargaku Kek.Aku Tak Bisa Menghubungi Keluargaku,karena Mereka Tak Punya Telepon "


"Baiklah,Nak.Nanti Kakek Usahakan Akan Hadir Di Acara Besarmu"


"Iya Kek,Kakek Minum Susu dulu.Minumnya Hanget-Hanget malah Lebih segar"


Mahendra Menyerahkan Secangkir Susu Pada Kakek Rangga.Kakek Rangga Segera Menye*sapnya Sampai Tak Tersisa.


"Kakek,Kayaknya sudah agak Lumayan.kesehatan Kakek Sudah Berangsur-angsur Pulih "


"Alhamdulillah,Berkat Nak Dokter Juga Yang sering memperhatikan Asupan gizi dan Pola Hidup Sehat Kakek Sehingga Kakek Bisa Cepat pulih "


"Saya hanya menjalanKan Tugas Saja Kek,Semua Kemauan Mau sehat itu Sama Diri Kakek Sendiri "


"Benar Nak,Dan juga Karena Rumah ini sudah mulai Ramai dengan kedatangan Nak Dokter Sehingga Kakek Lebih Bahagia Jika Semua Berkumpul Jadi Beban Kakek sedikit Terangkat dan Kakek Bahagia Itu Lebih Utama "


"Iya Kakek Benar "


Mahendra Menye*sap tehnya dan lanjut Menonton TV bersama Kakek Rangga Tak Lama Bi Asih Dan Fely Datang.


***


Sementara Atika Dan Keluarga Pak RT Berkumpul di depan pohon Yang Ada Gajebonya.Mereka Bercengkrama dengan Santai Sambil Mencicipi Kue Buatan Istri Pak RT.


"Tumben Kue Ibu Enak Banget Begini " Canda Pak RT.


"Iyalah Khan di bantu Nona Geulis pisan Pak,Jadi kuenya Nambah nikmatnya,hehehe "


"Ibu Dan Bapak Bisa Aja,Saya Tak Pernah Tau Buat kue Bu.Seumur-umur Baru kali ini saya Membuat kue.Masak Bisa Langsung Enak...langsung enek Iya.." Atika Tersenyum


"Mau bikin kue Bisa Liat youpope kok.. asal Takarannya Pas Pasti Enak "Jawab Bu Rt


"Iya Nak,Bener Orang Taumu Kamu Fokus Belajar Saja Apalagi menjadi Dokter itu Tak Mudah,Tapi Seorang Wanita Harus bisa Menguasai 3 UR " Jawab Bu RT


"3 UR " Tanya Atika dengan dahi Berkerut karena Baru Kali Ini dia Mendegarnya.


"Iya, 3 UR.... Dapur,Sumur Dan Ka*sur.Hehehe " Jawab Bu Rt


"Hmmm... pantes Pak RT sayang Banget sama Ibu,karena Ibu sudah Menguasai 3 UR "


Bu Rt Yang di goda Atika Senyum-senyum Sumringah sedangkan pak RT hanya Senyum Khasnya Yang Tak pernah memperlihatkan barisan Giginya.


"Boleh juga Saran bu Rt,Saya Mau belajar Sama Bu RT memasak dan Membuat Kue Ah..." Lanjut Atika.


Tak Terasa Azan Maghrib Berkumandang Menandakan waktu sholat harus segera di laksanakan.


Atika membawa Nampan Kue,Bekas Cangkir Kopi dan Teh mereka Kedalam rumahnya. setelah itu Mengambil Air Wudhu Diikuti dengan Pak RT dan Ibu RT.


Mereka Menjalankan sholat dengan khusyuk.


Sementara Mahendrapun Sama Mengimami Sholat Maghrib di ikuti Kakek Rangga,Bi Asih,Fely dan ART lainnya.


Bagi Kakek Rangga Kebersamaan seperti Ini Bukan Hanya membuatnya Bahagia Tapi Bisa Memulihlan Kondisi Tubuhnya agar Selalu Senang dan Wajib Mensyukuri Nikmat Walau tak Ada Keluarganya Yang bersamanya.


****


"Ibu,Apa Sebaiknya Ibu Berobat.Atau Sebaiknya Ayah Kabari Mahendra di Desa Suka Maju" Tanya Pak Tohar Mengkhawatirkan kesehatan Istrinya.


Semenjak Mahendra KKN Ibunya Mengerjakan Sendiri Pekerjaannya.Jika Ada Mahendra,Pasti Tak Akan di biarkan Ibunya Akan Mengerjakan pekerjaan yang berat Tapi Karena Mahendra Lagi Bertugas Terpaksa Ibunya Sendiri yang Harus Melakukannya.


"Ngak Usah Yah,Ibu Baik-baik Saja Hanya kecapean Saja"


"Tapi Ibu Semakin Hari Semakin Lemah,Ayah Takut meninggalkan Ibu sendiri.Besok Jika Ayah bekerja,Ibu Bagaimana ? "


"Jangan Khawatir,Ibu Tak Masalah di tinggal.khan Tetangga Depan banyak.Jadi jika Ibu sudah Tak Tahan,Ibu akan Panggil Ibu Romlah Kerumah" Ibu Nanda Menyakinkan Suaminya Untuk Tidak Khawatir.


"Baiklah Bu,Ibu Baik-baik di rumah ya.Sekarang Istrahat saja Dulu "


"Baik,Yah "


Pak Tohar tidak tega Melihat Istrinya Tiap hari nampak Lemah,Apa Harus ke Rumah Sakit Atau Ke Dokter sedangkan Uang Hariannya tidak Cukup. Mau Menghubungi Mahendra Bingung Harus Ke mana.


Pak Tohar Sebenarnya ingin Mengambil Salah seorang Warga untuk di gaji membantu Istrinya Tapi Istrinya Melarang juga Karena Uang Tak cukup Untuk Sehari-hari Ditambah harus Membayar Orang Lain Bekerja.


Sebulan Lagi Mahendra selesai KKN jadi tak Masalah Bagi Ibunya Tapi Kondisinya sekarang ini Cukup Memprihatinkan.


Mau Di bawa Kedokterpun Tak Mau Katanya Ibunya Mahendra hanya buang-buang Duit karena Untuk Makan saja Sudah Syukur.


Kemarin Masih ada Uang simpanan yang Mahendra kasih pada Saat kerja,Tapi Uangnya Habis UntuK Biaya Kuliah Mahendra.fotocopy sana Sini,Uang buku dan masih Banyak Lagi sehingga Saldonya pun habis tak Tersisa.


Pak Tohar Ingin meminjam Uang di tetangga,Tapi Banyak Yang Juga Perlu.Apalagi Masa Pandemi Seperti sekarang Ini.Kebutuhan Tinggi Tapi Pendapatan Berkurang.


Pak Tohar Hanya Menghembuskan Nafasnya Dengan Kasar,Semoga Kehidupan mereka Bisa berubah setelah Mahendra Sudah Keluar dari Fakultas Kedokteran Nanti itulah Angan Dan Impian Ibu Nanda Dan Pak Tohar Selama ini.


TaK Lama Terdengar Suara Dengkuran Dari Ibu Nanda Tanda Sang Empunya sudah Tidur.Karena sekarang sudah Malam Pak Tohar Ikut Menidurkan Tubuhnya di Samping Istrinya.Pak Tohar hanya mengandalkan pendapatan Hariannya Juga selama ini.


Saking Nyamannya Tidur Dekat Istrinya Ayahnya Mahendra Ikut Tertidur disamping Istrinya Dan tak Lama Suara dengkuran Terdengar Akhirnya Mereka Terbang Di Pulau Kapuk Menandakan Sang Empunya Sudah tertidur Nyenyak.


***Jangan Lupa Like,komentar,kritik,saran,vote,dan Beri hadiah ya Reaaders.. "