MAHENDRA

MAHENDRA
Awal Yang Baik



Seminggu setelah mendaftar Mahendra dan Tejo melengkapi berkasnya. Mereka berdua ketrima walau beda jurusan tapi mereka tetaplah bersahabat.


Mahendra mengambil jadwal kuliah setiap sore begitu juga Tejo karena Mehendra harus membagi pekerjaan di toko y sampai jam 2 setelah itu dia lanjut kuliah.


Rutinitas tiap harinya seperti Itu, awal yang baik di jalankan tanpa ada gangguan si dengki Aditya.


Aditya pun sudah terbang ke LA, fokus menjalankan perusahaan Ayahnya yang hampir tumbang.


Sementara Atika selalu ke tempat kuliahnya diantar sang sopir.


*****


Tak terasa empat tahun mereka kuliah, dan tibalah mereka KKN ditempat terpencil.


Entahlah sudah jodoh akhirnya mereka bertemu kembali dalam sebuah puskesmas di desa terpencil.


"Atika" seseorang memangilnya.


"Mahen" Atika menoleh dan terkejut mendapati mahendra yang sedang memakai pakaian dokter juga.


"Kamu juga di tugaskan disini?!"


"Iya, sebenarnya aku tak ingin terlalu jauh, tapi mengingat tugas yang saya harus jalankan, mau tak mau harus di laksanakan"


"Bagaimana kabarmu?"


"Seperti yang kamu lihat sekarang"


"Sepertinya kamu tambah cantik saja" puji Mahendra. Atika tersipu malu.


"Kamu juga terlihat tampan dengan memakai seragam dokter"


"Ayo kita ke kantin, kita mengobrol sebentar di sana sebelum kita bertugas"ajak Mahendra, karena sedari tadi mereka hanya berbincang sambil berdiri.


"Tak terasa kita sudah berpisah hampir 4 tahun ya"


"Iya, aku kira kamu sudah menikah dengan Aditya"


Atika menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Mahen, aku menunggu janji kamu ucapkan kepadaku. Aku tak ingin menikah dengan Aditya"


"Apa mungkin ayahmu akan merestui?" ragu Mahendra.


"Kamu kan belum mencobanya" ucap Atika menyakinkan Mahendra mengingat Ayahnya Atika yang sudah mengetahui perselingkuhan Aditya.


Ayahnya Atika hanya menunggu waktu yang pas untuk membongkar kebusukan keluarga Aditya.


Demi menyelamatkan perusahaannya aditya, Ayahnya Aditya sudah menjodohkan Aditya dengan anak saudagar kaya di LA, padahal saudagar kaya itu cukup dekat dengan Ayahnya Atika dan itu tidak di ketahui keluarga Aditya.


Karena melihat Atika melamun Mahendra pun meyakinkan Atika.


"Baiklah, aku janji setelah aku lulus aku dan keluargaku akan melamarmu"


"Benarkah"


"Aku tak pernah mengingkari janjiku, percayalah"


Atika pun tersenyum senang.


"Kamu mau sarapan apa?" tawar Mahendra.


"Aku pesan teh hangat saja"


"Baiklah"


Mahendra berdiri dan memesan teh hangat dan kopi susu kesukaannya, karena daerah pedesaan pasti hanya ada teh atau kopi.


"Kamu sementara tinggal di mana"


"Aku tinggal di rumah pak RT sesuai rekomendasi dari kampus "


"Loh! Aku juga di situ"


"Berarti kita akan serumah ya"


"Iya Benar"


"Apa dari tempat kuliahmu hanya kamu saja yang di rekomendasi di daerah Ini?" tanya Atika.


"Iya hanya aku saja, yang lain di desa sebelah"


"Berarti kita sama dong"


"Mungkin jodoh" canda Mahendra.


Atika pun tersenyum malu sampai salah tingkah, Mahendra hanya tersenyum dengan tingkah Atika. Mereka pun duduk sambil menyeruput teh dan kopinya dan tak terasa waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Mereka harus bertemu kepala puskesmas untuk menyerahkan surat KKN sebagai bukti kalau mereka di tugaskan di Desa Suka maju, selama 3 bulan ini.


Awal yang baik untuk hubungan mereka berdua, awal yang baik untuk karier mereka dan awal yang baik menjalani hari di daerah yang terpencil.


Untuk Atika dia bersyukur bisa di temani oleh Mahendra karena ada yang menjaganya.


Untuk Mahendra dia bersyukur jika berdekatan dengan Atika selama di daerah terpencil untuk saling mengenal.


Mereka saling menghargai dan menjaga, bagi Mahendra, Atika sesuatu yang berharga, harus di jaga dan di hormati. Begitu juga Atika, dia sangat menjaga kehormatannya sebagai perempuan layaknya telur yang jika pecah sedikit saja maka kehidupan di dalamnya akan hancur.


"Assalamu'alaikum "


Mereka pun masuk dan duduk di depan meja.


"Perkenalkan saya Dokter Adam"


"Saya Mahendra dan teman saya ini namanya Atika. Ini berkas kami Dokter" ucap Mahendra menyerahkan berkasnya.


Kepala puskesmas itu sangat ramah, mereka mengobrol sebentar dan menyuruh staf adminnya mengambil berkas yang Atika dan Mahendra serahkan.


"Kalian akan di dampingi Dokter Antony untuk Mahendra dan Dokter Sinta untuk Atika. Semoga kalian bisa cepat belajar "


"Trima kasih pak kami akan benar-benar menjalankan tugas dengan baik" ucap Mahendra.


"Kami harap semua Dokter, perawat dan pasien dapat menerima kami dengan senang hati," ujar Atika dengan sopan.


"Kita tunggu Dokter Antony dan Dokter Sinta ya,saya sudah menghubungi mereka, katanya mereka dalam perjalanan"


"Baik Pak Dokter"


Kepala puskesmas itu juga seorang dokter senior dan sudah ahli bedah. Tak jarang puskesmas ini, walau kecil masyarakat sekitarnya sangat bersyukur adanya puskesmas ini. Walau banyak peralatan yang masih belum terlalu lengkap.


Tok! Tok! Tok!


"Ya masuk"


"Maaf kami sedikit terlambat"


"Tidak masalah Dokter."


Mereka pun berjabat tangan sambil berkenalan.


"Dokter Antony "


"Saya Mahendra "


"Dokter Antony "


"Saya Atika "


"Dokter Sinta" ucap Dokter sinta sambil berjabat tangan dengan Atika dan Mahendra sambil mereka menyebutkan nama masing-masing.


"Baiklah saya harap kalian dapat bekerja sama untuk kemajuan puskesmas ini," ucap Kepala rumah sakit Pak Adam.


"Aamiin" ucap Mahendra dan Atika berbarengan.


"Trima kasih Pak Dokter, kami Pamit dulu ke ruangan pasien lagi" ujar Mahendra


"Baiklah, selamat bekerja"


Akhirnya mereka keluar dari ruangan kepala puskesmas dengan perasaan lega dan mengikuti langkah Dokter Antony dan Dokter Sinta.


Hari ini awal yang baik untuk Atika dan Mahendra untuk ke depannya.


"Baiklah ini ruangan saya dan dokter Sinta di sebelah," Dokter Antony menunjukkan ruangannya.


Dokter Antony memang Dokter Umum dan Dokter Sinta Dokter Kandungan. Sesuai jurusan yang di ambil Mahendra dan Atika.


Dokter Antony meletakkan tasnya dan segera memanggil perawat untuk catatan hari ini, apa ada yang di rawat inap atau hanya berobat jalan saja. Dokter Sinta pun melakukan seperti yang di lakukan Dokter Antony.


Mereka menunggu pasien datang berobat jalan karena tak ada yang di rawat inap.


Tak lama pasien banyak yang datang, perawatbpun memanggil pasien Itu ke dalam ruangan Dokter Antony.


Dokter Antony meminta Mahendra untuk memeriksa tensi pasien dan mencatat keluhan apa saja yang pasien alami. Mahendra melakukan apa yang Dokter Antony perintahkan dan memperhatikan apa yang Dokter Antony lakukan setelah itu dokter memberikan resep dan menyuruh ke apotik untuk menebusnya.


Sedangkan Dokter Sinta memeriksa pasien yang sedang hamil tua PHPLnya sudah memasuki 36 minggu artinya tinggal menunggu hari. Pasien itu akan melahirkan.


Atika memperhatikan apa yang di lakukan Dokter Sinta dan melakukan apa yang di suruh Dokter Sinta pasti di lakukan Atika dengan baik.


Tak terasa sudah jam 5 sore artinya mereka sudah selesai bertugas. Dokter Sinta dan Dokter Antony pamit kepada mereka berdua.Setelah Dokter Antony dan Dokter Sinta pergi,Mahendraenghampiri Atika dan mengajaknya jalan bareng.


"Ayo, kita pulang bersama"


"Iya, aku tunggu di depan ya"


Mahendra pun mengambil motornya yang terparkir di halaman puskesmas.


"Kamu sudah beli motor?,"


"Maaf, aku hanya mampu menyicil motor saja selama ku bekerja"


"Tak masalah, mau jalan kaki pun aku senang"


Mahendra menampilkan senyuman lebar, inilah yang di sukai dari Atika walau Mahendra miskin tapi Atika tidak pernah merendahkan bahkan Mahendra merasa Atika layaknya di jadikan seorang istri.


Mahendra membunyikan mesin motornya, Atika pun naik ke atas motor dan Mahendra menjalankan motornya dengan hati-hati karena jalanan di kampung tersebut belumlah teraspal dengan bagus.


Atika hanya bisa berpegangan di belakang jok motor, dia tak berani memeluk atau memegang pakaian Mahendra karena dia tau mereka bukanlah mahram.


Hanya berselang 10 menit saja perjalanan menuju ke rumah Pak RT setempat. Tak lama mereka sampai di depan rumah Pak RT.


****


Jangan lupa komentar, kritik, saran, Like , beri hadiah, dan vote ya readers yg baik hati dan tidak sombong buat author recehan ini🙏