Love

Love
Chapter 88 - Kejutan



Malam itu ...


Lucas membawa Nara dalam pangkuannya. Walaupun mereka masih belum mendapatkan restu dari sang mama untuk kembali tinggal bersama, setidaknya mereka slalu menghabiskan waktu bersama di setiap sela waktu senggang mereka.


" Kita akan kemana ? " Tanya Meera pada Lucas saat itu. Sudah dua minggu Lucas kembali dari rumah sakit. Dia sudah benar-benar terlihat sehat saat itu. Dan itu berarti sudah dua minggu pula dari semenjak pengakuan cinta Lucas terhadap Meera di depan mama mertua yang begitu tidak menyukainya itu.


" Ikut saja ! " Tarik Lucas pada Meera saat itu. Meera pun hanya menurut saja, tadi-- bahkan Lucas sudah mengajak Meera dan Nara ke butik dan ke salon, hingga saat ini Meera dan Nara terlihat cantik sekali.


Lucas tidak kalah tampan, setelan jas yang dia gunakan semakin membuat Meera jatuh cinta padanya.


Hingga mobil mereka akhirnya berhenti di depan sebuah rumah mewah. " Ini rumah siapa, Lucas ? " Memperhatikan rumah besar dan indah yang ada di hadapannya kini.


" Masuk saja ! " Ajak Lucas pada Meera lembut. Mengeratkan genggaman tangannya. Takut-takut Meera kabur kayaknya.


Satu langkah !


Dua langkah !


Tiga langkah !


Lucas mendorong pintu ganda besar rumah itu.


""""" Ppyaaaarrrrrr """""


Sambutan meriah mereka dapatkan. Berupa ledakan balon dan potongan kertas-kertas kecil yang berhamburan dari udara ke atas kepala mereka. Tak Lupa balon-balon berwarna-warni ikut meramaikan pesta kejutan malam itu.


" Selamat datang .... !!! " Teriak semua orang yang ada di sana. Ada Alessya, Arselli, Brian, Vincent, Helena dan seorang lelaki, entah siapa lelaki itu. Dan tampak beberapa orang di belakang mereka, sepertinya keluarga besar Lucas, tepatnya keluarga besar Ny. Alice. Tampak juga beberapa rekan bisnis Lucas diantara mereka. Diana dan Reynald bahkan ikut hadir di sana. Benar-benar terlihat terencana sekali. Dipersiapkan dari jauh-jauh hari, bukan acara dadakan semata.


Tampak Ny. Alice dan mamanya, dr. Amanda berdiri di salah satu sudut ruangan, tersenyum ke arah Meera. Meera masih belum mengerti dengan apa yang terjadi di hadapannya kini. Bukannya mamanya itu masih belum menerima Lucas dengan sepenuh hati ?


Tanpa Meera ketahui, satu minggu lalu, Lucas dan Ny. Alice datang ke rumah Meera untuk melamar dan meminangnya secara resmi. Menjadikan Meera sebagai menantu resmi keluarga besar mereka. Walau terjadi cukup alot, Ny. Alice akhirnya bisa melunakkan dan meyakinkan hati dr. Amanda.


Dr. Amanda lalu bergegas berjalan menghampiri Meera, lalu meraih Nara untuk digendong olehnya. Tak lupa sang mama mengelus punggung Meera lembut dengan seulas senyum di bibirnya. " Semoga kau bahagia, Sayang ! " Bisiknya lembut. Kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka berdua. Untuk kembali bergabung dengan Ny. Alice, besannya.


" Lucas, ini ada apa ? " Bisik Meera pada telinga Lucas.


" Selamat datang di rumah kita. " Jawab Lucas. Membuka lebar kedua lengannya.


" Rumah kita ? " Meera membelalakan matanya seolah tak percaya. " Kau serius ? "


" Sesuai janjiku padamu. Kau ingat ? " Lucas mengingatkan Meera mengenai janji Lucas untuk memperjuangkan cinta mereka.


Lucas lalu berlutut di hadapan Meera dengan sebuah kotak perhiasan di tangannya. Sebuah cincin berlian indah bertengger di sana.


" Meera !! " Berdehem pelan. " Sayangku !! "


" Cieeee, cieeeee !!!! " Tampak sorakan dari orang-orang sekitar. Lucas tak ambil pusing itu. Walau sebenarnya dia akui, saat itu dia gugup setengah mati.


Meera terkesiap melihatnya, menutup mulutnya, bahkan sempat mundur beberapa langkah dari tempatnya berdiri semula saking tidak percaya.


" Lucas !! Ini apa ?!! " Lirihnya saat itu, meminta Lucas untuk bangun kembali. Merasa risih dengan sorakan orang-orang di sekitarnya.


" Maukah kau menjadi istriku, Meera ? " Ucap Lucas saat itu. Meera hanya diam terpaku saat itu. Menatap Lucas dengan penuh tanya dan takjub bersamaan. Istri ?


" Kita memang sudah pernah menikah, bahkan kita belum bercerai. Namun, aku sadar, aku belum menikahimu dengan cara yang benar. " Jelas Lucas panjang lebar, masih memegang cincinnya saat itu.


" Jadi, Meera. Maukah kau menghabiskan sisa hidupmu denganku ? " Tanya Lucas sekali lagi.


Bagi Meera, semua ini seakan mimpi. Dia sungguh tidak menyangka akan mengalami semua ini dalam hidupnya. Dia senang, sekaligus ragu, karena semua ini terasa begitu mendadak sekali. Sesekali Meera menatap sang mama dan ibu mertua yang terlihat menganggukkan kepalanya kepadanya. Seolah meminta pendapat mereka. Karena sebenarnya, hatinya sendiri sudah dia berikan seutuhnya pada Lucas, hanya tinggal menunggu dukungan dan restu dari mama dan Ny. Alice yang dulu begitu menentang hubungan mereka berdua.


Mendapat anggukan restu dari mereka, akhirnya Meera pun menganggukkan kepalanya dengan derai air mata. Bukan air mata kesedihan, melainkan kebahagiaan.


Tak ada kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup Lucas selain menemukan Meera setelah berpisah selama beberapa bulan ini. Dan akhirnya kembali hidup bersama dan menjalani pernikahan dengan terbuka dan tak tertutup seperti dulu lagi. Ditambah dengan adanya restu dari sang ibu dan ibu mertua.


******


" Jadi, lelaki itu-- kekasih Helena ? " Tanya Meera setelah pesta mereka usai. Membicarakan lelaki asing yang tak dikenalnya di pesta tadi. Mereka memang sempat berkenalan tadi, namun Meera belum mendapat kejelasan tentang siapa dia sebenarnya.


" Ayah bayinya juga. " Lucas memperjelas.


Meera akhirnya mengingat sesuatu ...


" Pesta itu, apakah Helena yang menyiapkannya ? " Tanya Meera ragu.


" Hmm. Kau tahu ? " Tanya Lucas. Awalnya pesta itu untuk kejutan rumah mereka, Lucas juga tidak menyangka kalau akhirnya acara itu akan bersamaan dengan pengumuman pernikahan mereka.


" Tentu saja. " Jawab Meera sedikit ketus. Lucas tertawa mendengarnya.


" Saat itu-- kau sengaja ya membuat aku cemburu, ya ? " Meera sedikit merajuk.


" Jadi, kau cemburu padanya ? Yang aku tahu kau mengacak-acak baju saat itu. " Cibir Lucas tersenyum kecil.


" Tentu saja aku cemburu. Kau memintanya menyiapkan sebuah pesta spesial. " Ketus Meera saat itu.


Lucas terkekeh. " Kalau aku meminta tolong padamu, namanya bukan kejutan, Sayang .. " Merta tertawa mendengarnya. Betul juga !!


Mereka berdua di kamar saat ini. Sebagian tamu sudah kembali pulang. Tersisa para pelayan dan baby sitter yang biasa menjaga Nara. Sedangkan dr. Amanda mama Meera, terpaksa harus kembali ke rumah sakit, karena mendadak ada panggilan tugas darurat.


Meera tersenyum lega. Tak menyadari dirinya yang sudah berada di bawah tindihan suaminya. Dengan satu persatu pakaian yang sudah melayang di lempar oleh Lucas entah kemana. Dia mulai menikmati cumbuan yang dilayangkan suaminya itu. Hangat dan menggairahkan.


" Aku mencintaimu ! " Ucap Lucas saat itu sembari mengelus lembut pipi istrinya.


" Aku juga ! " Jawab Meera. Dengan kebahagiaan yang membuncah di dalam dada.


" Mulai sekarang, panggil aku sayang lagi. " Pinta Lucas.


Meera terkekeh mendengarnya, lama tak bersama merasa canggung menyebut panggilan itu kembali. " Ya, sayang ! " Kecup Meera lembut pada bibir suaminya.


" Sekali lagi ! Kau slalu saja lupa ! " Balas mengecup.


" Sayang ... " Kecupnya lagi.


" Lagi ! " Balas kecup lagi.


" Sayang ... " Dengan suara menggoda. Tidak lupa sebuah kecupan dia layangkan. Dengan sedikit lum*tan.


" Lagi ! " Menatap Meera dalam, mengelus bibir mungil dan manis istrinya itu.


" Say ... hmmmmppp " Ucapan itu terhenti, karena bibir Lucas sudah terlanjur membungkam bibir berperasa buah-buahan itu. Dan Meera pun yang awalnya kaget dan gelagapan tidak siap, akhirnya membalasnya dengan begitu hangat dan mesra. Sembari melingkarkan lengannya pada leher suaminya


Mengungkapkan rasa cinta dan kerinduan yang bergelora. Tanpa ada rasa ataupun kekhawatiran yang mengganjal di dalam dada.


.


.


💫 Bersambung ... 💫


Jangan lupa like, rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan coment untuk terakhir kali.


Menjelang episode terakhir ya ...