
Keluarga besar Cartwright tak akan mengira akan mendapatkan balasan telak untuk keduakalinya dari Ambressio. Ambressio bukan seperti Reynald yang maha pengampun. Mereka tidak akan pernah menduga akan membayar mahal dari ide-ide liciknya terhadapnya. Mereka belum mengetahui kabar Rodrigo Cartwright karena posisi laki-laki itu sedang berada di luar negeri.
Lelaki itu terkulai tampa berdaya di rumah sakit umum karena luka-lukanya yang di dapat kan. Dan entah mengapa Rodrigo Cartwright tidak menghubungi keluarganya. Dan sekarang mengenai Celine Cartwright yang sedang bersenggama di hotel milik keluarga Cassiedy, Wanita itu belum selesai dalam persetubuhan nya bersama ke tiga pria bayarannya Reynald.
Sedangkan video nya sudah di rilis oleh Nick Jo di internet situs dewasa dan berbagai situs lainnya. Ambressio memanjakan baby girl nya. Bayi gembul itu bergerak ke sana kemari di kasurnya tempat dia tiduran. "Dimana momy mu sayang...?" , gumamnya menatap baby-nya yang asyik bermain dengan baby toys. Ambressio berusaha mengasuh putrinya sendirian jika malam harinya.
Ia akan bekerja di pagi hingga sore, itu pun dia kerjakan di rumah nya.Dia memperkerjakan dua maid yang tidak menginap di rumah. Satu untuk bersih-bersih dan memasak. Dan yang satu untuk mengasuh baby pada waktu pagi hingga petang. Dia juga mulai aktif di perusahaan keluarganya. Dia ingin menyibukkan dirinya karena teringat wajahnya Cindy.
Di setiap sudut ruangan rumah nya ada fotonya bersama Cindy. Di kediaman Reynald. Aktivitas seperti biasa hanya saja sunyi senyap tanpa adanya candaan semenjak Cindy keluar dari rumah itu cahaya kebahagiaan seperti meredup. Sarah dan Revalia tidak berani bertanya kepada Dady nya yang selalu memasang muka muram. Apalagi terakhirnya bertengkar dengan om Ambressio suasananya bertambah muram.
Oma nya hanya menangis dan selalu di acuhkan setiap kali mendekati Reynald. " Rey..tolong momy. Katakan pada Ambressio aku hanya ingin bertemu cucuku. Sampaikan aku menyesal telah terhasut dan mencelakai Cindy. Tolong bantu momy" , wanita paruh baya itu memeluk Reynald saat dia duduk di ruang keluarga membelakangi momynya.
Dia tidak bergerak dan hanya menatap kedua putrinya yang duduk tidak jauh dari nya. "Momy punya baby Daddy?", tanya Sarah lirih. "Duduklah mom" ,pintanya Reynald. Wanita itu pun duduk bersebelahan dengannya. Reynald menghela nafasnya berat. Ditatapnya wajah kedua putrinya. "Daddy dan momy berpisah karena ada orang jahat mengganggu hubungan kami.
Dan Om Ambressio adalah orang yang ada disaat Mom kalian terluka. Daddy ini pria pengecut dan terlalu buta, tidak dapat melihat kejujuran momy kalian. Momy dan om Ambressio menikah, mereka mempunyai baby girl. Dan kau tahu orang jahat itu menghasut Oma untuk cerita yang salah dan itu menyakiti momy mu dengan membawa baby girl. Karenanya Mom pergi bawa baby boy, anak Daddy adik kaliyan. Jadi kaliyan mengerti sekarang? ", Sarah dan Revalia berpandangan.
"Jadi Sarah punya adik. Dan dia hilang sama Mom begitu?", tanyanya lugu. Reynald mengangguk. "Kenapa Oma menyakiti perasaan momy? Dia orang yang baik dan lembut." ,cecar Revalia. "Maafkan Oma ", wanita itu hanya menangis penuh rasa sesal. "Beri Ambressio waktu mom" , bujuk Reynald. "Aku tidak membenci mu mom. Hanyalah perlu waktu untuk masalah ini", paparnya.
"Kasian Mom bawa bayi kemanakah? Dia yatim piatu dan tidak memiliki kerabatnya lagi. " gumam Revalia, semakin derasnya air matanya Momy Evelyn menangis. Sarah dan Revalia berpandangan ikut menangis, Reynald hanya menghela nafasnya berat. Di tempat lain. Cindy aktif bekerja menyulam dan menjahit pakaian. Barang-barang itu diambilkan oleh nyonya Mariah dan setelah jadi maka nyonya Mariah yang menyetor ke butik yang tak jauh dari perkampungan mereka.
Hasil jahitan Cindy juga sulaman nya rajin dan rapi. Honor nya nyonya Mariah yang mengelola nya. Cindy hanya duduk diam di dalam rumah. semua keperluan di penuhi walau tidak mewah dan keterbatasan terkadang nyonya Hana datang berkunjung membawa keperluan si kecil juga meninggal kan uang sedikit. Gathan menggendong bayi gemuk itu dan menepuk-nepuk punggungnya.
Cindy duduk dengan rajutannya. "Dia rewel seharian..aku tidak mengerti dia tidak panas juga tidak pilek dan juga badannya bersih tidak ada ruam-ruam atau semacamnya. " kata Cindy sambil merajut. "Kau letih tidurlah. Lihatlah kantung mata mu.." titah Gathan. "Aku nanti yang akan meletakkan Revano di sisimu, jika dia sudah tidur." lanjutnya.
" Apa dia tidak merepotkan mu?", tanyanya ragu-ragu. "Tidurlah dia masih terjaga dan mengajakku mengobrol", ujarnya terkekeh. Cindy mengangguk dan berlalu. Wanita itu masuk ke kamarnya badannya terasa letih tak lama dia pun tertidur. "Revano lihatlah momy mu letih menjagamu ! Kenapa kamu tidak juga terlihat mengantuk. Om besuk harus kerja keras mencari uang buat beli susu mu ? ", bujuk nya, bayi itu makin berceloteh nyaringnya.
" Iya...iya...kamu minum Asi dari momy mu. Tapi lihatlah dia keletihan menjagamu. Apa kau tidak capek mhm?", bayi gembul itu menjawabnya dengan celotehan nya khas bayi. "Astaga....kamu pintar menjawabnya siapa daddy mu? Apa dia mencarimu saat ini ? Nenekmu sangat mengerikan menurut ceritanya nyonya Hana", tangannya masih menepuk punggung baby boy sedangkan bayinya berceloteh pelan hingga akhirnya tak bersuara setelah berapa lama kemudian.
Gathan masuk ke dalam kamar Cindy. Untuk sesaat dia tertegun melihatnya, "Cantiknya", gumam nya dalam hati. Cindy menggeliat menahan kantuk ia merasakan ada yang masuk ke kamarnya, dia memicingkan matanya. Dia terlonjak bangun. " Maafkan aku tidak bermaksud membuat terkejut.." kayanya sambil menyodorkan bayinya. "Terimakasih banyak", jawab Cindy tertunduk gugub. Gathan pun keluar dari kamarnya.
Buru-buru Cindy menutup dan mengunci pintu kamar. Dia bernafas lega karena jujur dia masih waspada dengannya. Status nya masih istri orang. Dan ia tidaklah mudah baginya bergaul dengan orang-orang sekitar sini. Entahlah sampai kapan dia tinggal sendiri di pemukiman ini. Dilain sisi. Ambressio berusaha mengasuh putrinya yang hangat badan nya.
Sore dokter menjelaskan bayi itu mau tumbuh kembang giginya jadi wajar saja badannya hangat karena sistem kekebalan tubuh. Bayinya memang tidak rewel namun dia terjaga dan hanya melihat Daddy nya berceloteh pelan saat Ambressio mengajak nya mengobrol. " Putri Daddy ayo tidur, tidak boleh bergadang semalaman !!! "
"Itu tidak bagus, besuk Daddy harus kerja sayang..juga harus memantau pencarian momy dan kakak mu...mhmm?" , ujarnya memberikan penjelasan. Ayana di ayun pelan di lengannya agar mau tidur dengan sesekali menepuk-nepuk pantatnya. Matanya menatap sayu," Pinter putri Daddy...", bisiknya sesekali ia tersenyum dan menciumi semua wajah dan kepalanya.
Begitu sudah tertidur di letakkan di kasurnya ia pun ikutan tidur. Good night my baby, good night sweetie, gumamnya lirih. Lelaki itu selalu mengucapkan hal yang sama seperti itu.
Karena pencarian belum membuahkan hasilnya.Di kediaman keluarga besar Cartwright. Kyeowook Cartwright marah besar. Dia sudah diberitahu oleh sekretaris nya ada videonya Celine Cartwright di dunia Maya yang heboh. Di tambah Vidio panas lainnya. Celine Cartwright hanya bermodalkan wajah dan tubuhnya, dia sama sekali tidak memiliki bakat menjadi modeling atau semacamnya.
Dan dia selalu melobi dengan cara bercinta dengan sutradara ataupun fotografer yang terlibat kontrak kerjasama dengan nya. Wanita itu tidak mengetahui jika ia telah menjadi bagian gosip artis terkenal sebagai seorang wanita yang murahan. " Celine Cartwright kau di pecat dari proyek film ini lihatlah dirimu sendiri di internet kau akan mengerti!", ucap asisten sutradara setelah menghampiri Celine Cartwright begitu wanita itu tiba di lokasi syuting film.
Wanita itu membuka situs halamanku demi halaman situs dia buka. Wajahnya kesal penuh amarah dan dia pun berlalu kembali ke apartemennya. Pada saat perjalanan dia mendapat telepon dari ayahnya. " Aku segera pulang", jawabnya kesal dengan mengepalkan tangannya di setir mobilnya dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman keluarga Cartwright.
"Apa yang sudah kamu lakukan!" , teriak kyeowook Cartwright, lelaki itu mengambil vas keramik dan membanting nya ke arah Celine Cartwright begitu dia memasuki pintu masuk rumah. Celine Cartwright menelan ludah sendiri dengan gemetar dia hanya menatap ayahnya. "Aku sudah merencanakan nya dengan sempurna, entahlah kenapa menjadi aku yang di jebak Daddy. Toloong bantu aku...', jawabnya tercekat.
" Bagaimana caraku menutup berita itu? Apa kau sudah gila? Kita sudah miskin dan tidak mempunyai apa-apa. Kenapa tidak kau gunakan otakmu untuk itu!", semburnya. Sementara sang istri hanya diam saja karena takut kena amukannya.Berbagai macam sumpah serapah di lontarkan kepada anak perempuan nya itu tiada henti hentinya.
Sepulangnya dari rumah orangtuanya Celine Cartwright kalut, bagaimana cara menutup berita-berita itu kepalanya pusing. Dia ingat dengan seseorang kenalannya. Pengusaha kaya yang pernah berkencan dengan nya dulu. Dia pun menuju ke tempatnya tampa berfikir dua kalinya. Sebelum nya dia mengirimkan pesan singkat padanya. " Tuan aku membutuhkan bantuan kecil mu. Aku menunggumu di tempat terakhir kita bersama". itulah pesan singkat yang di tujukan pembisnis itu. Dan lelaki itu menanggapinya langsung ,mereka bertemu di kamar hotel termahal dan ternama.
"Tuan aku memerlukan bantuan..." Celine Cartwright langsung memeluk lelaki tambun itu. "Aku tahu...kau ingin aku membantumu menutup berita terkait dirimu?" , tanyanya dan wanita itu mengangguk. "Kau harus tahu bagaimana?", tanyanya. Tampa di tunggu Celine Cartwright mencumbui lelakinya. Mereka berjalan dengan saling berciuman dan saling menanggalkan pakaian-pakaiannya.
Pergulatan pun terjadilah. Mereka tanpa mengenal waktu dan tenaga mereka tiada habis-habisnya. Keesokannya lelaki itu duduk di sofa dengan bathrob putih beserta cerutunya. Celine Cartwright duduk di ranjangnya dengan sehelai selimut. "Bagaimana tuan?", tanya nya. "Aku akan membantu mu tapi ada syaratnya.." jawabnya dengan tersenyum lebar.
"Apapun syarat nya aku berusaha memenuhinya tuan.." jawabnya manja. "Apapun? Kau yang bilang..jangan menyesali nya" , sahut lelaki itu. Wanita itu hanya mengangguk pasrah. Dilain tempat. Ambressio memasuki ruangan pemotretan. Dia mengecek persiapan peluncuran produk baju musim panas, Mall nya bekerjasama dengan beberapa designer ternama. Dia meneliti gambar-gambar hasil bidikan kamera sang fotografer.
Dia menelisik di monitor komputer yang ada. Ada tiga monitor komputer dia melihat ekspresi wajah sang modelnya. Hingga ia melihatnya sang asisten model sedang memberikan minuman. Dia melihat kain tas kain Selempang yang ada motif sulam, alis mata tertarik ke atas kedua matanya menatap tak berkedip.
Didekatinya sang asisten, dengan tangan kanan memegangi tas tersebut. Menatap sulaman itu." Dimana kamu membelinya?" , tanya Ambressio. Semuanya menatap ke arah mereka berdua. Sang asisten gugub dan bingung. Sang modelnya menyenggol lengannya assisten. " Jawab saja jujur, toh itu cuma tas murah", bisiknya. " Saya membelinya saat di pinggir kota tuan.
Banyak tas modelnya seperti ini. Murah akan tetapi yang menjadi berkelas karena motif sulaman nya. Itu kata designer ICE Cornelis. Dia bahkan tertarik untuk mencari nya." jawab nya. "Pinggiran kota , Sebelah mana?", tanyanya gusar dan meninggi. "Selatan tuan di kota tua xxx" , jawab nya gugub. Di raihlah gawainya dalam saku.." Aku menemukan petunjuk, dia di sana... di kota pinggiran bagian selatan kota xxx.
Aku mengenal sulaman hasil istriku. Cepat bergerak!!! Aku segera menyusul", teriaknya sambil berjalan. Baru dia melangkah ia kembali ke sang asisten, di keluarkan dompet nya diambilnya beberapa lembar uang yang ada di dompetnya, "Berikan tas mu! ", sambil menyodorkan uang nya. " Tuan uangnya terlalu banyak" , jawabnya ragu. Diambilnya tangan gadis itu dan di letakkan pada telapak tangannya. " Tas nya?" , pintanya menatap wajah asisten.
Segeralah wanita itu menumpahkan isinya dan menyerahkan tas tersebut. Ambressio berjalan setengah berlari. Orang-orang ricuh sepenuhnya Ambressio , mereka terkejut pasalnya yang mereka tau Ambressio belumlah menikah, dan jika dia menikah diam-diam itu suatu berita terbaru. Ambressio salah satu kandidat bachelor incaran para wanita. Ambressio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menuju kota yang dikatakan oleh asisten model.
Begitu sampai dia memasuki butik-butik pakaian yang ada di sana juga toko toserba pakaian menanyakan tentang tas tersebut. Sebelum ia memotret nya dan membagi informasi tentang foto dengan anak buahnya. Dan akhirnya dia menemukan petunjuk, " Tuan tas ini dibuat dengan produksi rumahan dan seorang pria yang datang menitipkan nya. " itulah penjelasan dari setiap kali dia bertanya pada pemiliknya.
Demikian juga anak buahnya. Ambressio sedang meneguk minumannya saat gawai berbunyi. "Tuan kami mendapatkan informasi tentang lelaki itu. Demikian juga tempat tinggal nya. Kita bertemu di jalan..." salah satu anak buahnya memberikan informasi dan lokasi pertemuan mereka. Bergegas Ambressio melajukan ke tempat yang di arahkan. "Inilah tempat nya tuan.
Rumah itu tempat tinggal lelaki itu." tunjuknya di rumah sederhana yang sudah tua. Ambressio melangkah ke rumah tersebut. Di ketuk pintu itu tidak ada jawaban. Di pegang nya handle pintu dan diputarnya perlahan, tidak terkunci pikirnya. Dia pun masuk. perlahan-lahan sayub dia mendengar suara wanita sedang bergumam lirih dia menuju kamar yang sedikit terbuka.
Dari celah ia melihat seorang wanita duduk menyusui anaknya. Pakaian nya panjang dengan rambut panjang hitam. Jantung nya berdetak.