
Paris
Meera menatap takjub apartemen Lucas. Ini bahkan lebih mewah dari apartemen Lucas dulu. Dan serasa mimpi baginya, karena mulai saat ini juga, Meera akan tinggal di sini, di apartemen ini.
" Kau suka ? "
Lucas menginterupsi lamunan Meera. Setidaknya tadi, dia memberi waktu beberapa saat bagi Meera menatap takjub apartemen miliknya ini.
" Hmm. "
Meera mengangguk pelan. Menatap Lucas dengan sorot teduh. Tatapan yang sangat disukai oleh Lucas, karena begitu indah dan memikat.
" Selamat Datang di Paris. "
Lucas lalu memeluk erat tubuh Meera. Mengecup bibir Meera lembut, lalu menyesapnya untuk beberapa lama. Sebelumnya, dia sempat melirikkan matanya ke arah jam tangannya. Sepertinya masih ada waktu, walau tidak banyak.
Sesapan demi sesapan Lucas layangkan, membuat Meera melayang. Gigitan kecil ikut menghangatkan ciuman yang memabukkan itu.
Mmuach, mengecup bibir manis Meera sekali lagi.
" Aku harus menemui klienku dulu. " Ucap Lucas setelah melepas pelukan dan ciuman ' Welcome Paris ' itu. Mengelus rambut Meera. Kemudian bergegas berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
" Sayang ! " Panggil Lucas.
Meera yang tengah melihat-lihat seisi apartemen Langsung menoleh.
Lucas tampak lebih tampan dan segar setelah membersihkan diri tadi. Membuat Meera semakin jatuh cinta lagi ribuan kali.
Meera berjalan menghampiri Lucas. " Kau akan pergi ? "
Sendiri di negeri asing dan di tempat baru, membuat Meera merasa berat melepas Lucas pergi. Walaupun hanya sekejap.
" Hmm. Aku ada meeting penting sekarang. Kau, beristirahatlah terlebih dahulu. "
Dengan tergesa-gesa Lucas berjalan ke arah pintu. Asisten pribadinya sudah berkali-kali menghubunginya sedari tadi.
" Tunggu ! " Panggil Meera sembari mengejar Lucas.
Langkah Lucas terhenti, menoleh sesaat ke arah Meera dengan menautkan kedua alisnya.
" Berhati-hatilah ! "
Meera menyimpan kedua tangannya di bahu Lucas, lalu berjinjit mengecup pipi suaminya.
" Aku-- menunggumu. " Lanjut Meera lagi. Lalu membetulkan dasi Lucas yang terlihat sedikit miring.
Lucas tersenyum, dia tersadar. Dia lupa memberikan kecupan perpisahan sebelum dia pergi tadi. Beruntung Meera mengingatkannya dengan mengecupnya terlebih dahulu. Sepertinya, ini memang suatu awal kebiasaan yang indah, yang harus dibiasakan dari sekarang juga.
" I love you ... " Kecup Lucas pada bibir Meera. Bergegas pergi tanpa menunggu jawaban balasan dari Meera.
" I love you too. " Balas Meera lirih mengingat Lucas yang telah pergi ke balik pintu.
Duuh yang penganten baru, ciuman mulluu !
Tak ada yang lebih menyenangkan dari menikah dengan Lucas, dan tak ada yang lebih menyenangkan lagi dalam hidup Meera yaitu mendapat curahan cinta dari Lucas, yang kini sudah berstatus sebagai suaminya.
.
.
Meera melamun seorang diri. Kesendirian membuatnya terhanyut dalam fikiran. Pertemuan dengan Vano di bandara masih menyisakan rasa bersalah di dadanya. Bertanya-tanya dalam hati haruskah menceritakan semua itu pada Lucas, suaminya. Bagaimana reaksi Lucas nanti ?
Tanpa Meera sadari, Lucas datang. Aroma segar menyeruak wangi dari arah kamar mereka. Benar-benar memabukkan Lucas yang baru saja pulang dari urusan pekerjaannya.
Selagi Lucas pergi tadi, Meera membereskan kamar mereka. Mempersiapkan ranjang tempat peraduan mereka menjalin kasih untuk malam pertama mereka yang tertunda.
Pertemuan yang begitu alot dan sedikit memusingkan, cukup menguras tenaga dan fikiran Lucas.
Untunglah ada Meera yang kini menanti dan menyambutnya pulang. Sebagai pengobat hati dari kegalauan dan dari berbagai permasalahan perusahaan yang begitu memenatkan.
" Aww !!! "
Pekik Meera tiba-tiba, kala sepasang tangan kini mendekap erat di dadanya dari arah belakang. Meera tersentak kaget, bahkan terkesiap. Namun sedikit lega, ketika menoleh mendapati Lucaslah yang kini tengah memeluknya dengan penuh kehangatan.
Meera yang saat itu tengah berdiri di depan jendela kamar menikmati indahnya lampu malam kota Paris, tidak menyadari kepulangan Lucas. Mengingat pintu yang bisa dibuka dari luar dengan menggunakan kode pin. Tentu saja, hanya mereka yang mengetahuinya.
" Lucas, kau mengagetkanku ! "
Meera sedikit terkesiap. Jantungnya berdetak kencang, dan Lucas merasakan itu dengan jelas.
" Kau kaget ? " Menggigit telinga Meera pelan. Meera tersenyum geli dan sedikit bergetar kala itu.
" Dan apa tadi, Lucas ?! " Lucas sedikit cemberut saat itu. Lagi-lagi Meera memanggil namanya.
Meera langsung mengerti. " Maaf, aku lupa. " Menatap Lucas dalam. Lucas tidak mungkin tega menolaknya.
" Ulangi lagi ! " Pintanya manja masih belum melepas pelukannya
" Sayang ... sayang ... sayang ... " Ucap Meera sembari mengelus pipi suaminya yang kini tengah bersandar di bahunya.
Lucas terkekeh senang. Merasakan puas yang tak terkira.
°°°
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
.
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
a a a a a a a a a a a a a a a aa aa a a
.
.
💫 Bersambung ... 💫