Love

Love
Chapter 81 - Salah Paham (2)



Helena, dia sangat tahu mengenai Lucas yang sudah menikah dengan perempuan yang sangat dia cinta. Namun jangan salahkan dirinya, karena Lucas tidak pernah bercerita bahwa perempuan itu adalah Meera, yang kini tengah berdiri di dekatnya, di samping dokter Amanda.


Helena mengernyitkan dahinya, seraya mengetuk-ngetuk bibirnya dengan jarinya. Berfikir sejenak, mengingat-ngingat. " Apakah kita pernah bertemu, Nona ? " Tanya Helena pada Meera.


Emh ? Meera menoleh, melirik tajam pada Lucas. Dia mengerti, sepertinya Lucas belum bercerita tentang status dirinya pada Helena. Entahlah ? Dia tidak tahu lebih jelasnya seperti apa.


Helena sedikit mengingat Meera saat bertemu di restoran ketika Meera hamil dulu. Walaupun hanya samar-samar di ingatannya. Mengingat pertemuan Mereka yang baru satu kali dan begitu singkat saat itu.


Tepat saat Meera hendak mengakuinya, Helena sendiri yang terlanjur lebih dulu mengelaknya.


" Sepertinya-- aku salah mengenali orang. Maafkan aku. " Seraya tersenyum.


" Dia putriku. " Jelas dr. Amanda memperkenalkan Meera pada Helena. Dan merekapun berjabat tangan akhirnya.


" Meera. " Meera memperkenalkan dirinya.


" Helena. " Seraya mengerutkan dahinya, seolah bertanya-tanya.


Fikirannya masih sibuk dengan sekelumit ingatan yang membuatnya penasaran, namun akhirnya dia abaikan, mengingat dr. Amanda yang sudah memanggilnya ke dalam ruang pemeriksaan.


Meera berdiri tepat di belakang kursi sang mama, dekat box bayi juga, dimana putrinya tengah terlelap tidur terbawa mimpi di sana.


Sementara Lucas, dengan terpaksa ikut masuk dan duduk berdampingan dengan Helena tepat di depan meja dr. Amanda, sang mama mertua.


Tanpa disadari mereka, Lucas dan Meera saling pandang. Meera dengan sorot mata tajamnya, penuh kemarahan dan kebencian, karena ada api cemburu yang tengah berkobar di sana. Dan Lucas dengan sorot mata penuh iba. Sedikit gusar dan penuh kegelisahan di sana.


Demi mengusir rasa canggung, Meera memilih berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil air minum. Sementara sang mama melanjutkan proses pemeriksaan kandungan Helena dibantu asisten perawatnya. Sedangkan Lucas memilih diam saja di tempat duduknya semula.


" Nona Helena, kau ingin melahirkan secara normal atau-- "


" Normal, Dok. " Potong Helena cepat atas pertanyaan dr. Amanda tadi.


" Aku ingin merasakan hal itu. Sepertinya akan sangat menakjubkan sekali. " Terang Helena seraya tersenyum dengan penuh rasa haru.


" Baiklah, itu sangat bagus sekali. Untuk itu-- demi kelancaran proses persalinan normal nanti, sebaiknya kalian lebih meningkatkan frekuensi hubungan suami istri kalian. " Nasihat dr. Amanda pada Helena saat itu. Bermaksud menasihati Lucas juga sebagai suaminya.


uhuk ! uhuk !


Meera langsung keluar dari ruangan itu. Seketika Lucas langsung menyusulnya untuk memberinya penjelasan.


" Ma, aku-- ke toilet dulu. " Izinnya pada mamanya. Dan Lucas langsung mengekor di belakangnya tanpa memperdulikan tatapan aneh padanya dari sekitarnya.


" Meera !! " Lucas menarik lengan Meera setelah keluar dari ruangan tadi.


" Lepas, Lucas ! " Meera mendelik tajam. Menepis tangan Lucas cukup kasar.


" Kau salah paham. Aku bisa menjelaskan semua ini. " Lanjut Lucas.


" Menjelaskan apa, huh ? Menjelaskan bahwa kau sangat mencintai istrimu itu. Hingga sekarang istrimu mengandung anakmu. Dan sekarang kau menunjukkan rasa cintamu dengan mengantarnya ke dokter kandungan. Itu yang ingin kau perjelas ! "


" Meera kau benar-benar salah paham padaku. Bagiku, hanya kau istriku dan hanya kau yang aku cintai. Tidak bisakah kau mempercayainya ? "


Mereka terus berdebat saat itu, tanpa menyadari kehadiran Helena dan dr. Amanda yang sedari tadi melihat dan mendengarkan. Mereka sempat terhenyak tadi, kala mengetahui bahwa Meera dan Lucas adalah sepasang suami istri.


Jadi, istri Lucas adalah Meera.


.


Jadi, suami putriku adalah pria ini.


Lucas mencoba menarik tangan Meera. Mencoba membawa Meera dalam dekapannya. Namun percuma, Meera menepisnya bahkan tak ingin Lucas mendekatinya. Dia tepis kasar tangan Lucas yang ingin menyentuhnya.


" Jangan menyentuhku, Lucas. " Tepis Meera dengan bola mata berkaca-kaca. Seraya mundur beberapa langkah menjauhi Lucas yang berada di hadapannya.


***************


💫 Bersambung ... 💫


Segini aza dulu, ide mendadak buntu.


Happy weekend 😘😘


Jangan lupa like, rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan coment ya--mohon maaf gak pernah dibalas 🙏🙏🙏🙏