
Reynald mengamuk saat melihat momy Evelyn dengan santainya membawa bayinya Cindy. Dia juga membawa perawat bersamanya.
"Bagaimana bisa momy memisahkan ibu dan bayinya? Cindy menderita saat melahirkan nya. Dia melewati operasi Caesar mom!", Semburnya.
"Udah jangan lebay Mom dulu melahirkan kaliyan jua biasa biasa saja ," Sakars momy Evelyn. Dengan santainya melewati Reynald dengan bayi dan perawat menuju kamar lantai satu yang sudah di siapkan maid menjadi kamar bayi.
"Dia sangat mirip Ambressio jadi sudah pasti anaknya. Momy tidak ingin perempuan itu menjadi penghancur hubungan persaudaraan kalian. Tak akan ku biarkan dia hidup tenang karena sudah menjadi pemicu pertikaian antara dua saudara. " Amuknya. " Ini bukan kesalahan Cindy mom", Jelasnya
"Sampai kapan kau membelanya mati matian !" Bantah momy Evelyn. Reynald menelpon Ambressio tapi tak ada jawaban. Dia ingin memberitahukan bahwa momy Evelyn datang ke rumah dengan bayinya Cindy.
Di lain tempat Ambressio menuju ke tempatnya Cindy, saat dia mendekati pintu kamarnya ada garis kuning polisi juga perawat dan dokter berserta polisi.
"Ada apa ini. Di manakah istriku? Kenapa ruangannya kosong apa yang terjadi?", Ambressio berusaha menerobos jalur tapi dicegah petugas kepolisian dia berteriak teriak mencari istri dan bayinya.
"Maaf kan kami dengan menyesal kami memberitahukan bahwa nyonya Cindy telah menghilang dengan kedua bayinya. Terakhir perawat melihatnya ada seorang wanita datang dengan seorang laki-laki dengan ciri-ciri seperti ini. ", Petugas kepolisian memberikan keterangan kepada Ambressio.
Dan ciri-ciri wanita yang datang seperti ibunya. Di saat dia termenung dia mendengar suara gawainya berbunyi, bergegas dia menuju ke sudut ruangan agar tidak ada yang mendengar.
"Ambressio ada yang harus dibicarakan." Suara Reynald panik. "Apakah Mom membawa bayiku?", Tanyanya. "Yah ..dia membawa nya bagaiman kau mengetahui nya?", Tanyanya terbata. "Disini petugas medis, melaporkan ke kepolisian dan ruangannya di acak-acakan kedua bayi ku dan ibunya menghilang." Jawab Ambressio dengan emosional.
"Apa .... mereka.... menghilang? Tapi mama hanyalah membawa satu bayinya..." Jawab Reynald dengan tercekat. Reynald memandang Mom Evelyn dengan pucat. "Apakah ada pers di sana?", Lanjutnya bertanya kepada Ambressio. Momy Evelyn menatap Reynald dengan bingung melihat ekspresi wajah sang anak.
"..............."
Selanjutnya putus lah hubungan telepon seluler. Reynald menatap ibunya masih dengan mukanya yang pucat. " Ada apa? ", Tanyanya. "Apa momy Evelyn lakukan? Dimana. bayi Ambressio yang satunya? Di mana Cindy momy?", Teriaknya. " Bayinya yang lain? Momy tidak mengetahui jika Cindy punya baby kembar", Jawab momy Evelyn terkejut.
"Mereka menghilang, mom. Cindy dan bayi laki laki hilang mom. Kamarnya di acak-acak seseorang...dan ada perawat memberikan informasi tentang momy lah yang terakhir datang ke ruangan itu! Karena CCTV-NYA sudah dirusak dalam arti disabotase mom" Serunya dengan kesalnya.
Momy Evelyn terduduk dengan lemas. "Momy bersumpah dia sendirian di sana dan hanya ada cuma satu bayinya. Terus Mom bawa kemari." jelasnya dengan terbata. Air matanya menetes perlahan.
"Petugas kepolisian sedang mengadakan penyelidikan di rumah sakit, Mom. Ada yang mengenalimu mom saat keluar dari kamarnya", jelasnya. Rahangnya mengeras dan giginya bergemeletuk menahan emosi. Tak lama Ambressio muncul berjalan tergesa dengan langkah nya lebar-lebar.
"Kenapa Mom melakukan itu?" semburnya emosional. " Maafkan Mom. Mom masih marah mengingat kejadian itu dan.." belumlah selesai mom Evelyn menjelaskan secara kasar Ambressio memotong kalimat nya.
"Cindy tidak bersalah, dia di jebak. Kami di jebak oleh Rodrigo Cartwright, mom. Jelaskan itu. Dasar sial...kenapa kau hanya diam saja...", titahnya pada Reynald. Dia menuju ke ruangan bayinya. Dan kebetulan anak itu menangis, di gendong nya bayi itu dan dia meminta perawat membereskan semuanya dan meminta perawat mengikuti nya.
"Dia anakku secara hukum dan siapapun tak berhak padanya itu berlaku padamu Momy!", teriaknya. "Ambressio aku hanya..." belum selesai menjawab mata Ambressio menatap tajam ke arah ibunya seraya berjalan meninggalkan kediaman Reynald.
"Reynald ... benarkah yang dikatakan Ambressio bahwa bencana ini ulah dari keluarga besarnya Cartwright?" , tanya momy Evelyn tersendat.
"Bukankan sudah ku bilang Mom, Cindy hanya korban nya, aku salah karena tidak dapat menjaganya agar tetap aman. Aku mengusirnya keluar karena aku marah dan cemburu buta. Marah karena Ambressio yang ada disisinya momy. Cemburu karena dia juga menyukai Ambressio mom", jelasnya dengan kata merintih dan menyayat hati. Keduanya menangisi kejadian itu.
Ambressio membawa putri kecilnya ke rumah dan meminta perawat menjaganya. Dia mengawasi secara langsung dia memutuskan bekerja di rumah sampai putrinya besar dan mandiri.
Di lain tempat. Pagi telah tiba Cindy terbangun dari tidurnya, sejenak dia meregangkan otot-otot tubuhnya dan melihat sang putra yang terlelap. "Maafkan Mom bawa kamu pergi meninggalkan semua orang, sayang nanti kita bawa adik ..mhm?", jelasnya pada sang anak.
Dia pun keluar dari kamarnya, Gathan sudah tidak ada di ruang tamunya. Laki laki itu menepati janjinya pagi-pagi dia akan pergi. Cindy kembali ke kamarnya. Duduk di tepian kasur.
Dia teringat sesaat bersama dengan Ambressio. "Sweetie apakah kau sudah mendapatkan nama untuk calon anak-anak kita?". " Mhmm... entahlah... apakah kau punya opsi ?". " Untuk baby girl nya Ayana dan baby boy Revano sama nama kakeknya?". " Kenapa Ayana...?"
" Namanya mudah di ingat sweetie juga itu seperti nama Asia, seperti momy nya." jelasnya dengan memeluk tubuh Cindy dan menciumi tubuhnya saat itu. Wanita cantik itu hanya tersenyum.
"Revano Cassiedy," Gumamnya. Cindy menatap baby boy nya dengan sedih, ia teringat putrinya yang di rampas dari pelukannya. "Maafkan momy sayang," Bisiknya lirih dengan mata berkaca-kaca.
Tak lama terdengar bunyi pintu di ketuk dia pun bangkit menuju ke arah pintu. Dibukanya nampak seorang wanita paruh baya membawakan belanjaannya.
",Aku datang sesuai perintah putraku. Mulai hari ini kau tinggal sendiri di sini..? Apa benar kamu putrinya Nyonya Hana?", Tanyanya sambil berjalan masuk ke rumah dan langsung menata barang belanjaan nya di almari pendingin. Cindy hanya mengangguk diam.
"Asegaf nama suamiku. Namaku Mariah ", potongnya. '" Maafkan sudah merepotkan Anda .." Lanjutnya. "Apakah kamu dapat menyulam?", Tanya nyonya Mariah. "Aku suka menyulam juga dapat menjahit , aku juga dapat memasak nyonya." Terangnya antusias.
"Jika ada pekerjaan akan ku taruh di sini, kau tak perlu keluar. Orang disini banyak bergunjing. Kalau malam putraku tidurnya di sini. Kau tak keberatan kan? Sebab rumahku kecil, ada anakku dan juga menantu serta cucuku.."
"Iya nyonya. Terimakasih untuk semua", jawab Cindy tertunduk, sebenarnya dia tidaklah merasa nyaman tapi apa boleh buat. Di sebelah rumah ini hanya nyonya Brigitta yang sudah tua dan tuli. Jadi anakmu akan aman." Jelasnya. Cindy hanya mengangguk mengerti.
"Kau sangat cantik jika kau keluar aku takutkan, ada yang menyakiti mu, kami tidak dapat menjaga kalian penuh, ada yang kami kerjakan, Kau mengerti?", Nyonya Mariah memberikan dukungan dan nasehat.
Cindy hanya mengangguk. Hari berganti setiap malamnya Gathan datang tidur di sofa panjang diruangan itu. Dia juga memakan makanan yang di meja, yang sengaja Cindy letakkan dimeja makan untuknya. Sebagai imbalannya atas bantuannya. Itulah yang dipikirkannya. Hanya balasan jasa.
Dia tidak pernah tahu karena perlakuan kecilnya membuat perubahan pada hatinya, Gathan semakin menaruh hati padanya. Mereka berkomunikasi lewat surat di meja makan. Ada buku dan pena yang di gunakan untuk berkomunikasi mereka.
Terkadang Cindy tak dapat tidur lagi jika Revano bangun pada malam hari, dia hanya duduk diam di kasurnya. Air minum dan camilan Karbo asi sudah dia sediakan di nakas sebelah kasur. Jadi ia tidak akan keluar kamarnya jika malam.
Demikian juga Gathan tidak pernah mencari nya untuk hal-hal remeh.Di tempat lain Ambressio gusar tidak ada titik terang hilangnya sang isteri dan bayinya. Hanya ada CCTV-NYA yang menampilkan gambar momy Evelyn. sisanya sudah hilang dan rusak. Benar-benar bikin emosi, dia mengintai semua kegiatan momynya dan juga menyadapnya hasilnya nihil.
Hasil forensik sidik jarinya masih belum diketahui. Dia tak mungkin menahan ibunya, karena itu Ambressio hanya bisa menjauhi Momy Evelyn.
Di keluarga besar Cartwright Celine tertawa senang karena akhirnya rencananya berhasil, melenyapkan Cindy dan anaknya. Dia dapat mendekati Reynald dan menjadi istrinya. Berbagai trik sudah dia rencanakan dan ia sudah tak sabar menunggu waktunya tiba.
Sedangkan momy Evelyn merasa bersalah kepada Ambressio, sudah berbuat jahat pada Cindy, jika dia tidak pernah berbuat jahat kemungkinan Cindy dapat tertolong, sekarang dia sudah dianggap kriminal oleh kedua putranya Reynald selalu mengacuhkan nya. Rumah terasa sunyi senyap. Lain halnya dengan kehidupan Cindy. Dia mendengar celotehan baby boy nya dengan merajut, terkadang menyulam baik pagi,siang ataupun malam hari.
Terkadang Gathan mendengar celotehan baby boy itu pada malam hari. Rasanya dia ingin ikut bergabung dengan keduanya, ibu dan anaknya. Hanya saja Cindy selalu membuat jarak diantara mereka. Walaupun satu atap mereka hanya sesekali bertemu, pada saat Revano sakit demam sehabis imunisasi ataupun kecapekan karena bergerak aktif di kasurnya.
Bayi gembul itu lucu dan gemesin di mata nyonya Mariah dan Gathan. Mereka sangat menyayangi nya. Cindy sendiri selaku wanita selalu menjaga dirinya dengan baju lebar dan panjangnya, dia takut jika sendirian dengan Gathan.
Bagaimanapun dia lelaki normal kan, batinnya. Dilain tempat Ambressio sudah mendapatkan hasil sidik jarinya dan orang-orang tersebut sudah di interogasi oleh pihak penyidik, dan mereka adalah suruhannya Celine Cartwright. Ambressio bertambah marah, jadi setelah Mom datang dan membawa pergi putrinya.
Kemungkinan Cindy kabur sendirian. Dan orang suruhan Celine Cartwright tidak menemukan apa-apa, makanya mereka mencoba membuat kesan bahwa mereka sudah bekerja. Padahal tempat itu sudah kosong terlebih dahulu. Agar mereka dapat komisi dari wanita itu.
Kemanakah perginya dirimu sweetie, gumamnya lirih. Dia sudah mengirim pesan singkat kepada Reynald tentang kabar terbaru drama penculikan itu. Reynald merasakan kemarahannya Ambressio, juga kesedihan hati nya. Dia tak pernah membayangkan Cindy nekad pergi sedangkan dia masih terluka pasca melahirkan Caesar.
Di sebuah hotel tempat diselenggarakannya pesta perusahaan Reynald menyapa para tamu dan kolega, berdamping an orangtuanya Reynald bersosialisasi ramah tamah dengan yang hadir. Celine Cartwright sudah menargetkan Reynald dari jauh hari, dia meminta pelayan mengantarkan minuman racikannya, Dan tampa dia sadari dia sudah ditargetkan oleh Reynald.
Minuman yang di hantarkan sudah ditukar ulang oleh suruhan Reynald. Reynald menghampiri nya dan seolah-olah dia sudah masuk jebakannya, Celine Cartwright menyeringai kegirangan. Tampa disadari dia sudah menghabiskan minuman racikannya sendiri.
Mereka masuk dalam kamar yang sudah disiapkannya(Celine Cartwright). Celine Cartwright mencumbui Reynald, lelaki itu hanya tersenyum melihat tingkah lakunya, seolah-olah mengikutinya dia melepaskan dasi dan mengikat kedua tangannya serta menutupi matanya kemudian menidurkan nya di kasur king size.
Sebelum masuk ke kamar dia mengirimkan pesan kepada orang suruhan nya. Dia sengaja membuat pintunya terbuka agar orang-orang suruhan nya datang dan dia tidak perlu dia membukakan pintu.
Reynald berjalan mundur perlahan dan di gantikan tiga pria berbadan besar orang sewaannya, "Puaskan dia" , titahnya berbisik. Dia pun memasang Vidio nya dan menikmati tontonan. Celine mendesah tak tahu jika dia di cumbui lebih dari satu orang.
Bajunya langsung di robek Tampa sisa. Celine terbelalak seperti ada keganjilan yang dialami nya.. lelaki itu membuka ikat mata dan tangan nya. Celine Cartwright berteriak memaki Reynald namun tak berlangsung lama karena dia terpengaruh oleh obat serta menikmati permainan itu. Reynald sudah mendapatkan keinginannya ia pun bangkit tak lupa ia meninggalkan cek pembayaran ketiga pria itu di nakas.
Dia meninggal kan kamar laknat itu. Reynald mengirimkan vidionya ke Ambressio dan ia pun turun ke ballroom hotel tempat pesta perusahaannya. Larut dengan acaranya bersama koleganya dan para tamu undangan. Celine Cartwright begitu menikmatinya berpesta *** dengan tiga pria itu di kamarnya.
Obatnya yang dia racik untuk Reynald di atas takaran. Jadilah dia tak merasakan letih melainkan menikmati permainan itu entah hingga kapan selesainya. Sedangkan ibunya di rumah merasakan euforia kemenangan karena sebelum Celine Cartwright masuk ke kamarnya dia mengirim pesan singkat kepada ibunya dia sudah mendapatkan Reynald. Itu berarti bahwa pemilik bisnis RCC Company akan menjadi menantu nya, uang pun akan mengalir tanpa henti., pikirnya.
Ambressio yang mendapatkan vidionya langsung mengalihkan vidionya ke Nick Jo dan memintanya untuk mengurus nya. Seperti kesepakatan bersama. Dia sudah geram pada tingkah laku keluarga besar Cartwright.
Yang sudah membuat dia berpisah dengan anak serta istrinya. "Bagaimana kabarmu sweetie dan baby boy?, " Gumamnya lirih dengan mengusap wallpaper gawainya.
Dia juga sudah memotret gambar baby boy nya saat di rumah sakit. Wajah mirip kakak nya dan memang Test DNA mengatakan jika baby boy itu milik kakaknya dan baby girl adalah miliknya.
Cindy sudah bercinta dengan mereka di hari yang sama, kasus langka ini memang sudah terjadi. Apapun yang terjadi kalian adalah milikku sweetie..