Love

Love
33. Putriku



Di kota M. Ambressio duduk termenung menatap ke arah depannya. Ada rasa nyerinya di dadanya tanpa dapat dijabarkan. Semalam tangannya hendak mengambil gelas minuman favoritnya namun entah kenapa gelasnya belum dia sentuh sudah terjatuh ke lantai tanpa bentuk, dalam kata lain pecah berantakan di saat yang sama juga terjadi pada dadanya terasa sesak dan perlahan air matanya pun menetes.


Dia tidak mengerti kenapa dia menjadi teringat putrinya yang dia tinggalkan, namun bukan berarti dia sudah tidak perduli. Namun jauh di lubuk hati saat ini dia mempunyai keinginan untuk bertemu. Dada nya terasa nyeri.( Mungkin inilah yang dikatakan ikatan batin ). Adakah peristiwa yang terjadi ? Batinnya bermonolog dalam hatinya.


Mungkin dia harus pulang kota A untuk memastikan keadaan anak-anak. Dan setelah itu mampir ke kota LN bertanya tentang keadaan putrinya. Ia mungkin akan mendapatkan perlakuan yang sedikit berbeda dari Reynald namun apa salah nya di coba lebih dahulu pikirnya. "Dia masih belum sadarkan diri ?" Tanya Barry kepada kakak iparnya.


"Belum. Secara medis semua sesuai prosedur dan Otaknya juga normal. Mungkin ini yang namanya menolak untuk sadar. " Jawab Heidi Klum. "Maksudmu?" Barry bingung melihat lurus ke sang kakak.


" Pengalamannya bersamamu adalah pengalaman pertama kalinya bagi dirinya dalam hubungan intim dan dia belum siap untuk itu. Dan pikiran dia menolaknya kejadian buruk itu, dia bersikeras menolaknya karena itu seperti mimpi buruk" Jelasnya. Barry hanya dapat menundukkan kepalanya pasrah.


Benar kata kakak iparnya gadis cilik itu pasti trauma akibat ulahnya. Masih teringat jelas jeritannya menyayat hati, berulangkali untung saja bukan dosis yang tinggi. Namun tetaplah kenyataan dia sudah membuat gadis itu kesakitan dan menderita.


Diusapnya jemarinya, Bangunlah cantik, siapapun kamu adanya. Aku akan di sampingmu dan hanya kamu yang akan menjadi istriku, Bisiknya. Matanya menatap lekad ke wajahnya yang cantik, Barry membelai surai pirangnya. Ayana seorang gadis berkulit putih bersih dengan rambut panjang pirangnya dengan hidup mancung dan bibirnya tipis.


Kau begitu cantik, sayang maafkan aku, maafkan kesalahan ku, bisiknya sekali lagi. Dengan masih meremas jemari lentiknya Ayana, namun gadis cilik itu belum merespon. Reynald langsung terbang dengan jet pribadi nya menemui Stuart Weitzman begitu mendengar kabarnya Ayana menghilang malam pesta hari jadi pernikahannya Stuart dan Cindy.


Lelaki itu tidak dapat menghadirinya dikarenakan pekerjaan, makanya dia tidak mengetahui musibah tersebut. Langkah kakinya perlahan-lahan mendekati Cindy yang terduduk di singgle sofa yang ada di kamarnya. Dia ditemani Revano dan Isabella. Di raihlah tangan nya, " Aku turut sedih atas musibah ini. Kuatlah Cindy, kamu adalah momynya. Di manapun dia berada doakan semoga dapat berkumpul dengan kita disini." Katanya lembut.


"Apakah aku sumber bencana? Kenapa putriku tercinta yang diambilnya? Kemanakah mereka membawanya?" Tangisnya pecah di pelukan Reynald, lelaki itu hanya terdiam dan mengelus-elus punggungnya. " Tenanglah, ada anak-anak yang lain yang juga memerlukan kasih sayang mu.


Kami yang akan mencari Ayana. Biarkanlah kami para pria yang mencarinya, kesalahan ada pada kami selaku daddy nya tidak dapat melindunginya, kami akan mencari apapun dan bagaimanapun kita pasti akan menemukan dia. Kau harus menjaga anak-anak mu yang disini. Jadilah momynya yang kuat dan jangan menangis di depannya lagi. Mhmm?" Reynald meliriknya ke arah anak-anak yang berdiri di belakangnya. Cindy mengangguk mengerti.


Siluet tubuh terlihat mirip sang anak Sarah Amalia duduk di bawah pohon-pohon taman rumah sakit kota M. Ambressio berdiri menatap ke arahnya memicingkan matanya. Manusia diciptakan memiliki kembaran 3-5 itu yang dia pikirkan.


Dia sudah mengetahui putrinya mirip dengan Sarah Amalia, itu benar adanya putrinya Ayana dan sekarang ada seorang gadis cantik ini juga miripnya sama dengan Sarah Amalia sayangnya Ambressio belum pernah bertemu dengan Ayana, Namun Ayana sudah mengetahui bahwa siapa Daddy nya melalui Reynald dan Cindy lewat media sosial dia mengetahui seperti apa daddy nya.


Gadis cantik itu hanya duduk termenung menatap ke arah Ambressio yang berdiri sejak beberapa saat lalu di koridor rumah sakit yang terlihat dari tempatnya duduk. "Daddy.." Gumamnya. Ambressio mendekatinya dan berjongkok dihadapannya menatapnya dengan tatapan mata yang sulit diartikan ada sesuatu yang menggerakkan hati dia untuk mendekat.


"Semuanya akan baik-baik saja sweetie. Jangan menangis! Jadilah wanita yang kuat dan mandiri. Semua sayang kamu", bisiknya lalu diciumnya kening gadis cilik itu entah kenapa rasanya dia ingin melakukan hal itu. Kemudian dia berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Ayana bersama wanita itu.


Tanpa diketahui interaksi antara mereka diperhatikan oleh Barry yang sudah selesai menelepon. Lelaki itu membawa keluar dari kamar inapnya agar Ayana merasa lebih baik lagi dan tidak murung ataupun bersedih. Namun siapa sangka dia berinteraksi dengan orang asing yang tak dikenalnya. Ada hubungan apa antara mereka? Batinnya bertanya-tanya.


Di kota LN. Stuart Weitzman sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan putri nya yang dibawa kabur dengan pesawat helikopter pribadi. Dia juga memerintahkan untuk menyelidiki pesawat yang beroperasi pada jam kejadian itu. Dan telah terbukti keluarga Carlton yang membawa Ayana tujuannya rumah sakit terbesar kota M. Sekarang dia berhadapan dengan Dr. Heidi Klum, lelaki itu menerobos masuk ke dalam ruangan kantor dengan ekspresi wajah yang tidak bersahabat. "Dimana kau sembunyikan putriku!" Teriaknya lantang.


"Maaf? Namun Anda sudah tidak berlaku sopan masuk ke..." Stuart meringsek maju dan mencengkeram kerah putihnya Dr. Heidi Klum. "Bagaimana dengan penculikan putriku yang kaliyan lakukan? Apa menurutmu aku harus sopan santun dalam keadaan itu?" Tekannya dengan rahangnya mengeras karena emosinya yang tak tertahankan.


"Maaf. Kami memang bersalah namun kami harus menyelamatkannya terlebih dahulu sebelum.." Dr. Heidi Klum menjawabnya dengan bijaksana namun Stuart Weitzman sudah tidak dapat menunggu lagi. "Katakan dimana!" Teriaknya lantang.


"Di taman rumah sakit dekat kamar inapnya. VVIP Rose gold 321". Jawabnya. "Tunjukkan!" Serta dalam hitungan detik dia mendorong tubuhnya Dr. Heidi Klum. Ayana sadar dua Minggu pasca operasi akibat pendarahannya waktu itu. Gadis itu terdiam dan tidak mau melihat ke arah Barry. Lelaki itu menyewa perawat untuk menjaga dirinya. Gadis itu masih ketakutan jika melihatnya. Dan terkadang histeris karenanya.


Barry mendekat Ayana reflek memalingkan wajahnya, lelaki itu hanya tersenyum tipis dan menghela nafasnya.


"Apakah kamu mengenali lelaki yang baru saja pergi barusan?" Tanyanya sambil berjongkok di hadapannya.


"......................."


" Apa dia kenalan atau kerabat keluarga ?' Lanjutnya untuk memancing pembicaraan.


"......................."


"Jika kamu mengenal dia aku akan mengantar kamu pulang dan akan mempertanggung jawabkan semuanya yang aku perbuat." Kata Barry.


Ayana terdiam dan hanya menangis.