Love

Love
END



Di rumah sakit, Ameera tengah berkutat di depan meja kerjanya di ruangan pemeriksaan. Dia telah berhasil menjadi seorang dokter sekarang. Awalnya dokter kandungan menjadi tujuannya, mengikuti jejak sang ibu. Karena sesuatu hal, akhirnya dokter anak menjadi pilihan.


" Berapa orang lagi ? " Tanya Meera saat itu pada asistennya.


" Satu orang lagi, Dokter. Ini data kesehatannya ... " Asisten perawatnya berjalan menghampiri sembari membawa satu buah map di tangannya. Dia simpan di atas meja, tepat di depan dr. Ameera.


" Lucas ! " Panggil perawat itu kepada pasien terakhir. Namanya persis sama dengan suami sang dokter.


Meera bergegas bergerak membuka map itu. " Lucas ? " Lirihnya pelan sembari tersenyum. Mendadak merindukannya ribuan kali, lelaki itu, suaminya itu.


Perawat itu keluar, tatkala pasien yang dipanggil masuk ke dalam, sempat sedikit terkaget kala berpapasan, ternyata suami sang dokter.


Sedang Meera, dia masih berkutat sibuk dengan data di atas meja, menunduk tak memperhatikan sekitarnya.


Suara pintu tertutup terdengar disusul dengan suara pintu yang dikunci, Klik !


Ameera mengernyitkan dahi, hingga akhirnya derap langkah sepatu terdengar cukup dikenalnya.


Menatap pasien yang katanya bernama ' Lucas ' , Meera tersenyum kala melihat pasien yang dimaksud kini sudah duduk di hadapannya, di kursi pasien tepat di depan mejanya.


" Sayang ... ! " Sapa Meera ramah dengan senyuman sumringah pada pasiennya itu, yang ternyata adalah suaminya sendiri.


Lucas tak bergeming, hanya sorot mata tajam dan kesal yang tergambar di wajahnya.


" Tolong periksa aku, Dokter. " Ucapnya datar.


Meera tersenyum, hampir tertawa.


" Apa yang kau rasakan ? " Tanya Meera saat itu.


" Jantung berdebar, nafas terasa sesak, dan di sini ... " Menyentuh bagian dada, dimana organ hati berada. " Terasa sakit sekali, kosong dan hampa. " Jelas Lucas mendramatisir. Dia mengalihkan pandangannya dari istrinya itu. Merasa kesal dengan kesibukan istrinya akhir-akhir ini.


Bagaimana tidak, hampir beberapa Minggu ini setiap dia pulang dari kantor, dia tak mendapati istrinya ada di rumah. Hanya pelayan dan baby sitter yang menemani kedua buah hati mereka.


Meera menatap Lucas dalam, rasa bersalah jelas tersirat di wajahnya, di sorot matanya.


" Berbaringlah, aku akan memeriksamu. " Dengan lembut Meera menyuruh Lucas berbaring di ranjang yang berada tidak jauh darinya.


Lucas berbaring mengikuti intruksi sang dokter cantik tercinta, setelah sebelumnya melempar jas yang dipakai olehnya ke atas sofa. Sepertinya mereka sedang main dokter-dokteran sekarang.


Jari jemari Meera bergerak lincah membuka satu persatu kancing kemeja semuanya, dengan sensasi menggelitik dan sedikit gerakan eksotik. Menggoda Lucas suaminya.


" Bagian mana yang sakit ? " Tanya Meera memasang alat stetoskopnya di atas permukaan kulit dada Lucas. Jari sebelah tangannya membelai dada Lucas hingga ke perut dengan begitu lembutnya. Bahkan Meera sengaja membungkukkan badannya, agar wajahnya bisa dalam posisi lebih dekat dengan wajah suaminya itu.


Kali ini Meera bertanya lagi dengan suara yang nyaris berbisik di telinga suaminya, mengalun indah, lembut dan menggoda.


" Apakah di sini ? " Meera meraba perut atas suaminya.


" Apakah di sini ? " Kali ini meraba tengah perutnya.


" Atau ... di sini ? " Dengan gerakan nakal Meera meraba bawah perut Lucas.


Merasakan sensasi menggelitik itu, refleks Lucas menjawab dengan setengah berbisik pula, " Di bawahnya. " Sembari menyentuh punggung tangan Meera, membawanya bergerak ke bawah sana.


Meera mendongak menatap Lucas, merasakan sesuatu yang berbeda, mereka serempak tertawa. " Sebentar lagi aku pulang ! " Ucap Meera sembari melepas sentuhannya. Lucas pun akhirnya bangun dari posisinya tadi, bergegas berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana.


" Kita belum pernah melakukannya di sini, sepertinya akan menyenangkan. Kau bisa mengingat moment itu setiap bekerja. " Ujar Lucas nakal.


Meera terkekeh mendengarnya. " Di sini banyak perawat sayang, aku malu. " Meera menolak tawaran itu. Dia tidak ingin menjadi objek gosip para perawat yang bekerja di rumah sakit itu. Dia lalu bergerak membereskan peralatan di ruang kerjanya, bersiap untuk pulang segera.


" Sebentar saja ! " Tiba-tiba Lucas menarik Meera hingga duduk di pangkuannya, kala Meera berjalan di depannya bermaksud untuk menyimpan sesuatu di dalam lemari yang berada tidak jauh dari posisi Lucas berada.


Lucas mendekap Meera erat, menatap matanya dengan begitu dalam. Sebelah tangannya bergerak menyentuh tengkuk Meera lalu mendorongnya, mencium bibir istrinya mesra.


Memagut bibir merah dan lembut itu, Lucas menyesapnya dengan begitu dalam dan hangat. Mencumbuinya dengan penuh cinta hingga menggugah gelora dan gairah yang bergumul di dalam dada. Meera tak tinggal diam, mendapat godaan itu dia membalasnya tak kalah dalam, dengan sentuhan-sentuhan liar dia layangkan di tubuh suaminya, tak kalah menggiurkan.


Terbawa suasana panas, dengan gerakan cepat Lucas membawa Meera berbaring di atas ranjang. Membuka kaki istrinya yang saat itu tengah menggunakan dress selutut yang menempel di tubuhnya. Memudahkannya sekali bukan.


Lucas bahkan tak perlu susah payah naik ke atas ranjang, cukup berdiri di tepiannya saja.


******************************


" Mama pulang ! Papa pulang ! " Teriak anak-anak saat itu. Andara dan Kyan berlari menghampiri kedua orang tua mereka yang baru saja tiba. Malam bahkan telah larut, namun mereka belum tertidur.


" Kalian belum tidur ? " Tanya sang papa. Dia membawa Kyan dalam gendongannya. Anak lelaki itu berusia hampir tiga tahun sekarang. Sedang Andara dia menginjak usia enam tahun.


Sebelah tangan Lucas bergerak menggendong Andara, lalu membawa mereka ke kamar tidur anak-anak. Meera mengikuti dari belakang, sembari memegangi tas dan Jas suaminya itu.


" Kenapa kalian belum tidur, hmm ? " Tanya Lucas kepada mereka. Lebih tepatnya pada Andara yang menurutnya sudah bisa diajak berbicara serius, mengingat umurnya yang sudah cukup besar saat itu.


" Kami menunggu mama dan papa ! " Jawab Andara kepada papanya itu.


" Kami ingin tidur bersama Mama. " Lanjut Andara lagi.


" Pengen tidur sama mama... " Kali ini Kyan yang merengek. Sembari bergerak ke pangkuan mamanya.


Lucas lalu menatap dalam istrinya, memberi kode dengan mengangkat kedua alisnya. Sementara Meera terlihat bingung dengan masalah yang ada di hadapannya kini.




" Bagaimana, apa kau sudah memikirkannya ? " Tanya Lucas pada istrinya itu. Dia membawa Meera untuk bersandar di dadanya, mengelus lembut rambut istrinya.


" Apakah harus ? " Meera mendongak menatap suaminya. Dia memang sangat mencintai buah hati mereka, namun melepas pekerjaan itu, yang merupakan jerih payahnya untuk meraihnya, dan cita-citanya juga, Meera sedikit tidak rela.


" Aku tidak akan memaksamu. Tapi-- akhir-akhir ini kau terlihat begitu sibuk sekali. Aku sedikit terganggu, sungguh. " Jujur Lucas .


Meera kembali menatap Lucas dengan penuh rasa bersalah tersirat di sorot matanya. Dia benar-benar bingung, namun bukankah cinta itu butuh pengorbanan. Mungkinkah inikah waktu yang tepat baginya untuk berkorban. Berfikit sejenak, menimang-nimang. Pembicaraan seperti ini memang sudah sering dilakukan, pada akhirnya Meera harus memutuskan. Lucas dan anak-anak bukan baru hari ini complain padanya, melainkan sudah dari sebelumnya.


" Baiklah ! " Dengan berat hati Meera menjawab, helaan nafas terdengar cukup kencang. Dia bahkan menepuk dada Lucas dengan cukup keras malam itu.


" Baiklah apa ? " Tanya Lucas memastikan.


" Baiklah, aku akan berhenti. " Jawab Meera dengan bola mata berkaca-kaca. Walau berat, dia lebih mencintai suami dan anak-anak mereka. Namun, manusiawi bukan jika dia merasakan kesedihan karena harus melepas cita-citanya yang sudah susah payah dia raih beberapa tahun ini.


" Heeyy ..." Lucas semakin mendekap erat istrinya itu. " Kau bersedih, apa aku terlalu mengekang mu ? " Tanya Lucas menyentuh dagu istrinya.


" Tidak, bukan seperti itu. " Meera menggelengkan kepalanya.


" Jika anak-anak sudah tidak bergantung padamu lagi, kau bisa kembali bekerja di rumah sakit. Bukankah aku pernah bilang, jika keluargaku juga memiliki sebuah rumah sakit. Kelak kau bisa memulai karir lagi di sana, kau bisa pindah jika merasa sudah tidak nyaman di sana. " Jelas Lucas.


" Lagipula ... Kyan sudah cukup besar untuk memiliki seorang adik. Bukankah kita berencana untuk memiliki banyak anak ? " Meera refleks mendongak.


" Banyak anak ? " Meera terkekeh sembari menepuk pelan dada suaminya.


" Masih inget aja. "


Lucas tertawa. " Bagaimana kalau sekarang ? " Tanya Lucas menatap Meera nakal.


" Sekarang apa ? " Timpal Meera.


" Membuat adik Kyan. " Lucas mengangkat kedua alisnya


" Bukannya tadi sudah, ish ! " Meera mencubit perut Lucas. Menyandarkan erat kepalanya pada dada suaminya. " Lagipula, Arrggghh !! " Meera menutup mulutnya.


" Apa ? " Lucas terkejut mendengar teriakan istrinya itu.


" Tadi, aku lupa belum meminum pil itu ... " Rupanya Meera belum meminum pil KB nya hari ini, padahal dia berhubungan dengan suaminya tadi. Alamat jadi, he ...


" Baguslah, berarti tadi pembukaan, dan sekarang ... " Lucas bergerak mendorong tubuh istrinya. Hingga Meera kini berada di bawah tindihan dan kungkungannya.


" Bersiaplah, sayang ... " Sembari membuka baju yang dipakainya, kemudian bergerak membuka baju istrinya.


***************************


" Positif ! " Pekik Lucas saat itu. Dia bahkan yang berinisiatif memeriksakan air seni istrinya itu dengan test pack yang dia ambil dari peralatan kesehatan kedokteran istrinya. Setelah menyadari istrinya itu tak kunjung menstruasi.


Meera yang masih terduduk di atas closet hanya diam termangu, menatap semua itu. Kepalanya bahkan mendadak terasa pusing, belum lagi rasa mual yang mendera perutnya.


" Kau hamil, Sayang ! " Ucap Lucas saat itu. Tersenyum bahagia, tak lupa sebuah kecupan dia layangkan di puncak kepala istrinya itu.


Untuk kehamilan ketiga Meera, terasa cukup berat. Pusing dan mual mendera lebih parah dari kehamilan sebelumnya. Kondisi kesehatan Meera menurun drastis di trimester pertama, bahkan Meera sempat di rawat di rumah sakit, karena kondisi badan yang semakin lemah, mengingat makanan pun tak kunjung masuk ke pencernaannya, karena mual dan muntah hebat yang dirasakan olehnya.


Belum lagi pada akhirnya, proses kelahiran Caesar terpaksa menjadi pilihan, karena proses kelahiran normal sudah tidak mungkin dilakukan.


Seorang bayi perempuan terlahir sempurna. Menyempurnakan kehidupan Lucas tuk ke sekian kalinya. Setelah tadi melalui ketegangan yang begitu luar biasa, saat menjalani proses kelahiran itu.


" Terimakasih, Sayang !! " Ucap Lucas pada istrinya. Kecupan bertubi dia layangkan di wajah Meera yang saat itu terlihat begitu lemah, antara hidup dan mati.


Sejak saat itu, Lucas memutuskan untuk tidak mengharapkan banyak anak lagi diantara mereka. Dengan adanya Andara, Kyan, dan bayi kecil mereka, itu sudah cukup baginya. Asalkan, Meera bisa terus bersama di sampingnya, menemani dan mendampingi seumur hidupnya sampai akhir hayat nanti.


___TAMAT___




Ini, udah benar-benar end ya, terimakasih kepada semua pembaca yang tetap setia membaca karyaku yang butiran debu ini.


Jangan lupa, like, rate dan coment ya ... tuk terakhir kalinya.


Mohon maaf jika akhir ceritanya tidak sesuai ekspektasi dan mengecewakan kalian semuanya. Semoga para pembaca semua diberi kebahagiaan, kesuksesan, kelimpahan rezeki, keselamatan dan yang lainnya.


Oh iya, jangan lupa mampir di karya baru aku. Masih slow update, masih dalam situasi menenangkan fikiran. Akhir2 ini kondisi kesehatan menurun, kesibukan di dunia nyata bertambah, dan lain sebagainya. Tetap bersyukur masih bisa berselancar di dunia maya ini, dunia novel ini, sekedar mencari hiburan dalam masa pendemik Corona ini. Semoga cepat berakhir.


Karya baru aku, bergenre remaja. Masa anak sekolah, putih abu dan kuliahan. Mungkin karena terlalu lama melihat anak2 sekolah libur, mendadak merindukan masa2 itu, masa saat muda dan remaja dulu, he ... Sekedar bernostalgia. Masa disaat mengenal pacaran dan ciuman untuk pertama kalinya, siapa hayoo...


Masa disaat berboncengan di motor terus pelukan pertama kalinya, ciee .. ciee ..


yuk mampir sekedar buka-buka, kalo minat membaca, kalo suka masukin fav, kalo suka banget like, rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan coment.


Maksih sebelumnya ... Bye ... 😘😘😘