Love

Love
32. Menghilang



Setelah berbasa-basi ia pun mundur bergabung dengan tamu undangan. Hingga akhirnya dia merasakan sesuatu yang lain pada tubuhnya. Dia hanya minum dua gelas sampanye dan biasanya tidak akan mabuk, dia tahu batasan toleransi alkohol.


Ada yang tidak beres dia putuskan kembali ke kamarnya. Sedikit terhuyung-huyung memegang sisi dinding dia berjalan menuju ke arah kamarnya. Stuart Weitzman memerintahkan assisten rumah tangganya untuk membawa anak-anak ke kamarnya masing-masing.


Dia sengaja memboking kamarnya dan juga untuk anak-anak agar tidak kecapekan seusai pesta. Rombongan anak-anak Stuart Weitzman dan assisten rumah tangga berjalan beriringan menuju ke kamarnya. Dan kebetulan mereka beriringan dengan para tamu hotel tersebut dan juga para undangan pesta di ballroom.


Sangat ramai suasana didepan lift. Karena kerumunan itulah Ayana terpisah dengan rombongannya yakni Revano, Shawn, assisten rumah tangga dan pengawal pribadi. Setelah mengantarkan ketiga nya Pengawal pribadi itu kembali mencari Ayana yang terpisah dari mereka.


Barry masih bersandar di dinding dekat lift, dimana Ayana juga berdiri tak jauh dari tempat dia berdiri. Gadis remaja tanggung itu terpisah gara-gara gelangnya terjatuh karena putus pada saat berjalan berpapasan pada saat pintu lift terbuka. Karena aktivitas keluar masuk itulah yang menjadikan dia bersenggolan dan gelangnya tersangkut pada hiasan gantungan tas sehingga benda itu putus.


Dan siapa sangka itu menjadi awal pertanda petaka pada dirinya. Sementara itu pengawalnya Stuart Weitzman masih mencari nona kecilnya naik turun di gedung hotel tersebut. Namun hasilnya nihil, dia bahkan sudah menghubungi rekannya dua orang dan bekerjasama dengan pihak hotel. Mereka masih belum menemukan jejaknya.


Bahkan CCTV nya seperti sengaja di hapus semua jejaknya. Sang pengawal pribadi itu sudah cukup frustasi karena nona kecilnya menghilang. Yang paling dia takutkan adalah berhadapan langsung dengan Tuannya. Keesokan nya. Sinar matahari mengintip disela-sela kegiatannya pagi.


Cup. Cup. Cup. Kecupan ringan mendarat di bibir, pipinya Cindy. Wanita cantik itu hanya menggeliat menahan hasratnya. "Sayang..udah deh. Jangan mancing terus menerus. Kan semalaman sudah..." Bisiknya sambil terus bergulingan menyingkirkan kejahilan sang suami.


Lelaki itu hanya menatap wajah cantiknya dan masih mengejarnya kemana juga wanita itu bergerak di atas kasur king size. Dan Stuart Weitzman bergerak mengikuti dan mengukunginya menghujaninya ciuman lembut dan terkadang melonggarkan pelukannya dan kemudian didorong oleh Cindy dan mereka bermain kejar tangkap di atas kasurnya.


Di kota M. Di pagi yang sama seorang dokter memeriksa kesehatan seorang gadis cantik belia yang di hantarkan ke rumah sakit itu semalam melalui helikopter Gadis itu tidak sadarkan diri karena pendarahan hebatnya di organ intim wanita. Operasinya yang dilakukan telah berhasil menghentikan pendarahan dan juga tindakan pembersihan keseluruhan karena gadis itu korban pemerkosaan ada tindakan pencegahan kehamilan. Dan pelakunya adalah adiknya sendiri.


"Gadis cantik yang malang. Siapapun orang tuamu pasti dia akan murka melihat kondisimu saat ini sayang." Bisiknya pada diri sendiri. Lelaki itu adalah Dr. Heidi Klum kepala Rumah Sakit terbesar di kota M. Lelaki itu hanya menatap pemuda di depannya.


Vanessa dialah penyebab bencana ini seharusnya dia bersikap tegas. Wanita itu sudah keterlaluan ! Cukup sudah toleransi dia pada wanita itu ! Aku akan membuat perhitungan dengan caranya, batin nya bergolak. Antara dendam, marah dan putus asa. Dia ingat jeritan gadis cilik itu yang terngiang-ngiang di gendang telinganya.


Pandangan matanya waktu itu kabur yang dilihatnya wanita cantik berbadan mungil. Lekuk tubuhnya tak berbeda seperti wanita umumnya. Dada berisi pinggul menonjol beserta pinggang rampingnya. Dia tak memperhatikan wajahnya yang terlihat masih seperti remaja tanggung. Sangat jelita, batinnya. Maafkan aku cantik, aku akan bertanggungjawab padamu, gumamnya.


"Pulanglah Barry. Aku yang akan. menjaganya. Kau harus membersihkan tubuhmu ! Barry memang masih mengenakan pakaiannya yang masih bernoda darah. Darah yang keluar dari gadis itu. Dia meminta seorang dokter yang kebetulan adalah tamu di hotel tersebut untuk melakukan pertolongan pertama kemudian dia membawa kabur gadis cilik itu dengan bantuan pegawai hotel yang sudah dia suap.


Reputasinya sebagai seorang publik figur pemimpin dan keluarga akan hancur karena kebodohannya. Ayana dibawa dengan helikopter pribadi milik keluarganya dan kakak iparnya adalah kepala rumah sakit yang ternama dikota M. Barry menghela nafasnya yang berat lalu mengangguk mengerti. Dia pun berlalu meninggalkan tempat tersebut.


Sementara itu di kota LN. Stuart Weitzman yang mendapatkan informasi tentang putrinya yang menghilang marah besar. Pengawal pribadi itu mendapat pukulan bertubi-tubi dari nya. Dia sudah meminta Asistennya untuk menyewa hacker untuk memulihkan CCTV yang dihapuskan. Dan mengintrogasi pegawai hotel tersebut.


"Ayana.." Cindy terguncang hebat sang buah hatinya menghilang tanpa kabar. "Siapa yang tega menculiknya? Kenapa harus putriku ? " Wanita itu hanya menangis duduk di ranjangnya dipeluknya Isabella yang duduk di sampingnya. Revano menatap tajam ke arah ibunya tanpa bersuara. Anak lelaki tanggung itu hanya berdiri dengan diam di tempatnya menatap ibu dan adiknya dengan tatapan mata sendu.


Di kota M. Ambressio duduk termenung menatap ke arah depannya. Ada rasa nyerinya di dadanya tanpa dapat dijabarkan. Semalam tangannya hendak mengambil gelas minuman favoritnya namun entah kenapa gelasnya belum dia sentuh sudah terjatuh ke lantai tanpa bentuk, dalam kata lain pecah berantakan di saat yang sama juga terjadi pada dadanya terasa sesak dan perlahan air matanya pun menetes.


Dia tidak mengerti kenapa dia menjadi teringat putrinya yang dia tinggalkan, namun bukan berarti dia sudah tidak perduli. Namun jauh di lubuk hati saat ini dia mempunyai keinginan untuk bertemu. Dada nya terasa nyeri. ( Mungkin inilah yang dikatakan ikatan batin ). Adakah peristiwa yang terjadi ? Batinnya bermonolog dalam hatinya.


Mungkin dia harus pulang kota A untuk memastikan keadaan anak-anak. Dan setelah itu mampir ke kota LN bertanya tentang keadaan putrinya. Ini mungkin akan mendapatkan perlakuan yang sedikit berbeda dari Reynald namun apa salah nya di coba lebih dahulu. "Dia masih belum sadarkan diri ?" Tanya Barry kepada kakak iparnya.


"Belum. Secara medis semua sesuai prosedur dan Otaknya juga normal. Mungkin ini yang namanya menolak untuk sadar. " Jawab Heidi Klum. "Maksudmu?" Barry bingung melihat lurus ke sang kakak. " Pengalamannya bersamamu adalah pengalaman pertama kalinya bagi dirinya dalam hubungan intim dan dia belum siap untuk itu. Dan pikiran dia menolaknya kejadian buruk itu, dia bersikeras menolaknya karena itu seperti mimpi buruk" Jelasnya.