Love

Love
30. Cemburu



Mereka pun makan bersama dengan sedikit pembicaraan. "Masakan kamu masih sama selezat dulu Cindy." puji Reynald. Stuart mengerutkan keningnya menatap Reynald dengan tatapan mata yang tajam.


"Aku dulu pernah merasakan masakan momy kamu cantik." Reynald merasakan sesuatu hal yang tidak nyaman saat semuanya memandangi wajahnya. Karena Isabella masih kecil dan belum mengetahui kebenarannya. Ia meruntuki keusilan mulutnya.


"Maaf". Katanya pada Cindy dan wanita itu hanya mengangguk samar. Acara makan bersama berjalan dengan lancar tanpa melibatkan sesuatu yang menimbulkan kecurigaan Isabella. Gadis cilik itu sengaja tidak dilibatkan karena memang belum saatnya.


"Paman Reynald adalah salah satu dari kenalan Mom, itulah kenapa dia dapat mencicipi masakan Momy sayang", Lanjut Cindy kepada putrinya Isabella. Gadis cilik itu hanya tersenyum.


"Apakah semacam teman sekolah atau rekan bisnis seperti Daddy ? Daddy mempunyai banyak rekan bisnis, dan Momy sering menemani Daddy pergi ke tempat jamuan?" tanya Isabella dengan rasa keingintahuan nya. Reynald mengangguk sambil tersenyum.


Gadis cilik itu terkekeh melihat ekspresi wajah Reynald yang salah tingkah. "Paman mempunyai dua putri seperti Daddy kamu, cantik. Kapan-kapan jika ada waktu paman perkenalkan sama kamu oke?" Kata Reynald, Isabella mengangguk mengerti. Matanya Isabella tak pernah berhenti menatap Reynald mungkin karena ikatan batin pikirannya Cindy.


Setelah makan siang bersama Stuart dan Reynald berbincang santai di ruang tamu, Cindy di ruang tengah menunggui dan menemani Si kecil Shawn yang aktif bergerak. Stuart sangat berbeda di hadapannya Reynald, dia bersikap Wellcome, namun kepada Ambressio dia terkesan bermusuhan. Kenapa ? Tanpa disadari kening Cindy berkerut memperhatikan kedua lelaki itu.


Beberapa notifikasi dari Ambressio tak dihiraukan oleh Reynald, lelaki itu asyik menikmati obrolannya dengan Stuart dan disamping itu dia menggunakan waktu nya mencuri-curi pandang pada mantan istrinya.


Jauh di lubuk hati dia masih menyayangi wanita itu namun keadaan lah yang mengharuskan dia bijaksana dan lebih baik lagi untuk menghargainya. Walaupun tidak memiliki namun dia masih dapat melihat senyuman itu. Sementara itu Ambressio kesal ia sudah mengirimkan pesan singkat kepada Reynald namun hanya didiamkan saja.


Marah, kesal, gusar, lelah dan kecewa perasaan yang bercampur aduk di dalam hatinya. Mau bagaimana lagi dia sudah berusaha merayunya namun gagal, untuk mendekatinya saja dia tidak mampu, karena Stuart sudah memasang pagar tinggi pada istrinya. Dan tak tersentuh.


Dia tidak terima Stuart berhasil mencuri perhatian istrinya dan menghalalkan segala cara dengan menipu dirinya diantara dokumen yang sudah ditandatangani kala itu diselipkan gugatannya perceraian terhadap Cindy untuk bercerai. Parahnya dia juga menandatangani surat pranikah yang memisahkan harta mereka.


Intinya Cindy tidak pernah menerima satu sen pun uang atau pun properti dari nya. Pantas saja orang menjuluki Stuart mafia, karena dia begitu lihainya dalam melakukan sesuatu. Luar biasa, batinnya.


POV Ambressio


Hatiku gembira rasanya mendapatkan kiriman foto-fotonya Cindy yang terbaru. Nomor yang tidak dikenalnya yang telah mengirimkan gambar foto-fotonya itu. Ada juga foto si kembar dan anaknya yang masih dalam kandungan yang ikut dibawanya kabur meninggalkan dirinya.


Mereka sangat mirip dengan kakaknya Revalia dan Sarah Amalia. Nomor telepon itu lagi mengirimkan pesan singkat berupa nomor serial tiket yang dapat di ambilnya dan tujuannya adalah kota LN. Begitu pesawatnya mendaratkan di Bandara.


Wanita ular itu membuat kesepakatan bercinta dengan dirinya baru aku mendapatkan informasi tentang istri dan anak-anak. Terpaksa aku melayani permintaan wanita sinting itu, semuanya demi Anak-anak, pikirku.


Nyatanya setelah semua yang telah kulakukan semua hanya untuk bertemu dengannya bukannya sambutan hangat namun dia histeris dan membenciku.


Aku melakukan semuanya demi dirinya. Aku bertahan agar dia tidaklah terluka. Bagaimanapun juga orang tua nya meninggal karena unsur pembunuhan bukan murni dari kecelakaan alami dari sang pencipta. Cindy tidak mengakui aku Ayah dari anak-anak nya. Dan meminta aku untuk melupakan dan mencari pasangan hidup dan memulai segalanya dari awal lagi.


Dia cinta pertamaku, untuk pertama kalinya aku merasakan perasaan ini. Setelah banyak yang kulakukan di luar sana demi dirinya dengan tegas Cindy menolak dan mengusirku. Dia tidak mau mendengar segala alasan yang kukatakan. Kenyataan aku sudah bermain dengan wanita bayarannya. Itu sudah merupakan penghinaan terhadap dirinya. Seorang lelaki terkadang butuh bermain sedikit kenapa dia tidak bisa mengerti aku?


Reynald juga ikut-ikutan menyalahkan aku yang gegabah dalam bertindak. Parahnya mereka menerimanya ketika ia pergi berkunjung. Nyatanya dari sewaktu meninggalkan hotel hingga sekarang masih saja belum pulang. Aku sudah meminta seseorang untuk meretas data-data penerbangan. Nyatanya nama Reynald tidak ada di dalam daftar penumpang baik maskapai komersial ataupun pesawat pribadi yang bertolak kembali ke negara A. Nyatanya


Reynald masih bersama dengan keluarga Stuart Weitzman. Rasanya hati ini remuk saat pertama kalinya aku melihat Cindy yang begitu ku puja dan kucintai berada dalam pelukannya Dan orang itu sengaja memprovokasi diantara kita berdua.


Tidak salah orang-orang menjuluki dirinya mafia, karena dia begitu rapinya selalu dapat menyelesaikan pekerjaan, yang dilakukan untuk kepentingan dan keuntungan dirinya sendiri.


Cindy apa bedanya antara aku, dia dan kakakku? Akulah yang mendampingi kamu saat kritis dulu, aku juga yang menemukan mu terlebih dahulu sebelum kakakku.


Para lelaki itu hanya bisa menghasutnya dan tidak tulus mencintaimu. Percayalah padaku semua nya kulakukan demi masa depan rumah tangga kita sayang.


Ambressio benar-benar hancur hatinya tidak dapat menerima alasannya kenapa Cindy meninggalkan dirinya. Bukan karena drama ataupun skenario penjebakan dirinya, faktanya dirinya sudah mengakui sudah menduakan cinta mereka. Keegoisan Ambressio lah yang membuat jurang pemisah diantara kita berdua dan juga minimnya komunikasi.


Sifatnya yang mudah terbakar emosi dan tergoda akan kesenangan di luar sanalah yang sejatinya membuat hancur dan kandasnya hubungan antara mereka berdua. Dan itu tidak dapat diterima oleh Ambressio.


Lelaki itu kekanak-kanakan dan egonya yang tinggi beserta segenap keinginan nya ingin memaksakan kehendak nya kepada Cindy. Namun faktanya wanita cantik itu sudah memilih pergi tanpa pamit dan juga tidak memberikan kesempatan biarpun itu celah sekecil-kecilnya bagi Ambressio untuk memperbaiki semua kesalahannya.


Ia lebih memilih hidup tenang dengan caranya sendiri tanpa harus melibatkan lagi lelaki itu yang dulu selalu bersikap manis dan mengumbar janji akan menjaga nya hingga kapanpun. Fakta dirinya sudah bertindak kebalikannya.