
Seusai Lucas mandi, mereka makan malam bersama. Tanpa berlama-lama, hanya sesekali terselip adegan romantis disana, dikala Lucas menyuapi istrinya.
Dengan begitu lahap mereka menghabiskan makanan yang tersaji di atas meja. Sebagai persiapan amunisi bahan bakar olahraga malam ini.
Hendak membersihkan gigi bersama, kini mereka berdiri di depan cermin besar di toilet. Suatu kebiasaan baik, cukup romantis dan mendukung program kesehatan gigi dunia. Harus dipertahankan hingga anak cucu lahir nanti.
" Sikat gigiku warna pink dan kau warna biru, Sayang. " Jelas Meera, masih gemas dengan kata sayang yang terucap dari bibirnya, masih terasa canggung dan sedikit rancu di lidahnya.
Memberikan sikat gigi berwarna biru itu pada Lucas sembari mencolek dagu Lucas dengan kepala sikat gigi yang berbulu halus itu.
Lucas sempat mengernyitkan dahinya tadi, kala melihat sepasang sikat gigi bermodel sama namun berbeda warna. Dan kini diletakkan dalam wadah yang sama, seolah berdampingan. Sejak kapan ada sikat gigi couple di kamar mandinya ?
" Bagaimana jika tertukar ? " Tanya Lucas bergurau spontan. Mengusap dagunya yang merasa geli karena bulu sikat tadi.
" Emh, bukankah berbeda warna. Bagaimana bisa tertukar ? " Jawab Meera sedikit nyolot membuat Lucas tertawa.
" Benar juga ... " Jawab Lucas sembari menggaruk kepala yang sebenarnya tidak terasa gatal.
Bergegas menyelesaikan ritual rutin dan sehat sebelum tidur dan ciuman itu, mereka menyimpan sikat gigi itu di tempat yang sama seperti semula, berdekatan, berdampingan, bahkan hampir berciuman. Membuat Lucas yang melihatnya tersenyum geli.
" Bahkan, mereka saja berdekatan. Mengapa kita berjauhan ? " Goda Lucas seraya mengarahkan dagunya pada sepasang sikat gigi itu, kala Meera menoleh padanya.
Meera ikut tersenyum mendengarnya seraya mengarahkan pandangannya pada sikat gigi itu.
" Ish ... gombal ! " Memukul lengan Lucas pelan.
Meera sedikit meronta dengan gerakan manja, membalikan badannya menghadap Lucas, Meera tertawa kegelian kala Lucas sedikit menggelitik tubuhnya.
" Sayang ! " Suara serak Meera menggema, tampak gigi putih, bersih dan rapinya dari balik bibir Meera yang tengah tertawa. Dan Lucas melihatnya dengan begitu jelas.
" Dan ... jika sikat gigi berwarna pink mu itu hilang, kau bisa menggunakan mulutku untuk membersihkan gigi putihmu ini. " Lanjut Lucas lagi, merayu. Sembari mendekatkan bibirnya ke arah bibir Meera.
" Ish .. Kalau ini ... Modus !! "
Meera sedikit memundurkan kepalanya. Mencengkeram kedua bahu suaminya kemudian, kala tangan Lucas mendorong tengkuknya dengan gerakan cepat dan kuat, hingga kini bibir mereka berdekatan cukup rapat.
.
.
.
.
.
Seusai Lucas mandi, mereka makan malam bersama. Tanpa berlama-lama, hanya sesekali terselip adegan romantis disana, dikala Lucas menyuapi istrinya.
Dengan begitu lahap mereka menghabiskan makanan yang tersaji di atas meja. Sebagai persiapan amunisi bahan bakar olahraga malam ini.
Hendak membersihkan gigi bersama, kini mereka berdiri di depan cermin besar di toilet. Suatu kebiasaan baik, cukup romantis dan mendukung program kesehatan gigi dunia. Harus dipertahankan hingga anak cucu lahir nanti.
" Sikat gigiku warna pink dan kau warna biru, Sayang. " Jelas Meera, masih gemas dengan kata sayang yang terucap dari bibirnya, masih terasa canggung dan sedikit rancu di lidahnya.
Memberikan sikat gigi berwarna biru itu pada Lucas sembari mencolek dagu Lucas dengan kepala sikat gigi yang berbulu halus itu.
Lucas sempat mengernyitkan dahinya tadi, kala melihat sepasang sikat gigi bermodel sama namun berbeda warna. Dan kini diletakkan dalam wadah yang sama, seolah berdampingan. Sejak kapan ada sikat gigi couple di kamar mandinya ?
" Bagaimana jika tertukar ? " Tanya Lucas bergurau spontan. Mengusap dagunya yang merasa geli karena bulu sikat tadi.
" Emh, bukankah berbeda warna. Bagaimana bisa tertukar ? " Jawab Meera sedikit nyolot membuat Lucas tertawa.
" Benar juga ... " Jawab Lucas sembari menggaruk kepala yang sebenarnya tidak terasa gatal.
Bergegas menyelesaikan ritual rutin dan sehat sebelum tidur dan ciuman itu, mereka menyimpan sikat gigi itu di tempat yang sama seperti semula, berdekatan, berdampingan, bahkan hampir berciuman. Membuat Lucas yang melihatnya tersenyum geli.
" Bahkan, mereka saja berdekatan. Mengapa kita berjauhan ? " Goda Lucas seraya mengarahkan dagunya pada sepasang sikat gigi itu, kala Meera menoleh padanya.
Meera ikut tersenyum mendengarnya seraya mengarahkan pandangannya pada sikat gigi itu.
" Ish ... gombal ! " Memukul lengan Lucas pelan.
Meera sedikit meronta dengan gerakan manja, membalikan badannya menghadap Lucas, Meera tertawa kegelian kala Lucas sedikit menggelitik tubuhnya.
" Sayang ! " Suara serak Meera menggema, tampak gigi putih, bersih dan rapinya dari balik bibir Meera yang tengah tertawa. Dan Lucas melihatnya dengan begitu jelas.
" Dan ... jika sikat gigi berwarna pink mu itu hilang, kau bisa menggunakan mulutku untuk membersihkan gigi putihmu ini. " Lanjut Lucas lagi, merayu. Sembari mendekatkan bibirnya ke arah bibir Meera.
" Ish .. Kalau ini ... Modus !! "
Meera sedikit memundurkan kepalanya. Mencengkeram kedua bahu suaminya kemudian, kala tangan Lucas mendorong tengkuknya dengan gerakan cepat dan kuat, hingga kini bibir mereka berdekatan cukup rapat.
💫 Bersambung ... 💫
Seusai Lucas mandi, mereka makan malam bersama. Tanpa berlama-lama, hanya sesekali terselip adegan romantis disana, dikala Lucas menyuapi istrinya.
Dengan begitu lahap mereka menghabiskan makanan yang tersaji di atas meja. Sebagai persiapan amunisi bahan bakar olahraga malam ini.
Hendak membersihkan gigi bersama, kini mereka berdiri di depan cermin besar di toilet. Suatu kebiasaan baik, cukup romantis dan mendukung program kesehatan gigi dunia. Harus dipertahankan hingga anak cucu lahir nanti.
" Sikat gigiku warna pink dan kau warna biru, Sayang. " Jelas Meera, masih gemas dengan kata sayang yang terucap dari bibirnya, masih terasa canggung dan sedikit rancu di lidahnya.
Memberikan sikat gigi berwarna biru itu pada Lucas sembari mencolek dagu Lucas dengan kepala sikat gigi yang berbulu halus itu.
Lucas sempat mengernyitkan dahinya tadi, kala melihat sepasang sikat gigi bermodel sama namun berbeda warna. Dan kini diletakkan dalam wadah yang sama, seolah berdampingan. Sejak kapan ada sikat gigi couple di kamar mandinya ?
" Bagaimana jika tertukar ? " Tanya Lucas bergurau spontan. Mengusap dagunya yang merasa geli karena bulu sikat tadi.
" Emh, bukankah berbeda warna. Bagaimana bisa tertukar ? " Jawab Meera sedikit nyolot membuat Lucas tertawa.
" Benar juga ... " Jawab Lucas sembari menggaruk kepala yang sebenarnya tidak terasa gatal.
Bergegas menyelesaikan ritual rutin dan sehat sebelum tidur dan ciuman itu, mereka menyimpan sikat gigi itu di tempat yang sama seperti semula, berdekatan, berdampingan, bahkan hampir berciuman. Membuat Lucas yang melihatnya tersenyum geli.
" Bahkan, mereka saja berdekatan. Mengapa kita berjauhan ? " Goda Lucas seraya mengarahkan dagunya pada sepasang sikat gigi itu, kala Meera menoleh padanya.
Meera ikut tersenyum mendengarnya seraya mengarahkan pandangannya pada sikat gigi itu.
" Ish ... gombal ! " Memukul lengan Lucas pelan.
Meera sedikit meronta dengan gerakan manja, membalikan badannya menghadap Lucas, Meera tertawa kegelian kala Lucas sedikit menggelitik tubuhnya.
" Sayang ! " Suara serak Meera menggema, tampak gigi putih, bersih dan rapinya dari balik bibir Meera yang tengah tertawa. Dan Lucas melihatnya dengan begitu jelas.
" Dan ... jika sikat gigi berwarna pink mu itu hilang, kau bisa menggunakan mulutku untuk membersihkan gigi putihmu ini. " Lanjut Lucas lagi, merayu. Sembari mendekatkan bibirnya ke arah bibir Meera.
" Ish .. Kalau ini ... Modus !! "
Meera sedikit memundurkan kepalanya. Mencengkeram kedua bahu suaminya kemudian, kala tangan Lucas mendorong tengkuknya dengan gerakan cepat dan kuat, hingga kini bibir mereka berdekatan cukup rapat.