Love

Love
24. Retak



Kyeowook Cartwright memang tidak pernah keluar rumah namun ia selalu mendapatkan laporan dari anak buahnya lewat kurir yang di kirimkan ke perusahaan jadi sepintas seperti untuk keperluan kerja. Lelaki itu menyeringai liciknya. Memperhatikan foto-fotonya serangkaian kegiatan itulah yang akan membuat dia mendapatkan ide untuk kembali menyakiti keluarga besar Cassiedy.


Lelaki itu sudah gelap mata dan hatinya sudah mati, bagaimana dia terus memikirkan balas dendam padahal dia sendiri yang tamak memanfaatkan segalanya bahkan mengorbankan Amalia Cartwright putrinya yang penurut dan sangat menyayangi nya dan berusaha menyenangkan hatinya. Perusahaannya jatuh bangkrut juga karena management nya yang buruk, karena gaya hidup yang tidak sehat, penuh kemewahan. Tanpa adanya sumber pemasukan yang imbang, mereka juga kehilangan investor dan pemegang sahamnya. Reynald lah yang banyak membantunya, namun lelaki itu abaikan kebaikan yang sudah diberikan, nyatanya dia memojokkan rasa bersalah Reynald untuk mengambil keuntungan materi walaupun tidak sesuai dengan keinginan Reynald memberikannya juga, dan perusahaan tersebut di akusisi atas nama RCC Company, yakni masuk dalam anak perusahaan keluarganya.


Terdengar suara mobilnya Rosario Cartwright berhenti depan rumah dengan cepat dia naik kelantai atas tepatnya ke kamarnya, dengan tergesa ia melepaskan semua pakaiannya dan semua perhiasan yang melekat pada tubuhnya, dia bergegas ke kamar mandi. Menyalakan shower air dingin, mata nya memerah perasaan kesal, marah, malu bercampur aduk. Dia membasuh tubuhnya dengan kesal. Kyeowook Cartwright masuk ke kamar mengamati pakaian yang berserakan dia membayangkan fantasi liar bersama sang istri. Rosario masuk keluar dengan lilitan handuk di tubuhnya. Sedangkan tangannya masih memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Kyeowook Cartwright mendekat dengan melepaskan pakaiannya dan langsung menarik tubuh istrinya dan mencium bibir istrinya. Rosario Cartwright mengalungkan tangannya ke leher Kyeowook serta membalas ciuman lembut itu yang perlahan berubah menjadi bernafsu. Mendorong tubuhnya Kyeowook kedinding sedangkan kakinya satu naik ke pinggulnya dan menekan tepat pada tempatnya. Penuh hasrat birahinya semakin berkobar Kyeowook berbalik menekan tubuhnya erat-erat ke tubuhnya Rosario. "Come and faster honey, please.." bisiknya. Kalimat yang dihafal oleh Kyeowook istri nya sedang dalam amarahnya, lelaki itu menyeringai. Lelaki itu langsung melesat masuk ke lubang surganya dan penuh semangat dia mulai menghentakkan. Rosario mendesah kuat dengan berpegang lehernya Kyeowook, sedangkan tangannya Kyeowook menahan tubuhnya Rosario dan satunya memegang kakinya yang naik ke pinggang. Dia terkadang meremas pantatnya Rosario. Rosario terkadang menciumi bibirnya. Hingga akhirnya mereka melepaskan bersamaan. Kyeowook masih memeluk erat-erat tubuh istrinya. Hening sesaat. Rosario kembali mencium bibir Kyeowook. Kyeowook menikmati ciuman lembut Rosario, diangkatnya tubuhnya dan Rosario masih membelit dan masih menyatu, mereka masih berciuman, Kyeowook berjalan hingga di ranjangnya. Kyeowook memangku nya. Kali ini Rosario pegang kendali dan berulangkali mencumbui hingga mencapai *******. Mereka memang sudah berumur namun soal hubungan intim mereka selalu melakukannya secara intens dan selalu setia pada pasangannya. Walaupun di pikiran mereka hanya ada harta dan kesenangan.


Di kediaman Reynald Cindy menunggui anak-anaknya makan, si kembar sudah 1+ sudah mendapatkan tambahan gizi dan nutrisi, tak lama datang lah Reynald dan dua putrinya. Mereka duduk bersama di meja makan untuk makan malam bersama. Hening sesaat.


"Ambressio pulang telat lagi. Sebenarnya apa yang dikerjakannya akhir-akhir ini? Bukannya di perusahaan berjalan lancar? ", tanya Cindy menatap wajah Reynald. Lelaki itu diam. Sebenarnya dia juga bingung mau menjawabnya, karena dia juga jarang bertemu di kantor. Yang dia ketahui dari sekretaris nya Ambressio menemukan titik terang yang menjadi penyebab utama kematian orang tua Cindy. Dan adiknya Ambressio terlihat seperti orang frustasi. Itulah laporan yang diterima dari sang sekretaris. "Ambressio berkerja menangani proyek lapangan dan aku hanya menerima laporan saja, jadi itu banyak menyita waktunya. Belum dia harus mengawasi Firma lawyer, beri dia waktu sedikit dan pengertian." bujuknya.


"Entahlah aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Jika aku melihatnya pulang dalam keadaan mabuk lagi..aku akan mundur. Kita cari jalan masing-masing." tegas Cindy. Hening sejenak. Reynald hanya bisa pasrah dan memberikan isyarat pada dua putrinya agar diam saja.


Semua orang kembali ke tempat tidur masing-masing. Malam itu terasa sunyi senyap, Cindy terlihat lebih dingin pada saat Reynald berpapasan dengannya, Cindy berjalan dari arah kamarnya si kembar dan Reynald mengambil botol air mineral dari pantry. Wanita itu hanya berlalu tampa senyuman dan tampa menatapnya seolah-olah dia tak ada disana.


Begitu masuk terdengar notifikasi masuk, sebuah video tertera dilayar. Dibukanya dan itu seperti suasana club' ada Xander yang bercumbu dengan wanita, Kevin didampingi dua wanita yang melayaninya, dan terakhir Ambressio yang duduk dengan kemejanya terbuka dengan bersandar. Ada wanita yang berjongkok dengan kepala tertunduk tepat di ************. Triings. Notifikasi share located. Club'itu dan dia mengetahui lokasinya. BRENGSEK KAU AMBRESSIO ! Makinya penuh amarah. Dia menyambar jaket besar dan mengganti sendal dengan sepatu kets dan dompetnya yang ada tali selempang dia belitkan di tubuhnya. Berlari kecil menuju parkiran mobil di basecamp rumah. Meneliti mobil-mobil itu karena dia tidak mengetahui letak simpanan kunci-kuncinya. Dan alhasil ia melihat satu mobil dengan kuncinya, ia menoleh ke tombol ada dua jenis merah dan biru, bingung melihat itu lalu diputuskan ia menekankan tombol merah, otomatis pintu garasi. Bergegas dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi ia keluar, dia tak mengetahui pintu garasi terhubung dengan gerbang pagar rumah jika menekan tombol merah. Cindy tidak pernah mengendarai mobil sendiri namun bukan berarti tidak dapat mengendarai. Reynald tertegun melihatnya pemandangan didepannya yakni satu mobilnya keluar tanpa perintah atau ijinnya. Diambilnya gawainya di saku.


"Sammy kau dimana?", tanyanya


"Di kamar tuan. Istirahatlah", jawabnya santai.


"Siapa yang keluar dengan Maybach hitam barusan?"


"................" hening tak ada jawaban.


"Shiits.. lacak mobilnya dan siapkan mobil kita kejar sekarang!" titah nya. Reynald memanggil kepala maid untuk menjaga anak-anak. Terutama si kembar.


Cindy menepikan mobilnya secara acak di parkiran club', dia masuk namun dihadang oleh sekelompok sekuriti Club yang berpakaian hitam-hitam. Keributan terjadi, Alexandre berdiri tak jauh darinya mendekati dan bertanya," Nona kau tidak boleh masuk jika tak memiliki card member" ujarnya tegas.


"Ambressio Cassiedy suamiku, kau boleh bertanya padanya! Tak ada untungnya aku menipu mu!" teriaknya ketus. Alexandre mencebik kesal. Baru kali ini ada wanita judesnya tapi imut wajah nya. "Masuklah!" , ditariknya tangan Cindy. "Agar kau aman tetap. disisiku!" bisiknya. Wanita itu hanya memutar matanya malas dengan senyum sinis. Percayalah, kau itu cantik! Dan kau makin membuat aku gemas hingga turn on milikku, batin Alexandre.


Sesampainya di depan ruangan itu Cindy langsung membuka pintunya kasar. Braakk. Semua orang terdiam menatap ke sumber suara dan melihat ekspresi wajah Cindy. Wanita cantik itu terluka, matanya menatap ke arah Ambressio, diambilnya cincin kawin dan melepaskan serta dilempar ke arah Ambressio. Saat ini dia sedang memangku wanita setengah telanjang, bajunya miring terlihat punggung dan pantat terlihat dari belakang. "Urus surat cerai nya Brengsek! Kau tak ada bedanya dengan kakak mu!" teriaknya sambil berbalik berjalan keluar, ia berlari kencang menuju mobilnya. Ambressio mendorong tubuh wanita itu dan mengambil cincin kawin nya. Digenggamnya erat, "Shiits!". Dia berlari kecil menyusulnya diikuti Xander dan Kevin. Diparkiran Sammy terdiam didalam mobilnya melihat Cindy yang dikejar Alexandre. Wanita itu masuk dan mengemudikannya, Alexandre kalah gesit hanya dapat mengumpat dengan kerasnya. Sammy mengikuti nya. Jalanan sekitarnya masih ramai walaupun tidak padat namun itu weekend, jadi banyak orang keluar rumah. Ambressio masuk ke mobil di ikuti oleh yang lainnya bahkan Alexandre pun ikutan. "Kenapa kau ikut?" tanya Xander. "Aku ingin mengetahui apa yang akan terjadi, wanita itu cantik. Jika aku menjadi kau, aku meninggalkan dunia malam pun rela...", serunya. "Shiits!", Ambressio hanya mengumpat dan memukuli setir mobil. Xander dan Kevin mendelik kesal karena Alexandre mengompori Ambressio.


"Siapa yang di belakangnya?", tanya Kevin. "Entahlah aku melihatnya dua orang pria" jawab Alexandre cuex. "Itu kakakku dan asistennya" jawab Ambressio.


"Well kalian terlibat cinta segitiga?" tebak Alexandre. "Diamlah!" bentak Xander dan Kevin bersamaan. Alexandre terkekeh geli mengerti jika dugaan benar adanya. Sammy berhasil mensejajari mobil Cindy dan mengklakson. "Nyonya berhentilah!" teriaknya dengan tangan nya memberi kode menepi. Cindy meliriknya dan braaakk. Mobilnya menyamping membentur mobil yang dikendarai Sammy dan Reynald. "Shiits. Apa dia sudah hampir gila? Apa yang di lakukan Ambressio sehingga dia seperti itu?" umpatan Reynald karena terkejut. Sifatnya berubah drastis. Sammy mundur dan gantian mobil Ambressio maju mensejajari mobi Cindy. "Sweetie... ayohlah berhenti!" teriaknya. Lagi-lagi jawaban yang sama, mobilnya di benturkan. "Matilah kau brengsek!!" makinya nyaring. "Shiits". Ambressio berteriak-teriak mengumpat. Alexandre hanya tertawa melihatnya, Xander yang tak tahan memukuli kepalanya. Cindy menabrakkan body samping mobilnya berulangkali. Ketiganya terlibat kejar-kejaran seperti film action-nya. Dimana penjahat diburu polisi. Ambressio masih berteriak memohon Cindy menepi, namun wanita itu terus melajukan dan menambahkan kecepatan mobilnya. "Tampaknya Nyonya berbakat menjadi pembalap tuan", celetuk Sammy. Reynald meliriknya kesal. Wanita cantik itu begitu lincahnya menghindari laju motor, motor lainnya dan masih kecepatan tinggi. Anehnya dia selalu mencapai di rambu-rambunya pas lampu hijau. Jadi tak pernah berhenti. Hingga pada persimpangan jalur seolah-olah dia hendak melaju lurus saat itu Ambressio mensejajari dan dia juga hendak menabrakkan mobilnya, Ambressio memilih jaga jarak. Detik yang sama ia langsung membelokkan mobilnya dengan ekstrim. ( Metode mengemudikan yang biasa para pria kuasai, wanita mungkin hanya tertentu saja.) "Shiits!" Ambressio tak berhenti memaki. Alexandre mencebik," Rupanya kau tidak tahu jika istri mu seorang pembalap handal". Plaak. Lagi Xander memukul kepala Alexandre. Lelaki itu hanya meringis. Ambressio harus mengambil jalan memutar agar dapat menyusulnya.


Mobilnya Sammy berhasil mengikutinya namun sedikit tersendat karena waktu memutar dia terlalu dekat. Jadi jaraknya sangat jauh ketinggalan. Wanita itu memilih jalur lain lagi saat ada persimpangan. Sammy melirik GPS mencari keberadaan nyonya nya. Cindy melirik spion, sepi tak ada kendaraan lain. Ia mengurangi lajunya walaupun tidak secepat itu namun tetap lah lajunya kencang. Ia melihat truk yang melintang dia banting kemudi dan melesak ke luar jalur menabrak pembatas jalan. Brakk...derts... Mobilnya terbalik.


Benturan keras dan bunyi konseling kabel. Cindy merasakan sakit seluruh badannya dan pusing yang berat. Ia melepaskan diri dari seat belt dan membuka pintu. Kaca jendela juga susah terbuka. Matanya mengerjap-ngerjap karena ada darah menetes lewati bulu matanya. Braakkk. Dari arah samping ada yang memecahkan kaca jendela itu. Seorang pria mengulurkan tangannya dan menarik tubuh mungil itu. "Kemarilah, pelan-pelan. Ok kau tenang, dapat berjalan?" tanyanya. Cindy memandang pria asing itu dan menggelengkan kepalanya. "Boss ada mobil mendekat" teriak rekannya. "Bawa pergi aku. Kumohon. Aku tidak mau berurusan dengan si brengsek itu!". Kata Cindy lirih, matanya berkaca-kaca menatap lelaki itu. Diangkatnya seperti bridal style setengah berlari menuju mobilnya. Bergegas mereka melaju meninggalkan TKP. Bersamaan mobilnya meledak. Buumm.. Begitu keluar dari mobilnya Sammy dan Reynald terperangah shock melihat mobil terbakar. Kemudian tak lama Ambressio juga datang. Dengan histeris dia menangis meratapi kepergian wanitanya. Semua terdiam dan tak ada sepatah kata.


Didalam mobil Cindy didekap pria asing itu. Perutnya terasa sakit dan seperti ada sesuatu yang menerobos di ************. Wanita itu memejamkan mata meringis merasakan sakit. "Ada yang salah? Apa yang terjadi? Apa yang kamu rasakan?" tanya laki-laki itu.


"Ada sesuatu di perutku yang teramat sakit dan seperti ada yang keluar dari organ inti, aku tidak tahu apa..tolong aku jaga anak-anak ku. Jauh kan dari ayahnya yang brengsek. Aku tidak Sudi laki-laki itu berbahagia, dia harus merasakan sakit seperti aku. Di dompet ada identitas ku dan amplop berisi kartu dan kunci deposit bank. Semua surat berharga disana. Tolong jauhkan mereka dari ayahnya. Lelaki itu harus merasakan penderitaanku." kata Cindy lirih dan tersendat-sendat. Mobilnya melesat menuju rumah sakit umum. Sang sopir sebelumnya nya sudah menelpon seseorang dengan bantuan headset nya. Begitu sampai di rumah sakit mereka sudah di tunggu petugas medis dan segera melakukan tindakan darurat yang semestinya.


Lain halnya dengan Kyeowook Cartwright yang tertawa puas dengan hasil kerja anak buahnya. Yang mengirim pesan singkat kepada nya. Adegan Cindy melabrak hingga aksinya kejar-kejaran biar tak keseluruhan namun itu cukup untuk membuat kerajaan bisnis Cassiedy hancur. Lelaki itu langsung mengirimi pesan agar semuanya di unggah ke internet. Dan tinggal selangkah lagi, yakni drama penculikan anak.


Di rumah sakit, lelaki yang menolong Cindy adalah seorang pembisnis dari kota LN. Dia ke kota A hanya meninjau kesepakatan bisnis yang ditawarkan padanya dia kemari hanyalah untuk menghindari teror sang mama, yang menginginkan dia untuk menikah. Dia lebih suka sekali pakai karena baginya wanita diluar sana hanya barang. Dulu dia pernah hampir melamar seorang wanita, kenyataan tak sesuai keinginan. Ia sengaja menyamar menjadi karyawan biasa, namun sang wanita sudah mengenalnya lebih dahulu. Secara tak sengaja dia mendengar pembicaraan wanita itu dengan orangtuanya dan semua rencananya. Diapun kecewa dan berlalu tanpa ada kata-kata. Sejak kejadian itu dia menjadi pribadi yang dingin.