
Usai pemakaman semuanya kembali pulang meninggalkan tempat tersebut. Ambressio masih setia duduk disampingnya pusara yang dianggapnya milik istrinya.Tatapan matanya kosong dan hampa perasaannya. Xander dan Kevin berusaha untuk membujuknya untuk pulang. Di kediaman Reynald, Reynald duduk dengan ekspresi wajah yang marah. Giginya bergemeletuk menahan diri. Kertas laporan yang diterima dia remasnya seusai dia membaca hasil laporannya. Evelyn dan Robert yang duduk tak jauh dari situ melihatnya seolah meminta penjelasan. Mereka duduk di ruang tamu setelah pulangnya dari pemakaman. "Rumah ini didatangi penyusup, orang tidak dikenal itu hanya menginginkan si kembar. Bahkan mereka sempat mengemas beberapa pakaian, susu, jaket, selimut dan lainnya. Karena kami menemukan barang-barangnya berserakan di mana-mana. Mereka sudah menyakiti anak-anak momy. Dihari yang sama saat ibunya pergi. Mereka jelas sudah merencanakan ini!". Jelasnya dengan penuh kemarahan. Evelyn dan Robert duduk mendengarkan penjelasan itu tak kuasa menahan emosi. "Menurutmu siapa kira-kira yang tega melakukan itu? Menculik dan bahkan menyakiti mereka?", tanya Evelyn.
"Menurut Mom siapa lagi yang selalu mengusik keluarga kita sedari dulu?", tanyanya.
"Ada apa? Siapa yang mengusik ketenangan keluarga kita?", Ambressio mendengar kata kata Reynald saat masuk ke dalam rumah bersama Xander dan Kevin menjadi gusar.
"Keganjilan tentang kecelakaannya dan anak-anak hilang di hari yang sama." Terangnya sambil menatap ke arah Ambressio.
"Kenapa tak kau katakan padaku kak?", teriaknya.
"Kau sedang berduka karena kehilangan Cindy berserta bayinya dan aku juga tak tega harus mengatakan bahwa si kembar juga telah hilang. Aku benar-benar sangat menyesalkan atas kejadian ini. Menurut penyelidikan yang dipimpin oleh Sammy. Mereka menemukan jejaknya yakni berupa mobil yang ditinggalkan bersama tas hand bag yang berisikan pakaiannya si kembar dan segala perlengkapannya serta jaket yang biasa dikenakan si kecil bersama noda darahnya. Hasil 100% akurat mereka ibu dan anak. Hasilnya otopsi jenazah Cindy dalam hamil muda perkiraan tiga bulan. Semuanya mengarah ke satu orang yakni.."
"Beraninya dia menyentuh anak dan istriku. Bahkan bayiku masih didalam kandungan ibunya juga dikorbankan. Akan kuberikan dia apa itu rasa sakit hingga meratapi nasibnya sendiri dan meminta kematiannya pun takkan akan pernah dia dapatkan." Ambressio mengepalkan tangannya karena rasa geramnya.
"Segera lakukan rencana penangkapan itu. Dan lakukanlah hingga ke akar-akarnya jangan pernah memberikan dia waktu sedikit saja untuk bernafas. Agar dia mengetahui siapa Ambressio Cassiedy.!" titahnya kepada Xander dan Kevin mereka pun mengundurkan diri berpamitan pada Evelyn dan suaminya Robert dan Reynald untuk melakukan hal yang diperintahkan Ambressio.
Kota LN. Cindy baru selesai memeriksa anak-anaknya dikamar, seusai makan malam si kembar langsung diarahkan ke kamarnya oleh baby sister atas perintah Stuart. Wanita itu menerimanya karena semua demi kebaikan anak-anaknya itu yang dipikirkan untuk saat ini oleh Cindy. Dia sendirian seperti ada dalam kamarnya ia ke balkon menghirup udara segar. Andaikata kau tidak selingkuh Ambressio. Kenapa kau lakukan ini padaku? Apa salahku kau menyakiti aku? batin nya. Tak terasa air matanya menetes dipipi. Tiba-tiba sepasang tangan memeluknya erat dari belakang.
"Sweat heart..apa yang kau lakukan disini?"
"Tidak ada. Aku hanya mencari udara segar"
"Ini dingin tidak bagus untuk kesehatan kalian."
Cindy berbalik mereka bertatapan mata, Stuart membelai rambut hitam panjang Cindy. Cup. Sebuah ciuman lembut didaratkan di bibirnya yang mungil. Cindy tak menolak ciuman lembut perlahan-lahan itu. Mereka berhenti sejenak Stuart mengangkat tubuhnya Cindy ala bridal style dan wanita itu langsung mengalungkan tangannya ke leher Stuart. Diletakkan tubuhnya diatas kasur king size dan Stuart tidur di sebelahnya dan menarik selimut hingga ke leher. "Tidurlah Sweat heart. Janganlah berpikir yang tidak-tidak. Aku akan selalu disampingmu jangan lupa itu". Bisiknya serak ditelinga saat mereka merebahkan tubuhnya. "Apakah aku boleh bekerja? Dulu aku mempunyai butik. Aku suka menjahit dan mendesain pakaian." Cicitnya. Stuart tak menjawabnya hanya diam menatapnya sedetik dua detik tampa kata-kata. "Bolehkah?", tanyanya sekali lagi.
"Baiklah lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Tapi kau tak boleh terlalu capek, kau sedang berbadan dua. Lagipula kau tak bekerja saja aku tak keberatan, kau bisa habiskan uangku itu sudah cukup." Katanya angkuh dengan tatapan mata yang dingin." Berhentilah menatapku seperti itu !" lanjutnya Cindy pun membalikkan badannya dan Stuart memeluk nya dari belakang mereka terdiam. Hingga akhirnya mereka pun tertidur.
POV Stuart Weitzman
Saat pertama kali melihatnya di mobilnya yang terbalik dadaku berdebar. Wanita yang cantik itulah kesan pertama ku. Dengan sorot mata penuh kesedihan dia menatapku saat ku ulurkan tanganku padanya dalam posisinya yang terbalik didalam mobil, mobil tersebut terbalik pada saat kecelakaan, ia membalas menggenggam ku dengan erat-erat. Dia berusaha bangkit dan kulihat ada darah menetes diantara kaki nya. Karena panjang jaketnya sebatas tiga perempat badannya kaki putihnya terlihat dan saat kurengkuh badannya begitu ramping dan kuperkirakan berat badannya tak seberapa. Sungguh wanita muda yang mungil dan cantik batinku. Dia memohon padaku di antara setengah kesadarannya. Bryant memberikan informasi bahwa dia sudah menikah, dan tercatat dua kali menikah. Menikahi lelaki kakak beradik what the hell, batinku. Ada kasus apa hingga wanita cantik ini digilir keduanya hingga memiliki anak sebanyak itu. Keluarga Cassiedy yang minim berita skandal, memiliki dua penerus. Mereka mempunyai reputasi bagus di dunia bisnis dan mereka sekarang terlibat cinta segitiga. Wanita cantik ini tidak mau bersama dengan sang suami, entah apa yang terjadi tapi aku bersedia menjadi lelakinya. Walaupun menjadi yang ketiga tak masalah bagiku, toh dia sudah sangat membenci suaminya. Aku akan menjagamu dan menjadikan kau milikku sayang.
Cindy memulai karirnya sebagai guru menjahit, untuk pemula membuka kursus menyulam untuk anak-anak ataupun dewasa. Di sebuah ruangan salah satu mall terbesar di kota LN. Awalnya memperkejakan 2 asisten, eforia pelajar sangat mendominasi maka dia menambah asisten lagi. Hasil kerajinan tangan sang murid yang indah dan rapi dia pajang untuk dijualnya. Dia juga memotretnya untuk digantung di dinding tempat kursus menyulam dan menjahit. Dia juga meluangkan waktu untuk bersama anak-anak dan juga Stuart. Lelaki itu sudah mengatur pernikahan mereka satu Minggu setelah tiba di kota LN, pestanya dilakukan di halaman belakang rumah. Katanya semuanya demi kepentingan anak-anaknya seperti identitas diri, untuk keperluan sekolah mereka nantinya. Lelaki itu selalu berusaha membuat rasa nyaman dengan segala bentuk perhatian nya. Seperti mengantarnya konsultasi dan memeriksa kesehatan kandungan. Mereka seperti keluarga kecil setiap weekend selalu bersama, menemani anak-anak bermain di halaman belakang. Hingga tak terasa usia kehamilannya bertambah perutnya terlihat membuncit, saat ini dia duduk di bangku taman. Melihat anak-anak bermain sepak bola dengan Stuart sedangkan dia asyik merajut syall rajut memang tidak mode lagi, namun ia hanya ingin membuat saja. Dia mengelus perutnya sesekali karena merasakan kontraksi sesekali dan huff...dia mengeram karena kesakitan. Stuart melihatnya lalu berlari menuju ke tempat Cindy duduk. "Sweet heart.." panggilnya. Lelaki itu duduk disisinya. melihat kakinya yang meneteskan air ketuban." Kamu ?" wanita itu mengangguk mengiyakan pertanyaan Stuart yang belum sempat terucap. Stuart memanggil pelayan untuk menjaga anak-anak dan membantunya kemudian dia mengangkat tubuhnya Cindy ala bridal style dan membawanya ke rumah sakit. Tidak berselang lama bayinya lahir perempuan, cantik putih bersih ber iris mata biru, hidungnya mancung. Stuart melihatnya saat bayinya di letakkan di dada Cindy. Wanita itu melahirkan secara normal dan dia langsung memberikan asi. Stuart memandangi bayinya dengan rasa iri pasalnya dialah yang selalu menyedot ASI-nya setiap saat jika Cindy merasakan sesak jika ASI-nya penuh. Saat hamilnya menginjak usia 6 bulan ASI-nya sudah keluar banyak.
Hanya memakan waktu dua hari, dia sudah diijinkan pulang ke rumah dari pihak rumah sakit karena badannya sehat. Sesampainya di rumah mereka di sambut anak-anaknya yang bersemangat melihat adiknya. Mereka berkumpul di kamarnya Cindy. Mereka duduk di kasurnya dengan posisi Cindy diampit dua anak balita nya dan didepan ada Stuart dan juga pengasuh berdiri tidak jauh dari tempat tidur.
" Isabella Weitzman namanya, Senang inilah rasanya sekarang anakku ada tiga " ujarnya Stuart memandangi sang istri yang sedang memberikan ASI-nya. Cindy hanya terdiam membalasnya dengan senyuman manis. Sikembar di ganti nama keluarga dari Cassiedy menjadi Weitzman. Dan Cindy tidak menolak semua yang telah ditetapkan Stuart. Lelaki itu tidak pernah sekalipun mengabaikan nya dia selalu bekerja di rumah, jika meeting lewat media elektronik dia hanya sesekali keluar rumah dan selalu kembali di jam sebelum makan malam.
"Sweet heart..ini sudah "
"Iya kita dapat melakukan make love sayang". Cindy menyela kalimat Stuart berbalik dan menyentuh rahangnya dan mengelus-elus.
"Benarkah kamu sudah bisa? Kau yakin tidak sakit?" tanyanya ragu dan menikmati sentuhan
" Sayangnya aku akan sedikit kesakitan karena ini yang pertama setelah aku melahirkan."
"Aku akan berusaha pelan-pelan sweet heart"
Mereka pun mulai saling berciuman dan bercumbu Stuart yang memimpin semuanya tidak dia melewat kan seinci pun dan dipenuhi dengan jejaknya, Cindy merasakan sesak dan penuh didalamnya saat Stuart melakukan penyatuan rasa nyerinya dia tahan Stuart juga terdiam sesaat untuk penyesuaian. "Ini sempit sweat heart i love it" teriaknya sambil bergerak pelan Cindy pun mendesah kenikmatan. Tampa sadar ia sudah menaikkan tempo nya Cindy mencengkeram erat seprai dan terkadang beralih ke punggungnya Stuart, dia mendesah lebih nyaring terkadang Stuart mencium bibir istrinya dengan terus bergerak lebih menggila hingga pelepasan. Sedangkan Cindy sudah merasakan kenikmatan berkali-kali lelaki itu masih terus berlanjut melakukan hingga kepuasan dirinya terpenuhi Cindy hanya mengikuti keinginannya.
Di lain tempat. Kyeowook Cartwright mengalami keterpurukannya. Rencananya sudah dipatahkan oleh Ambressio semua media elektronik memuat vidionya Rodrigo Cartwright dan berita yang memuat fakta dibalik kematiannya Amalia Cartwright yang merupakan istri Reynald, juga orang-orang yang disewanya juga sudah tertangkap dan kasus pembunuhan yang dilakukan atas perintahnya terungkap, kematian orangtuanya Cindy adalah atas perintah Kyeowook Cartwright. Sedangkan sang isteri nya Rosario Cartwright hanya dapat meraung-raung menangisi suaminya yang ditangkap dan keluarga nya hancur tercerai-berai sedangkan para wartawan sudah memenuhi depan rumahnya. Dia sungguh-sungguh merasakan dunianya hancur. Anaknya dipenjara bersama sang suami sedangkan putrinya tidak tahu keberadaan nya ia frustasi karena itu dia memilih untuk bunuh diri di kamar nya. Pelayan menemukan dia over dosis dan melaporkan ke pihak kepolisian.
Dikediaman Reynald Ambressio hanya terdiam melihat semuanya ia masih tetap sama yaitu barang-barang si kembar, pakaian istrinya dan semuanya masih sama ditempatnya tampa sang pemiliknya. Hanya fotonya di dindingnya.
Anak-anaknya Reynald hanya terdiam melihat ekspresi Ambressio yang masih merasa bersalah karena kebodohannya sendiri istrinya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Ambressio hanya terdiam duduk dengan mengenangnya masa-masanya bersama anak-anak dan istrinya. Keluarga besar Cassiedy merasakan kehilangan Cindy dan anaknya. Setelah kejadian itu aktivitas mereka kembali seperti semula namun ada perbedaan dirumah yang terasa ramai sekarang sunyi senyap, Revalia sudah menginjak remaja ke dewasa dan Sarah juga dari anak-anak menginjak remaja mereka banyak mengikuti kegiatan di luar rumah sedangkan Reynald sudah tidak ada minat untuk berumah tangga dia menjadikan pekerjaan sebagai alat pelampiasan rasa bersalah dan menyesal terhadap wanita yang dicintainya, sedangkan Ambressio kembali ke dunia semula seperti sebelum bertemu dengan Cindy, pagi hingga malam berkerja dan seusai pergi ke Club malam demi kenikmatannya.
Keluarga Cartwright sudah tidak ada, Kyeowook Cartwright dipenjarakan karena kasusnya pembunuhan berencana terhadap orangtuanya Cindy, dan penculikan anak-anaknya Ambressio dan penyebab kematiannya Cindy. Semuanya memberatkan bagi Kyeowook Cartwright Karena bukti-buktinya, sedangkan Rodrigo Cartwright kasus perjudiannya dan pemerasan dengan semua buktinya.
Tujuh tahun kemudian. Di kota LN. Cindy duduk di kursi belakang kemudi mobilnya dia memandangi lalu lintas dan orang-orang yang berlalu lalang di jalanan padatnya kota LN, kegiatannya pergi ke butik dan sekolah kursus yang di dirikan nya semuanya atas ijin Stuart, ia juga diijinkan Stuart pergi kemanapun dengan mobilnya yang mini namun berharga selangit. Dia masih berperan sebagai seorang ibu dan istri yang baik. Mobilnya pun terparkir berjejer dengan mobil-mobil yang lain. Dengan santai ia melenggang berjalan di basemen menuju ke lift di gedung mall. Melewati ruko-ruko dan estalase-estalase dia menikmati pemandangan disekitarnya hingga akhirnya ia pun fokus pada pandangan orang yang duduk beramai-ramai di bangku food court, Wanita muda itulah sebabnya mengapa dia menatapnya tak berkedip. Revalia? Dia di kota LN? Apa yang akan terjadi selanjutnya jika kami bertemu? Cindy bergegas berjalan menuju ke tempat kerjanya agar tidak terlihat oleh gadis itu. Hatinya bertanya-tanya dan cemas apa yang akan dia jelaskan nantinya.
Revalia Cassiedy
Cindy Weitzman dulunya Cindy Cassiedy
Isabella Weitzman