Love

Love
34. Pertahanan



Ayana sadar dua Minggu pasca operasi akibat pendarahannya waktu itu. Gadis itu terdiam dan tidak mau melihat ke arah Barry. Lelaki itu menyewa perawat untuk menjaga dirinya. Gadis itu masih ketakutan jika melihatnya. Dan terkadang histeris karenanya.


Barry mendekat Ayana reflek memalingkan wajahnya, lelaki itu hanya tersenyum tipis dan menghela nafasnya. "Apakah kamu mengenali lelaki yang baru saja pergi barusan?" Tanyanya sambil berjongkok di hadapannya.


"......................."


" Apa dia kenalan atau kerabat keluarga ?Lanjutnya untuk memancing pembicaraan.


"......................."


"Jika kamu mengenal dia aku akan mengantar kamu pulang dan akan mempertanggung jawabkan semuanya yang aku perbuat." Kata Barry. Ayana terdiam dan hanya menangis. Duk. Duk. "Brengsek ! Jauh-jauh kamu dari putriku !" Teriak Stuart menggelegar dengan menghajar Barry hingga bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Maafkan Daddy sayang. Daddy terlambat untuk melindungi kamu ! Pastinya kamu sangat ketakutan bukan sayang. Maafkan daddymu ini! " Serunya dengan mengusap air matanya yang menetes. "Aku sudah mendapatkan hasil medis Putriku !" Tunggu saja akan ku pastikan kamu membayar satu tetes air matanya !" Katanya penuh penekanan.


"Dad...dy.... Daddy...." Katanya terbata masih menangis. " Daddy Ambressio tadi ada disini namun dia tidak mengenali aku." Katanya dengan pandangan mata sendu. Stuart Weitzman menatapnya iba, dia tahu sangat jelas selama ini Ambressio tidak menjenguk nya sama sekali, hanya Reynald lah yang meluangkan waktunya bersama.


Gadis kecilnya sangat merindukan ayah kandungnya. Tangannya yang mungil itu melingkar di lehernya Stuart. Stuart Weitzman memeluknya erat dan mengecupi puncak kepala gadis cilik itu. Matanya menatap nyalang ke arah Barry diangkatnya tubuh Ayana.


Dengan langkah lebar dia meninggalkan tempat itu bersama anak buahnya. Barry dan Dr. Heidi Klum hanya menerima pasrah saat anak buahnya Stuart menyita semua data tentang Ayana. Mereka kembali ke kota LN dengan pesawat pribadi, Stuart Weitzman juga memberikan penjagaan lebih ekstra pada semuanya setelah insiden tersebut.


Kota M. Pesisir pantai. Di kediamannya Ambressio, Reynald berjalan masuk tanpa ijin dia melihat Ambressio duduk di pinggiran kolam renangnya di kursi untuk berjemur.


"Ayana menghilang. Seseorang menculik dan memperkosa dirinya. Sadarlah Ambressio ! Perbuatan burukmu dituai oleh putrimu ! Sampai kapan kau terus bermain-main seperti itu?" Katanya dengan suara tercekat.


" Kalian sudah bertatap muka secara langsung bahkan dia memanggilmu Daddy. Bagaimana bisa kau tidak mengenalinya sebagai putrimu ? Kamu bertemu dengannya di rumah sakit yang sama ! Ya Tuhan, Ambressio kau benar-benar daddy terburuk yang ada di dunia ini." Katanya dengan suara keras. Ambressio terkesiap mendengar kalimat Reynald. Lelaki itu tidak menyangka jika gadis cilik itu adalah putrinya. "Apa yang terjadi ?" Tanyanya terbata.


"Waktu itu Stuart Weitzman mengadakan pesta peringatan hari pernikahan nya. Dia juga memboking hotel untuk menginap, namun adanya keramaian pestanya itu dan juga banyaknya tamu di hotel, liftnya ramai. Rombongan anak-anak dengan pengawal hanyalah seorang mereka kehilangan Ayana.


" Ayana akan menjadi bulan-bulanan media ataupun dikucilkan teman-temannya. Cindy ingin putrinya bersekolah di rumah, dia masih ketakutan jika bertemu orang asing Dia ingin putrinya sembuh dan semuanya kembali normal kembali." Lanjutnya. "Siapa pelakunya?" Tanya Ambressio menatap tajam.


"Barry Carlton. CEO Hotel xxx di kota ini ? Kamu kenal dia bukan?" Tanya nya, Ambressio hanya mengepalkan tangannya. Bukan hanya sekedar kenal mereka bahkan menjalin hubungan kerja sama. "Ini tidak bisa di biarkan. Ia harus menerima balasannya yang setimpal." Ucapnya geram.


"Bagaimanapun juga dia sudah menyakiti putri kecil kita. " Gumamnya lagi. "Sekarang baru kau katakan dia putrimu? Keterlaluan sekali !", Ucap Reynald sinisnya. " Dia merindukan mu, Ayana selalu kecewa jika melihatku datang sendirian tanpa kamu. Walaupun dia tersenyum dan selalu ceria, tapi dia selalu merindukanmu.


Stuart Weitzman memang angkuh namun jika kamu kesana hanyalah murni dan tulus untuk putrimu maka dia akan mengizinkan mu untuk menemui nya. Nyatanya dia mengizinkan aku dekat dengan Revano." Jelasnya. Mereka terdiam beberapa saat dengan pikiran masing-masing.


Keesokannya. Ambressio memakirkan mobil di halaman parkir hotel xxxx hari ini dia memutuskan untuk bertemu dengan Barry Carlton. Beraninya dia memperlakukan Ayana seperti itu. Reynald benar aku ayah yang brengsek ! Tidak pernah memberikan perhatiannya pada anak perempuan nya.


Hanya karena egonya yang tersakiti, semuanya adalah ulahnya sendiri. Andaikan dia dapat memutar waktu itu. Semuanya tidak akan pernah terjadi, batinnya. Lelaki itu berjalan begitu cepat berlalu tanpa memperdulikan petugas resepsionis ataupun petugas keamanan yang berjaga disana. Tujuannya adalah ruangannya Barry Carlton.


Begitu pintu lift terbuka lelaki itu di sambut sang sekretaris, assisten Barry Carlton. Lagi-lagi Ambressio mengabaikannya berjalan masuk ke ruangan pemuda itu.


Bug. Bug. Beberapa pukulannya bersarang ke wajah tampannya. "Barry Carlton. Kau brengsek !! Menjauh dari putriku !" Teriaknya sambil memukulnya bertubi-tubi. Sekretaris Barry Carlton menjerit histeris. Dan menelepon sekuriti. Tibalah sekuriti memisahkan mereka. Dan menahan Ambressio.


"Gadis itu adalah putriku ! Dia putri kandungku ! Aku memang ayahnya yang buruk ! Namun aku tidak terima kamu memperlakukannya buruk ! Lihat saja akan ku balas berkali-kali lipat !" Ancamnya dengan berapi-api.


"Gadis yang kau sakiti adalah pewaris RCC Company ! Putri kandungku ! Cam kan itu!" Teriaknya lantang meluapkan kemarahannya dan segala frustasi nya. Ambressio diseret paksa keluar dari gedung itu dan dikawal oleh petugas keamanan sampai ke tempat parkir, hingga lelaki itu pergi bersama mobilnya.


Barry Carlton memandangi kepergiannya Ambressio dengan kebingungannya. Bagaimana bisa Ambressio adalah ayahnya? Sedangkan dari penyelidikan dia menjelaskan bahwa Ayana putrinya Stuart Weitzman dan Cindy Cassiedy. Cassiedy ? Bukankah itu nama keluarga Ambressio ? Pikirnya. Apakah Ambressio ada kaitannya dengan Cindy ibunya Ayana ? Bagaimana menjadi serumit ini ? Batinnya bermonolog pada dirinya sendiri.


"Tuan Anda ada janji makan siang dengan CEO RCC Company hari ini, bagaimana dengan janji temunya? Bukannya beliau adalah kakak dari Tuan Ambressio Cassiedy?" Tanya sang sekretaris.


Barry Carlton memijit pelipisnya. Nyerinya pukulannya Ambressio tidakl seberapa namun jika dia harus berhadapan dua perusahaan raksasa itu sama saja bunuh diri secara perlahan-lahan. Sayangnya Ayana memiliki hubungan dengan dua perusahaan raksasa itu, jika benar seperti dugaannya maka tamatlah hidupnya. Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan pengampunan dari mereka ? Runtuknya dengan penuh penyesalan.