Love

Love
Chapter 87 - Sabar



" Kok bengong ? " Tiba-tiba sepasang lengan melingkar erat di pinggang Meera. Siapa lagi, tentu saja Lucas.


Mereka sudah pulang dari rumah sakit, Meera mengantar Lucas ke apartemen tempat mereka tinggal dulu. Saat berpisah dengan Meera beberapa bulan lalu, Lucas lebih banyak menghabiskan waktunya di perusahaan. Sesekali hanya ke apartemen untuk berganti pakaian dan tidur barang sekejap.


" Kaget, ish ! " Meera sedikit terkesiap. Gerakan tiba-tiba Lucas tadi membuat bulu kuduknya sedikit meremang. Mungkin, karena sudah terlalu lama tidak mendapat sentuhan.


" Udah lama ya, kita gak kayak gini ? " Lucas mengecupi leher Meera yang terbuka. Perlahan, menurun ke bahunya setelah sedikit menyibak kemeja atasnya setelah sesaat lalu kancing atas kemejanya dia buka.


" Lucash ... " Desah Meera pelan.


" Aku merindukanmu ... " Bisik Lucas. Lalu membalikkan tubuh Meera untuk menghadapnya dengan gerakan cepat.


Dengan menggebu dan memburu, Lucas mencium bibir Meera. Bermula dari kecupan, gigitan-gigitan kecil beralih menjadi lum*tan yang awalnya lembut beralih menjadi kasar dan begitu bernafsu. Seolah ingin melahap dan menguasai bibir manis itu hingga habis tak bersisa.


Sembari menekan kuat tengkuk leher Meera, sebelah tangan Lucas kini aktif mengelus lembut perut ramping Meera. Membuat darahnya berdesir cukup hebat.


Namun, mendadak Meera ingat dengan pesan sang mama, untuk tidak melakukan apa-apa dengan Lucas, mengingat walaupun mereka terikat hubungan pernikahan tapi hubungan tersembunyi yang tersemat membuat sang mama tak merelakan.


Tiba-tiba Meera mendorong dada Lucas. Melepaskan ciuman mereka. Memundurkan tubuhnya dari hadapan Lucas beberapa langkah.


" Meera ? " Tanya Lucas saat itu dengan nafas tersengal dan dada yang naik turun. Mengerutkan dahi, penuh tanya mengapa Meera menjauh menolak dirinya.


" Maaf, Lucas. Aku tidak bisa. Maafkan aku.. " Jawab Meera terbata, dengan rasa bersalah menggerogoti dada. Namun, mengingat wajah sang mama di benaknya membuat dirinya ragu untuk melakukan hal itu.


" Kenapa ? Apa kau tidak menginginkanku lagi ? Kau sudah tidak mencintaiku ? " Tanya Lucas meneliksik.


" Tidak ! Bukan seperti itu. " Meera menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Aku-- hanya merasa bersalah karena tidak menuruti mama. " Jujur Meera saat itu.


" Jadi-- Mama, melarangmu untuk bersamaku ? " Lucas sempat melengos saat mendengar jawaban Meera tadi.


" Hmm. " Meera mengangguk. " Tapi-- bukan itu maksud Mama. Dia-- hanya ingin aku bahagia, Lucas. Itu saja ... " Jawab Meera lirih. Menghampiri Lucas mencoba menenangkan lelaki yang sudah diselimuti gairah itu.


Lucas duduk di sofa menjambak rambutnya kasar. Menunduk mencoba menenangkan dirinya.


" Maafkan aku ! " Ucap Meera lirih.


" Tidak ! Mamamu benar. Aku memang tidak seharusnya bersikap seperti ini padamu. " Jawab Lucas lirih, dia terlihat kacau saat itu.


" Tapi, kau ? " Cemas Meera.


" Aku mengerti. " Meraih tangan Meera, lalu mengecupnya punggung tangannya lembut.


" Tenanglah ! Aku baik-baik saja. " Mengecupnya lagi tuk kedua kali.


" Tapi-- " Cemas Meera lagi.


" Tunggulah ! Aku janji, aku akan memperjuangkan cinta kita. " Lanjut Lucas menenangkan Meera. Akan berjuang mendapatkan Meera seutuhnya.


Meera tersenyum mendengarnya. Senang, karena akan diperjuangkan.


" Baguslah ! Aku ingin semua ini segera berakhir. " Ucap Meera lega.


Lucas mengerutkan dahi, tidak mengerti. Berakhir ?


" Maksudku-- sekarang kita ini seperti sedang berselingkuh saja. Atau seperti sepasang remaja yang mencuri-curi waktu untuk berkencan dan bercinta. " Keluh Meera merajuk manja. Mendekat ke arah Lucas lalu memeluknya.


" Jangan seperti ini ! Kau malah memancingku lagi. " Keluh Lucas.


" Tapi-- tak bisakah ? Hanya sekali saja ? " Rengek Lucas manja, menggoda Meera.


" Tidak ! " Meera menggelengkan kepalanya. Mundur menjauhi Lucas lagi.


" Setengah ? " Bisik Lucas bercanda.


Meera tertawa geli mendengarnya. Maksudnya setengah, begimana ya ?


" Iihh ... Lucas ! " Bergidik geli. Menepuk dada Lucas pelan. " Setengah gimana maksudnya ?!! " Lucas terkekeh mendengar pertanyaan Meera itu.


" Bersabarlah, Hmm ! " Hibur Meera mengusap punggung Lucas.


****


Di depan rumah dr. Amanda telah menunggu Meera. Dia melihat Meera yang kini terlihat begitu salah tingkah. Meera diantar sopir malam itu, setelah mengantar Lucas ke apartemen tadi, dia menyiapkan makan malam untuk Lucas.


" Mama ... " Sapa Meera pada mamanya. dr. Amanda meneliksik Meera dari atas hingga ke bawah.


" Kau baru pulang ? " Dengan raut cemas. Meera mengangguk mengiyakan.


" Bagaimana kabar Lucas ? "


" Baik, Ma. Dia sudah sedikit lebih baik. " Jawab Meera.


" Berarti kau tidak perlu menjaganya lagi, kan ? "


" Ma ?!! "


Meera kaget, sedikit terperangah dengan ucapan Mamanya itu. Sebegitu tidak sukakah mamanya itu pada Lucas.


" Dia-- sudah bercerai dengan Helena. " Jelas Meera pada mamanya. Mamanya sedikit lega mendengar semua itu. Tapi, tidak serta merta dia membebaskan Meera untuk kembali bersama Lucas. Kesan pertama mereka bertemu di rumah sakit bebapa bulan lalu, dengan status Lucas sebagai suami Helena, memang begitu berbekas di hati dr. Amanda. Kesan jelek sudah terlanjur tercipta.


" Apa kau begitu mencintainya ? " Tanya mamanya sedikit melengos.


" Aku-- " Meera malu untuk mengakui betapa dia mencintai Lucas.


" Apakah dia mencintaimu sebesar cintamu padanya ? " Meera benar-benar terperangah mendengarnya.


" Itu-- " Meera ragu, dia tidak tahu isi hati Lucas yang sebenarnya. Hati orang siapa yang tahu bukan ?


Yang Meera tahu, Lucas bahkan hampir kehilangan nyawanya hanya karena mendengar kata perpisahan darinya.


" Tentu saja ! " Suara seorang lelaki menginterupsi obrolan ibu dan anak itu.


" Aku sangat mencintai Meera. Lebih dari perasaannya kepadaku. Lebih dari semua rasa cinta yang ada di dunia ini. " Lucas tiba-tiba datang ke sana. Berniat mengantarkan ponsel Meera yang tertinggal di apartemennya. Tak menyangka akan mendengar perdebatan tentang dirinya.


" Lucas ! " Ucap Meera lirih.


.


.


💫 Bersambung ... 💫


Jangan lupa like, rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan coment untuk terakhir kali.


Menjelang episode terakhir ya ...