
Namun faktanya wanita cantik itu sudah memilih pergi tanpa pamit dan juga tidak memberikan kesempatan baginya, biarpun itu celah sekecil-kecilnya bagi Ambressio untuk memperbaiki semua kesalahannya. Ia lebih memilih hidup tenang dengan caranya sendiri tanpa harus melibatkan lagi lelaki itu yang dulu selalu bersikap manis dan mengumbar janji akan menjaga nya hingga kapanpun.
Fakta dirinya sudah bertindak kebalikannya. Usai pertemuannya dengan Cindy dan keluarga Reynald sudah berencana akan menjalin hubungan baik dan tetap menjaganya agar keutuhan keluarga tetap terjaga bagaimanapun anak-anaknya mempunyai ikatan persaudaraan.
Cindy sudah bahagia bersama suaminya, jadi semuanya demi kepentingan anak-anaknya saja. Agar terhubung ikatan persaudaraan yang baik maka jalinan komunikasi juga harus lancar Dia sudah menjelaskan semuanya pada orang tua nya dan anak-anaknya, apa yang mendasari perbuatan nekadnya itu. Dan siapa yang telah membantu nya. Dan bagaimana kehidupan mereka sekarang.
Jadi selebihnya biarkan waktu yang menentukan yang terpenting adalah jalinan komunikasi tidak dibatasi oleh Cindy dan Stuart Weitzman. Lima tahun kemudian. Di kota M. Pinggiran pantai di villa mewah dengan ruangan bernuansa putih memiliki kolam renang yang menyatu dengan alam.
Seorang wanita sedang bersenggama meliuk-liuk dia atas tubuhnya Ambressio. Dia memompa dengan irama cepat menuju kepuncak kenikmatan dengan desahannya yang bersahutan bersama lelaki itu. " Akhhh.. Ambressio.." wanita bertambah menggila di saat detik-detik pelepasannya pantatnya di pukul keras agar tetap bergerak lebih cepat dan biji coklatnya digigitnya.
Hingga akhirnya mereka melepaskannya bersama. Ambressio langsung menyingkirkan tubuh wanita itu dari tubuhnya. Ambressio sudah bersama dengan wanita itu setahun terakhir ini. Bukan karena cinta namun lelaki itu sudah jenuh dengan bertualang diluar sana. Dia adalah salah satu dari model yang pernah bekerja padanya, hubungan mereka saling membutuhkan.
Dan itu sudah cukup. Terkadang wanita itu juga mencari uang dengan cara yang sama, Ambressio selalu memastikan kesehatan Catherine Jones setiap bulan nya. Wanita itu type hyper satu tidaklah cukup. Ambressio memutuskan tinggal di kota ini memulai bisnisnya sendiri. Dan masih membantu kakak nya walau jarak jauh.
Dia tidak sanggup lagi menahan diri jika menetap lama dikota yang penuh kenangan istrinya itu. Ambressio memilih tidak bertemu dengan anak-anaknya karena jujur jika ada kesempatan untuk bertemu dengan mereka maka dia akan merebut kembali Cindy. Namun Reynald melarang itu. Lelaki itu lebih lapang dada dan Ambressio bukan tipe yang suka menerima kekalahan. Dia menjauh darinya untuk menyembuhkan luka patah hatinya.
Aku mencintaimu Sweetie, gumamnya lirih dengan mengusap foto yang ada di galeri phonsel. Lelaki itu duduk di balkon dengan bertelanjang dada dengan handuk sepinggang. Catherine Jones sendiri tertidur pulas karena keletihannya melayani Ambressio.
Dikota LN. "Cepatlah Sweat heart kamu lamban sekali jika berdandan." Omel Stuart dengan memasang dasinya di belakangnya Cindy yang duduk berhias dengan make-up nya. Cindy mengerutkan keningnya menatap tajam sang suami.
Seharian Stuart Weitzman bermalas-malasan tidak ke kantor dan juga tidak ke ruang kerjanya. Pikirannya Cindy bingung karena ini bukan kebiasaannya, selain itu dia juga mengkritik dirinya mengenai hal-hal yang tidak jelas dan remeh.
"Aku sudah selesai. Dan tinggal memakai topeng nya." Jawabnya malas dengan mengibaskan topengnya. Dia langsung berdiri dan berjalan menuju keluar dari kamarnya menahan emosi. Stuart hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya, yang masih bersabar akan keusilan mulutnya maupun tingkahnya.
Di ballroom hotel ternama suasana pesta dress code masquate nampak meriah. Hari ini adalah hari jadi pernikahan Stuart Weitzman dan Cindy Cassiedy, Stuart ingin memberikan kejutan pesta untuk sang istri tersayangnya. Lelaki itu membuat pesta seperti itu agar anak-anaknya tidak bosan dan suasananya terasa akan lebih menyenangkan.
Cindy mengira itu hanya suatu jamuan yang biasa dihadiri. Cindy terharu melihat hiasan di atas yang bertuliskan anniversary dan cake berukuran besar di atasnya ada jumlah usia pernikahan mereka. Pestanya diadakan lebih awal karena anak-anaknya masih dibawah umur.
Agar tidak menggangu jam malam mereka untuk istirahat. Di salah satu ruangan kamar suite room Barry merapikan pakaiannya didepan cermin. Lelaki itu baru saja tiba dari kota M datang ke kota LN karena kesepakatan bisnisnya dengan Stuart Weitzman.
Biarpun usianya masih tergolong masih muda namun dia mampu mengelola bisnis keluarga yang dipercayakan padanya. Selain itu dia juga memiliki usaha yang dirintisnya sendiri. Phonsel pintar nya bergetar terus namun diacuhkan saja. Di layarnya menampilkan nama Vannesa, wanita yang sengaja dia hindari karena sikapnya yang agresif mengikuti semua kegiatannya bersifat posesif terhadap dirinya.
Barry sendiri tidak pernah berkencan atau pun menjanjikan sesuatu yang bersifat ikatan, mereka bertemu juga dalam acara resmi yang pernah dia hadiri. Rasanya sungguh sangat memuakkan. Seperti lintah yang menempel tidak mau lepas.
Sementara itu di ballroom Stuart Weitzman sudah membuka acara pestanya. Di awali dengan tampilan proyektor yang memuat vidionya yang bertamasya bersama dengan Cindy, dan video kelahiran Isabella dan Shawn dan videonya kebersamaannya yang lainnya.
Kata sambutan hangat untuk para tamu undangan dia dan segala pujian untuk istrinya dan juga anak-anaknya. Keempat anak-anak itu diakui oleh Stuart Weitzman secara hukum adalah anak-anaknya, dia sudah membicarakan tentang hal itu dengan Reynald dan lelaki itu tidak keberatan. Toh hanya tulisan saja. Baginya Revano adalah putranya dan kelak akan mendapatkan hak yang sama dengan kakak-kakaknya. Itulah yang dipikirkan Reynald.
Barry keluar dari kamarnya menuju ke ballroom tempat pesta diadakan. Begitu tiba dia langsung mengucapkan menemui dan mengucapkan selamat kepada Stuart selaku partner dan tuan rumah.
Setelah berbasa-basi ia pun mundur bergabung dengan tamu undangan. Hingga akhirnya dia merasakan sesuatu yang lain pada tubuhnya. Dia hanya minum dua gelas sampanye dan biasanya tidak akan mabuk, dia tahu batasan toleransi alkohol. Ada yang tidak beres dia putuskan kembali ke kamarnya. Sedikit terhuyung-huyung memegang sisi dinding dia berjalan menuju ke arah kamarnya.
Stuart Weitzman memerintahkan assisten rumah tangganya untuk membawa anak-anak ke kamarnya masing-masing. Dia sengaja memboking kamarnya dan juga untuk anak-anak agar tidak kecapekan seusai pesta.
Rombongan anak-anak Stuart Weitzman dan assisten rumah tangga berjalan beriringan menuju ke kamarnya. Dan kebetulan mereka beriringan dengan para tamunya hotel tersebut dan juga para undangan pesta. Sangat ramai suasana didepan lift.