
Devano dan Sakha masih terus berbincang-bincang seputar Salsa.Akhirnya Devano mengaku bahwa dia sudah menyukai Salsa ketika masih duduk di bangku SMP dimana saat itu dia bertemu dengan Salsa di pemakaman.Devano juga menjelaskan bahwa selama ini Salsa sama sekali tidak mengingat bahwa orang yang ditemuinya di pemakaman dulu adalah dirinya.Jadi,dia meminta kepada Sakha untuk tidak mengatakan apapun kepada Salsa tentang hal ini.
"Sori,,gue gak tau kalo orang yang lo suka itu Salsa.."Sakha merasa bersalah kepada sepupunya.
"Lo gak salah...mungkin emang Salsa itu jodoh lo...!!Kalo lo emang ngerasa bersalah sama gue,,lo cuma perlu bahagiain Salsa...Dengan ngelihat dia bahagia itu udah cukup buat gue...Dan juga lo jangan pernah berbuat kasar sama dia lagi...!!Kalo sampe gue tau lo nyakitin dia,,gue bakal rebut dia dari lo...!!"ucap Devano membuat Sakha sedih.Dia ingat bagaimana kemarin dia sudah berbuat kasar terhadap Salsa.Seharusnya dia memahami Salsa yang sedang tertekan karena kehilangan janin di dalam kandunhannya.
"Dev...gue bener-bener nyesel karena udah nampar Salsa kemarin...!!"ungkap Sakha."Dan yang bikin gue lebih nyesel,,kayaknya ucapan Salsa emang bener....Gue ngerasa kalo Almira masih pengen dapetin gue....Nyatanya tadi di kantor dia terang-terangan godain gue...Gue curiga dia naruh sesuatu di minuman gue...!!Karena setelah gue minum minuman dari dia,,gue jadi pengen banget bercint\*...Hampir aja gue ngelakuin itu sama Almira...Tapi tiba-tiba gue ingat sama Salsa...!!Makanya gue buru-buru pulang ke rumah...."
"Iya Ka...Almira emang masih pengen dapetin lo...!!Dia yang udah bikin Salsa keguguran...."Devano akhirnya mengatakan apa yang dia tahu tentang Almira.
"Hah...??Serius lo...??"
"Iya...Gue udah cek dari rekaman CCTV di depan ruangan lo...!!"Devano mengulurkan ponselnya.Dia memang sudah mengcoppy rekaman CCTV bukti kejahatan Almira di ponselnya.Rencanana hari ini dia akan memberitahukannya kepada Sakha.
Mata Sakha terbelalak saat melihat rekaman CCTV di ponsel Devano.Dia benar-benar merasa bersalah karena tidak mempercayai ucapan Salsa.
Sakha sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.Setelah mengurus administrasi,Devano mengantarkan Sakha pulang ke rumah.
Devano memarkirkan mobilnya di halaman rumah Sakha yang cukup luas.Melihat mobil milik Devano,Salsa segera keluar rumah untuk menyambut suaminya yang baru pulang dari rumah sakit.Dia merasa begitu khawatir dengan keadaan suaminya.Sebenarnya dia ingin sekali menyusul Sakha ke rumah sakit,tapi kondisinya sedang tidak baik-baik saja.Jadi dia meminta tolong kepada Devano untuk menggantikan dirinya
Dengan dituntun oleh mbok Ratmi,Salsa berjalan menghampiri Sakha.Melihat istrinya yang begitu mengkhawatirkannya,Sakha semakin merasa bersalah.Dia segera memeluk istri yang sangat dicintainya itu.
"Sayang...kamu gak papa kan...??"Salsa menyentuh kening Sakha yang kini dibalut perban akibat luka benturan yang didapatkannya.
Sakha menggelengkan kepalanya."Aku baik-baik aja sayang...maaf karena udah bikin kamu khawatir...!!"ucapnya.
"Aku juga minta maaf karena udah bikin kamu marah kemarin....Aku...."
"Ssttt.....!!"Sakha meletakkan telunjuknya di bibir Salsa."Kita gak usah bahas soal kemarin...!!Aku bener-bener nyesel udah nampar kamu...!!Dan masalah Almira,,aku akan pecat dia besok...Aku pastiin dia gak akan ada di kehidupan kita lagi...!!"ujar Sakha mantap.
"Kamu...mau pecat Almira...??"Salsa tampak terkejut karena Sakha tiba-tiba ingin memecat Almira.
"Iya...aku udah tau semuanya...Aku lihat dari rekaman CCTV di depan ruanganku...Ternyata emang dia yang udah bikin kita kehilangan anak kita...!!Maaf karena aku sempat gak percaya sama kamu...!!"Sakha sangat menyesali perbuatannya kemarin.
"Syukurlah kamu udah tau semuanya...!!"Salsa merasa lega.Setidaknya Sakha sudah tahu kejadian yang sebenarnya.
"Iya sayang...yaudah,,kita duduk dulu...!!Kamu masih belum sehat kan...??"Sakha mengajak Salsa untuk duduk di sofa.
"Gue balik dulu aja ya...!!Kalian butuh istirahat,,gue gak mau ganggu waktu istirahat kalian...!!"Devano yang sedari tadi hanya diam kini bersuara.Dia merasa senang Salsa dan Salsa sudah kembali berbaikan.
"Loh...kok balik aja...??Makan siang dulu lah disini...!!"cegah Salsa.
"Gak usah...Gue ada janji sama temen gue...!!Kalian baik-baik ya....gue balik dulu...!!"pamit Devano.
"Hati-hati ya bro...thanks udah nganterin...!!"Sakha mengucapkan terimakasih pada sepupunya.Devano mengangguk dan tersenyum dengan tulus.Dia kemudian melangkah meninggalkan rumah Sakha.
Beberapa hari Sakha tidak berangkat bekerja.Dia mempercayakan semua urusannya kepada Damar,sahabatnya.Hari ini Sakha sudah pulih sepenuhnya.Begitu juga dengan Salsa.Dia mulai sehat dan bisa beraktivitas kembali.Sakha memutuskan untuk kembali bekerja.Dia ingat bahwa harus menyelesaikan urusan dengan Almira secepatnya.
Almira yang beberapa hari ini merasa sepi karena tidak menemukan sosok Sakha di kantor merasa senang.Pasalnya,dia melihat bosnya telah datang.
"Selamat pagi pak...!!"Dengan semangat,Almira menyapa Sakha yang hendak memasuki ruangannya.
Mendengar sapaan Almira,Sakha berhenti sejenak.Dia menoleh ke arah Almira."Almira...kamu ke ruangan saya ya...!!"perintah Sakha.Lalu dia segera berlalu dan memasuki ruangannya.
"Baik pak...!!"Jawab Almira.Dia sedikit terkejut karena tiba-tiba bosnya memintanya masuk ke ruangannya.Dia bertanya-tanya dalam hatinya apa yang ingin dibicarakan bosnya itu kepadanya.Apakah mungkin Sakha sudah menaruh hati padanya...??pikirnya dengan percaya diri.
Dengan tidak sabar,Almira memasuki ruangan Sakha.Dia segera duduk di depan meja Sakha.
Sakha memberikan sebuah amplop berwarna cokelat kepada Almira.Dengan heran,Almira membuka amplop itu.Dia merasa terkejut karena amplop itu berisikan uang.
"Mulai hari ini,kamu saya berhentikan...!!Uang ini bisa kamu pakai untuk membiayai anak kamu sebelum kamu dapat pekerjaan kembali...!!" Ucap Sakha.Seketika Almira langsung shock mendengarnya.Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba bosnya itu memecatnya.
"M-maksud bapak...??S-sa ya dipecat pak...??Tapi kenapa...??Saya tidak melakukan kesalahan pak...!!Bahkan kinerja saya cukup baik...!!"Almira merasa tidak terima Sakha tiba-tiba memecatnya.
Sakha menghela nafas pelan.Dia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan rekaman CCTV saat dia menyebabkan Salsa terjatuh.Mata Almira terbelalak saat melihat bukti rekaman itu.Betapa bodohnya dia karena melupakan keberadaan CCTV saat dia mencelakakan Salsa.
"Almira...memang selama ini kinerja kamu bagus...Maka dari itu saya memberhentikan kamu dengan baik-baik...Asalkan kamu tahu....kesalahan yang kamu lakukan itu sangat fatal...Kamu membunuh anak ku Almira...Kamu tidak tahu berapa lama aku dan Salsa menantikan anak itu...!!"Mata Sakha berkaca-kaca.Hatinya begitu sakit saat mengingat dia telah kehilangan anak yang selama ini dinantikannya.
"Almira....bagaimana jika ada yang mencelakai Alika...??Apa kamu akan memaafkan orang itu...??"ucap Sakha lagi.Kali ini dia sudah terisak.
Melihat Sakha yang saat ini tampak rapuh,Almira merasa sangat bersalah.Dia sadar bahwa perbuatannya sudah diluar batas.Dia begitu menginginkan Sakha bisa menjadi miliknya dan juga menjadi ayah bagi anaknya.Tapi perbuatan itu malah melukai orang lain.Bahkan dia sudah membunuh anak yang tidak memiliki dosa apapun terhadapnya.
"Maafkan saya pak....!!Maaf....!!"Almira tampak menyesali perbuatannya.Dia tidak menyangka,demi mendapatkan Sakha dia telah berubah menjadi monster yang mengerikan.
"Almira...sebaiknya kamu segera pergi sebelum saya berubah pikiran dan melaporkan kamu ke pihak yang berwajib...!!"ucap Sakha lagi.Kali ini dia tidak ingin terjebak dalam permainan Almira lagi.Dia tidak ingin rasa kasihannya terhadap Almira dan anaknya justru menjadi bumerang bagi dirinya dan juga Salsa.
"Pak...saya benar-benar minta maaf...!!"ucap Almira lagi.
Sakha segera berdiri dari duduknya.Dia sudah tidak ingin melihat wanita yang telah membuatnya kehilangan anaknya itu lagi"Damaaaar...!!"Sakha berteriak memanggil asistennya.
"Damaaaar....!!"Kali ini teriakan Sakha semakin keras kerena Damar masih belum juga terlihat.
"Iya pak...ada apa...??"Damar sedikit terengah-engah karena suara panggilan dari bosnya itu terdengar mengerikan.
"Kamu suruh wanita ini pergi secepatnya....!!Pastikan dia tidak kembali lagi kesini...!!"perintah Sakha.
"Ta-tapi kenapa pak...??"Damar yang tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh Almira merasa heran kenapa tiba-tiba Sakha mengusir sekretarisnya.
"Jangan banyak tanya dan lakukan saja yang saya perintahkan...!!"ucap Sakha penuh penekanan.Damar sampai bergidik sendiri mendengarnya.Dia segera menarik Almira untuk keluar dari ruangan Sakha.Almira pun dengan pasrah mengikuti Damar keluar dari ruangan Sakha.
***