I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 46



Hari Senin pagi yang cerah.Tapi wajah Sakha malah terlihat suram.Hal itu dikarenakan rencananya untuk mengunjungi Salsa di akhir pekan tidak dapat terlaksana dengan baik.Di kelas 12 ini,tugas-tugas dari guru lebih banyak daripada sebelumnya. Bahkan hampir setiap minggu guru memberikan tugas kelompok.Mau tak mau dia harus mengikuti tugas kelompok dengan teman-temannya karena tentunya dia tidak ingin mendapatkan nilai yang jelek.Bagaimanapun juga dia adalah calon pemimpin PT. ERLANGGA.Jadi dia harus memiliki prestasi yang baik agar papanya tidak merasa kecewa menyerahkan perusahaan kepadanya.



"Masih pagi muka lo udah ditekuk aja...Kenapa...??"tanya Leo yang heran karena melihat wajah Sakha yang tampak berantakan.



"Bete gue...tiap minggu tugas kelompok...Kalo gini terus,gimana bisa gue ke Bali ketemu sama bini gue...??Udah sebulan ini gue gak ketemu dia..."jawab Sakha membuat Leo mendengus kesal.



"Halaaah....lebay...!!Baru juga sebulan gak ketemu...Dulu aja pernah berbulan-bulan gak ketemu...."



"Beda lah...dulu gue masih pacaran...kalo sekarang kan udah nikah....Sebulan gak dapet jatah tu rasanya tersiksa banget tau....!!"ucap Sakha tanpa dosa membuat Leo semakin keki padanya.



"Lo tu ngledekin gue ato gimana sih...??Udah tau gue jomblo lo malah ngomongin soal jatah...."



Mendengar ucapan Leo,Sakha malah terkekeh seolah melupakan masalahnya."Hehe....sory gue lupa kalo lo jomblo...!!"



Tentu saja ucapan Sakha barusan membuat Leo memanyunkan bibirnya.Sakha malah dengan jahilnya melemparkan gumpalan ke arah wajah Leo.Leo pun balas melemparkan kertas ke arah Sakha.Alhasil mereka saling melempar kertas sambil tertawa.Alvin yang melihat kelakuan dua sahabatnya itu hanya tersenyum.Padahal Sakha sudah menikah,tapi tetap saja tingkahnya terkadang seperti anak kecil...



"Seru nih kayaknya...boleh gabung...??"Tania yang baru saja datang langsung duduk di sebelah Sakha yang tampak masih kosong.Sebenarnya tempat itu adalah tempat duduk Damar.Tapi sepertinya si pemilik tempat duduk masih belum menampakkan batang hidungnya.



Sakha hanya mendengus kesal...Tanpa berkata apa-apa, dia lalu segera berdiri dan berjalan meninggalkan tempat duduknya.



Tania tampak sedih melihat Sakha yang hingga saat ini masih bersikap acuh padanya.Padahal dia sudah merasa yakin bahwa sebenarnya Sakha juga menyukainya.Tapi sekarang Tania merasa ragu dengan pemikirannya.



"Temen lo beneran gak suka sama gue ya...??"tanya Tania pada Alvin dan Leo yang masih duduk di depannya dengannya ekspresi wajah menyedihkan .



"Kan udah dibilangin kalo Sakha itu udah punya cewek...namanya Salsa...!!!Jadi yang waktu itu kita omongin tu Salsa pacarnya Sakha,bukannya elo...Elonya aja yang ke Ge eran..."jawab Alvin sementara Leo hanya mengangguk mengiyakan ucapan Alvin.



Tania tampak menundukkan wajahnya dengan mata berkaca-kaca.Hatinya merasa sedih karena terus menerus diabaikan oleh Sakha.



"Udahlah...lo nyerah aja...!!Cari lah cowok yang lain...!!Banyak kok cowok ganteng di sekolah ini selain Sakha...!!"Alvin berusaha menghibur Tania.Entah mengapa dia merasa tidak tega melihat gadis menangis karena diabaikan oleh sahabatnya.Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Sakha karena dia melakukan itu hanya karena untuk menjaga kesetiannya kepada Salsa.



Tania mengusap sudut matanya yang tampak sedikit berair.Dia lalu melihat ke arah Alvin dan tersenyum."Its okey,, gue gak papa kok...!!Tapi lo salah kalo nyuruh gue nyerah...Karena gue akan terus berjuang dapetin Sakha...Lagian mereka cuma pacaran...Masih bisa putus...!!"ucap Gadis itu kemudian lalu beranjak kembali ke tempat duduknya.



Mendengar ucapan Tania barusan,Alvin langsung memasang wajah kesalnya.Dia menyesal karena tadi sempat merasa iba terhadap gadis itu dan berusaha untuk menghiburnya.Leo yang menyaksikan kejadian itupun langsung mentertawakan sahabatnya yang telah gagal menjadi pahlawan kesiangan.


.


.


.



Setelah ujian semester,para siswa di bebaskan dari pelajaran selama satu minggu sebelum penerimaan rapor.Waktu itu dipergunakan untuk memberi kesempatan bagi siswa yang nilainya masih di bawah KKM untuk melakukan perbaikan nilai.



Salsa termasuk siswa yang berprestasi di sekolah.Karena itu dia tidak perlu melakukan perbaikan nilai.Maka dari itu dia mendapatkan izin dari guru untuk liburan lebih awal dengan alasan ingin segera menjenguk bundanya yang sedang sakit di Bandung.Dia bermaksud memberi kejutan kepada Sakha dengan datang ke Bandung tanpa memberitahukan kepadanya.



Pukul 9 pagi,pesawat yang dinaiki Salsa telah mendarat di Bandara Internasional Hussein Sastranegara.Dia sengaja tidak memberitahukan kedatanganya kepada keluarganya.Jadi dia harus menaiki kendaraan umum untuk menuju ke rumahnya yang tak lain adalah rumah Sakha.



Salsa kini berada di dalam taksi.Dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.Masih pukul 9 lewat 10 menit.Mungkin saja Sakha masih berada di sekolah,pikirnya.Dia lalu meminta supir taksi untuk melajukan mobilnya menuju SMA Nusa Bangsa.Tempat dimana suaminya menuntut ilmu.


Sesampainya di SMA Nusa Bangsa,Salsa segera turun dan berjalan menuju pos Satpam.Salsa meminta izin kepada satpam untuk bisa masuk kedalam gedung sekolah dengan alasan ingin mengambil berkas yang masih tertinggal di sekolah itu.Karena dia adalah mantan siswi dari sekolah itu,Satpam pun membiarkannya masuk.


Salsa kini berjalan memasuki halaman sekolah yang dulu pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu dan sekolah ini juga lah yang mempertemukannya dengan Sakha.Salsa memutuskan untuk menuju kantin dan menunggu Sakha di sana saja karena dia tidak tahu dimana letak ruang kelas Sakha saat ini.



Tak lama menunggu,terdengar suara bel panjang berbunyi yang menandakan waktunya pulang sekolah.Rupanya para siswa dipulangkan lebih awal. Mengetahui hal itu,Salsa beranjak dari duduknya dan berjalan menuju tempat parkir. Dia berdiri di bawah pohon yang ada didekat tempat parkir.Matanya sibuk menelusuri setiap kendaraan yang terjajar dengan rapi.Dilihatnya motor Leo dan Alvin yang sudah sangat dikenalnya.Tapi dia sama sekali tidak menemukan motor milik Sakha.Dia mulai berpikir apakah hari ini Sakha tidak masuk sekolah.



Salsa segera mengambil ponselnya yang sedari tadi dia simpan di dalam sling bagnya.Dia bermaksud ingin menghubungi Sakha dan menanyakan apakah dia masuk sekolah atau tidak.



Belum sempat dia menghubungi Sakha,dia seperti mendengar suara yang sangat dihafalnnya.Siapa lagi kalau bukan Sakha,suaminya .



"Udah gue bilang berapa kali sih kalo gue tu gak suka sama lo...??Masih tetep gak ngerti lo ya...!!"Sakha tampak berjalan dengan cepat diikuti oleh seorang gadis yang belum pernah dilihat Salsa sebelumnya.



"Gue kan cuman nebeng sama lo Ka...masak lo gak kasih tumpangan sih...??Tega lo ya sama cewek...??"gadis itu sepertinya meminta Sakha untuk mengantarnya pulang dan Sakha menolaknya.



"Gak...gue tetep gak mau.."



"Pliss lah ka...anterin gue ya..."Gadis itu yang tak lain adalah Tania berlari mengejar Sakha dan setelah berhasil mejajari langkah Sakha,dia langsung meraih tangan Sakha berusaha untuk merayu agar Sakha mau mengantarkannya pulang.Dia berpikir mungkin saja hati Sakha akan lulus saat dia memegang tangannya



Sakha merasa kaget karena tiba-tiba tangannya dipegang oleh gadis itu.Dia paling tidak suka disentuh oleh gadis lain selain Salsa.Sakha yang selama ini berusaha menahan emosinya pun tak bisa lagi menahan marahnya.Dia langsung menghempaskan tangan Tania hingga gadis itu tersentak. Tangan Sakha hampir bergerak untuk menampar Tania,tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang menahannya.



"Sakha...kamu gak boleh kasar sama cewek...!!"Untung saja Salsa bisa berhasil memegang tangan Sakha sebelum sempat menampar Tania.



Sakha mengenali suara dan sentuhan tangan yang menghentikan tindakannya itu.Dia segera menoleh dan melihat siapa orang yang telah berani mengalanginya itu.Tanpa berkata apa-apa,Sakha segera menurunkan tangannya dan langsung memeluk gadis itu dengan erat.



Tania tertegun melihat reaksi Sakha saat berhadapan dengan gadis yang baru saja menyelamatkannya dari tamparan Sakha.



"Siapa gadis ini...??Apakah dia pacarnya Sakha...??"Tania bertanya-tanya dalam hatinya.Dia tengah terpaku menyaksikan Sakha yang masih belum melepaskan pelukannya dengan gadis itu.


***