I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 61



"Salsa...??"Rendi begitu terkejut saat melihat Salsa keluar dari salah satu kamar di rumah Sakha.



"Eh...Rendi...??Udah lama datengnya...??"Salsa yang baru bangun tidur itu tak mengetahui kalau Rendi datang ke rumahnya.



"Ehmm...belum sih..baru aja...!!"



"Oohh...terus Sakhanya mana...??"Salsa tampak celingukan karena tak melihat suaminya.



"Sakha,,lagi ke dapur katanya...!!"



"Oh...yaudah,,aku nyusulin Sakha ke dapur dulu ya...!!"Salsa lalu berlalu ke dapur menyusul suaminya.



Saat tiba di dapur,dia melihat Sakha sedang sibuk membuat kopi untuk Rendi.Ternyata mbak Asih sedang berbelanja di pasar.Oleh sebab itu Sakha berinisiatif membuat kopi sendiri daripada harus membangunkan istrinya yang masih tidur nyenyak.



"Ya ampun...kamu bikin kopi sendiri...??Kok gak bangunin aku sih...??"



"Kamu kan masih nyenyak tidurnya....lagian kalo cuma bikin kopi aja aku juga bisa kok...nih,,dah jadi...."Sakha menunjukkan dua cangkir kopi yang telah selesai dibuatnya.



"Yaudah,,kamu bawa ke Rendi gih...sama ini kue keringnya sekalian dibawa...!!Aku mau masak buat sarapan dulu....!!"Salsa meletakkan dua cangkir kopi yang dibuat Sakha tadi ke atas nampan dan juga menambahkan beberapa toples kue kering.



Sakha membawa nampan dan keluar dari dapur sementara Salsa kini mulai sibuk dengan kegiatan memasaknya.



Begitu sampai ruang keluarga,Sakha meletakkan nampan berisi kopi dan kue di atas meja,lalu menyerahkan satu cangkir kopi kepada Rendi.



"Nih...baik kan gue...??"ucap Sakha ketus karena masih merasa kesal dengan Rendi yang pagi-pagi sudah mengganggunya.



Rendi hanya terkekeh melihat Sakha yang memasang wajah cemberutnhya."hehe...thanks...!!"ucapnya kemudian menyeruput kopi panas buatan Sakha.Tanpa malu-malu,kini dia mencolok kue kering yang ada di depannya.



"Oh iya....gue tadi lihat Salsa ada disini...!!Salsa sering nginep sini ya...??Gila lo...ternyata diam-diam parah juga....!!"Rendi seketika ingat bahwa tadi dia sempat melihat dan bahkan berbincang dengan Salsa.



"Nginep....emang Salsa tinggal disisni lo kata nginep...!!"



Rendi membelalakkan matanya mendengar ucapan Sakha barusan.Pantas saja Sakha tidak pernah mau diajak jalan,, ternyata ada bidadari secantik itu dirumahnya.



"Orang tua lo ngijinin kalian tinggal bareng.. ??"



Sakha memutar bola matanya dengan malas.Dia baru ingat kalau tidak pernah mengatakan bahwa dia dan Salsa sudah menikah.Kemungkinan Rendi dan teman-teman sekelasnya masih belum tahu akan hal itu.



"Kalo kita gak tinggal bareng,,malah gue yang digibeng sama orang tua gue....!!Orang Salsa bini gue...!!"



Otak Rendi seketika nge blank mendengar kalimat Sakha barusan.Dia masih me laoading maksud dari ucapan temannya itu."Maksudnya,,kalian berdua udah nikah...??"



Sakha hanya mengangguk sambil menikmati kopi buatannya sendiri yang menurutnya terasa pas dilidahnya.



"Hah....serius...??"Rendi masih tak percaya bahwa mereka berdua ternyata sudah menikah.



"Serah deh kalo gak percaya...!!"



Tiba-tiba Rendi bungkam.Mengingat interaksi antara keduanya selama ini,sepertinya memang mereka mempunyai hubungan yang lebih dari sekedar berpacaran.



"Kok lo gak bilang sih kalo udah nikah sama Salsa...??"tanya Rendi dengan nada pasrah.Dia merasa patah hati karena ternyata Salsa telah menjadi milik Sakha seutuhnya.




"Iya sih...!!"



Rendi malah jadi seperti orang ling-lung karena mengetahui fakta pernikahan Sakha dan Salsa.Kini dirinya malah diam dan sibuk dengan pemikirannya sendiri.



"Sarapan dulu yuk...!!"



Salsa datang dengan membawa tiga piring nasi goreng dan meletakkannya di meja.Sakha langsung antusias mengambil nasi goreng buatan istrinya yang sekarang ini menjadi makanan favoritnya.Menurutnya masakan istrinya itu tak jauh beda dengan masakan mama Elina karena mereka memasaknya dengan penuh cinta.



"Waaah...masakan istriku pasti enak ...!!"Sakha langsung menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. Begitu mencicipinya,dia tak bisa berhenti untuk terus memakan nasi goreng itu.



"Pelan-pelan....nanti dikira orang lain kamu gak pernah aku masakin...!!"ucap Salsa yang geli melihat suaminya seperti orang yang tidak makan selama seminggu.



Sakha hanya terkekeh lalu melanjutkan kembali aktivitas makannya hingga nasi goreng miliknya telah habis tak bersisa."Ren...lo gak makan...??Nasi goreng buatan Salsa enak tau...!!"



"Eh...i-iya...!!"jawab Rendi gugup.Dia lalu memakan nasi goreng buatan Salsa itu.Rasanya memang sangat enak. Yang tidak enak adalah perasaannya saat ini.Dia merasa malu pada dirinya sendiri yang selama ini berusaha merusak pernikahan temannya sendiri.Bahkan dia sampai bekerja sama dengan Vina demi bisa mendapatkan Salsa.Melihat kebaikan Sakha padanya,, dia jadi merasa bersalah pada kedua temannya itu.


.


.


.


"Vin...mendingan lo udahan aja deh buat deketin Sakha...!!Soalnya Sakha ternyata udah nikah sama Salsa....!!"Saat di kampus,Rendi segera memberi tahu Vina tentang Sakha dan Salsa yang ternyata sudah menikah.



Vina menaikkan sebelah alisnya.Dia merasa tidak percaya dengan ucapan Rendi barusan.



"Serius Vin,,gue gak bercanda...!!"Rendi kembali menegaskan bahwa apa yang diucapkannya tadi memanglah benar adanya karena Vina tampak meremehkannya.



"Enak aja...dulu elo yang nyuruh gue buat usaha deketin dia,sekarang malah lo juga yang nyuruh gue buat gak deketin dia lagi...!!gak bisa,,gue tetep mau deketin Sakha sampe dapet...!!"



"Vin...lo jangan gila deh...mending lo mundur aja...!!Mereka udah nikah loh...!!"



"Bodo amat....!!"Vina tak menghiraukan ucapan Rendi dan segera melenggang dengan santai ke kantin bersama dengan Retha,bestienya.



Setibanya di kantin,Vina melihat Sakha dan Salsa yang sedang menikmati makan siangnya.Sesekali terlihat Sakha menyuapkan baksonya kepada Salsa.Darah Vina mendidih melihat adegan romantis di depannya itu.Dia lalu segera pergi meninggalkan kantin dan mengurungkan niatnya untuk makan membuat Retha heran melihat kelakuan sahabatnya yang menurutnya aneh itu.



"Vin,,kok gak jadi makan...??"Retha buru-buru mengejar Vina karena penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.



"Gak...bad mood gue...!!"jawab Vina asal.Sementara Retha hanya mengangkat kedua bahunya dan tidak ingin bertanya lebih banyak lagi.Sahabatnya itu memang selalu tertutup mengenai masalah pribadinya.Diapun menghargai privasi Vina.



"Tha,,gue cabut dulu ya ..!!ada urusan penting...!!"ucap Vina lagi lalu pergi begitu saja meninggalkan Retha yang kini sudah misuh-misuh mengumpati sahabatnya itu.



"Dasar temen luch nut....Ditemenin malah main pergi-pergi aja...!!Tau gitu gue tetep di kantin aja tadi..!!"Retha bermonolog.Dia lalu memutar balik tubuhnya dan kembali berjalan menuju kantin karena cacing di dalam perutnya saat ini sedang meronta-ronta.



Sementara Vina kini sedang berada di parkiran dan tampak masuk ke dalam mobil sport yang didalamnya sudah ada seorang pria berpenampilan high class.



"Hai sayang....udah lama nunggunya...??"ucapnya ramah kepada pria yang duduk di kursi kemudi mobil sportnya yang tak lain adalah Devano,salah satu mahasiswa terkaya di kampus yang terkenal suka mengencani banyak gadis.



"Baru aja...kita langsung berangkat ..??"



Vina hanya mengangguk menjawab pertanyaan Devano.Pria itu lalu melajukan mobil sportnya meninggalkan tempat parkir menuju ke hotel milik keluarganya untuk melakukan aktivitas favoritnya bersama Vina.


***