I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 78



Devano melajukan mobilnya meninggalkan basement perusahaan Sakha.Tadinya dia ingin mengunjungi sepupunya itu.Dia ingin membicarakan beberapa hal menyangkut kerja sama yang dulu dilakukan oleh orang tua mereka.Tapi,Dia justru malah bertemu dengan Salsa dengan keadaannya yang tidak dimengerti oleh Devano.



"Lo mau dianter kemana...??"tanya Devano.



"Gue....gue masih belum mau pulang ke rumah.Gue juga gak mungkin ke cafe dalam keadaan kayak gini...."jawab Salsa bimbang.



"Lo lagi ada masalah sama Sakha...??"Devano kembali bertanya.Dia merasa sedang terjadi sesuatu antara sepasang suami istri itu.



"Hhhh...gue...gue bingung...!!"



Devano mengerutkan keningnya."Bingung...??Kenapa....??"



Salsa menghela nafas dalam-dalam.Dia merasa sangat berat untuk mengatakan isi pikirannya kepada Devano.



"Gue....gue rasa Sakha selingkuh....."jawab Salsa ragu-ragu.



"Ah masak sih....??Sakha itu setia kok orangnya....!!"Devano merasa tidak percaya dengan ucapan Salsa.



"Gue baru menduga aja....!!"



"Oke.... lo pasti punya alesan kenapa sampe ngira Sakha selingkuh...??Bisa lo jelasin alesan lo itu...??"



Salsa lalu menceritakan tentang Almira,sekretaris Sakha yang mengaku sebagai calon istri Sakha.Dan juga tentang kedekatan anak dari wanita itu dengan Sakha.



"Sakha kan emang ramah sama anak kecil. Itu juga gara-gara lo yang dulu sering ngajakin dia ke panti...!!"Devano masih ber positive thinking.



"Tadinya gue juga mikirinya gitu...Tapi pas gue lihat sekretarisnya tiba-tiba masuk tanpa ketuk pintu dan Sakha juga gak marah sama sekali,,gue jadi ragu-ragu...Gue rasa Sakha emang ada hubungan spesial sama sekretarisnya itu...!!"



Devano menghela nafasnya.Kali ini dia tidak bisa membela Sakha lagi.Alasan Salsa cukup kuat untuk mengira bahwa Sakha memang berselingkuh dengan sekretarisny karena biasanya Sakha akan berbuat kasar pada wanita yang berusaha untuk mendekatinya.Meskipun sebenarnya Devano masih belum yakin jika Sakha memang berselingkuh.


Memikirkan permasalahan rumah tangga sepupunya itu membuat Devano jadi pusing sendiri.


"Yaudah...terus ini lo mau dianter kemana....??"



"Ehmmm....makan aja yuk...!!Laper gue...!!Tadi disana gue gak jadi makan...!!"ucap Salsa kemudian.Dia merasakan perutnya mulai keroncongan. Tiba-tiba dia melihat penjual seblak di tepi jalan.Salsa jadi ingin sekali mencicipi seblak itu.



"Dev ..stop dev...!!!"ucap Salsa tiba-tiba membuat Devano ikut mengerem mobilnya dengan mendadak hingga kepala keduanya terbentur ke depan.Untung saja tidak terlalu kencang,jadi tidak menimbulkan luka yang serius.



"Aduh...."Devano kesakitan karena kepalanya terbentur kemudi mobilnya."Sa...lo kalo mau berhenti ngomongnya B aja dong...kaget kan gue jadinya...!!"keluh Devano sambil memegangi keningnya yang terasa sakit.



Salsa juga memegangi keningnya yang terbentur dashboar mobil."Sori sori....gue tiba-tiba pengen makan seblak yang itu....!!"Salsa menunjuk ke arah sebuah pedagang seblak di pinggir jalan.



"Hah...??itu....??Lo mau makan disana....??"Devano merasa tidak yakin akan mengikuti kemauan Salsa karena dia tidak pernah sekalipun makan di pinggir jalan seperti itu.



"He em....!!Udah laper banget ni gue...!!"ucap Salsa memelas.Mau tidak mau Devano menuruti keinginan Salsa.Dia ikut turun bersama Salsa setelah menepikan mobilnya.



"Pak...seblaknya dua porsi ya...!!minumnya es teh manis...!!"



"Iya teh....ditunggu dulu ya...!!"jawab bapak penjual dengan logat khas Sunda nya.Salsa dan Devano lalu duduk di kursi plastik yang disediakan oleh penjual itu.



"Sa...lo yakin mau makan disini...??Tar kalo kita keracunan gimana...??"ucap Devano berbisik.



"Enggak bakal keracunan....Ini tu enak banget tau...??Makanya,,sekali-sekali lo cicipin makanan pinggiran kek gini...!!"jawab Salsa acuh.



Tak lama kemudian,pesanan mereka telah siap.Salsa menikmati makanannya dengan antusias.Berbeda dengan Devano yang masih tampak asing dengan makanan tersebut.Dia masih ragu akan mencicipi makanan itu atau tidak.



"Ah...enak banget...!!"Dengan cepat,Salsa telah menghabiskan makanannya.Dia lalu meneguk es teh manis dalam gelasnya hingga habis tak bersisa.



"Gila....lo doyan apa laper...??"Devano memandang kearah Salsa dengan heran karena rupanya gadis itu bisa makan sebanyak ini.



"Hehe....enak tau...!!"ucap Salsa terkekeh."Lo gak makan....??"Salsa melihat ke arah seblak dan es teh milik Devano yang sama sekali belum tersentuh.



"Gue belum pernah makan kek gini...Takut sakit perut gue...!!"ucapnya polos.



"Yaelah....cemen amat...!!Lo main sama banyak cewek aja gak takut kena penyakit....!!"ledek Salsa membuka wajah Devano merah karena malu.



"Ya...gue kan pake pengaman...!!hehe..."jawab Devano terkekeh.




"A'..."ucapnya sambil menyuapkan seblak ke mulut Devano.Devano merasa ragu-ragu, tapi dia akhirnya mau mencicipi seblak itu.



"Gimana...??enak kan...??"



"Ehm....not so bad...!!"jawab Devano datar.



"Yaudah...makan gih...!!Mubazir tau....!!"Salsa menyodorkan seblak itu kepada Devano.Akhirnya Devano pun menghabiskan seblaknya meskipun tak se lahap Salsa saat memakan seblak nya.



"Hah..."Devano tampak kepedesan.Wajahnya kini telah banjir dengan keringat.Dia meneguk es teh manisnya hingga tak bersisa untuk menghilangkan rasa pedas di mulutnya.



"Gila....lo pesennya level berapa sih...??pedes banget...!!"Devano menyeka keringat nya dengan tisu yang tersedia di meja.



"Cuman level 3 doang...!!hehe....Yaudah...balik yuk...!!"Salsa hendak membayar makanan mereka,tapi buru-buru dicegah oleh Devano.Tentu dia gengsi jika makanan yang sangat murah baginya ini dibayarkan oleh orang lain.Salsa hanya terkekeh melihat tingkah Devano.



"Udah...sekarang mau kemana...??"Tanya Devano saat keduanya sudah berada di dalam mobil.



"Cari supermarket ato minimarket dulu yuk...!!Gue mau beli makanan....!!"



"Makanan lagi...??"tanya Devano heran.



"Mau nganter apa enggak...??Kalo gak gue pergi sendiri....!!"ucap Salsa.Dia berniat turun dari mobil Devano.Pria itu buru-buru mencegahnya.



"Eh...iya-iya...gue anter...!!"



Devano lalu melajukan mobilnya.Tak lama,dia melihat sebuah minimarket di sisi jalan.Tanpa menunggu aba-aba,dia segera menepikan mobilnya.



Di dalam minimarket,Salsa membeli banyak makanan mulai dari biskuit,keripik,susu bahkan gula dan beras juga dibelinya.



"Sa...lo mau ngungsi...??"tanya Devano yang heran melihat belanjaan Salsa yang begitu banyak.



"Jangan bawel...!!"jawab Salsa ketus.Devano akhirnya diam dan hanya membantu Salsa yang tampak kesulitan membawa belanjaannya.



Sampai di kasir,lagi-lagi Devano yang membayar belanjaan Salsa.Salsa jadi merasa tidak enak kepada Devano.



"Kok lagi-lagi lo yang bayar sih...??Kan gue yang belanja...!!"



"Gak papa...sekali-sekali...!!"



"Oke....thanks ya...!!"



Keduanya kembali memasuki mobil.Salsa meminta Devano mengantarkannya ke panti asuhan yang biasa dikunjunginya dulu.Semenjak pulang dari Bali,Salsa belum mengunjungi panti itu lagi.



Sesampainya disana,Salsa begitu terkejut karena anak-anak itu kini telah beranjak remaja.Bahkan balita yang dulu sering digendongnya kini telah berusia lima tahun.



Meskipun Salsa telah lama tidak mengunjungi mereka,tapi anak-anak itu tetap ingat dengan Salsa.Mereka begitu senang saat melihat Salsa kembali mengunjungi mereka.



Salsa kini telah berada di tengah anak-anak itu dengan senyum cerianya.Seketika moodnya kembali membaik saat melihat kebahagiaan anak-anak itu.Sejenak Salsa telah melupakan kesedihannya.



Devano yang melihat Salsa tampak bahagia juga ikut mengembangkan senyumnya.Perasaannya begitu lega saat melihat Salsa tak lagi bersedih karena tanpa diketahui oleh siapapun,sebenarnya memiliki perasaan terhadap istri dari sepupunya itu.Itulah sebabnya dia sangat marah kepada Vina saat dulu gadis itu berusaha mencelakakan Salsa.


.


.


.


Sakha langsung membatalkan rapatnya saat melihat Salsa tiba-tiba keluar dari ruangannya tanpa pamit.Dia mencoba mengejar Salsa,tapi saat sampai diluar kantornya dia tidak bisa menemukan Salsa.Sakha buru-buru kembali ke ruangannya untuk mengambil kunci mobilnya.Dia ingin segera pulang dan bertemu dengan Salsa.



"Almira...kamu handle semua pekerjaan...Saya mau pulang dulu...!!"Pamit Sakha pada sekretarisnya.



Almira hanya mengangguk tanpa berani menanyakan lebih lanjut kepada bosnya itu.Karena yang dia lihat,saat ini Sakha sepertinya sedang tidak bisa diajak bicara.



Sakha merasa frustasi saat tiba dirumah dan tidak menemukan Salsa.Dia lalu kembali memasuki mobilnya dan pergi ke cafe.Barangkali Salsa ada disana.



Setibanya di Cafe,dia tetap tidak menemukan Salsa.Sakha mencoba menghubungi Salsa,tapi ponsel milik Salsa tidak aktif.Dia tidak bisa berpikir dengan tenang saat ini.Dia benar-benar tidak tahu permasalahan apa yang membuat istrinya tiba-tiba pergi.Karena tak tahu harus mencari Salsa kemana,Sakha memutuskan untuk pulang dan menunggu Salsa dirumah.Dia berharap Salsa baik-baik saja.


***