I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 76



Sakha mengerjapkan matanya.Dilihatnya Salsa sedang memandangi wajahnya.


"Hei..."sapa Salsa lalu segera memberikan kecupan singkat di bibir Sakha.Seketika Sakha langsung on seperti baterai yang baru saja di carge.Dibalasnya kecupan istrinya.Tapi bukan kecupan singkat yang di layangkannya.Sakha menjelajahi seluruh sudut bibir istrinya sambil tangannya bergerak bebas di tubuh Salsa.Salsapun hanya bisa pasrah saat Sakha melepaskan pakaiannya satu persatu dan memulai pagi hari yang dingin itu dengan aktivitas panas.


Sakha memuntahkan seluruh cairan kehidupannya di dalam rahim Salsa.Setelah keduanya mendapatkan pelepasannya,mereka segera membersihkan diri dan mandi bersama.Sakha berencana akan sering-sering melakukan aktivitas panas itu bersama Salsa agar bisa segera tumbuh anak di rahim Salsa.


Sakha telah tampak segar dengan setelan jas nya.Sebagai istri yang baik,Salsa membantu Sakha memasangkan dasi.


"Uhhh...ganteng banget sih suami aku...!!"Salsa mencubit pipi suaminya dengan gemas.


"Istri aku juga cantik..."Sakha tak mau kalah.Dia juga turut memuji istrinya.Merekapun saling berpelukan dengan hangat.


Keduanya kini menuju ruang makan.Hari ini Mbok Ratmi lah yang memasak karena pagi ini Salsa harus melayani Sakha untuk menuntaskan hasratnya.


Seusai sarapan,Sakha langsung berangkat ke kantor untuk kembali bekerja.Tak lupa dia mencium pipi dan bibir istrinya sebagai penyemangatnya.


.


.


.


Sakha memasuki ruangannya dengan wajah cerah karena baru saja mendapatkan hadiah favorit dari istrinya.Suasana hatinya pun juga ikut membaik.Dia kini bekerja dengan hati senang.


"Selamat pagi pak...!!Saya mau mengembalikan jas milik bapak kemarin....Sudah saya cuci,,terimakasih ya pak karena sudah mau mengantarkan Alika...."Almira tiba-tiba sudah masuk ke ruangan Sakha tanpa mengetuk pintu membuat Sakha sedikit terkejut.


"Oh...iya..!!Kamu taruh saja di meja sana...!!"perintah Sakha menunjuk ke arah meja di dekat sofa.Almirapun melakukan perintah dari bosnya itu.Diletakkannya jas milik Sakha di meja.


"Ehhm...pak,,Alika titip salam buat bapak...!!"ucap Almira yang masih belum beranjak dari ruangan Sakha.


"Hah...??Oh...iya.Salam balik buat Alika ya...!!Dia udah gak panas lagi kan...??"


"Udah enggak pak...semuanya berkat bapak...Sekali lagi saya ucapkan terimakasih ya pak...!!"


"Hhmm...iya...sama-sama.Saya seneng kalo Alika udah sehat...!!Yaudah,,kamu bisa segera lanjutin pekerjaan kamu karena saya juga masih banyak kerjaan...."ucap Sakha.Almira pun tersadar dan dia segera pamit keluar dari ruangan Sakha.


"Almira...!!"Panggil Sakha saat wanita itu akan menutup pintu ruangan.


"Ya pak...??"Almira membalikkan badannya menghadap ke arah Sakha.Hatinya berdebar-debar menanti apa yang akan diucapkan oleh bosnya itu.


"Lain kali kalau mau masuk ruangan saya ketuk pintu dulu ya...!!"ucap Sakha sambil tersenyum agar Almira tidak merasa tersinggung.Beruntung suasana hati Sakha saat ini sedang baik.Jadi dia tidak marah dengan tindakan Almira tadi.


"I-ya pak...Maaf,saya tadi buru-buru ingin mengembalikan jas bapak...!!Permisi pak...."Almira segera menutup pintu ruangan Sakha.Dia mengumpati dirinya sendiri yang dengan cerobohnya masuk ke ruangan Sakha tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Eh,,tapi tadi pak Sakha gak marah tuh...Dia malah senyum sama gue...!!Sepertinya beneran pak Sakha masih ada rasa sama gue...Kalo enggak,pasti dia udah marah-marah...!!"Almira bermonolog.Dia mengira bahwa Sakha sebenarnya memang menyukainya.


Beberapa jam kemudian,Almira mengetuk pintu ruangan Sakha.Setelah Sakha memberinya izin untuk masuk,Almira segera memasuki ruangan Sakha.


"Permisi pak....maaf saya mengganggu bapak...!!Eehm....kalau bapak tidak keberatan,Alika ingin bicara dengan bapak...!!"ucap Almira.Dia menunjukkan ponselnya yang sedang terhubung video call dengan anak gadisnya itu.


"Oh...sini..biar saya ngomong sama Alika...!!"Sakha meminta ponsel Almira dan mengobrol dengan Alika."Halo Alika cantik...kamu udah sembuh...??"Sakha menyapa gadis berusia sekitar tiga tahunan itu dengan ramah.


[Hallo om...om kapan main ke rumah Alika lagi...??Alika pengen main sama om...Oh iya,,om namanya om siapa...??Alika lupa...]ucap Alika menggemaskan dengan logat cadel khas anak kecil.Sakha sampai tersenyum dibuatnya.


"Om namanya Sakha sayang...Panggil aja om Sakha...Maaf ya,,om lagi banyak kerjaan.Kapan-kapan kalo ada waktu,om main ke rumah Alika....!!"


[Yeee....janji ya om...!!]


[Dadah om...!!]


Alika mengakhiri teleponnya dengan Sakha.Sakha segera mengembalikan ponsel Almira kepada pemiliknya.


"Terumakasih pak...!!Sudah mau berbicara dengan Alika...!!"


"Iya...sama-sama...!!"jawab Sakha singkat.Almira lalu pamit untuk keluar dari ruangan Sakha .Sekilas dilihatnya Sakha tersenyum tipis.Almirapun ikut tersenyum melihat bosnya.Dia semakin yakin bahwa Sakha pasti akan bersedia menjadi ayah dari anaknya.


Sementara Sakha,dia sedang tersenyum mengingat dirinya yang bisa menghibur anak kecil.Saat pertama kali melihat Alika,Sakha mengingat bayinya yang dulu telah tiada saat masih di dalam kandungan Salsa.Dia berpikir,mungkin jika anaknya masih hidup saat ini seusia dengan Alika.Dia tiba-tiba saja membayangkan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


.


.


.


Hari ini Salsa pergi ke salon milik mama Elina untuk melakukan perawatan.Akhir-akhir ini,hampir setiap hari Sakha mengajaknya berhubungan badan.Oleh sebab itu,Salsa ingin agar kulitnya terlihat lebih sehat untuk menyenangkan suaminya.


Sepulang dari Salon,Salsa segera menuju ke Cafe.Dia berencana untuk mengantarkan makan siang di kantor Sakha karena sejak pertama kali Sakha bekerja,dia belum pernah mengunjungi kantor suaminya itu.


"Mbak,,tolong buatin chicken steak 3 porsi ya...!!Sama orange juicenya juga 3...dibungkus ya mbak...!!"ucap Salsa pada salah satu karyawannya.Salsa sengaja membawa tiga porsi makanan karena dia tahu Sakha memiliki sekretaris.Bagaimanapun juga sekretaris Sakha telah berjasa kepada perusahaan suaminya.Itu sebabnya dia juga membawakan makanan untuk sekretaris Sakha meskipun dia sendiri belum mengenalnya.


"Baik mbak...!!"


Karyawan itu segera membuatkan pesanan Salsa.Beberapa saat kemudian,pesanan Salsa telah siap.Salsa segera menuju ke kantor Sakha dengan diantar oleh pak Boy karena rencananya nanti dia akan pulang bersama Sakha.


Tiga puluh menit kemudian,Salsa telah sampai di kantor Sakha.Dia segera masuk ke dalam dan menuju bagian resepsionis untuk menanyakan dimana ruangan suaminya.Setelah mendapatkan informasi,dia segera menuju ruangan Sakha sesuai yang diarahkan oleh resepsionis tadi.


Salsa telah tiba di depan ruangan Sakha.Dia mengetahuinya karena tertulis nama suaminya di pintu ruangan.Dilihatnya sekretaris Sakha sedang tidak ada di tempatnya. Salsa berniat masuk dalam untuk memberikan kejutan pada suaminya.


"Maaf,,anda tidak boleh sembarangan masuk ke ruangan bos saya ...!!"Seorang wanita tiba-tiba menahan Salsa.Tak salah lagi wanita itu adalah Almira,sekretaris Sakha.


"Maaf,,saya ingin bertemu dengan pak Sakha...!!"ucap Salsa dengan sopan meskipun hatinya merasa kesal.


"Apa anda sudah membuat janji dengan pak Sakha...??"Almira masih menahan Salsa dan tidak membiarkannya memasuki ruangan Sakha.


"Belum...tapi gak papa kok...!!Kalo gitu tolong panggilin Sakha....!!Biar dia yang keluar...!!"


"Oh...maaf,tidak bisa...Pak Sakha sedang sibuk...!!Jadi tidak bisa diganggu...!!"Almira masih kekeh tidak membiarkan Salsa masuk ke ruangan Sakha.Dia merasa khawatir jika Salsa akan mendekati Sakha karena penampilan Salsa saat ini terlihat mendekati sempurna.Almira tidak akan membiarkan wanita manapun mendekati bosnya itu.


"Kamu itu siapa sih,,kenapa ngelarang saya masuk ke ruangan Sakha...??"Salsa mulai kesal dengan sikap Almira.


"Saya sekretarisnya pak Sakha...!!"jawab Almira tegas.


"Oh...sekretaris doang kan...!!"


"Tapi saya juga calon istrinya pak Sakha...Jadi anda jangan coba-coba mendekati bos saya...!!Saya tau sekali,perempuan seperti anda itu suka mengincar pria kaya agar bisa hidup enak...!!Tapi sayang sekali,,pak Sakha itu punya Saya...!!Pak Sakha juga sudah dekat dengan anak saya...Jadi jangan pernah ganggu pak Sakha lagi...!!"ucap Almira dengan penuh percaya diri.


Salsa langsung terdiam mendengar ucapan Almira barusan.Dia merasa shock karena Almira mengatakan bahwa dia adalah calon istri Sakha.Salsa tidak mempercayai ucapan Almira barusan.Dia ingin menerobos masuk ke ruangan Sakha,tapi tiba-tiba saja kepalanya merasa pusing dan pandangannya mulai mengabur.


"Brukk...!!"


Tubuh Salsa ambruk ke lantai dan tak sadarkan diri karena tak kuat menopang berat badannya lagi.


***