I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 72



Sore hari,Salsa dan Sakha sedang bersantai di kamar mereka sambil menonton film.Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar yang tak lain adalah mbak Asih.



"Ya mbak,,ada apa...??"tanya Salsa saat membuka pintu kamarnya.



"Itu non,,ada temen yang nyariin...!!"jawab mbak Asih sopan.



"Temennya siapa mbak...??Saya apa Sakha...??"



"Ehm...temennya non Salsa katanya...!!"jawab mbak Asih.



"Oh,,iya..!!Suruh tunggu dulu aja mbak,,jangan lupa dibuatin minum...!!"



"Baik non..."Mbak Asih mengangguk dan berlalu dari kamar Salsa.



"Kenapa sayang...??"tanya Sakha yang masih fokus menatap layar di laptopnya sambil mengunyah keripik kentang kesukaannya.



"Oh...katanya ada yang nyari...Yaudah,aku keluar dulu ya sayang...!!"



"Mau ditemenin...??"



"Gak usah...!!"Salsa menggelengkan kepalanya lalu segera kaluar dari kamar untuk menemui tamunya.Sementara Sakha kembali melanjutkan aktivitasnya menonton film



Begitu tiba di ruang tamu,Salsa melihat seorang gadis yang sangat dikenalnya.Salsa merasa senang sampai-sampai dia berlari menghampiri sahabatnya itu.



"Haaii....surprise banget...!!"Salsa langsung memeluk tamunya yang ternyata adalah Kiran.Tak lupa mereka bercipika-cipiki karena sudah cukup lama tidak bertemu.



"Iya Sa....kaget ya...??"jawab Kiran sambil membalas pelukan Salsa.



"Kaget banget....yaudah...duduk gih...!!Tumben banget main kesini...??Lo lagi liburan ato gimana ni..??Oh iya,,lo sendirian aja...??Gak sama Yoga...??"tanya Salsa sambil mempersilahkan temannya untuk kembali duduk.



"Iya Sa,,gue sama Yoga lagi ambil cuti...Sebenarnya gue ke sini buat kasih ini ke elo...!!"Kiran mengulurkan sebuah kartu undangan bertuliskan tinta emas yang tak lain adalah undangan pernikahan Kiran dan Yoga.Salsa terkejut menerima kartu undangan itu,tapi dia lantas mengembangkan senyumnya.



"Lo mau nikah sama Yoga....??waaah...akhirnya...!!gue seneng dengernya...congrats ya...!!"Salsa kembali memeluk sahabatnya karena ikut merasa senang dan bahagia atas kabar yang barusan didengarnya.



"Yaah...gimana lagi Sa,,Kita berdua kelepasan dan akhirnya gue hamil Sa...!!"Kiran menceritakan alasannya menikah dengan Yoga."Ya...gue seneng gue mau nikah,,tapi gue agak nyesel sih harus nikah dengan cara kayak gini...!!"lanjutnya.Dari ekspresi wajahnya,sepertinya Kiran tidak terlihat senang.



"Ya udah...toh udah kejadian.Kalian juga udah mau nikah...Gak perlu disesalin yang udah terjadi..."Salsa berusaha menghibur Kiran.Sebagai sahabat,Salsa tidak bisa menyalahkan Kiran atas apa yang telah diperbuatnya bersama Yoga.Selama ini,mereka kuliah bersama di Jakarta.Tentu saja mereka bisa bebas melakukan apa saja tanpa pengawasan dari orang tua mereka.



"Iya sih Sa,,tapi gue ngerasa belum siap gitu punya anak...Gue masih pengen nikmatin masa muda gue Sa....!!Gue sempet pengen gugurin anak ini,tapi Yoga gak setuju...!!"



"Astaga Kiran....!!Anak itu gak salah apa-apa....!!Lagian Yoga juga mau tanggung jawab kan...??Lo harusnya bersyukur karena Yoga gak ninggalin lo...!!"Salsa begitu terkejut mendengar penuturan Kiran barusan.Mungkin memang Kiran belum siap memiliki seorang anak,tapi dia tidak bisa seenaknya menggugurkan janin yang ada di dalam perutnya itu.



Kiran menundukkan kepalanya.Dia merasa stres dengan kehamilannya karena ini adalah kehamilan yang sama sekali tidak diharapkannya.Perlahan,gadis itu mulai terisak.Dia menyesali perbuatannya bersama Yoga.



"Ki...lo gak boleh gitu...!!Semua yang kita lakuin pasti ada risikonya. Dan lo pasti udah tahu kan kemungkinan yang akan terjadi saat lo ngelakuin itu sama Yoga...??Lo harus bisa terima kenyataannya...Lagipula apa sih yang lo khawatirin...??Yoga mau bertanggung jawab atas kehamilan lo...!!"Salsa kembali menasihati Kiran agar bisa menerima keadaannya saat ini.



"Iya sih Sa....Tapi gue ngerasa belum siap aja...!!Gue takut kalo gue gak bisa jadi istri dan ibu yang baik aja...!!"ungkapnya.



Salsa memberikan jus jeruk yang disuguhkan oleh mbak Asih kepada Kiran."Ya udah,,lo minum dulu deh biar agak tenang...!!"




Setelah cukup lama berbincang-bincang,akhirnya Kiran pamit untuk pulang.Salsa mengantarkan Kiran sampai ke depan resto.Setelah Yoga menjemput Kiran,barulah dia kembali ke kamarnya.



"Siapa yang dateng sayang...??"Tanya Sakha saat melihat istrinya memasuki kamar.



Salsa berjalan ke arah Sakha sambil mengulurkan kartu undangan dari Kiran tadi."Kiran...Dia kesini ngasih ini...!!"ucapnya.



Sakha membaca nama di kartu undangan itu."Ooh...mau nikah...??"



"Hmmm...."Salsa mengaggukkan kepalanya.Lalu dia merebahkan tubuhnya di samping Sakha.



"Terus kenapa kamu kayak gak seneng gitu...??Bukannya ini kabar bahagia ya...??"Tanya Sakha yang bingung karena Salsa justru terlihat murung.



"Bukannya gak seneng...Aku seneng Kiran mau nikah,bahkan dia udah hamil...!!"



"Hah...??Hamil...??"Sakha langsung melotot mendengar ucapan Salsa barusan.



"Iya....Dia dinikahin karena hamil sama Yoga...!!Kiran cerita,kalo dia belum siap dengan kehamilannya dia dan hampir gugurin kandungannya....Tapi Yoga gak setuju karena dia emang mau tanggung jawab atas kehamilan Kiran..."



"Bagus dong...berarti masalahnya udah clear kan...??Kenapa mukanya kelihatan sedih gitu...??"Sakha mengelus pipi istrinya dengan lembut.



"Aku cuman iri aja sama Kiran...Dia bisa hamil padahal ngerasa belum siap...Tapi aku....."Salsa menghentikan ucapannya.Sakhapun langsung paham dengan apa yang dimaksud oleh Salsa.



"Sayang..."Sakha tak bisa berkomentar apapun.Dia hanya bisa memeluk istrinya untuk menenangkan perasaan gadis itu.Tapi yang ada justru Salsa malah terisak.



"Loh...kok nangis sih...??"ucap Sakha lembut sambil mengusap air mata Salsa.



"Aku ngerasa gak berguna aja...Sampe sekarang,aku masih belum hamil lagi...Apa mungkin ini hukuman buat aku karena dulu gak bisa jaga kehamilan aku....??"



"Sssst....enggak sayang...!!Yang terjadi dulu bukan salah kamu....Kamu jangan terlalu mikirin hal itu....Lagipula kan kita juga masih kuliah..."Sakha mencoba menghibur istrinya.Tak bisa dipungkiri,jauh dil lubuk hati diapun sebenarnya ingin Salsa segera hamil.Itu sebabnya dia selalu menumpahkan cairan kehidupannya di dalam rahim Salsa dan berharap agar bisa tumbuh menjadi seorang anak di dalam sana.Tapi ternyata Tuhan masih belum memberikan apa yang dia inginkan selama ini.



"Aku takut..."



"Kamu gak perlu takut sayang....Selama inj juga kita udah cek ke dokter dan gak ada yang bermasalah kan...??Mungkin emang belum jadi karena kamu masih sibuk sama kuliah kamu..Atau,kita kurang sering bikinnya...??"ucap Sakha sambil menaik turunkan sebelah alisnya sambil memandangi Salsa dengan tatapan menggoda.



"Apaan sih...lagi serius juga...!!"Salsa memanyunkan bibirnya karena Sakha malah sempat-sempatnya bercanda saat membicarakan sesuatu yang serius.Namun beberapa saat kemudian gadis itu melengkungkan bibirnya menjadi sebuah senyuman.



"Nah gitu dong...kalo senyum kan cantik...!!"Sakha ikut tersenyum melihat Salsa.Laki-laki itu dengan isengnya naik ke atas tubuh Salsa membuat Salsa kembali memanyunkan bibirnya .



"Loh...ngapain...??"



"Bikin baby...."jawab Sakha berbisik di telinga Salsa hingga membuat bulu kuduknya meremang.Melihat istrinya tak merespon,Sakha melanjutkan aksinya.Dijelajahinya bibir Salsa hinga tak ada satu bagian pun yang lolos.Tangannya kini mulai bergerak aktif menjelajahi setiap bagian dari tubuh istrinya.



Tak lama,keduanya kini dalam keadaan polos dan tubuh mereka mulai menyatu.



"Aaakhh....."Sakha merasakan puncak kenikmatannya bersamaan dengan Salsa.Sakha menggoyangkan pinggulnya semakin cepat.Dapat dirasakannya seluruh cairan kehidupannya telah menyembur di dalam perut Salsa.Dalam hatinya dia memohon agar benih-benih itu akan segera tumbuh di dalam sana.


***