
Devano kembali ke kantor tanpa berniat untuk memberikan tumpangan kepada Almira.Dia memang sengaja meninggalkan Almira agar bisa sampai di kantor lebih dulu daripada Almira.
Setibanya di kantor,Devano segera menuju ke ruang CCTV.Dia meminta petugas untuk memutar rekaman CCTV di depan ruangan Sakha saat jam makan siang.Petugas pun mengikuti perintah Devano karena mengetahui Devano adalah sepupu dari bosnya.Diapun memiliki saham di perusahaan ini.
Dengan serius,Devano mengamati rekaman saat jam makam siang.Tampak Salsa datang dan berbicara dengan Almira.Saat Salsa hendak meninggalkan tempat itu,Salsa terjatuh.Dari sana terlihat Almira yang tampak sengaja menjatuhkan sebuah pulpen di dekat kaki Salsa dan benda itulah yang membuat Salsa terjatuh.
Rahang Devano terlihat mengeras.Dia sangat marah karena Almira memang sengaja membuat Salsa terjatuh.Bahkan terlihat saat Salsa kesakitan, Almira malah tertawa bahagia.
Devano segera mengcoppy rekaman CCTV tersebut ke flashdisk miliknya.Setelah selesai,Devano segera kembali ke ruangan Sakha.Tak lupa dia berpesan kepada penjaga ruang CCTV tersebut untuk tidak menceritakan kejadian ini kepada siapapun terlebih dahulu.
.
.
.
Keesokan harinya,di jam makan siang Sakha berniat untuk menjenguk Salsa yang masih dirawat di rumah sakit karena kondisinya masih lemah.Sakha terpaksa meninggalkan Salsa karena hari ini dia harus menghadiri pertemuan dengan klien yang sangat penting.Beruntung ada mbok Ratmi yang menemani Salsa di rumah sakit,jadi Sakha merasa sedikit tenang.
Sakha baru saja bertemu dengan klien bersama dengan Almira dan Devano.Karena tadi mereka hanya membawa satu mobil,akhirnya Devano dan Almira juga ikut menjenguk Salsa di rumah sakit.
Setibanya di ruangan tempat Salsa dirawat,gadis itu kembali berteriak histeris saat Almira ikut memasuki ruangan bersama dengan Devano dan Sakha.Salsa benar-benar tidak mau menerima kehadiran Almira.
"Pergi kamu dari sini...!!Aku gak mau lihat muka kamu...!!Gara-gara kamu aku jadi kehilangan anak ku...!!!Huhuu....."Salsa berteriak histeri sambil melemparkan buah-buahan di atas nakasnya ke arah Almira.
"Aaww...."Almira mengaduh kesakitan saat buah Salak yang dilemparkan oleh Salsa tepat mengenai dahinya.
Sakha melihat dahi Almira mengeluarkan darah.Dengan segera Sakha memberikan sapu tangannya kepada Almira.Salsa yang melihat suaminya bersikap baik kepada wanita jahat itu semakin murka.Dia semakin membabi buta melemparkan apa saja yang ada di dekatnya ke arah Almira.
Sakha merasa tidak enak kepada Almira.Dia segera menghampiri Salsa untuk menghentikan tindakannya yang menurut Sakha sangatlah keterlaluan.
"Sayang....kamu jangan kayak gitu...!!Lihat,,kepala Almira jadi berdarah gara-gara kamu...!!"Sakha berusaha bersikap lembut kepada Salsa.
"Biarin...biar dia ikutan mati sama anak kita...!!Dia yang udah bikin anak kita meninggal...!!Dia harus mati juga...!!"Salsa masih terus melemparkan barang ke arah Almira.Sakha memberi kode agar Almira meninggalkan tempat itu.Dia pun menuruti perintah Sakha dan segera keluar dari bangsal tempat Salsa dirawat.
"Heei...kembali kamu...!!Aku masih mau buat perhitungan sama kamu...!!"teriak Salsa saat melihat Almira pergi.
Sakha terus berusaha menenangkan Salsa,tapi karena kesedihannya yang terlalu dalam dia tidak bisa tenang.Dia masih terus berteriak memaki Almira.Sakha pun mulai kehilangan kesabarannya dan.....
"PLAKK....!!"tamparan Sakha tepat mengenai pipi kiri Salsa.Seketika Salsa langsung terdiam.Dia kini tidak mengatakan apapun.Pipinya terasa perih akibat tamparan dari suaminya itu.Hatinyapun terasa lebih perih.Dia tidak menyangka suaminya tega menamparnya demi membela wanita yang telah menyebabkan dia kehilangan anaknya.Perlahan,air matanya mulai mengalir. Salsa kini menangis tanpa suara sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
"S-sayang...maaf....aku...."
"BUGG...!!"belum selesai Sakha bicara,Devano tiba-tiba memukul wajah Sakha.Sakha merasa shock dengan pukulan Devano.Refleks dia membalas pukulan Devano dengan marah.Akhirnya baku hantam pun terjadi.Mbok Ratmi menjadi bingung melihat kekacauan di ruangan majikannya.Diapun segera berlari keluar untuk memanggil satpam agar memisahkan perkelahian itu.Sementara Salsa kini masih terpaku karena masih merasa shock dengan tamparan dari Sakha.
Dua orang satpam masuk ke ruangan Salsa.Mereka segera memisahkan Sakha dan Devano yang masih terus berkelahi.
"Kalian berhenti....!!!Ini rumah sakit...harap kalian tenang...!!"Bentak salah satu satpam yang saat ini tampak memegangi Devano.
Devano memandang Salsa sekilas.Dilihatnya gadis itu masih terpaku sambil memegangi pipinya yang tampak kemerahan karena tamparan dari Sakha barusan.Dia merasa geram dengan tindakan Sakha karena telah menampar istrinya demi membela wanita lain.
"Sekali lagi gue lihat lo nampar Salsa,gue gak akan segan-segan buat habisin lo...!!Gue gak peduli walaupun lo sepupu gue...!!"ucap Devano kemudian menghempaskan cekalan tangan satpam yang memeganginya lantas segera meninggalkan tempat itu.
Devano melihat Almira masih menunggu di luar ruangan.Pria itu hanya melirik Almira sekilas,lantas berlalu begitu saja tanpa berbasa-basi.
.
.
.
Sakha duduk di meja kerjanya dengan perasaan tidak enak.Dia merasa menyesal karena telah menampar Salsa.Bahkan sampai saat ini Salsa masih tidak mau berbicara dengannya.Gadis itu hanya diam dan tak ber reaksi apapun saat Sakha meminta maaf padanya.
Sakha memijat kepalanya yang terasa pening.Bebannya kini terasa sangatlah berat.Dia bersedih atas kehilangan calon bayinya dan sekarang hubungannya dengan istrinya sedang tidak baik-baik saja.Ditambah sejak peristiwa baku hantam dengan Devano kemarin,sepupunya itu tak lagi kembali ke kantornya.Diapun merasa bersalah karena telah bertengkar dengan saudaranya.
"Permisi pak,,saya buatkan kopi untuk bapak...Silahkan diminum dulu pak...!!"Almira tiba-tiba masuk ke ruangan Sakha tanpa mengetuk pintu.
Sakha yang sedang banyak pikiran merasa malas menegur Almira.Dia hanya mengangguk dan meminta Almira untuk meletakkan kopi buatan Almira di mejanya.
"Bapak sepertinya lelah....saya pijitin ya pak...!!"Almira yang melihat Sakha sedang memiliki banyak masalah berusaha mencari celah untuk bisa mengambil hati Sakha.Tanpa aba-aba,Almira langsung di berdiri di belakang Sakha dan memijat kepala dan pundak Sakha.
Karena pikirannya sedang kacau,Sakha hanya membiarkan Almira memijatnya.Dia merasa badannya sedikit lebih rileks.
"Kopinya sambil diminum pak...!!Biar pikiran bapak lebih enakan...!!"ucap Almira.
Sakha pun menuruti ucapan Almira.Dia segera meminum kopi buatan Almira.Ya,,dia merasa sedikit lebih baik sekarang.
Almira yang sedang memijit pundak Sakha tersenyum senang.Rencananya telah berhasil.Sakha meminum kopi buatannya yang sebelumnya telah diberinya obat per\*ngs\*ng.Dia tak peduli Sakha akan melakukan perbuatan tak senonoh kepadanya setelah ini.Dia benar-benar rela jika Sakha melakukan itu padanya karena dengan begitu,dia bisa menyingkirkan Salsa dari kehidupan Sakha.
***